Halo Sobat Ayo Berbahasa, apakah kamu tahu mengenai ikhtisar? Istilah ini sering digunakan dalam dunia kepenulisan.
Materi ikhtisar ini merupakan salah satu materi bahasa Indonesia kelas 10 SMA pada kurikulum merdeka. Yuk, kita belajar mengenai pengertian, ciri, tujuan, dan contoh ikhtisar melalui artikel ini.
Apa Itu Ikhtisar?
Ikhtisar disusun berdasarkan bagian pokok atau permasalahan utamanya. Setelah itu, dilakukan dengan penjelasan lainnya. Ikhtisar hanya mengambil poin-poin penting yang dibutuhkan.
Sementara itu, rangkuman dilakukan secara sistematis. Susunannya meliputi pendahuluan teks, isi, dan penutup. Ringkasan juga mengambil hampir keseluruhan isi teks aslinya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. ikhtisar diartikan sebagai pemandangan secara ringkas (yang penting-penting saja). Selain itu, ikhtisar juga disebut sebagai ringkasan.
Ciri-Ciri Ikhtisar
Ikhtisar memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut.
- Penulisan tidak mementingkan urutan gagasan.
- Bertujuan untuk mengambil inti dan menyederhanakan teks asli
- Kombinasi kata dan frasa bebas asal tidak menyimpang dari inti teks
- Kata yang digunakan harus lugas dan tidak bertele-tele.
- Tidak menambahkan opini atau interpretasi penulis, hanya menyajikan inti informasi.
- Menghilangkan detail yang kurang penting seperti angka, ilustrasi, atau penjelasan panjang yang tidak memengaruhi inti gagasan.
- Lebih ringkas daripada rangkuman.
Langkah-Langkah Penulisan Ikhtisar
Setelah membaca keseluruhan teks, berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.
Menandai Ide Pokok
Tandai ide-ide pokok yang menjadi inti permasalahan pada teks tersebut. Kamu bisa menggunakan stabilo untuk menandai bagian-bagian yang dianggap penting.
Menyusun Kerangka Tulisan
Setelah kamu menemukan apa saja inti atau ide pokok dari teks tersebut, kamu bisa memulai menyusun kerangka tulisan. Tulis dengan kata dan kalimat sendiri namun tidak melenceng dari isi.
Dari kerangka ini, nantinya kamu bisa menyusun ikhtisar dan mengembangkannya lebih baik lagi.
Menulis Ikhtisar
Setelah kerangka tulisannya sudah kamu susun, barulah sekarang memulai menulis ikhtisarnya. Pastikan menggunakan bahasa sendiri ketika sedang menulis ikhtisar, bukan asal salin tempel
Kalau sudah selesai, cek kembali ikhtisar yang sudah kamu buat. Cek kesesuaian informasi atau materi yang dituliskan kembali dengan yang asli. Jangan sampai ada penyimpangan atau kekeliruan.
Contoh Ikhtisar
Setelah kamu mempelajari apa itu ikhtisar dan bagaimana cara membuatnya, sekarang admin akan berikan beberapa contoh ikhtisar yang bisa kamu pelajari agar semakin paham.
Contoh Ikhtisar 1
Teks Asli
Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin seorang raja dan ratu yang mempunyai anak bernama Dayang Sumbi. Pada saat ia menenun, ia merasa lemas dan pusing. Lalu ia menjatuhkan pintalannya dan ia bersumpah bahwa siapa yang akan mengambilkannya, dia akan menikahinya.
Pada saat itu, seekor anjing bernama Tumang mengambilkannya. Mereka pun menikah, lalu dikaruniai seorang anak yang diberi nama Sangkuriang. Pada suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh anaknya dan Tumang mencari rusa. Sangkuriang berputus asa tetapi ia tidak ingin mengecewakan ibunya, kemudian Sangkuriang memanah Tumang dan membawanya kepada ibunya.
Tiba-tiba Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan ia menanyakan kepada anaknya. Sangkuriang pun bercerita yang sebenarnya. Dayang Sumbi marah dan memukul Sangkuriang hingga pingsan. Kemudian Dayang Sumbi mengusir anaknya.
Setelah dewasa, Sangkuriang pergi melihat dunia luar. Ia bertemu dengan gadis cantik yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Sangkuriang telah jatuh cinta pada gadis itu dan Sangkuriang pun melamarnya. Pada saat akan menikah, Dayang Sumbi mengelus dahi Sangkuriang kemudian Dayang Sumbi sadar bahwa yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri.
Dayang Sumbi ingin pernikahannya gagal. Oleh sebab itu, ia pun mengajukan syarat yang tak mungkin dikabulkan Sangkuriang. Ia harus membuat sebuah bendungan yang mengelilingi bukit dan membuat perahu untuk menyusurinya. Pekerjaan Sangkuriang hampir selesai, tetapi fajar terbit lebih cepat dari biasanya. Sangkuriang pun merasa kalau dirinya ditipu. Kemudian Sangkuriang menjadi sangat marah dan ia mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahu hingga terbalik yang kemudian membentuk “Tangkuban Perahu”.
Ikhtisar
Dayang Sumbi, seorang putri dari tanah Parahyangan, secara tidak sengaja terikat pada sumpah untuk menikahi siapa pun yang mengambilkan pintalannya yang jatuh. Sumpah ini dipenuhi oleh seekor anjing, Tumang, yang kemudian menjadi suaminya dan ayah dari putranya, Sangkuriang. Suatu hari, Sangkuriang yang ditugaskan berburu merasa putus asa karena tidak mendapatkan rusa. Ia kemudian memutuskan untuk membunuh Tumang dan membawa hati anjing itu kepada Dayang Sumbi. Mengetahui perbuatan keji putranya, Dayang Sumbi sangat marah dan memukul Sangkuriang hingga pingsan, lalu mengusirnya.
Setelah dewasa, Sangkuriang melakukan perjalanan dan bertemu dengan seorang wanita cantik, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi sendiri, yang tetap awet muda. Tidak menyadari hubungan darah mereka, Sangkuriang jatuh cinta dan melamarnya. Pada saat akan melangsungkan pernikahan, Dayang Sumbi menyadari identitas Sangkuriang dari bekas luka di dahinya. Untuk menggagalkan pernikahan yang merupakan perbuatan terlarang tersebut, Dayang Sumbi mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi Sangkuriang dalam waktu semalam: membuat bendungan untuk mengelilingi bukit dan sebuah perahu besar untuk menyusurinya.
Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan tugas raksasa itu berkat bantuan makhluk halus. Namun, Dayang Sumbi memutuskan untuk mengakali Sangkuriang dengan membuat fajar terbit lebih awal dari waktunya. Merasa dirinya ditipu, Sangkuriang menjadi sangat marah. Ia mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahu yang belum selesai itu hingga terbalik. Perahu yang terbalik inilah yang kemudian menjadi wujud dari Gunung Tangkuban Perahu.
Contoh Ikhtisar 2
Teks Asli
Penggunaan tisu secara berlebihan merupakan penyebab pemanasan global akibat aktivitas manusia. Tidak bisa dimungkiri bahwa tisu adalah benda yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, penggunaan tisu yang berlebihan ternyata menjadi penyumbang meningkatnya pemanasan global. Hal ini karena tisu terbuat dari serat kayu yang berasal dari pohon yang diolah menggunakan teknologi canggih.
Makin banyak tisu yang digunakan manusia maka makin banyak pula serat kayu yang digunakan. Makin sedikit persediaan pohon di bumi maka akan makin berkurang oksigen dan berakibat penipisan lapisan ozon. Hal ini juga akan menjadikan kualitas udara memburuk dan akan merugikan manusia.
Ikhtisar
Penggunaan tisu yang berlebihan dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu penyebab pemanasan global akibat aktivitas manusia. Tisu terbuat dari serat kayu yang berasal dari pohon dan diolah menggunakan teknologi canggih.
Meningkatnya penggunaan tisu berarti semakin banyak pohon yang harus ditebang untuk mendapatkan serat kayu. Akibatnya, persediaan pohon di bumi berkurang, yang kemudian menyebabkan berkurangnya produksi oksigen dan penipisan lapisan ozon. Kondisi ini secara keseluruhan berdampak pada memburuknya kualitas udara dan membahayakan kesehatan manusia.
Contoh Ikhtisar 3
Teks Asli
Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia justru kebanyakan berkaitan dengan hal-hal sepele. Mulai membuang sampah sembarangan, merokok, mencari pakan ternak, membuat api unggun, konflik sosial, dan masih banyak lagi.
Sementara penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia yang direncanakan ada perambahan hutan, illegal logging, penebangan, pembukaan lahan, dan pemburuan. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, rekapitulasi total luas kebakaran hutan di Indonesia pada 30 September tahun 2020 mencapai 274.375,00 ha.
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Muhammad Iqbal Damanik, menyebut berdasarkan riset Greenpeace sejak 2015 hingga 2019, seluas 4,4 juta hektare hutan di Indonesia sudah hangus dilahap api. Dalam kurun tersebut, Indonesia kehilangan hutan setara delapan kali pulau Bali.
Ikhtisar
Kebakaran hutan di Indonesia banyak disebabkan oleh ulah manusia, baik karena hal-hal sepele seperti membuang sampah, merokok, atau membuat api unggun, maupun tindakan terencana seperti perambahan hutan, illegal logging, dan pembukaan lahan.
Data KLHK mencatat luas kebakaran hutan hingga September 2020 mencapai 274.375 hektare. Riset Greenpeace menunjukkan bahwa antara 2015–2019, sekitar 4,4 juta hektare hutan Indonesia terbakar, setara dengan delapan kali luas Pulau Bali.
Demikian pembahasan lengkap mengenai apa itu ikhtisar, ciri-ciri, dan juga contohnya. Semoga materi hari ini bermanfaat dan selamat belajar. Kamu juga bisa belajar materi bahasa Indonesia lainnya secara gratis di Ayo Berbahasa.
Referensi:
- Edra, Rabia. (2024, 22 Oktober). Pengertian Ikhtisar, Ciri-Ciri, Tujuan, Kebahasaan & Contoh. Ruangguru Blog. Diakses 11 Desember 2025, dari https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-ikhtisar-dan-contohnya
- Nanda, Salsabila. (2025, 9 Oktober). Pengertian Ikhtisar, Struktur, Ciri, Contoh & Cara Membuat
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2025). Ikhtisar. KBBI Daring. Diakses 20 November 2025, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ikhtisar




0 komentar
Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif