mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa itu Kata : Pengertian, Fungsi, Jenis + Contoh [Lengkap]

Apa itu Kata : Pengertian, Fungsi, Jenis + Contoh [Lengkap]

Apa Itu kata

Setiap hari kamu akan selalu menjumpai kata entah itu pada saat membaca, menulis, bahkan saat berbicara sekalipun. Namun, tahukah kamu apa sebenarnya pengertian kata? Berikut ini akan dijelaskan bukan hanya sekadar pengertian dari kata melainkan juga fungsi, jenis dan contoh-contohnya.

Apa Itu Kata?

Pengertian kata

Dilihat dari asal-usulnya (etimologi), kata berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “katha” dan bahasa Melayu “ngapak katha”. Pengertian kata secara etimologi artinya adalah cerita, konversi, atau bahasa.

Sementara itu, pengertian kata berdasarkan KBBI adalah sebuah unsur bahasa yang diungkapkan dari perwujudan buah pikiran dan perasaan, sehingga dapat digunakan sebagai alat komunikasi.

Namun, secara umum kata didefinisikan sebagai sebuah elemen bahasa yang berasal dari rangkaian huruf sehingga mampu menciptakan arti tertentu. Rangkaian huruf yang membentuk kata tersebut juga harus dapat berfungsi sebagai pembentuk frasa, kalimat, dan klausa.

Pengertian Kata Menurut Ahli

Berikut ini beberapa definisi dari kata menurut para ahli yang harus kamu ketahui :

Noam Chomsky

Seorang profesor linguistik bernama Noam Chomsky mendefinisikan kata sebagai sebuah dasar analisis kalimat yang tersaji dalam beberapa simbol, seperti N (nomina atau kata benda), V (verb atau kata kerja), A (Adjektiva atau kata sifat), dan lain sebagainya.

Crystal

Menurut Crystal, kata merupakan satuan ujaran yang berasal dari penutur asli berisi pengenalan intuitif secara universal dan disampaikan dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan.

Muib Ba’dulu dan Herman

Muib Ba’dulu dan Herman mengungkapkan bahwa pengertian kata sebagai satuan makna atau gagasan tidak membantu disebabkan adanya kesamaan konsep.

Chaer

Pengertian kata menurut ahli linguistik dari Indonesia Abdul Chaer mengungkapkan bahwa kata adalah satuan ujaran paling kecil yang secara inheren mengandung makna leksikal.

Makna leksikal sendiri berarti bahwa makna yang terkandung dalam kata adalah makna sebenarnya, ataupun lugas dan apa adanya.

Nurlina, dkk.

Menurut Nurlina, kata merupakan satuan bahasa yang mampu berdiri sendiri dan terdiri dari morfem baik itu dalam bentuk morfem tunggal atau morfem gabungan.

Ramlan

Ramlan mengungkapkan bahwa kata adalah dua macam satuan yang terdiri dari satuan gramatikal dan fonologi. Kata sebagai satuan fonologi berisi suku, baik itu hanya terdiri dari satu suku ataupun beberapa suku.

Sedangkan, suku sendiri terdiri dari satu atau beberapa fonem. Pengertian kata menurut ahli tersebut bisa disimpulkan bahwa kata adalah satuan paling besar dari morfologi.

Tarigan

Menurut Tarigan, kata terdiri dari dua jenis, yaitu kata dasar dan dasar kata. Kata dasar menurut ahli tersebut adalah satuan paling kecil yang dijadikan sebagai asal suatu kata kompleks.

Sedangkan dasar kata merupakan satuan, baik itu tunggal maupun kompleks yang kemudian dijadikan sebagai pembentukan satuan yang lebih kompleks.

Suhadi

Menurut Suhadi, pengertian kata sangat sederhana yakni satuan konstruksi paling kecil dari sebuah kalimat.

Fungsi Kata

Fungsi kata

Kata merupakan satuan gramatikal paling kecil yang harus bisa digunakan untuk membentuk kalimat. Sebagai pembentuk kalimat itulah maka kata memiliki beberapa fungsi, di antaranya seperti berikut ini :

Fungsi Kata sebagai Subjek

Subjek merupakan bagian dari sebuah kalimat yang berfungsi sebagai penanda mengenai apa yang sedang dibicarakan. Fungsi kata sebagai subjek bisa dilihat dari beberapa ciri di bawah ini :

  • Jawaban dari Pertanyaan Mengenai Siapa yang Sedang Melakukan Kegiatan Tersebut
Untuk lebih jelasnya, lihat contoh kalimat berikut ini :

“Kakak latihan bulutangkis di lapangan hingga jam 4 sore”. Jika kalimat tersebut dijadikan sebagai kalimat tanya, “Siapa yang latihan bulutangkis di lapangan hingga jam 4 sore?”. Maka jawaban dari pertanyaan tersebut adalah kakak.

  • Bagian Sebuah Kalimat yang kemudian akan Dijelaskan oleh Predikat 
Hal tersebut bisa jelas terlihat dari contoh kalimat berikut ini: “Kakak latihan bulutangkis di lapangan hingga jam 4 sore”. Dalam kalimat tersebut jelas terlihat bahwa kata kakak berperan sebagai subjek dengan tindakan latihan bulutangkis sebagai predikatnya.

  • Bagian Sebuah Kalimat yang Diikuti dengan Kata Kerja Sambung
Hal tersebut bisa jelas terlihat dari contoh kalimat: “Kakak adalah seorang atlet bulutangkis”, dalam kalimat tersebut jelas terlihat bahwa kata “adalah” merupakan kata kerja sambung dan yang menjadi subjek, yaitu kakak.

  • Diikuti dengan Partikelnya 
Contoh dari kalimat yang bisa menjelaskan ciri tersebut adalah “Mobilnya baru saja keluar dari bengkel”. Dalam kalimat tersebut jelas terlihat terdapat partikelnya di belakang kata mobil, sehingga menandakan bahwa kata tersebut memiliki fungsi sebagai subjek.

Fungsi Kata sebagai Predikat

Pengertian kata yang berfungsi sebagai predikat adalah sebuah kata yang dibicarakan atau dilakukan oleh subjek, sehingga biasanya kata yang berfungsi sebagai predikat itu mengandung unsur verba.

Contohnya seperti “Ibu memasak rendang di dapur”, dalam kalimat tersebut kata memasak berfungsi sebagai predikat, sebab menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh ibu di dapur.

Fungsi Kata sebagai Objek

Kata yang berfungsi sebagai objek berarti kata tersebut dapat memberi keterangan predikat. Seperti diketahui, objek dalam sebuah kalimat berperan sebagai penderita atau bagian kalimat yang mengalami suatu hal.

Contohnya seperti, “Paman membeli gergaji di toko alat bangunan”. Dalam kalimat tersebut dapat dilihat bahwa, kata gergaji berfungsi sebagai objek yang memberi keterangan terhadap barang yang dibeli paman di toko bangunan.

Fungsi Kata sebagai Keterangan

Pengertian kata yang berfungsi sebagai keterangan dalam sebuah kalimat adalah kata yang dapat memberikan keterangan terhadap unsur lainnya dalam kalimat tersebut. Kehadiran kata yang berfungsi sebagai keterangan ini biasanya kurang diperhatikan keberadaannya, sebab dianggap tidak terlalu penting.

Contoh kata yang berfungsi sebagai keterangan misalnya, seperti “Ibu membeli ikan gurami di pasar”. Dalam kalimat tersebut kata yang berfungsi sebagai keterangan adalah pasar.

Kata keterangan dalam kalimat tersebut sebenarnya tidak wajib dimasukkan, namun kalau kamu masukkan kata tersebut maka pembaca tidak akan bingung tentang tempat ibu membeli ikan gurami.

Fungsi Kata sebagai Pelengkap

Fungsi kata yang berperan sebagai pelengkap ini paling sulit untuk dianalisis keberadaannya dibanding dengan fungsi kata lainnya dalam sebuah kalimat.

Hal tersebut disebabkan karena kata pelengkap dapat pula berfungsi sebagai objek atau keterangan. Contoh kata sebagai pelengkap dalam sebuah kalimat, di antaranya seperti berikut ini :

  • “Paman bekerja di ladang hingga siang hari”
Dalam kalimat di atas siang hari termasuk kata yang berfungsi sebagai pelengkap. Hal tersebut disebabkan karena kata siang hari itu melengkapi kata bekerja sebagai batasan waktu paman melakukan kegiatannya di ladang.

  • “Adik sarapan roti”
Dalam kalimat tersebut roti bisa berfungsi sebagai kata pelengkap dan objek secara bersamaan.

Jenis-jenis Kata


Ada banyak sekali jenis-jenis kata yang harus kamu ketahui. Masing-masing jenis terbagi lagi menurut bentuk dan kategori. Berikut adalah penjelasannya :

Jenis Kata Berdasarkan Bentuknya + Contoh

Berdasarkan bentuknya, kata terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Kata Dasar

Pengertian kata dasar adalah kata yang tidak memiliki imbuhan lain baik itu berupa awalan, akhiran, ataupun sisipan. Contoh kata dasar di antaranya seperti, jual, makan, gelap, tari, baca, dan lain sebagainya.

Kata Turunan

Pengertian kata turunan adalah sebuah kata dasar yang sudah mendapatkan tambahan kata lain atau sudah mendapat imbuhan.

Hal tersebut akan membuat kata dasar mengalami perubahan makna. Contoh kata turunan misalnya seperti :
  • Kata dasar : pulang
  • Kata turunan : berpulang, dipulangkan, memulangkan

Kata ‘pulang' termasuk kata dasar yang bermakna kembali ke asal, namun kalau diubah menjadi kata turunan misalnya dengan diberi prefiks atau awalan ‘ber-‘, maka akan menjadi kata berpulang. Kata ‘berpulang’ tersebut mengalami perubahan makna yang berarti tutup usia atau meninggal dunia.

Kata Ulang

Pengertian kata ulang adalah kata dasar yang mendapat pengulangan, baik itu pengulangan secara keseluruhan atau pengulangan hanya sebagian. Contoh kata ulang keseluruhan, seperti jalan-jalan, sedangkan contoh kata ulang hanya sebagian adalah pepohonan

Kata Majemuk

Pengertian kata majemuk adalah kata yang sebenarnya terdiri dari dua kata dan jika digabungkan akan membentuk makna baru.

Apabila salah satu dari kata majemuk itu dihilangkan, maka maknanya pun akan kembali berubah. Contoh kata majemuk, misalnya seperti rumah sakit.

Kata majemuk di atas bermakna tempat merawat orang sakit. Namun, apabila kata rumah dan sakit itu berdiri sendiri-sendiri maka maknanya pun akan berubah, yaitu rumah bermakna bangunan untuk tempat tinggal sedangkan sakit bermakna rasa tidak nyaman pada tubuh.

Jenis Kata Berdasarkan Kategori + Contohnya

Berikut ini jenis-jenis kata berdasarkan kategori berdasarkan contohnya yang harus kamu ketahui :

Kata Benda

Pengertian kata benda adalah sebuah kata yang berasal dari nama-nama semua benda atau segala hal yang bisa dibendakan. Kata yang juga dikenal dengan istilah nomina ini termasuk jenis kata yang sangat berdasar pada semua hal yang nyata dari benda.

Nomina atau kata benda terbagi menjadi dua jenis, yaitu kata benda konkret dan kata benda abstrak. Contoh kata benda konkret misalnya, seperti meja, pensil, mobil, dan lain sebagainya, sedangkan contoh kata benda abstrak, yaitu semangat, udara, gelar, dan lain-lain. Ciri-ciri kata benda di antaranya seperti :
  • Bisa diperluas dengan tambahan ‘yang dan di belakangnya diberi kata sifat’ misal seperti gaun yang indah.
  • Untuk membatalkan kata benda menggunakan kata ‘bukan’ misal seperti bukan sepatu.
  • Kata keterangan derajat tidak bisa ditempatkan di depan kata benda, seperti agak sepeda, paling mobil, lebih meja, dan lain sebagainya.
  • Kata keterangan jumlah bisa ditempatkan di depan kata benda, seperti dua buku, sebatang rokok, delapan gelang, dan lain sebagainya.
  • Kata benda bisa berfungsi sebagai subjek, objek, keterangan, dan pelengkap.


Kata Kerja

Pengertian kata yang juga dikenal dengan istilah verba ini adalah kata yang berfungsi untuk menjelaskan tindakan, sehingga dalam kalimat kata kerja menempati posisi predikat.

Contoh kata kerja yaitu jalan, lari, makan, minum, mandi, dan masih banyak yang lainnya. Ciri-ciri kata kerja di antaranya seperti :
  • Dapat didampingi dengan pasangan waktu, seperti telah, akan, dan sedang. Misalnya, seperti sedang kerja, akan latihan, dan lain sebagainya.
  • Untuk membatalkan kata kerja menggunakan kata ‘tidak’ misalnya, seperti tidak pulang, tidak kerja, tidak tidur, dan lain sebagainya.
  • Bisa digabung dengan kata sifat atau kata benda, namun di depannya harus ditambahkan kata ‘dengan’ misalnya, seperti pergi dengan ayah, baca dengan cepat.

Baca juga : contoh verba turunan.

Kata Sifat

Pengertian kata yang juga dikenal dengan istilah adjektiva adalah kata yang digunakan untuk menerangkan sifat ataupun kondisi makhluk hidup, benda mati, tempat, waktu, dan lain-lain.

Contoh kata sifat adalah pandai, sabar, baik, rendah, besar, dan lain sebagainya.
Umumnya, kata sifat dalam sebuah kalimat digunakan untuk menerangkan kondisi subjek atau objek. Beberapa ciri kata sifat di antaranya seperti berikut ini :
  • Umumnya kata sifat bisa dibatalkan dengan kata ‘tidak’ contohnya, seperti tidak bagus, tidak tinggi, tidak sabar, dan lain sebagainya.
  • Bisa diberi kata keterangan penguat, contohnya sangat pandai, amat megah, sangat cepat, dan lain sebagainya.
    Bisa diberi kata pembanding, contohnya lebih hebat, kurang sabar, paling cerdas, dan lain sebagainya.
  • Tidak bisa diberi kata keterangan frekuensi, seperti jarang besar, sering tinggi, dan lain sebagainya.
  • Tidak bisa diberi kata keterangan jumlah, contohnya yaitu sebuah sabar, beberapa bodoh, sedikit baru, dan lain sebagainya.


Kata Keterangan

Pengertian kata keterangan atau dikenal pula dengan istilah adverbia adalah kata yang memberikan penjelasan tentang kata lainnya yang ada dalam sebuah kalimat. Kata-kata lain yang bisa dijelaskan oleh kata keterangan di antaranya seperti kata kerja, kata sifat, kata bilangan.

Kata keterangan tidak bisa menjelaskan kata benda ataupun kata ganti benda.
Ciri-ciri kata keterangan di antaranya seperti :
  • Biasanya posisi kata keterangan diletakkan di bagian awal atau akhir sebuah kalimat.
  • Dapat digunakan untuk semua jenis kalimat.
  • Terdiri dari dua jenis, yaitu kata keterangan dasar, contohnya seperti paling, betapa, sangat, dan lain sebagainya, sedangkan kata keterangan turunan, misalnya seperti sekurang-kurangnya, lebih-lebih, dan lain sebagainya.

Macam-macam fungsi keterangan di antaranya seperti :
  • Menunjukkan frekuensi, contohnya sering, biasanya, selalu, jarang, dan sesekali. Fungsi kata adverbia yang menunjukkan frekuensi ini biasanya digunakan untuk menerangkan kata kerja.
  • Menunjukkan jumlah, contohnya sedikit, cukup, banyak, beberapa, sebagian, semua, dan seluruh. Fungsi kata adverbia menunjukkan jumlah digunakan untuk menerangkan kata benda ataupun kata kerja.
  • Menunjukkan negasi, contohnya seperti tidak, bukan, tanpa, dan tiada. Fungsi kata adverbia menunjukkan negasi khusus kata ‘tidak’ digunakan untuk menerangkan kata sifat dan kata kerja, sedangkan kata ‘bukan’ untuk menerangkan kata benda dan kata kerja.
  • Menunjukkan derajat, contohnya seperti agak, lebih, cukup, paling, dan sangat. Fungsi dari kata adverbia menunjukkan derajat digunakan untuk menerangkan kata sifat.
  • Menunjukkan waktu, contohnya belum, sedang, akan, telah, sudah, dan lain sebagainya digunakan untuk menerangkan kata kerja yang menyatakan tindakan.
  • Menunjukkan batasan, contohnya hanya dan saja digunakan untuk menerangkan kata kerja, kata benda dan kata bilangan.


Kata Bilangan

Pengertian kata yang juga dikenal dengan istilah numeralia ini adalah kata yang digunakan untuk menyatakan jumlah atau urutan benda dalam sebuah deretan. Kata bilangan terdiri dari dua jenis, yaitu kata bilangan tentu dan kata bilangan tak tentu.

Pengertian kata bilangan tentu adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan bilangan yang sudah jelas nominalnya. Contoh kata bilangan tentu adalah setengah, kedua, ketiga, satu, dan lain-lain. Sedangkan untuk kata bilangan tak tentu, contohnya seperti beberapa, banyak, seluruh, dan lain-lain.

Kata Ganti

Pengertian kata ganti atau dikenal pula dengan istilah pronomina adalah sebuah kata yang dapat menggantikan posisi kata benda sehingga bisa digunakan untuk mengganti posisi subjek dan objek dalam sebuah kalimat.

Biasanya, kata ganti ini juga digunakan untuk memperhalus bahasa dalam sebuah kalimat. Jenis kata ganti di antaranya seperti :

  • Kata Ganti Diri
Kata ganti diri terbagi ke dalam beberapa sudut pandang, yaitu :
    • Sudut pandang orang pertama tunggal : saya dan aku.
    • Sudut pandang orang pertama jamak : kami dan kita.
    • Orang kedua tunggal: kamu dan kau.
      Orang kedua jamak : kalian.
    • Orang ketiga tunggal : dia dan ia.
    • Orang ketiga jamak : mereka.

  • Kata Ganti Petunjuk
Kata ganti petunjuk berfungsi untuk mengganti kata benda dan juga sekaligus sebagai kata penunjuk. Contoh kata ganti petunjuk adalah ini yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang letaknya dekat dari pembicara, sedangkan itu adalah untuk menunjuk sesuatu yang letaknya jauh dari pembicara.

  • Kata Ganti Tanya
Kata ganti tanya ini berfungsi untuk menanyakan suatu benda. Contoh kata ganti tanya di antaranya, seperti apa, di mana, mengapa, kapan, siapa, dan bagaimana.

  • Kata Ganti Tak Tentu
Kata ganti tak tentu merupakan kata yang dijadikan sebagai pengganti kata benda tidak tentu. Contoh kata ganti tak tentu, misalnya seperti seseorang, siapa saja, setiap orang, sewaktu-waktu, dan lain sebagainya.

Kata Tugas

Pengertian kata tugas adalah kata yang dapat berubah sesuai dengan konteks kalimat. Jenis kata ini tidak memiliki arti yang tetap. Kata tugas terdiri dari empat kategori, yaitu :

  • Kata Depan
Kata depan atau dikenal pula dengan istilah preposisi adalah sebuah kata yang berfungsi sebagai penghubung beberapa kata benda dalam sebuah kalimat.

Kata depan juga sering digunakan untuk menghantar objek penyerta dalam sebuah kalimat. Contoh kata depan di antaranya seperti akan, dengan, kepada, dan lain sebagainya.

  • Kata Penghubung
Sesuai namanya, kata penghubung yang dikenal pula dengan sebutan kata sambung atau konjungsi, yang berfungsi untuk menghubungkan satu kata dengan kata lainnya dalam sebuah kalimat.

Konjungsi juga bisa menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf. Contoh kata hubung di antaranya adalah atau, dan, padahal, dan lain-lain.

  • Kata Sandang
Kata sandang merupakan jenis kata tugas yang berfungsi menjelaskan kata benda namun tidak memiliki arti khusus.

Biasanya kata sandang digunakan untuk memberi gelar, mengacu pada kelompok tertentu serta membedakan seseorang. Contoh kata sandang diantaranya seperti sang, para, si dan lain sebagainya.

  • Kata Seru
Kata seru adalah sebuah kata yang bisa mengungkapkan perasaan dari pembicara.

Umumnya, kata seru ini atau interjeksi ini berfungsi sebagai penegas dari perasaan pembicara tersebut. Contoh kata seru di antaranya seperti wow, aduh, wah, dan lain sebagainya.

Mempelajari pengertian kata dalam bahasa Indonesia akan membuatmu lebih mudah dalam memahami dan memilih kata. Tentunya kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanmu baik secara lisan maupun tulisan.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar