mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
12+ Penggunaan Tanda Koma yang Benar Sesuai PUEBI

12+ Penggunaan Tanda Koma yang Benar Sesuai PUEBI

Penggunaan tanda koma

Masih seputar tanda baca, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana penggunaan tanda koma yang tepat pada sebuah kalimat. Mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2015.

Mengingat, masih banyak siswa atau mahasiswa yang salah dalam menerapkan tanda baca pada tulisan atau kalimat. Agar hal tersebut tidak lagi terjadi, maka panduan pemakaian tanda baca seperti tanda titik dan tanda koma sangat kamu butuhkan.

Pengertian Tanda Koma

Apa itu tanda koma? Tanda koma merupakan salah satu tanda baca yang memiliki bentuk seperti apostrof atau tanda petik tunggal. Hanya saja bedanya, tanda koma diletakkan di garis dasar teks bukan di bagian atas seperti apostrof.

Menurut Oxford English Dictionary, kata koma berasal dari bahasa Yunani yaitu komma (κόμμα) yang berarti klausa pendek atau sesuatu yang dipotong. Tanda baca yang satu ini digunakan dalam berbagai konteks dan bahasa.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tanda koma diartikan sebagai tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian, memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi dalam kalimat, memisahkan nama orang dari gelar akademik yang mengiringinya, dan sebagainya. Lambang koma adalah (,) tanpa kurang buka dan kurung tutup.


Penggunaan Tanda Koma yang Benar Menurut PUEBI

Penggunaan tanda koma yang benar

Kamu sudah tau sekarang apa itu tanda koma. Sekarang, saya akan menjelaskan bagaimana penulisan dan penempatan tanda koma yang benar sesuai aturan ejaan bahasa Indonesia.

Tanda baca yang satu ini dipakai dalam 12 kondisi. Apa saja itu? Langsung saja, simak penjelasannya berikut ini :

Pemakaian Tanda Baca Koma Pertama

Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pembilangan atau pemerincian. Contohnya yaitu :
  • Di rumah ada buah mangga, pepaya, anggur, apel, melon, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Wortel, kol, kentang, dan buncis merupakan beberapa bahan untuk membuat sup.
  • Buku, jurnal, dan majalah termasuk sumber kepustakaan.
  • Novel, cerpen, puisi dan berbagai buku lainnya tergeletak di atas kasur.
  • Satu, dua, tiga, .... empat!
  • Sabun, odol, sampo, dan sikat gigi merupakan alat mandi yang wajib kamu gunakan.
  • Ada beberapa jenis mamalia laut antara lain yaitu paus, lumba-lumba, dan anjing laut.
  • Ada beberapa jenis serangga antara lain yaitu semut, kumbang, lalat, lebah, nyamuk, capung, rayap, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  • Ada beberapa jenis kurma terbaik yang wajib kamu konsumsi yaitu kurma azwa, kurma medjol, kurma sukari, dan kurma halawi.
  • Pelangi terdiri atas tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Pemakaian Tanda Baca Koma Kedua

Penggunaan tanda koma yang benar selanjutnya adalah dengan menerapkannya sebelum kata penghubung seperti melainkan, tetapi dan sedangkan, dalam kalimat majemuk setara. Contohnya yaitu :
  • Saya ingin membeli laptop, tetapi uang saya belum cukup.
  • Ini bukan milik saya, melainkan milik ibu saya.
  • Dia membaca cerita pendek, sedangkan adiknya menyanyi.
  • Saya ingin menolongnya, tetapi dia menolaknya.
  • Ibu lagi masak nasi goreng, sedangkan ayah lagi mencabut rumput.
  • Dompet itu bukan milik saya, melainkan milik teman saya.
  • Itu bukan kesalahanku, melainkan kesalahan adik.
  • Aku ingin ikut liburan bersama teman-teman, tetapi orang tuaku tidak mengizinkannya.
  • Kakak bertugas membersihkan luar rumah, sedangkan adik bertugas membersihkan dalam rumah.
  • Kakak menemukan dompet terjatuh di jalan, tetapi tidak tau siapa pemiliknya.

Pemakaian Tanda Baca Koma Ketiga

Tanda koma digunakan untuk memisahkan antara induk kalimat dan juga anak kalimat. Misalnya yaitu :
  • Jika diundang, kami akan datang.
  • Karena baik hati, dia selalu dihargai.
  • Supaya memiliki banyak pengetahuan, kita harus banyak membaca buku.
  • Kalau tidak ada halangan, aku akan datang.
  • Karena rajin belajar, dia lolos tes masuk perguruan tinggi.
  • Agar virus corona tidak menyebar, beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown.
  • Karena tidak hati-hati, dia terpeleset di jalan.
  • Jika Tuhan mengizinkan, kita pasti akan bertemu suatu saat nanti.
  • Andai aku tidak mendapatkan pertolongan darinya, mungkin aku sudah masuk ke jurang itu.
  • Karena ia menjadi juara kelas, ia mendapat hadiah sepeda baru dari orang tuanya.

Pemakaian Tanda Baca Koma Keempat

Penggunaan tanda baca koma sesuai PUEBI selanjutnya adalah dengan menerapkannya di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti jadi, dengan demikian, oleh karena itu, meskipun demikian, dan sehubungan dengan itu. Beberapa contohnya yaitu :
  • Siswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia berhasil masuk ke perguruan tinggi terbaik.
  • Anak itu memang suka membaca sejak kecil. Jadi, wajar jika dia dijuluki kutu buku.
  • Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya tidak mengeluh dan tetap patuh kepada kedua orang tuanya.
  • Anak itu telah berlatih catur sejak kecil. Jadi, wajar saja dia selalu menang pertandingan catur.
  • Bobi sangat jahil kepada  temannya, oleh karena itu dia sangat tidak disukai.
  • Kami kurang setuju dengan usulan dia. Meskipun demikian, kami tetap menghargainya.
  • Hujan deras membasahi jalan. Meskipun demikian, dia tetap memutuskan untuk pulang.
  • Oleh karena itu, kamu harus menceritakan kejadian yang sebenarnya.
  • Dengan demikian, anda berhak mendapat kenaikan jabatan tahun ini.
  • Sehubungan dengan itu, aku ingin meminta maaf atas nama dia.

Pemakaian Tanda Baca Koma Kelima

Tanda koma juga digunakan sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, aduh, wah atau hai, dan kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Pak, Bu, Dik, atau Nak. Beberapa contohnya yaitu :
  • O, begitu?
  • Wah, sangat menakjubkan!
  • Hati-hati, ya, jalannya licin!
  • Nak, kapan kamu pulang kampung?
  • Siapa namamu, Dik?
  • Darimana asalmu, Dik?
  • Dia baik sekali, Bu.
  • Dia teman aku, Pak.
  • Apa kabarmu, nak?
  • Wah, keren sekali ya!

Pemakaian Tanda Baca Koma Keenam

Penggunaan tanda koma yang tepat berikutnya adalah dengan menerapkannya untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contohnya yaitu :
  • Kata nenek saya, "Kita harus berbuat baik terhadap sesama."
  • "Kita harus berbagi dalam hidup ini," kata nenek saya, "karena manusia adalah makhluk sosial."
  • Dia berpesan padaku, "Jangan main hp saat sedang berjalan."
  • “Jangan pulang terlalu larut” kata Ayah ketika aku pamit keluar rumah tadi sore.
  • “Sudahlah ikhlaskan saja, mungkin ini sudah menjadi takdir Tuhan”, Kekasihku berusaha untuk menghiburku.

Pemakaian Tanda Baca Koma Ketujuh

Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, dan juga nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Apa saja contohnya?
  • Drs. Firdaus, Jalan Anggur II/15, Kelurahan Talang Jawa Utara, Kecamatan Lahat, Lahat 31460
  • Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta
  • Jember, 9 Februari 1999
  • Banyuwangi, 23 Maret 2000
  • Jakarta, Indonesia

Pemakaian Tanda Baca Koma Kedelapan

Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya pada daftar pustaka. Misalnya  :
  • Sunandar, Asep. 1990. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.
  • Sulaiman, Amran. 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 3. Jakarta: Pusat Bahasa.
  • Tulalessy, D. dkk. 20010. Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ternate: Mutiara Beta.
  • Wahyun, Sri. 2013. Pelajaran Biologi. Jakarta: Pustaka Rakyat.
  • Ayu, Dian. 2015. Merintis Usaha Antara Keterbatasan. Jakarta: Gudang Ilmu.

Pemakaian Tanda Baca Koma Kesembilan

Penggunaan tanda koma digunakan di antara bagian-bagian dalam catatan akhir atau catatan kaki. Beberapa contohnya yaitu :
  • Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 4 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1940), hlm. 20.
  • Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 1977), hlm. 12.
  • W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1963), hlm. 10.
  • Dian Ayu Putri, Merintis Usaha Kuliner. (Jakarta: Gudang Ilmu, 2013), hlm. 7.
  • Sri Wahyuni, Pelajaran Bahasa Indonesia. (Jakarta: Pustaka Rakyat, 2008), hlm. 30.

Pemakaian Tanda Baca Koma Kesepuluh

Aturan berikutnya, tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya supaya bisa dibedakan dengan singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Contohnya yaitu :
  • Rizky Ramadyanti Defani, S.E.
  • Ny. Ayu Putri, M.A.
  • Bambang Nur Hidayat, M.Hum.
  • Siti Aminah, S.H., M.H.
  • Muhammad Ridho, S.Kom

Pemakaian Tanda Baca Koma Kesebelas

Penggunaan tanda koma selanjutnya adalah tanda baca yang satu ini digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Apa saja contohnya ?
  • Panjang kayu itu 20,3 cm.
  • Tinggi badannya mencapai 1,70 m.
  • Berat badan Ani adalah 45,5 kg.
  • Harga dua buah permen adalah Rp500,00
  • Harga dua buah makanan ringan adalah Rp1000,00

Pemakaian Tanda Baca Koma Kedua Belas

Aturan pemakaian tanda koma berikutnya adalah tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan aposisi atau keterangan tambahan. Misalnya yaitu :
  • Di wilayah kami, misalnya, masih banyak bahan tambang yang belum diolah.
  • Semua mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti latihan PBB hari ini.
  • Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti latihan teater hari ini.
  • Soeharto, Presiden II RI, merupakan seorang Presiden dengan masa jabatan paling lama.
  • Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), wajib menindaklanjuti laporan dalam waktu paling lama tujuh hari.

Pemakaian Tanda Baca Koma Ketiga Belas

Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah pengertian atau salah baca. Contohnya yaitu :
  • Dalam pengembangan bahasa, kita bisa memanfaatkan bahasa daerah.
  • Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.


Pengecualian

Dalam kondisi tertentu, tanda baca tidak digunakan. Berikut ini beberapa pengecualian penulisan tanda koma yang harus kamu ketahui :
  • Tanda koma tidak digunakan apabila induk kalimat mendahului anak kalimat. Contohnya :
    • Saya akan datang kalau diundang.
    • Saya tidak akan datang jika tidak diundang.
    • Dia dihargai karena kebaikannya.
    • Dia dicintai karena sikapnya.
    • Kita harus banyak membaca buku agar memiliki banyak pengetahuan.

  • Tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat perintah atau kalimat seru, serta kalimat tanya dari bagian lain yang mengikutinya. Contohnya yaitu :
    • "Di mana Anda tinggal?" tanya Pak RT.
    • "Ada perlu apa datang kemari?" tanya Pak RW.
    • "Masuk ke dalam rumah sekarang!" perintahnya.
    • "Wow, sejuknya pantai ini!" seru wisatawan itu.

Demikian pembahasan mengenai penggunaan tanda koma yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat, dan jangan malu untuk bertanya apabila ada yang belum dipahami. Sampai jumpa pada materi selanjutnya!
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar