mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Kalimat : Pengertian, Ciri + Jenis-jenisnya [Lengkap]

Apa Itu Kalimat : Pengertian, Ciri + Jenis-jenisnya [Lengkap]

apa itu kalimat

Dalam ilmu tata bahasa Indonesia, selain mengenal huruf, frasa, kata, dan klausa, ada juga kalimat yang perlu untuk kamu ketahui. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih dalam seputar kalimat dalam bahasa Indonesia.

Bukan hanya membahas definisnya saja, tetapi juga ciri-ciri, unsur, pola, jenis, dan masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya mari simak konten berikut ini sampai selesai.

 

Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kalimat yang setidaknya terbentuk dari subjek dan predikat atau terbentuk dari satu klausa maupun beberapa klausa. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kalimat diartikan sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

Menrut Dardjowidojo (1988: 254), kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Arti kalimat menurut Slametmuljana (1969) adalah pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan kalimat adalah satuan terkecil dari teks yang setidaknya terdiri atas subjek dan pikiran serta mengungkapkan pikiran secara tata bahasa.

Apa kamu memiliki defini sendiri tentang apa itu kalimat? Jangan ragu memberi jawaban di kolom komentar ya!

 

Ciri-Ciri Kalimat


Kalimat memiliki beberapa ciri yang harus kamu ketahui yakni sebagai berikut.

  • Diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik, tanda seru, atau tanda tanya.
  • Setidak-tidaknya mengandung subjek dan predikat.
  • Memiliki fonem dan forfem.
  • Memiliki pola intonasi akhir.

 

Unsur Kalimat

Sesuai dengan penjelasan di atas, sebuah kalimat paling tidak terdiri atas subjek dan predikat. Namun sebenarnya, ada unsur lain yang membentuk kalimat yaitu objek dan keterangan. Kamu mungkin lebih mengenalnya dengan istilah SPOK.

 

Subjek

Unsur kalimat pertama adalah subjek. Subjek sendiri merupakan seseorang yang melakukan aktivitas pada kalimat. Contohnya seperti ini :

Ibu memasak nasi di dapur.

Pada kalimat tersebut, subjeknya adalah "Ibu" karena menjadi seseorang yang melakukan aktivitas yaitu memasak nasi.

 

Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek. Pada umumya, predikat berupa verba atau kata kerja dan dapat diikuti dengan keterangan aspek dan keterangan modalitas. Contohnya :

Ayu membaca novel di kamar.

Pada kalimat tersebut, predikatnya adalah 'membaca' karena menandai tentang subjek yang sedang membaca novel di kamarnya.

 

Objek

Objek adalah hal yang dikerjakan atau dikenai oleh subjek. Biasanya berupa nomina atau kata benda dan tidak didahului oleh kata depan atau preposisi. Contohnya yaitu :

Ibu memasak sayur di dapur.

Pada kalimat di atas, objeknya adalah 'sayur'. Hal ini dikarenakan sayur mendapatkan perlakuan langsung dari subjek (ibu) dengan memasaknya.

 

Keterangan

Keterangan adalah kelompok kata yang berfungsi untuk meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat pada kalimat. Atau bisa juga diartikan sebagai kata atau kelompok kata yang menerangkan kata atau bagian kalimat lainnya.

Keterangan terbagi menjadi beberapa jenis yaitu keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan alat, keterangan syarat, keterangan penyerta, keterangan tujuan, keterangan cara, dan keterangan sebab. Contoh dari keterangan dalam kalimat adalah sebagai berikut :

Tante memotong tahu menggunakan pisau.

Keterangan dalam kalimat tersebut adalah 'menggunakan pisau' yang merupakan jenis keterangan alat.

 

Pelengkap

Pelengkap atau yang juga disebut komplemen adalah salah satu unsur tambahan pada kalimat yang berfungsi untuk melengkapi kehadiran subjek, predikat, dan objek. Posisinya ada di sebelah kanan predikat jika tidak ada objek atau di sebelah kanan objek jika pada kalimat terdapat objek. Contohnya adalah ;

Ibu membelikan adik sepatu baru.

 

Pola Kalimat


Seperti yang sudah kita ketahui, kalimat setidaknya harus terdiri atas subjek dan predikat. Ini berarti kalimat berpola S-P. Namun perlu kamu ketahui juga, masih ada varian pola  unsur kalimat lain yang bisa digunakan sehingga membentuk satu kesatuan kalimat yang utuh. Apa sajakah itu?

 

Kalimat Berpola S-P

Kalimat berpola S-P adalah kalimat yang mengandung subjek dan predikat. Predikat yang terkandung bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Contohnya yaitu

  • Mereka sedang bermain. (Subjek : mereka, predikat : sedang bermain).
  • Ibunya dokter gigi. (Subjek : ibunya, predikat : dokter gigi).
  • Pemandangan itu indah. (Subjek : pemandangan itu, predikat : indah).
  • Peserta seminar dua ratus orang. (Subjek : peserta seminar, predikat : dua ratus orang).

 

Kalimat Berpola S-P-O

Pola kalimat ini mengandung unsur subjek, predikat, dan objek. Biasanya subjek berupa kata benda atau frasa nomina, verba berupa kata kerja transitif, dan objeknya berupa kata benda atau frasa nomina. Contohnya ialah :

  • Kakak bermain sepak bola. (Subjek : kakak, predikat : bermain, objek : sepak bola).
  • Ibu mencuci baju. (Subjek : ibu, predikat : mencuci, objek : baju).
  • Ayah memotong rumput. (Subjek : ayah, predikat : memotong, objek : rumput).
  • Bibi memasak rendang. (Subjek : bibi, predikat : memasak, objek : rendang).
  • Adik belajar matematika. (Subjek : adik, predikat : belajar, objek : matematika).

 

Kalimat Berpola S-P-Pel

Kalimat ini mengandung pola unsur subjek. predikat, dan pelengkap tanpa adanya objek. Subjeknya berupa nomina atau frasa nomina, predikatnya berupa suatu verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkapnya berupa kata benda atau kata sifat. Beberapa contoh kalimat berpola S-P-Pel yaitu :

  • Pak Kadir beternak domba. (Subjek : Pak Kadir, predikat : beternak, pelengkap : domba).
  • Pak Wawan berjualan bakso. (Subjek : Pak Wawan, predikat : berjualan, pelengkap : bakso).
  • Botol itu berisi susu. (Subjek : Botol itu, predikat : berisi, pelengkap : susu).

 

Kalimat Berpola S-P-O-Pel

Kalimat yang satu ini terdiri atas unsur subjek, predikat, objek, dan juga pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa kata kerja intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Contoh kalimat yang mengandung pola seperti ini adalah ;

  • Ibu membelikan adik baju baru. (Subjek : Ibu, predikat : membelikan, objek : adik, pelengkap : baju baru).
  • Dia mengirimi saya bunga mawar. (Subjek : dia, predikat : mengirimi, objek : saya, pelengkap : bunga mawar).
  • Kakak memberikan adik kue coklat. (Subjek : kakak, predikat : memberikan, objek : adik, pelengkap : kue coklat).
  • Ibu memasakkan kami gulai ikan. (Subjek : Ibu, predikat : memasakkan, objek : kami, pelengkap : gulai ikan).

 

Kalimat Berpola S-P-K

Pola dalam kalimat ini adalah gabungan unsur subjek, predikat, keterangan, tanpa adanya objek dan pelengkap. Subjeknya berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa preposisi. Contohnya :

  • Mereka berasal dari Bandung. (Subjek : mereka, predikat : berasal dari, keterangan : Bandung).
  • Ibu memasak di dapur. (Subjek : Ibu, predikat : memasak, keterangan : di dapur).
  • David tidur di kamar. (Subjek : David, predikat : tidur, keterangan : di kamar).
  • Kami sekeluarga berwisata ke Pulau Bali. (Subjek : kami sekeluarga, predikat : berwisata, keterangan : ke Pulau Bali).
  • Rina sedang membaca di perpustakaan. (Subjek : Rina, predikat : sedang membaca, keterangan : di dapur).

 

Kalimat Berpola S-P-O-K

Pola kalimat yang satu ini mengandung empat unsur kalimat yaitu subjek, predikat, objek, dan keterangan. Subjeknya nomina atau frasa nomina, predikatnya adalah verba intransitif, objeknya berupa nomina atau frasa nomina, dan keterangan berupa frasa preposisi.

Berikut ini beberapa contoh kalimat berpola S-P-O-K.

  • Aku memasukkan buku ke dalam tas. (Subjek : aku, predikat : memasukkan, objek : buku, keterangan : ke dalam tas).
  • Bibi membeli sayuran di pasar. (Subjek : Bibi, predikat : membeli, objek : sayuran, keterangan : di pasar).
  • Kami menjenguk Imron di rumah sakit. (Subjek : kami, predikat : menjenguk, objek : Imron, keterangan : di rumah sakit).
  • Pak Kasman menjual bakso di pinggir jalan. (Subjek : Pak Kasman, predikat : menjual, objek : bakso, keterangan : di pinggir jalan).
  • Ibu memasak gulai ikan di dapur. (Subjek : Ibu, predikat : memasak, objek : gulai ikan, keterangan : di dapur).

 

Kalimat Berpola S-P-Pel-K

Kalimat berpola S-P-Pel-K adalah kalimat yang terdiri atas unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Kalimat ini tidak memiliki objek.

Subjek pada kalimat berpola ini berupa nomina atau frasa nomina, predikatnya berupa kata sifat atau verba intransitif, pelengkapnya berupa kata benda atau kata sifat, sedangkan keterangannya berupa frasa berpreposisi.

Berikut ini beberapa contoh kalimat dengan pola S-P-Pel-K :

  • Adik bermain bola di lapangan. (Subjek : Adik, predikat : bermain, pelengkap : bola, keterangan : di lapangan).
  • Aku bertemu wanita itu di taman kota. (Subjek : aku, predikat : bertemu, pelengkap : wanita itu, keterangan : di taman kota).
  • Para gadis belajar Tari Jaipong di sanggar tari Bu Kinasih. (Subjek : para gadis, predikat : belajar, pelengkap : Tari Jaipong, keterangan : di sanggar tari Bu Kinansih).
  • Dua pemuda bermain gitar di pos ronda. (Subjek : dua pemuda, predikat : bermain, pelengkap : gitar, keterangan : di pos ronda).
  • Badannya bercucuran keringat karena berolahraga. (Subjek : badannya, predikat : bercucuran, pelengkap : keringat, keterangan : karena berolahraga).

 

Kalimat Berpola S-P-O-Pel-K

Untuk pola terakhir ini mengandung semua unsur kalimat meliputi subjek, predikat, objek, pelengkap, dan juga keterangan. Biasanya subjek pada kalimat ini merupakan nomina atau frasa nomina, predikatnya merupakan verba intransitif, objeknya berupa nomina atau frasa nomina, pelengkapnya berupa nomina atau frasa nomina, serta keterangannya berupa frasa berpreposisi.

Berikut ini beberapa contoh kalimat yang mengandung pola S-P-O-Pel-K

  • Ayah mengirimi Adi uang setiap bulan. (Subjek : Ayah, predikat : mengirimi, objek : Adi, pelengkap : uang, keterangan : setiap bulan).
  • Laras memberikan Wulan oleh-oleh dari Bandung. (Subjek : Laras, predikat : memberikan, objek : Wulan, pelengkap : oleh-oleh, keterangan : dari Bandung).
  • Paman menawarkan aku pekerjaan di perusahaan swasta. (Subjek : paman, predikat : menawarkan, objek : aku, pelengkap : pekerjaan, keterangan : di perusahaan swasta).

 

Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat bisa diklasifikasikan menjadi berdasarkan beberapa jenis. Mulai dari cara pengucapannya, berdasarkan isinya, serta jumlah frasa yang dimiliki kalimat tersebut. Nah, berikut ini adalah setiap jenis kalimat yang perlu kamu ketahui.

 

1. Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapannya

Jenis yang pertama adalah kalimat yang dibedakan berdasarkan pengucapannya. Berdasarkan klasifikasi ini, kalimat bisa dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat langsung, adalah kalimat yang dilakukan untuk menirukan ucapan orang ketiga secara langsung dan ditandai dengan tanda petik ("...")
  2. Kalimat tidak langsung, adalah kalimat yang dilakukan untuk menirukan ucapan orang ketiga secara tidak langsung tanpa menggunakan tanpa petik

Kalimat langsung biasanya ditemui dalam sebuah percakapan. Contohnya seperti di bawah ini.

  • Tadi siang ibu berkata, "Kunci pintu ada di bawah pot bunga"

Sedangkan kalimat tidak langsung contohnya seperti di bawah ini.

  • Kata ibu kunci pintu ada di bawah pot bunga

 

2. Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsinya

Kalimat yang berikutnya bisa diklasifikasikan berdasarkan isi atau fungsinya. Dalam jenis ini, kalimat bisa dibagi kembali menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Kalimat tanya, adalah sebuah kalimat yang berisi pertanyaan dan diakhiri dengan tanda tanya (?)
  2. Kalimat berita, adalah sebuah kalimat yang berisi pernyataan atau informasi dan diakhiri dengan tanda titik (.)
  3. Kalimat perintah, adalah sebuah kalimat yang berisi perintah atau seruan dan diakhiri dengan tanda seru (!)

Nah, berikut ini adalah beberapa contoh kalimat berdasarkan fungsinya.

  • Dimana ibu menyimpan kunci pintu? (kalimat tanya)
  • Ibu menyimpan kunci pintu di bawah pot bunga. (kalimat berita)
  • Cepat ambilkan kunci pintu di bawah pot! (kalimat perintah)

 

3. Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausanya

Jika dibedakan berdasarkan jumlah frasanya, Anda bisa membagi kalimat menjadi 2 jenis. Di antaranya:

  1. Kalimat tunggal, adalah kalimat yang hanya memiliki 1 klausa
  2. Kalimat majemuk, adalah sebuah kalimat yang memiliki lebih dari 1 klausa dan dihubungkan dengan kata hubung

Contoh dari kalimat tunggal dan majemuk adalah seperti di bawah ini.

  • Saya makan nasi (kalimat tunggal)
  • Saya makan nasi, sedangkan dia makan mie goreng (kalimat majemuk)

 

4. Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjeknya

Terakhir, jenis kalimat bisa dibedakan berdasarkan fungsi subjeknya. Dalam klasifikasi kalimat ini, Anda bisa membagi kalimat menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kalimat aktif, adalah kalimat yang menjelaskan bahwa subjek sedang melakukan kegiatan
  2. Kalimat pasif, adalah kalimat yang menjelaskan bahwa subjek sudah melakukan suatu kegiatan

Contohnya:

  • Saya makan nasi (kalimat aktif)
  • Nasi dimakan oleh saya (kalimat pasif)
  • Ibu minum air. (Kalimat aktif)
  • Air diminum oleh ibu. (Kalimat pasif).

 

Seperti itulah penjelasan mengenai apa itu kalimat mulai dari pengertian, jenis-jenis, pola, ciri dan unsur-unsur di dalamnya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu mengetahui lebih jelas apa yang dimaksud dengan sebuah kalimat dan bagaimana cara menggunakannya dengan tepat.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar