mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
5 Penggunaan Tanda Titik yang Tepat, Jangan Salah Tulis!

5 Penggunaan Tanda Titik yang Tepat, Jangan Salah Tulis!

Penggunaan tanda titik

Halo, Ayo Berbahasa kali ini akan membahas seputar penggunaan tanda titik yang benar sesuai kaidah Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Sesuai dengan Permen Dikbud RI No. 50/2015 ejaan dan penulisan bahasa Indonesia tidak lagi berpedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), melainkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Materi ini merupakan bagian dari materi penggunaan tanda baca yang wajib kamu pahami. Jika kamu memahaminya, tentu akan semakin mempermudah dalam hal pembuatan kalimat atau naskah sesuai kaidah. Sebelumnya, apakah kamu tau tentang tanda titik?

Apa Itu Tanda Titik?

Tanda titik atau yang dilambangkan . merupakan tanda baca yang digunakan untuk menandai akhir dari kalimat dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Jadi, penggunaan tanda titik sangat lazim ada pada akhir kalimat.

Fungsi Tanda Titik

Sesuai dengan definisinya, fungsi utama dari tanda baca yang satu ini adalah sebagai penanda sebuah kalimat. Tentu ada banyak fungsi tanda titik yang lainnya, selengkapnya akan saya bahas pada lain kesempatan.

Bagaimana Penggunaan Tanda Titik yang Tepat?


Meski terkesan sepele dan mudah, namun pada faktanya masih banyak siswa, mahasiswa, ataupun masyarakat umum yang masih salam dalam menuliskan titik di posisi yang tidak tepat.

Menulis tanda titik bukan sekedar di akhir kalimat saja, ada pengecualian-pengecualian yang mungkin selama ini belum kamu ketahui.

Untuk itu, supaya tidak salah lagi langsung saja kita masuk ke materi penggunaan tanda titik yang benar sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia :

Penggunaan Tanda Baca Titik Pertama

Tanda baca diterapkan pada akhir kalimat pernyataan yang menjadi penanda berakhirnya satu kalimat. Contohnya seperti :
  • Aku pergi ke pasar bersama Ibu.
  • Mereka berlari menuju sawah.
  • Mereka berdiri di samping pintu.
  • Dia akan datang pada pertemuan itu.
  • Doni berjanji untuk bertemu Alfredo besok malam.
  • Ayah berangkat kerja naik mobil.
  • Ibu pergi ke pasar mengendarai sepeda motor.
  • Majalah itu sudah dibaca oleh Kakak.
  • Andi baru saja membeli rumah baru.
  • Dia mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Penggunaan Tanda Baca Titik Kedua

Penggunaan tanda titik yang tepat selanjutnya adalah dengan menerapkannya di belakang huruf atau angka dalam suatu ikhtisar, daftar, atau bagan. Contohnya sebagai berikut :
  • Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia
    • Bahasa Jawa
      • Sebaran Penutur
      • Kondisi
    • Bahasa Madura
      • Sebaran Penutur
      • Kondisi
    • Bahasa Betawi
      • Sebaran Penutur
      • Kondisi
    • Bahasa Sunda
      • Sebaran Penutur
      • Kondisi
    • Bahasa Minangkabau
      • Sebaran Penutur
      • Kondisi
  • 1. Patokan Umum
    1.1 Isi Karangan
    1.2 Ilustrasi
    1.2.1 Gambar Tangan
    1.2.2 Tabel
    1.2.3 Grafik
    2. Patokan Khusus
    ...

Penggunaan Tanda Baca Titik Ketiga

Pemakaian tanda titik selanjutnya digunakan untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukkan wajah tertentu. Misalnya :
  • pukul 05.20.15 (pukul 5 lewat 20 menit 15 detik atau pukul 5, 20 menit, 20 detik)
  • pukul 08.10.25 (pukul 8 lewat 10 menit 25 detik atau pukul 8, 10 menit, 25 detik)
  • pukul 03.30.12 (pukul 3 lewat 30 menit 12 detik atau pukul 3, 30 menit, 12 detik)
  • 02.34.11 jam (2 jam, 34 menit, 11 detik)
  • 05.25.15 jam (5 jam, 25 menit, 15 detik)
  • 00.15.30 jam (15 menit, 30 detik)
  • 00.16.30 jam (16 menit, 30 detik)
  • 00.00.17 jam (17 detik)
  • 00.00.25 jam (25 detik)
  • 00.00.45 jam (45 detik)

Baca juga : cara menulis kata berimbuhan.

Penggunaan Tanda Baca Titik Keempat

Penggunaan tanda titik berikutnya bisa kamu pakai dalam daftar pustaka diantara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda seru atau tanda tanya), serta tempat terbit. Seperti ini contohnya :
  • Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta.
  • Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Penggunaan Tanda Baca Titik Kelima

Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Contohnya yaitu :
  • Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.
  • United Kingdom memiliki lebih dari 6.000 pulau.
  • Jumlah pulau di Jepang mencapai lebih dari 6.800 pulau.
  • Jumlah penduduk negara Malaysia mencapai 30.697.000 jiwa pada tahun 2015.
  • Penduduk kota itu lebih dari 8.000.000 orang.
  • Penduduk kota Surabaya mencapai lebih dari 3.100.000 orang.
  • Penduduk kota Bandung berjumlah lebih dari 2.500.000 jiwa pada tahun 2018.
  • Anggaran kementerian itu mencapai Rp275.000.000.000,00.
  • Anggaran Kementerian PUPR mencapai Rp120.000.000.000.000,00
  • Anggaran Kementerian Kesehatan berjumlah Rp57.000.000.000

Baca juga : aturan penggunaan tanda koma.

Pengecualian

Ada beberapa pengecualian yang wajib kamu ketahui seputar penggunaan tanda titik. Jangan sampai kamu salah menerapkannya dalam kalimat ya. Berikut ini pengecualian tersebut.
  • Tanda titik tidak digunakan pada huruf atau angka yang sudah ada tanda kurung kurung dalam suatu perincian. Misalnya
    • Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai
      1) bahasa nasional yang berfungsi, antara lain,
      a) identitas nasional,
      b) lambang nasional, dan
      c) alat pemersatu bangsa;
  • Tanda titik tidak digunakan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, grafik, gambar atau bagan. Contohnya seperti ini :
    • Tabel 1 Kondisi Lingkungan di Indonesia
    • Tabel 1.1 Kondisi Hutan di Indonesia
    • Bagan 2 Struktur Organisasi
    • Bagan 2.1 Bagian Umum
    • Grafik 4 Sikap Masyarakat Perkotaan terhadap Lingkungan
    • Grafik 4.1 Sikap Masyarakat terhadap kondisi hutan
    • Gambar 1 Gedung Cakrawala
    • Gambar 1.1 Ruang Rapat
  • Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Contohnya yaitu :
    • Dia lahir pada tahun 1936 di Manado.
    • Dia dilahirkan di Jakarta pada tahun 1989
    • Kata sila terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa halaman 1465
    • Nomor rekening panitia seminar adalah 0021001893
    • Nomor rekening saya adalah 0092038984
  • Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, tabel, atau ilustrasi. Contohnya sebagai berikut :
    • Acara Kunjungan Menteri Riset dan Teknologi
    • Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945)
    • Majelis Permusyawaratan Rakyat (Bab II UUD 1945)
    • Gambar 3 Panca Indera Manusia
    • Tabel 7 Sikap Bahasa Generasi Muda Berdasarkan Pendidikan dan Tingkah Laku
  • Tanda titik tidak dipakai di belakang pengirim surat, alamat penerima, dan tanggal surat. Misalnya :
    • Yth. Direktur PT Hostinger
      Jalan Cikini Raya No. 73
      Menteng
      Jakarta 10330
    • Yth. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
      Jalan Daksinapati Barat IV
      Rawamangun
      Jakarta Timur
    • Indro, M.M.
      Jalan Cempaka III No. 15
      Jakarta Barat
    • 21 Mei 2019
    • Jakarta, 1 Agustus 2018 (tanpa kop surat)

Baca juga : penggunaan tanda titik koma.

Nah, sekarang sudah paham kan? Demikian pembahasan mengenai penggunaan tanda titik yang benar sesuai Ejaan Bahasa Indonesia. Apabila ada yang belum dipahami, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar ya. Sekian dan semoga bermanfaat!
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar