mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Contoh Kata Sandang (Artikel) + Penjelasannya Lengkap

Contoh Kata Sandang (Artikel) + Penjelasannya Lengkap

Contoh kata sandang

Pada kesempatan kali ini, Ayo Berbahasa akan membahas mengenai contoh kata sandang atau yang juga disebut sebagai artikel. Tak hanya itu saja, untuk menambah pemahaman kalian mimin juga akan menjelaskan tentang pengertian, ciri-ciri, dan juga jenis dari kelas kata yang satu ini.

Ada yang berbeda antara kata sandang dengan jenis kata yang lainnya. Seperti kata ganti, kata keterangan, kata sifat, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, mari baca materi mengenai definisi, ciri-ciri, jenis, dan juga contoh kata sandang pada konten berikut ini

Pengertian Kata Sandang

Kata sandang juga memiliki sebutan lain yaitu artikel. Berbeda dengan kata lainnya, artikel tidak memiliki arti atau makna khusus secara jelas. Hanya saja fungsinya untuk memperjelas kata yang ada di depannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sandang diartikan sebagai unsur yang dipakai untuk memodifikasi atau membatasi nomina atau kata benda. Selain memiliki sebutan artikel, kata sandang juga memiliki sebutan lain yaitu artikulasi.

Kata sandang juga mempunyai keistimewaan yaitu bisa digunakan untuk mendampingi kata benda dasar, kata benda yang terbentuk dari sebuah verba, pronomina, atau verba pasif.

Fungsi Kata Sandang

Kata sandang/artikel/artikula mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut :

  • Membedakan Kata/Frase. Misalnya kata yang pada kalimat "yang semangat kerja pasti berhasil" bermaksud orang-orang yang semangat bekerja.
  • Digunakan sebagai gelar, contohnya sang raja, sang ratu, sri sultan, dan lain sebagainya.
  • Dipakai untuk menjelaskan orang tunggal atau kelompok tertentu, contohnya sang penulis untuk orang tunggal dan para hadirin untuk kelompok tertentu.
  • Membuat kata lain menjadi kata benda. Contohnya pada frase "Yang Mulia" kata mulia sebenarnya merupakan kata sifat, namun setelah mendapatkan penambahan kata yang menjadi kata benda.

Ciri-ciri Kata Sandang

Setelah membahas definisi dan fungsinya, kini saatnya kamu mengetahui apa saja ciri yang ada pada kata sandang. Apa saja itu?

  • Tidak memiliki arti spesifik atau lebih khusus.
  • Mendampingi kata lainnya.
  • Dapat mengubah kata lain menjadi kata benda atau nomina.

Jenis-jenis Kata Sandang
Jenis-jenis Kata Sandang

Kata sandang atau artikel terbagi menjadi 3 jenis yang didasarkan pada fungsinya bila diletakan disamping kata benda atau kata ganti yang lainnya. Beberapa kata sandang masih digunakan oleh masyarakat Indonesia di kehidupan sehari-hari, tetapi ada juga yang jarang menggunakannya hanya di daerah tertentu saja.

Secara garis besar kata satu ini terbagi menjadi 3 jenis, yakni artikula untuk tunggal, artikula untuk jamak, dan artikula netral. Masing-masing masih terbagi lagi menjadi beberapa macam. Selengkapnya mari simak penjelasannya berikut ini :

1. Kata Sandang (Artikula) untuk Jumlah Tunggal

Kata sandang yang satu ini dipakai untuk memberikan arti pada seseorang atau sesuatu yang tunggal pada kata setelahnya. Beberapa tipe kata sandang jenis ini diantaranya adalah Sang; Dang; Hyang; Sri; Hang; Yang.

Kelima kata tersebut berfungsi untuk menggantikan makna tunggal. Kata Hang dan Dang kini sudah jarang ditemukan dalam percakapan berbahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari. Kedua kata tersebut dahulunya pernah dan sering diucapkan pada masa kerajaan sebelum bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa persatuan.

Sang

Artikel/artikula Sang digunakan untuk mengiringi panggilan manusia, makhluk hidup, atau benda mati yang bertujuan untuk meninggikan harga diri. Terkadang kata sandang yang satu ini juga dipakai dengan tujuan menyindir sesuatu yang lebih tinggi. Beberapa contoh kata sandang "Sang" yaitu :
  • Sang Ratu melarang putranya untuk ikut berperang.
  • Seluruh peserta upacar memberikan penghormatan kepada Sang Saka merah putih.
  • Kini pencuri tersebut siap menghadapi pengadilan di hadapan Sang Raja.
  • Semua anaknya sudah mengetahui, namun Sang Ibu tetap saja menyembunyikan rahasianya.
  • Sang Kodok melompat tak tahu arah karena sudah ketahuan mencuri di rumah Raja Hutan.
  • Hati Sang pemilik rumah iba melihat seorang ayah dan keluarganya belum bisa membayar kontrakan
  • Sang Ratu sudah memberikan ampunan kepada orang yang telah berbuat jahat kepadanya.
  • Sang Presiden memberikan peringatan kepada para menterinya.
  • Sang Bos tidak setuju dengan usulan anak buahnya.
  • Sang Putri akan segera menikah dengan putra Raja bukan ini.

Dang

Dang merupakan salah satu jenis kata sandang tunggal yang dikhususkan untuk wanita yang memiliki kehormatan. Jenis artikula ini merupakan kosakata warisan sastra lama. Beberapa contoh kalimatnya yaitu sebagai berikut :

  • Dang Kiran bersedia untuk menerima pinangan Hang Rama.
  • Kecantikan nan rupawan paras Dang Nur, membuat banyak pemuda menginginkannya.
  • Dang Maryam menikah dengan Hang Budi.
  • Dang Lia sedang pergi ke toko.
  • Dang Shinta merasa kecewa atas perlakuan kekasihnya.
  • Dang Putri merupakan sosok wanita yang baik hati.
  • Hampir seluruh orang di desa ini mengagumi keteguhan hati Dang Siti.
  • Dang Aisyah memerintahkan abdinya untuk membantu korban bencana alam di desanya.
  • Sekiranya Dang Arum mau diperistri oleh Pangeran Kartapati.
  • Dang Sumbi memberikan syarat untuk dapat memperistrinya kepada beberapa raja di Sumatra.

Hyang

Artikel Hyang sangatlah istimewa karena hanya dipakai untuk mengiringi Dewa dan Dewi. Kata hyang merupakan serapan dari bahasa Jawa kuno yang sering digunakan oleh umat beragama Hindu di Bali. Beberapa contoh kalimat yang mengandung kata Hyang antara lain :

  • Sang Hyang Widhi Wasa pasti akan menjawab semua doa kita, ucap Mpu Pandita di akhir acara doa bersama Pura Jagatnatha.
  • Umat Hindu sedang bersembahyang untuk Hyang Widhi.
  • Hyang Sri adalah dewa pertanian.
  • Umat Hindu di Bali serentak merayakan Hari Raya Nyepi dengan memohon keselamatan dan kedamaian pada Hyang Widhi.
  • Semua umat Hindu percaya Hyang Widhi senantiasa menjaga mereka selama mereka melakukan darma.

Sri

Kata sandang Sri biasa digunakan untuk penyandang nama manusia yang memiliki gelar tinggi atau keturunan raja. Dan panggilan Sri masih digunakan di Indonesia terutama kepada keturunan raja yang sudah menjadi pewaris tahta.

Bahkan di masa sekarang, sudah banyak orang tua yang memberi nama anak perempuannya dengan awalan "Sri". Dengan harapan saat dia besar menjadi seseorang yang benar-benar dihormati. Beberapa kalimat yang mengandung kata sandang yang satu ini antara lain :

  • Sri Sultan Ahmed dijadwalkan akan mengunjungi Bandung pagi ini setelah bertolak dari Brunei Darussalam.
  • Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri acara gerebek Suro di kawasan alun-alun keraton.
  • Sri Sultan Abdullah telah berkuasa selama lebih dari 10 tahun.
  • Sri baginda akan melakukan perjalanan ke luar pulau selama kurang lebih 2 bulan.
  • Sri Mangku merencanakan membentuk pemerintahan yang memiliki konsep kuat, benar dan pantang menyerah.
  • Seluruh rakyat jelata dan abdi kerajaan memberi hormat kepada Sri Paduka yang meninggal itu.
  • Sri Baginda Raja memerintahkan seluruh pemuda untuk mengikuti sayembara yang telah beliau umumkan.
  • Sri Baginda tengah memberikan nasihat bagi anaknya yang mulai beranjak dewasa.
  • Sri Shri Ravi Shankar kembali akan berdebat dengan Zakir Naik tahun ini.
  • Sri Baginda Ratu tengah bermain dengan putra-putrinya.

Yang

Merupakan kata sandang yang dipakai untuk menggantikan nama Tuhan atau sesuatu yang dimuliakan. Beberapa contoh kata sandang satu ini yaitu :

  • Mohonlah ampunan kepada Tuhan Yang Maha Pengampun atas kesalahan yang kau lakukan selama ini.
  • Sebagai manusia kita hanya mampu menerima takdir Tuhan Yang Maha Esa.
  • Tuhan Yang Maha Pemurah pasti memberi banyak rezeki asal kita mau berusaha.
  • Yang Maha Tahu pasti melihat apapun yang kita lakukan walau kita berusaha untuk menyembunyikannya.
  • Dalam hidup kita harus saling memaafkan, seperti Ia Yang Maha Penyayang.
  • Yang Maha Kaya, limpahkanlah pada hamba sedikit berkah yang Kau miliki.
  • Kejadian tak terduga ini bukan tidak mungkin merupakan sebuah teguran dari Yang Maha Kuasa.
  • Hanya dengan berserah diri pada Yang Maha Penyayang maka hati kita menjadi tentram.

2. Kata Sandang (Artikula) untuk Jumlah Banyak

Jenis kata sandang yang satu ini digunakan untuk menunjukkan kelompok atau sesuatu yang berjumlah jamak. Beberapa contohnya yaitu "Kaum", "Para", dan "Umat". Dan juga banyak digunakan dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia.

Para

Artikula para dipakai untuk menyebut atau mengganti sekelompok manusia yang mempunyai kesamaan dalam aspek tertentu. Contohnya pada pekerjaan dan jenis kelamin. Biasanya kata sandang ini sering diucapkan pada saat pidato sambutan guna menyebutkan hadirin yang datang memenuhi undangan.

  • Para mahasiswa sedang berdemo di depan gedung rektorat menuntut penurunan uang UKT.
  • Para hadirin dipersilahkan untuk segera masuk ke ruangan.
  • Para dokter sedang mengoperasi pasien luka berat di ruang operasi.
  • Para pebalap merayakan akhir musim tahun ini di sirkut Catalunya, Spanyol.
  • Para pengemis palsu yang tertangkap satpol PP dikembalikan ke rumah masing-masing.
  • Para undangan serentak hadir dengan mengenakan pakaian seragam bermotif batik.
  • Para ibu resah dengan melonjaknya harga tomat dan cabai di pasaran.
  • Para pengungsi sudah berhasil didata sementara untuk mendapatkan bantuan makanan berupa mie instan.
  • Para wartawan tetap meliput bencana walau banyak resiko menghadang.
  • Para penonton berhamburan saat mengetahui panggung akan roboh akibat angin kencang

Kaum

Kata sandang jamak selanjutnya adalah kaum. Kata kaum dipakai untuk merujuk pada suatu kumpulan orang yang memiliki kesamaan dalam hal pandangan suatu golongan. Contohnya antara lain :

  • Perkembangan teknologi pada era sekarang tidak akan ada tanpa peran kaum intelektual
  • Kaum sosialita semakin memadati Denpasar Festival untuk berbelanja banyak barang
  • Seringkali kita melihat ramainya Ibu kota setiap arus balik karena serangan kaum urban.
  • Perilaku menyimpang Kaum Soddom yang mendapatkan Azab Allah SWT jangan sampai kita tiru.
  • Pada masa sebelum merdeka di Indonesia, kaum wanita dipandang rendah dan derajatnya di bawah laki-laki.
  • Seminggu lalu anak-anak sekolah telah mengunjungi salah satu perkumpulan kaum papah
  • Saat ini kaum lemah pun mulai bersuara menyalurkan aspirasi mereka.
  • Kaum menengah ke atas saat ini tengah khawatir atas kebijakan kenaikan pajak kendaraan bermotor terutama untuk mobil.
  • Kaum muslimah NU sedang mengadakan takbir akbar keliling se-Jabotabek.
  • Beberapa kaum waria mengikuti ajang pemilihan ratu waria se-kabupaten.

Umat

Merupakan salah satu jenis kata sandang yang dipakai untuk menunjukkan sekelompok orang yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan yang sama. Biasanya digunakan untuk menyebut sekelompok orang dari satu agama. Beberapa contoh kata sandang "umat " yaitu

  • Setiap minggu, seluruh umat Kristiani pergi ke gereja untuk beribadah.
  • Umat muslim diwajibkan untuk pergi masjid guna menjalankan ibadah sholat Jum’at.
  • Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama umat Islam.
  • Bali merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia dimana masyarakatnya mayoritas merupakan umat Hindu.
  • Sebagian umat Khatolik sedang menjalankan misa memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
  • Umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 H tahun ini pada tanggal 11 Agustus 2019.
  • Pulau Dewata, terkenal dengan alamnya yang eksotik dan umat Hindunya yang kental.
  • Saat perayaan waisak, candi Borobudur dipenuhi oleh ribuan umat Buddha.
  • Setiap tahun umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
  • Perayaan Nyepi umat Hindu di Bali berjalan dengan baik dan lancar tahun ini.

3. Kata Sandang (Artikula) untuk Netral

Sementara itu untuk kata sandang yang satu ini berfungsi menyebutkan atau menggantikan sesuatu untuk diseimbangkan. Biasanya digunakan untuk jumlah yang netral. Biasanya artikula yang satu ini diikuti dengan kata "Si" dan "Yang".

Si

Biasanya kata sandang Si digunakan pada cerita dongeng atau cerita-cerita rakyat yang familiar bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan artikula Si menunjukkan keseimbangan antara kata benda atau kata yang diikutinya. Beberapa contoh kata sandang yang satu ini antara lain :

  • Beberapa hari yang lalu Si Preman pasar itu ditangkap polisi.
  • Beberapa hari ini aku tidak melihat Si Amir.
  • Si Kebo ireng kerap kali membantu Pak Min di ladang.
  • Dapat dipastikan si Gendut akan kalah dalam lomba lari kali ini.
  • Tidak akan ada yang peduli pada si kucing malang itu, karena sering mencuri ikan di meja makan.
  • Sebagai warga kita sangat menyayangkan insiden kecelakaan motor yang menimpa Si Budi.
  • Si Mancung mengajak adiknya pergi ke taman kota.
  • Si Kancil memang binatang yang sangat cerdik.
  • Si Pincang itu pandai bergaul dan memiliki banyak teman.
  • Si Atik sudah lama berjualan rujak di pasar Buleleng.

Yang

Walaupun sama dalam penyebutan dengan kata sandang pada jumlah tunggal, jenis artikula yang satu ini tetap memiliki perbedaan tersendiri yaitu hanya dipakai untuk mengganti seseorang yang tunggal, tanpa adanya pangkat atau jabatan tinggi yang harus digantikan. Beberapa contohnya ialah :

  • Remaja malang yang jatuh tertimpa motor itu adalah adikku.
  • Yang duduk tepat disebelah Bupati itu adalah ayahku.
  • Sepertinya tadi ada yang mengetuk pintu dari luar.
  • Yang memakai kacamata hitam itu, sedari tadi gerak geriknya terlihat mencurigakan.
  • Yang tadi membantuku membawa dagangan adalah seorang ustadz di kampung kami
  • Eka akhirnya berjumpa dengan seorang pria yang ditunggunya selama dua jam.
  • Aku tidak berani menyaksikan orang yang mengalami kecelakaan maut tadi.
  • Seperti ada yang mendorongku dari tangga itu kemarin malam.

Beberapa Contoh Kata Sandang Dalam Kalimat

Sebagai penutup, berikut saya berikan berbagai contoh kata sandang lainnya dalam sebuah kalimat yaitu sebagai berikut :

  • Sang Raja memutuskan hukuman pancung bagi para perampok tersebut.
  • Sang Ratu berencana pergi ke luar negeri dalam waktu dekat ini.
  • Dang Putri sedang tidur di kamar.
  • Si Kancil suka mencuri mentimun.
  • Hang Hulun tidak berada di kampungnya ketika terjadi kebakaran.
  • Serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Adil.
  • Para penonton bola berhamburan keluar setelah mengetahui adanya kericuhan.
  • Umat Muslim menjalani ibadah puasa wajib selama Bulan Ramadhan
  • Umat Kristen merayakan natal setiap tahunnya.


Demikianlah sedikit pembahasan mengenai contoh kata sandang beserta penjelasannya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada materi berikutnya.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar