mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
3 Penggunaan Tanda Petik yang Benar dalam Kalimat

3 Penggunaan Tanda Petik yang Benar dalam Kalimat

Penggunaan tanda petik

Kembali lagi kita melanjutkan pembahasan mengenai tanda baca. Pada sesi ini, kita akan membahas tentang tanda petik dan bagaimana penggunaannya yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Menulis dengan benar itu penting. Banyak orang yang bisa menulis, tapi tulisannya cenderung asal-asalan dan tidak mengikuti kaidah penulisan yang tepat. Termasuk untuk penulisan tanda baca, pada kenyataannya masih banyak yang salah dalam melakukannya.

Apa Itu Tanda Petik?

Tanda petik atau yang juga disebut sebagai tanda kutip merupakan tanda baca yang digunakan secara berpasangan guna menandai ucapan, kutipan, frasa, atau kata.
Sebenarnya ada dua jenis tanda petik, yaitu petik tunggal ('...') dan petik ganda ("..."), namun khusus materi ini hanya membahas tanda petik ganda saja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda petik diartikan sebagai tanda baca (“...”) yang mengapit petikan langsung yang menyatakan kutipan berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.



Fungsi Tanda Petik

Tanda petik merupakan tanda baca yang sangat mudah ditemukan dalam penulisan dialog. Adapun beberapa fungsi dari tanda baca yang satu ini adalah :
  • Mengapit judul karangan, syair, dan bab buku jika digunakan dalam kalimat.
  • Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.
  • Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lainnya.


Penggunaan Tanda Petik yang Benar

Penggunaan tanda petik yang benar
sumber gambar : freepik

Aturan penggunaan tanda baca petik ganda atau petik diatur di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Tanda petik bisa digunakan dalam beberapa kondisi yaitu :


Aturan Pemakaian Tanda Petik 1

Aturan pertama, tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Berikut ini beberapa contoh penerapannya dalam kalimat
  • "Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.
  • "Jangan percaya dengan semua perkataannya, dia sedang berbohong!" ujarnya kepada kami.
  • "Kerjakan tugas ini sekarang!" perintah atasannya.
  • Ketua RT berkata, "Semua warga harus gotong royong membangun kembali masjid yang terdampak gempa."
  • Menurut Pasal 33 Ayat 2 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, "Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara."
  • Menurut Pasal 12 Ayat 4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan, "pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi dua puluh tahun."
  • Pasal 35 UUD 1945 berbunyi, "Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih."




Aturan Pemakaian Tanda Petik 2

Penggunaan tanda petik berikutnya adalah digunakan untuk mengapit judul lagu, film, laraka sajak, naskah, artikel atau bab buku di dalam kalimat. Contohnya yaitu :
  • "Aku" merupakan salah satu puisi terkenal yang diciptakan oleh Chairil Anwar.
  • Sajak "Guruku" terdapat pada halaman 129 buku itu.
  • Marilah kita menyanyikan lagu "Berkibarlah Benderaku"!
  • Anak-anak, mari kita nyanyikan "Garuda Pancasila"!
  • "Keluarga Tak Kasat Mata" merupakan film yang dibuat berdasarkan kisah nyata.
  • "Laskar Pelangi" merupakan novel yang dibuat berdasarkan kisah nyata.
  • Makalah "Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar.
  • Perhatikan "Pemakaian Tanda Seru" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
  • Karangannya berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA”.
  • Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 10 buku tersebut.




Aturan Pemakaian Tanda Petik 3

Dan yang terakhir, tanda petik digunakan untuk mengapit kata yang memiliki arti khusus (bermakna konotasi) atau istilah ilmiah yang kurang terkenal. Contohnya adalah :
  • "Tetikus" komputer tersebut sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
  • Dilarang memberikan "amplop" kepada petugas!
  • Karena kecerdasannya, Budi sering dijuluki "Si Cabe Rawit".
  • Karena suka membaca, Adi mendapatkan julukan "Si Kutu Buku" dari teman-teman sekelasnya.
  • Dia menjadi "tangan kanan" bos.
  • Rani dikenal sebagai "gadis desa" karena kecantikannya.
  • Febri Hariadi adalah salah satu "bintang lapangan" di Indonesia
  • Kerja rodi merupakan salah satu bentuk "dehumanisasi" yang pernah dialami oleh Indonesia.
  • "Zea mays" adalah nama ilmiah dari pada tumbuhan jagung.
  • "Canis lupus" adalah nama ilmiah dari hewan serigala
  • Saking mematikannya, penyakit sifilis juga disebut  sebagai "Si Raja Singa"


Setelah membaca materi ini, jangan sampai salah lagi untuk kedepannya ya. Apabila ada yang kurang dipahami, jangan ragu untuk bertanya melalui kolom komentar atau kontak kami.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar