RajaBackLink.com

Pengertian Majas Repetisi dan Jenis-Jenisnya [Lengkap]

Majas repetisi

Dalam karya sastra, majas sangat penting untuk memperindah cerpen, puisi dan novel. Majas merupakan bahasa kiasan, perumpamaan dan ibarat yang tujuannya agar makna dari sebuah kalimat menjadi lebih indah. 

Ada banyak macam-macam dari majas termasuk juga majas repetisi. Majas ini merupakan salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam karya tulis. 

Berfungsi untuk penegasan makna dan memperindahnya dengan tujuan memberikan penekanan.

Pengertian Majas Repetisi 

pengertian majas repetisi

Kamu akan menjumpai majas repetisi di berbagai karya sastra. Lalu apa itu majas pengulangan atau repetisi? 

Majas repetisi dalam puisi dikemas sangat unik dan indah. Ada banyak sekali contoh majas ini dalam kutipan kutipan karya puisi maupun cerpen sehingga mampu memberikan makna sangat menyentuh pada pembaca. 

Sedangkan untuk pengertian majas pengulangan ada banyak pendapat. Berikut ini beberapa definisinya dari beberapa tokoh: 

1.Wijana (2006)

Majas repetisi merupakan gaya bahasa yang memanifestasikan pengulangan kata, frasa, atau klausa yang sama untuk memberikan penegasan makna dari kalimat atau wacana.2. Gorys (2006)

Sedangkan menurut Gorys repetisi merupakan pengulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap dapat memberikan tekanan dengan tepat dalam sebuah konteks. 

3. Zaimar (2002)

Zaimar memaknai bahwa repetisi adalah pengulangan kata, frasa, klausa dan kalimat.

4. Sumarlam (2008)

Definisi repetisi yang terakhir dari Sumarlam. Di mana adanya pengulangan satuan lingual dari bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi penegasan pada suatu konteks tertentu.

Dari definisi repetisi ini maka dapat disimpulkan bahwa majas repetisi merupakan pengulangan kata, frasa atau gagasan dengan tujuan memberikan penegasan, memperkuat efek sastra. 

Repetisi bisa dipakai untuk menciptakan ritme, memberikan penekanan pada gagasan utama serta meningkatkan daya tarik dalam suatu karya atau teks.

Jenis-jenis Majas Repetisi 


Majas pengulangan atau repetisi terdiri dari beberapa jenis untuk penggunaannya. Berikut ini beberapa jenis dari majas pengulangan:

1. Epizeuksis

Epizeuksis merupakan penggunaan kata secara langsung dan berturut-turut tanpa selaan dari kata lain. Pola repetisinya biasanya terjadi dalam satu baris, klausa maupun kalimat.

Contoh: Kesedihan, kesedihan yang tak terbendung, bersemayam di wajah-wajah yang pucat dan rapuh.

2. Tautotes

Tautotes merupakan pengulangan kata atau frasa secara berulang-ulang, terjadi dalam satuan lingual atau konstruksi yang berbeda.

Contoh: Malam-malam di desa itu, segala sesuatu terasa ranum dan teduh.

3. Anafora

Anafora adalah repetisi kata pertama pada setiap kalimat atau baris. Penggunaannya terkesan pemborosan kata, tapi berfungsi memberikan penekanan maksud kalimat yang berarti. 

Contoh: Pada hari itu, dia merasa gembira. Pada hari itu, dia merasa bersahaja. Pada hari itu, dia merasa penuh berkah.

4. Epistrofa

Epistrofa adalah pengulangan kata atau frasa di akhir baris atau kalimat dalam puisi.

Contoh: Aku berkata bahwa aku akan bertahan. Mereka berkata bahwa aku akan bertahan. 

5. Simploke

Simploke yaitu repetisi kata atau frasa di awal dan akhir beberapa kalimat atau baris berturut-turut.

Contoh: Suaranya terdengar sayu, lamunannya terlihat sayu, memberikan warna tabu di dalam rumah yang sunyi.

6. Mesodiplosis

Mesodiplosis adalah repetisi kata atau frasa di tengah baris, klausa, kalimat secara berurutan. 

Contoh: Percayalah, hidup tidak hanya tentang menumbuhkan kesadaran, penerimaan adalah tentang mengatasi tantangan. Ketika kita mengatasi tantangan, kita akan menemukan penerimaan yang memberikan kebahagiaan sejati.

7. Epanalepsis

Epanalepsis yaitu majas repetisi  yang mengulang kata atau frasa di awal dan akhir klausa atau kalimat.

Contoh: Saya percaya pada kasih sayang. Kasih sayang yang sesungguhnya dapat menyelesaikan segala persoalan.

8. Anadiplosis 

Majas pengulangan ini adalah repetisi kata atau frasa terakhir suatu baris, klausa, atau kalimat yang dijadikan kata pertama baris, klausa, atau kalimat setelahnya. 

Contoh: Ketaatan membawa keridhaan. Keridhaan membawa keselamatan. Keselamatan membawa kebahagiaan.

Fungsi Majas Repetisi

Fungsi utama majas pengulangan adalah memperindah karya sastra puisi. Majas juga dikenal sebagai pengulangan atau repetisi dikenal sebagai alat puitis murni. 

Majas repetisi dalam puisi akan memberi penegasan lebih ke dalam serangkaian kata dan menciptakan ritme yang menarik. 

Penyematan pengulangan kata atau akhir kata pada setiap baris dalam puisi, membuat karya sastra ini dapat lebih membekas maknanya di hati pembaca. 

Dengan demikian, ide yang disampaikan oleh penyair puisi jadi lebih menarik perhatian serta mudah diingat pembaca atau pendengar.

 

Tujuan Majas Repetisi 

Majas pengulangan atau repetisi tujuannya dapat dibedakan dalam situasi atau kondisi orang yang menggunakan majas tersebut. Berikut ini beberapa tujuan penggunaan majas pengulangan:

1.Mengubah Pemikiran Seseorang untuk Mengikuti Saran Tertentu 

Banyak cara untuk mempengaruhi pikiran pembaca atau pendengar salah satunya dengan menggunakan majas. Nah, majas pengulangan dan repetisi ini membantu kamu dapat memberikan ide baru bahkan mengubah mindset orang lain. 

Tujuan penggunaan majas pengulangan atau repetisi ini akan membuat orang bisa mengikuti anjuran atau saran yang kamu berikan. 

Terbukti dalam studi ilmiah bahwa pemberian informasi yang dilakukan secara berulang dengan bahasa persuasi akan lebih melekat kuat di benak orang lain. 

2. Alat Retoris untuk Memberikan Penekanan Konteks

Dalam retorika karya tulis maupun penyampaian secara langsung lewat lisan seperti ceramah atau pidato, penting untuk menggunakan kata-kata repetisi. 

Oleh karena itu, tujuan penggunaan majas repetisi digunakan sebagai alat retoris yang berfungsi memberikan penekanan atau tekanan saat menulis karya atau berbicara. 

Kamu dapat menjumpai majas pengulangan atau repetisi ini pada karya sastra seperti puisi, prosa maupun genre karya sastra lainnya. 

Contoh dari majas pengulangan yaitu digunakan dengan mengulangi beberapa frasa pendek ataupun kata tunggal di dalam sebuah pidato ataupun retorika lainnya. 

Pengulangan ini dilakukan agar bisa memperkuat makna atau menyoroti pemikiran penting yang sedang dibawakan dalam pidato ataupun karya-karya tulis seperti puisi maupun cerpen. 

3. Mengembangkan Unsur Tulisan 

Majas repetisi tidak hanya digunakan untuk memberikan tekanan atau penegasan untuk menyoroti pemikiran penting dalam pembicaraan atau tetapi juga dapat kamu gunakan sebagai alat utama penulis untuk mengembangkan ritme, nada dan gaya. 

Adanya ritme, nada dan gaya dalam sebuah karya sastra dapat memberikan efek persuasif yang mendalam. Selain itu, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang membacanya.

Tentu saja, menarik buat kamu gunakan saat membuat karya sastra terutama puisi. Meskipun kamu juga bisa menggunakannya di beberapa karya sastra lainnya. 

4. Memperindah Kalimat 

Kalimat yang mempunyai estetika mempunyai nilai dan menumbuhkan rasa kagum tersendiri pada pembaca atau pendengar. 

Majas repetisi ini juga bertujuan untuk mempercantik atau menambah estetika dari kalimat karena bisa memberikan kesan di akhir pada tiap pengulangan kata atau frasa. 

Contoh Majas Repetisi 

Bagi siswa penting sekali untuk mengetahui secara langsung bentuk dari majas pengulangan atau repetisi agar dapat memahami definisinya. 

Berikut ini beberapa contoh majas pengulangan yang dapat kamu jadikan inspirasi untuk membuat tulisan atau teks teritorial lainnya: 

  • Aku berjanji akan terus belajar, belajar dan terus belajar demi menggapai impianku.

  • Cinta adalah anugerah. Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah pengorbanan.

  •  Kamulah yang kutunggu, kamulah yang kunanti, dan hanya kamulah yang kudambakan.

  • Ketika mendapatkan kebahagiaan maupun penderitaan sebaiknya kita sebagai hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur dan senantiasa bersyukur kepada-Nya, sebab semuanya hanya bersifat sementara. 

  • Dalam mencapai cita-cita, satu hal yang harus diingat yaitu belajar, belajar dan belajar. 

  • Kamu harus bekerja, bekerja dan bekerja untuk melunasi hutang keluarga pada rentenir. 

  • Dia akan selalu bersamanya, selalu bersamanya, dan akan terus selalu bersamanya di setiap langkah hidupnya. 

  • Ketika adik jatuh, berteriak 

  • Ketika tengah malam adik,”ibu, ibu, ibu” lantas kakaknya pun memanggil ibu untuk menolongnya.

  • Marah lagi, marah lagi dan marah lagi. 

  •  Dia sudah mengingatkanmu untuk menjauhkan dari minuman keras, tetapi kamu tidak pernah mendengarkannya, kamu meminumnya, meminumnya, meminumnya dan meminumnya lagi sepanjang waktu yang berdampak buruk untuk kesehatanmu. 

  • Meski diingatkan berulang kali, Andi tetap merokok di sekolah, Andi tetap merokok di sekolah, Andi tetap merokok di sekolah sampai akhirnya guru membuang rokok dan koreknya. 

  • Selamat menikmati sajian menu sarapan di rumah kami, selamat menikmati menu makanan tradisional khas budaya kami, selamat menikmati, semoga tamu sekalian menikmati. 

  • Sampai jumpa sahabat, sampai jumpa sahabat terbaikku. 

  • Aku mencintai kamu, Aku mencintai kamu, aku merindukan kamu. 

  • Saya memuliakan orang tua, saya memuliakan para politisi, saya memuliakan tamu undangan yang hadir.

  • Tidak ada kabar itu kerinduan, tidak ada kabar itu berat, tidak ada kabar itu kesabaran. 

  • Kesedihan adalah ujian, kesedihan adalah kesabaran, kesedihan adalah kebijaksanaan.

  • Disiplin, disiplin dan disiplin untuk membentuk karakter bertanggung jawab. 

  • Global warming harus dicegah, dicegah dan dicegah. 

  • Jadilah kuat, kuat dan tetap kuat dalam menghadapi persoalan hidup. 

  • Wajahmu manis dan sangat, sangat sangat jelita. 

  • Kamu tidak hanya bisa mengolok-olok orang tuaku karena mereka membesarkanku. Mereka menyekolahkanku, mereka mencarikan pekerjaan untukku dan mereka merawatku, mereka merawatku. 

  • Dalam raga yang bersih ada jiwa yang beriman, dalam diri orang yang beriman ada jiwa yang tulus. 

  • Semua orang tidak akan menyukainya sifat egois, sifat egois, dan sifat yang selalu sombong. 

  • Dalam keluhannya, dia selalu memanggil nama ayahnya, ayah dan ayah.

  • Aroma hidangan yang disajikan membuat para tamu ingin mencicipinya, mencicipinya sekali lagi, mencicipinya dengan nikmat.

  • Pebisnis yang sukses selalu bekerja keras, terus bekerja keras, dan selalu bekerja keras sebelum targetnya tercapai.

  • Hujan gerimis di gubuk ini begitu dingin, sangat dingin, dan begitu dingin, sehingga pergelangan telapak kakiku tidak terasa.

Sebenarnya masih banyak sekali contoh-contoh majas pengulangan atau repetisi yang dapat dijadikan sumber inspirasi untuk kamu buat sebagai karya atau menyelesaikan tugas. 

Namun, yang perlu kamu pahami dari definisi majas pengulangan yakni fungsinya agar tepat penggunaannya dalam pembuatan karya sastra maupun naskah pidato.


Majas repetisi memberikan keindahan dalam setiap bahasa persuasi kamu saat berbicara atau bersyair. 

Hal ini menjadi sangat penting untuk dipelajari lebih banyak terkait jenis-jenisnya yang terbagi dalam beberapa kondisi atau konteks, sebab dapat memberikan penekanan pada sebuah kalimat atau baris dalam tulisan atau tuturan. 


Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif