mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Konotasi Positif dan Negatif + Contoh Kalimatnya (Materi Lengkap)

Konotasi Positif dan Negatif + Contoh Kalimatnya (Materi Lengkap)

Konotasi positif dan negatif

Konotasi positif dan negatif merupakan bagian dari materi konotasi yang pernah saya singgung sebelumnya. Menurut Tarigan (1985:61), kalimat atau makna konotasi terbagi menjadi 2 jenis yakni :

  • Makna/kalimat konotasi positif dan;
  • Makna/kalimat konotasi negatif

Keduanya punya definisi yang berbeda. Nah, melalui konten ini saya menjelaskan secara lebih detail mengenai konotasi positif dan konotasi negatif beserta contoh kalimatnya. Mari simak pembahasannya berikut ini.

A. Pengertian Konotasi Positif

Sesuai dengan namanya, konotasi positif diartikan sebagai makna konotasi yang mengandung nilai-nilai positif.  Konotasi positif juga sering disebut sebagai konotasi baik yang dianggap memiliki rasa yang lebih enak, akrab, sopan, dan tinggi.

Konotasi baik terbagi lagi menjadi 2 macam yaitu konotasi tinggi dan konotasi ramah. Berikut adalah masing-masing penjelasannya

1. Konotasi Tinggi

Konotasi tinggi dianggap sebagai kata-kata klasik atau kata-kata sastra yang lebih indah terdengar di telinga orang-orang umum. Kata-kata ini memiliki nilai rasa yang lebih tinggi.

2. Konotasi Ramah

Konotasi ramah adalah kata-kata yang berasal dari bahasa daerah karena dapat  memberikan kesan lebih akrab. Selain itu juga dapat saling merasakan satu sama lain tanpa adanya rasa canggung.


B. Contoh Konotasi Positif

Berikut ini saya berikan beberapa contoh kalimat yang mengandung makna konotasi/konotatif positif :

  • Dia memiliki 1 buah hati perempuan (buah hati = anak).
  • Hai jantung hatiku, tetaplah setia bersamaku selamanya! (jantung hati = kekasih)
  • Andi adalah tangan kanan dari bos perusahaan tersebut (tangan kanan = orang kepercayaan)
  • Dia bukanlah orang yang sombong walaupun berasal dari keturunan darah biru (darah biru = bangsawan).
  • Sesukses apapun anda, tetaplah jadi orang yang rendah hati (rendah hati = tidak sombong)
  • Selesaikan masalah dengan kepala dingin (kepala dingin = sabar).
  • Andik Vermansah adalah salah satu bintang lapangan sepak bola (bintang lapangan =  pemain terbaik di lapangan).
  • Dia bintang kelas yang selalu meraih peringkat pertama di setiap semester. (bintang kelas = murid terpandai di kelas).
  • Di sekolah, ia dijuluki siswa yang kutu buku (Kutu buku = rajin membaca).
  • Rani adalah bunga desa di desa kami (bunga desa = wanita/perempuan tercantik di desa)
  • Paman membawa buah tangan dari kampung (buah tangan = oleh-oleh).

C. Pengertian Konotasi Negatif

Konotasi negatif merupakan lawan dari konotasi positif. Yaitu kalimat atau makna yang mengandung nilai-nilai negatif. Konotasi negatif memiliki sebutan lain yaitu konotasi tidak baik yang dianggap memiliki nilai rasa tidak sopan, kasar, dan menyinggung perasaan orang lain.

Jenis konotasi yang satu ini terbagi menjadi 5 macam yaitu konotasi tidak pantas, konotasi tidak enak, konotasi berbahaya, konotasi keras, dan konotasi kasar. Berikut ini masing-masing penjelasannya

1. Konotasi Tidak Pantas

Konotasi tidak pantas adalah kata-kata yang diucapkan bukan pada tempatnya dan memiliki nilai rasa yang tidak pantas. Hal ini disebabkan karena kata-kata yang ditimbulkan membuat orang merasa malu, diejek, dicela oleh sedikit atau banyak orang. Serta menyinggung perasaan.

2. Konotasi Tidak Enak

Konotasi tidak enak merupakan salah jenis konotasi tidak baik yang berkaitan dengan hubungan sosial masyarakat. Ada kata yang tidak pantas digunakan dalam pergaulan baik dan ada juga kata yang hanya pantas dipakai dalam hubungan tidak baik. Konotasi tidak enak perlu dihindari guna menjaga hubungan tetap harmonis.

3. Konotasi Berbahaya

Konotasi berbahaya mengandung kata-kata yang dianggap mengandung hal-hal yang bersifat magis. Maka dari itu, seseorang perlu berhati-hati dalam mengucapkannya agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan atau mara bahaya.

4. Konotasi Keras

Mirip seperti hiperbola yang mengandung suatu kalimat yang sengaja dilebih-lebihkan. Dan juga membesar-besarkan suatu hal. Konotasi keras juga bertujuan untuk mempertegas makna.

5. Konotasi Kasar

Mengandung kata-kata kasar yang dianggap kurang sopan jika diucapkan. Apalagi dihadapan orang yang lebih tua atau orang yang disegani. Kata ini biasanya berasal dari suatu dialek.


D. Contoh Konotasi Negatif

Berikut ini beberapa contoh dari konotasi negatif yaitu sebagai berikut

  • Jangan mudah percaya terhadap hasutan dan adu domba (adu domba = membuat perkelahian).
  • Sekarang dia begitu keras kepala (keras kepala = tidak mau menurut nasihat orang)
  • Setelah jadi orang kaya, Budi menjadi orang yang besar kepala (besar kepala = sombong).
  • Para anggota DPR tersebut justru cuci tangan dalam masalah korupsi tersebut (cuci tangan = tidak mau ikut campur).
  • Para tikus kantor harus dihukum seberat-beratnya (tikus kantor = koruptor).
  • Sekarang aku tau, hal ini hanya akal bulusmu saja (akal bulus = tipu muslihat).
  • Sedari kecil, dia sudah punya sifat panjang tangan (panjang tangan = gemar mencuri).
  • Biang keladi keonaran ini adalah Hadi (biang keladi = yang menjadi dalang kejahatan).
  • Teman dekat pun bisa jadi musuh dalam selimut (musuh dalam selimut = pengkhianat).
  • Ternyata kamu seperti ular berkepala dua (ular kepala dua = penjilat).

Demikian penjelasan tentang konotasi positif dan negatif + contoh kalimat, semoga bermanfaat bagi semua dan sampai jumpa di konten-konten berikutnya. Terima kasih.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar