mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Klausa : Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya [Lengkap]

Apa Itu Klausa : Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya [Lengkap]

Apa itu klausa

Pada kesempatan ini kita akan belajar tentang klausa yang mungkin sering kamu dengar namun tidak tau apa artinya. Dalam bahasa Inggris, klausa disebut juga sebagai clause.

Sering dianggap sebagai kalimat, padahal kalimat dan klausa itu adalah dua hal yang berbeda. Daripada bingung sendiri, yuk simak materi selengkapnya mengenai klausa pada konten berikut ini.

 

Apa Itu Klausa?

Klausa adalah satuan bahasa yang terdiri atas beberapa kata. Biasanya ditandai dengan subjek, predikat dan berpotensi menjadi sebuah kalimat.

Memang seperti yang sudah saya singgung tadi, bahwa ada yang beranggapan klausa dan kalimat itu sama, padahal ada bedanya. Perbedaan itu dapat diketahui dari tidak adanya intonasi dan tanda baca pada klausa.

Secara teori inti dari klausa adalah subjek dan predikat. Namun pada prakteknya, unsur subjeknya sering dihilangkan sehingga tidak tertulis tapi bisa ditemukan secara eksplisit. Contohnya seperti :

Bersama dengan saya, Rian datang membawa seluruh bukti

Pada kalimat tersebut ada dua klausa yang tidak memiliki subjek, yaitu 'bersama dengan saya' dan 'membawa seluruh bukti'. Tidak terdapat subjek, namun tetap bisa diketahui bahwasanya yang pergi bersama saya dan membawa seluruh bukti adalah Rian.

Kalimat sederhana biasanya memiliki satu klausa saja, sedangkan kalimat yang lebih rumit memiliki dua hingga tiga klausa. Contohnya kalimat di atas yang memiliki lebih dari satu klausa.


Baca juga : apa itu frasa?

 

Pengertian Klausa Menurut Ahli

Beberapa ahli juga menyampaikan pendapatnya seputar definisi dari klausa yakni sebagai berikut :

 

Ramlan

Menurut Ramlan, klausa merupakan unsur inti berupa subjek dan predikat, namun subjeknya sering dibuang.

 

H. Alwi

Menurut Alwi, klausa adalah satuan sintaksis yang terdiri atas dua kata atau lebih dan mengandung unsur predikasi.

 

Chaer (2009:150)

Pengertian klausa menurut Chart yaitu sintaksis yang bersifat predikatif. Artinya, di dalam satuan itu terdapat sebuah predikat. Jika tidak ada, maka tidak bisa disebut sebagai klausa.

 

Arifin (2008:34)

Definisi klausa menurut Arifin adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat, serta berpotensi menjadi sebuah kalimat.

 

Tarmini

Menurut Tarmini, klausa adalah salah satu kontruksi kebahasaan yang bisa dikembangkan menjadi sebuah kalimat.

 

Elson dan Pickett

Menurut Elson dan Pickett, klausa merupakan kelompok kata yang hanya mengandung satu predikat saja.

 

KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, klausa diartikan sebagai satuan gramatikal yang mengandung predikat dan berpotensi menjadi kalimat.

 

Badudu

Arti klausa menurut Badudu adalah salah satu kalimat yang merupakan bagian dari kalimat yang lebih besar.

 

Keraf

Keraf berpendapat klausa merupakan suatu konstruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional.

 

Ciri-Ciri Klausa

ciri-ciri klausa
Klausa memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan satuan bahasa lainnya. Apa saja itu?
  • Memiliki satu predikat saja.
  • Berpotensi menjadi sebuah kalimat.
  • Tidak memiliki intonasi akhir.
  • Bagian dari kalimat plural.
  • Ada subjek, baik secara tertulis maupun tidak tertulis.

 

Unsur-unsur Klausa

Klausa terdiri dari empat unsur yaitu subjek, predikat, keterangan, dan objek. Berikut masing-masing penjelasannya :

 

Subjek

Subjek merupakan bagian klausa yang menandai apa yang dibicarakan. Contohnya : Rudi menendang bola, Subjeknya adalah Rudi yang dibicarakan karena menendang bola.

 

Predikat

Predikat merupakan bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara mengenai subjek. Contohnya : Adik tidur di lantai, predikatnya adalah tidur.

 

Objek

Objek adalah bagian klausa yang berupa kata benda maupun frasa nomina yang melengkapi verba transitif. Objek masih terbagi lagi menjadi objek langsung dan objek tidak langsung.

 

Keterangan

Dan unsur terakhir dari klausa adalah keterangan. Keterangan sendiri merupakan kata atau kelompok kata yang digunakan untuk memperluas atau membatasi makna subjek atau predikat dalam kalimat atau klausa.

 

Jenis-jenis Klausa

Jenis klausa
Klausa terbagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan strukturnya, unsur predikatnya, kata negatif pada predikatnya, dan juga fungsinya. Berikut adalah penjelasannya :

 

Jenis Klausa Berdasarkan Strukturnya

Berdasarkan strukturnya, klausa dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni klausa bebas dan klausa terikat. Apa perbedaannya?

 

Klausa Bebas

Klausa bebas merupakan klausa yang terdiri atas unsur subjek dan predikat yang dapat menjadi kalimat utuh. Penulisan klausa bebas tidak menggunakan kata penghubung atau konjungsi.

Beberapa contoh dari klausa bebas yaitu :

  • Adik menabung.
  • Kakak belajar.
  • Ibu menangis.
  • Bapak bekerja.
  • Tante memasak.

 

Klausa Terikat

Sementara itu, klausa terikat merupakan klausa yang hanya terdiri atas subjek atau predikat saja. Selain itu klausa ini tidak bisa menjadi sebuah kalimat.

Klausa terikat juga disebut anak kalimat. Penulisannya harus ditulis menggunakan konjungsi, contohnya seperti :

  • Sementara waktu
  • Sejak masih anak-anak
  • Tengah mencuci motor.
  • Sejak masih balita.
  • Tengah mencuci baju.

 

Jenis Klausa Berdasarkan Unsur Predikatnya

Berdasarkan unsur predikatnya, klausa dapat dibedakan menjadi enam jenis yaitu klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, klausa preposisional, klausa adverbia, dan klausa numeralia. Berikut masing-masing penjelasannya :

 

Klausa Verba

Klausa verba atau klausa verbal merupakan klausa yang predikatnya berupa kata kerja. Klausa yang satu ini masih terbagi lagi menjadi klausa transitif dan klausa intransitif.

Beberapa contoh klausa verba antara lain yaitu :

  • Ayah sedang memperbaiki pipa rumah.
  • Ibu tengah memasak sayur asam.
  • Adik masih bermain layang-layang.

 

Klausa Adjektiva

Klausa adjektiva merupakan klausa yang unsur predikatnya berupa adjektiva atau kata sifat. Contohnya seperti :

  • Dia lebih pendek dariku
  • Dia lebih cerdas dariku
  • Robi lebih tinggi dari Budi.
  • Rumahnya begitu jauh dari kampus.
  • Dia lebih tampan dibanding diriku.

 

Klausa Nomina

Klausa nomina adalah klausa yang predikatnya berupa nomina atau kata benda. Contoh klausa nomina antara lain yaitu :

  • Ayahku seorang tukang koran.
  • Ibuku seorang penjual sayur.
  • Kakakku seorang mahasiswa.
  • Adikku seorang pelajar.
  • Mereka gerombolan tuna netra.

 

Klausa Preposisional

Klausa preposisional sesuai namanya merupakan klausa yang unsur predikatnya berupa preposisi atau kata depan. Contohnya yaitu :

  • Ibu ke pasar membeli sayuran.
  • Ibu ke warung membeli gula.
  • Kakak dari sekolah menjemput adik.
  • Ayah dari taman menjemput Putri.

 

Klausa Numeralia

Klausa numeralia mengandung unsur predikat berupa numeralia atau kata bilangan. Beberapa contohnya yakni sebagai berikut :

  • Bayam tiga ikat telah dibeli ibu.
  • Gula dua kilogram sudah dibeli kakak.
  • Beras satu kilogram sudah ayah dapatkan.

Klausa Adverbial

Jenis klausa menurut unsur predikat selanjutnya yaitu klausa adverbia atau klausa adverbial. Sesuai namanya, klausa ini mengandung unsur predikat berupa adverbia atau kata keterangan. Berikut beberapa contohnya : 
  • Nakalnya keterlaluan sekali.
  • Nakalnya teramat sangat.

 

Jenis Klausa Berdasarkan Kata Negatif pada Predikatnya

Berdasarkan kata negatif pada predikat, ada dua macam klausa yaitu klausa positif dan klausa negatif. Berikut adalah perbedaannya :

 

Klausa Positif

Klausa positif merupakan klausa yang predikatnya mengandung kata-kata positif. Contohnya seperti :

  • Aku mengerjakan tugas.
  • Aku menyapu lantai.
  • Aku menyiram tanaman.
  • Ibu memasak nasi.
  • Ayah memperbaiki atap rumah.
  • Paman mendapatkan uang 1 juta

 

Klausa Negatif

Sedangkan klausa negatif merupakan kebalikan dari klausa positif, dimana predikatnya mengandung kata-kata negatif. Contohnya antara lain :

  • Dia belum mengerjakan tugas.
  • Dia belum membersihkan rumah.
  • Dia tidak bersekolah.
  • Ibu belum memasak makanan.

 

Jenis Klausa Berdasarkan Fungsinya

Klausa berdasarkan fungsinya terbagi menjadi beberapa macam yaitu :

 

Klausa Subjek

Klausa subjek adalah klausa yang berkedudukan sebagai subjek dalam kalimat. Contohnya yaitu :

  • Ibu sedang membuat kue.
  • Ayah sedang membaca buku.
  • Ayah di bagasi sedang memperbaiki mobilnya yang rusak
  • Ternyata adik sedang membaca buku tersebut.
  • Kami sedang menunggu kepulangan Ayah dari Bandung.

 

Klausa Objek

Klausa objek adalah klausa yang berkedudukan sebagai objek dalam sebuah kalimat. Beberapa contohnya yaitu :

  • Tante memasak berasa hasil panen.
  • Ibu memasak daging yang dibelinya.
  • Paman mengetes mobil yang diperbaikinya.
  • Ayah membuatkan kandang untuk kucing berbulu halus itu dari kayu bekas

 

Klausa Keterangan

Klausa keterangan ialah klausa yang berkedudukan sebagai keterangan dalam kalimat. Contohnya yaitu :

  • Karena pak dosen sedang sakit, maka perkuliahan hari ini dibatalkan.
  • Kami bermain futsal dan aku sebagai penjaga gawangnya.
  • Karena sakit, Andi tidak pergi ke sekolah.

 

Klausa Pelengkap

Klausa pelengkap merupakan klausa yang berkedudukan sebagai pelengkap dalam kalimat. Contohnya yaitu :

  • Budi menjadi pencetak gol paling banyak pada kejuaraan sepak bola tahun ini.
  • Danis menjadi peserta termudapada lomba menyanyi tahun ini.
  • Pak Mulyadi menjadi kepala desa termuda di kecamatan ini.

 

Demikian penjelasan mengenai apa itu klausa, ciri-ciri, unsur, dan juga jenis-jenisnya. Selamat belajar dan jangan ragu bertanya jika ada yang belum dipahami ya, terima kasih.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar