mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
3 Aturan Penggunaan Tanda Titik Koma yang Benar

3 Aturan Penggunaan Tanda Titik Koma yang Benar

Penggunaan tanda titik koma yang benar

Dalam praktik tulis menulis, masih banyak siswa yang salah dalam menerapkan tanda baca baik itu tanda titik, tanda koma, tanda titik koma maupun yang lainnya. Memang kelihatannya sepele, namun jika hal ini sampai terjadi bisa merubah makna dari kalimat atau tulisan itu sendiri.

Pada konten kali ini, Ayo Berbahasa akan memberikan penjelasan bagaimana cara penggunaan tanda titik koma yang benar sesuai kaidah Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Namun sebelum itu, mari terlebih dahulu mengenal tanda baca yang satu ini.

Apa Itu Tanda Titik Koma?

Tanda titik koma atau yang dilambangkan ; merupakan tanda baca yang mulai pertama kali digunakan 1591. Dalam bahasa Inggris, tanda titik koma juga disebut semicolon dan pertama kali digunakan secara sistematis oleh penulis berbahasa Inggris bernama Ben Johnson.

Tanda titik koma merupakan tanda baca yang digunakan untuk memotong atau memberi jeda pada suatu kalimat. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia titik koma merupakan tanda baca yang berupa tanda titik dan koma yang dipakai untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, serta untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

Nah, sekarang kamu sudah tau kan sekilas tentang titik koma. Selanjutnya, mari kita bahas bagaimana cara penggunaannya.


Cara Penggunaan Tanda Titik Koma yang Benar Sesuai PUEBI

Aturan penggunaan tanda titik koma yang benar

Mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2015, ada tiga aturan dasar penggunaan titik koma. Apa saja itu? Mari simak materi selengkapnya berikut ini.

Aturan Penggunaan Tanda Titik Koma Pertama

Tanda titik koma dipakai untuk menggantikan kata penghubung guna memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lainnya di dalam kalimat majemuk. Beberapa contohnya yaitu :
  • Hari sudah malam; anak-anak masih bermain di luar.
  • Ayah mencuci mobil; Ibu menyapu lantai; Kakak membersihkan kamar mandi; Adik membaca cerita pendek.
  • Perkemahan Sabtu Minggu akan diadakan hari lagi; panitia mempersiapkan acara perkemahan sabtu minggu; ketua pramuka mempersiapkan pidatonya; Pengurus pramuka yang lain mempersiapkan sesi acaranya; anggota pramuka juga harap mempersiapkan diri.


Aturan Penggunaan Tanda Titik Koma Kedua

Tanda titik koma digunakan pada akhir perincian berupa klausa. Misalnya  yaitu :
  • Dokumen persyaratan yang wajib anda bawa ke perusahaan kami yaitu :
    • Surat lamaran kerja dan curiculum vitae;
    • salinan ijazah;
    • salinan KTP;
    • pas foto;
    • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
    • surat keterangan sehat; dan
    • surat kuning dari Kemenaker.
  • Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah
    • Warga Negara Indonesia;
    • berijazah minimal S-1;
    • Berakal dan berbadan sehat; dan
    • bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
  • Syarat-syarat penerimaan karyawan di PT Mencari Cinta Sejati;
    • Laki-laki atau perempuan berusia minimal 21 tahun;
    • sehat jasmani maupun rohani, tidak buta huruf parsial;
    • min berijazah SMA;
    • berpengalaman di bidang pemasaran minimal 1 tahun.

Baca juga : aturan penggunaan tanda hubung.

Aturan Penggunaan Tanda Titik Koma Ketiga

Dan aturan yang terakhir, titik koma diterapkan untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah memakai tanda koma. Contohnya yaitu :
  • Ibu membeli tempe; tahu; pisang; pepaya; ayam; ikan; dan berbagi bahan makanan lainnya di pasar.
  • Agenda rapat ini meliputi
    • pemilihan panitia yang terlibat dalam kompetisi;
    • penyusunan acara;
    • persiapan tehnical meeting.

Demikian penjelasan mengenai aturan penggunaan tanda baca titik koma yang benar menurut kaidah Ejaan Bahasa Indonesia. Selamat belajar dan apabila ada yang ingin ditanyakan jangan ragu untuk bertanya ya! (Baca juga : penggunaan tanda titik dua).
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar