mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Kata Benda (Nomina) : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

Kata Benda (Nomina) : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya

Kata benda (nomina) dalam bahasa Indonesia

Kali ini, Ayo Berbahasa akan membahas mengenai kata benda (nomina) dalam bahasa Indonesia. Kata benda termasuk dalam salah satu dari 10 jenis kata, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya.

Nantinya jenis kata yang satu ini akan dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Untuk lebih jelasnya, yuk langsung saja simak materinya pada konten berikut ini :

Pengertian Kata Benda (Nomina)

Kata benda atau juga disebut nomina merupakan jenis kata yang menyatakan sebuah benda. Baik itu benda nyata ataupun benda abstrak atau tidak nyata. Tempat juga bisa disebut sebagai kata benda.

Sedangkan menurut Wikipedia, nomina merupakan adalah kelas kata yang menerangkan nama dari seseorang, tempat, ataupun semua benda dan segala yang dibendakan.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia nomina adalah kelas kata dalam bahasa Indonesia yang ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak. Sebagai contoh, kata "rumah" merupakan nomina karena tidak mungkin dikatakan "tidak rumah". Nomina dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa.


Ciri-ciri Kata Benda

Kata benda memiliki beberapa ciri yang harus kamu ketahui. Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Dapat berperan sebagai subjek, objek, maupun pelengkap

Dalam kalimat, nomina bisa menduduki posisi atau berfungsi sebagai objek, subjek, ataupun pelengkap. Syaratnya bilamana dalam kalimat mengandung kata kerja. Contohnya yaitu :

  • Andi membeli sepatu di mall kemarin sore (Andi = subjek, sepatu = objek. Keduanya merupakan kata benda/nomina).
  • Anjing Rio mengigit tulang (Anjing Rio = subjek , tulang = objek). Keduanya juga merupakan nomina.

2. Bila diikuti kata sifat, bisa ditambah kata "yang"

Ciri kata benda selanjutnya adalah jika diikuti oleh kata sifat, maka dalam kalimat tersebut bisa ditambahkan kata "yang". Berikut adalah contoh kalimatnya :

  • Api yang panas itu membuat kulitku terasa panas.
  • Roni tertunduk malu menyembunyikan mukanya yang memerah itu.
  • Karena sudah gondrong, Ayah terpaksa memotong rambutku yang panjang.

3. Bila diikuti dengan kata "bukan", maka menjadi kalimat pengingkaran

Selain bisa ditambah kata "yang", kata benda atau nomina juga bisa diikuti kata "bukan". Jika sudah ditambahkan, maka menjadi kalimat pengingkaran. Beberapa contohnya yakni sebagai berikut.

  • Yang menjadi ketua BEM tahun ini bukan mahasiswa dari jurusan pertanian.
  • Ketua OSIS tahun ini bukan siswa dari kelas XI MIPA 6.
  • Orang yang tadi mengantarnya itu bukan ibunya.
  • Yang terjatuh di depan bandara itu bukan ponselku.
  • Dia bukan ayahku, melainkan pamanku


Jenis-jenis Kata Benda

Nomina berdasarkan proses pembentukannya, terbagi menjadi 2 jenis yaitu kata benda dasar dan kata benda turunan. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Kata benda dasar

Jenis nomina yang satu ini merupakan nomina abstrak maupun konkret yang tidak mendapatkan imbuhan apa-apa. Contohnya yaitu :

  • Anjing kami sedang tidur di kursi sofa.
  • Ayam pun sudah berkokok di pagi ini.
  • Paman sedang memancing di empang kepunyaan Haji Sulaiman.
  • Mereka tengah menunggu di stasiun itu.
  • Ibu sedang berbelanja di pasar Kamis yang berada di Jalan Margahayu itu.
  • Adik tengah tertidur di kamarnya sejak dua jam yang lalu.
  • Matahari telah terbenam di ufuk barat sana.
  • Roni berangkat sekolah pada pukul enam pagi dengan menaiki sepeda.
  • Macan itu sedang mengejar mangsanya
  • Sepeda motor tersebut dijual murah oleh pemiliknya.

2. Kata Benda Turunan

Sementara itu, untuk nomina turunan mendapatkan imbuhan. Baik itu awalan, akhiran, sisipan, maupun awalan-akhiran. Disebut juga sebagai afiksasi. Berikut beberapa proses pembentukan nomina turunan :

Pe + verba

Nomina bisa dibentuk dari awalan "Pe" yang ditambahkan kata kerja atau verba. Berikut ini beberapa contoh kalimatnya :

  • Dia sekarang sudah menjadi pelukis terkenal.
  • Pelari itu mampu berlari selama 12 detik saja.
  • Pejalan itu merasa kelelahan setelah berjalan lebih dari 30 km.
  • Dia bercita-cita menjadi seorang pemasak atau koki profesional.
  • Tenaga pendidik harus digaji dengan layak.

Verba + an

Nomina juga bisa dibentuk dari gabungan verba dan akhiran "an". Beberapa contoh kalimatnya yaitu sebagai berikut :

  • Masakan Padang mempunyai cita rasa pedas.
  • Jangan terlalu sering mengkonsumsi minuman bersoda.
  • Kebun itu dipenuhi dengan tanaman yang amat subur.
  • Tembakan yang dilakukannya tepat sasaran.
  • Dia jualan baju di pasar setiap pagi.

Pe + Adjektiva

Proses pembentukan nomina berikutnya didapatkan dari awalan "pe" yang ditambahkan dengan kata sifat atau adjektiva. Apa saja contohnya?

  • Rani adalah seseorang yang periang.
  • Sule adalah seorang pelawak terkenal saat ini.
  • Pemuda sebaiknya sudah mulai aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat.
  • Dia adalah orang yang pemabuk berat.

Per + nomina + an

Nominal juga dapat dibentuk dari awalan "per" dan akhiran "an". Berikut ini adalah beberapa contohnya :

  • Dodi tinggal di kawasan perumahan elit.
  • Telah terjadi pengeboman di gereja sore tadi.
  • Pemondokan haji disesuaikan dengan kloter dan embarkasih.
  • Berita merupakan salah satu istilah dalam persuratkabaran.
  • Indonesia memiliki perairan yang begitu luas.

Konten lainnya : jenis-jenis peribahasa

Contoh Kalimat yang Mengandung Kata Benda

Setelah membahas definisi, ciri-ciri dan jenis-jenis dari nomina, kini saatnya saya berikan beberapa contoh kalimat yang mengandung kelas atau jenis kata satu ini. Berikut adalah daftar contohnya :

  • Matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.
  • Bulan purnama terjadi di hari ke 14 atau 15 dalam kalender lunar.
  • Hadi adalah siswa SMP 4 Jakarta.
  • Indonesia adalah negara kepulauan
  • Perdamaian dunia merupakan hal yang sangat didamba oleh seluruh umat manusia.
  • Petinju Indonesia meraih medali perunggu dalam kejuaraan dua tahun lalu.
  • Nelayan tidak bisa melaut karena gelombang tinggi.
  • Kasus sengketa tanah berlanjut ke meja hijau.
  • Pertanian modern sudah menggunakan teknologi yang canggih dan ramah lingkungan.
  • Bapak membelikan saya baju baru.
  • Kami pergi ke pantai Parangtritis.
  • Permainan tradisional kalah populer dengan permainan modern.
  • Siti adalah anak yang periang.
  • Kakak bercita-cita menjadi seorang pedayung.
  • Kami tengah menikmati pemandangan langit desa.
  • Saya membeli sandal di Pasar Tradisional.
  • Mobil terbaru dari Eropa lebih diminati daripada produk dari Amerika.
  • Ia ingin menjadi seorang polisi.
  • Kini minyak tanah sudah mulai langka.
  • Tahun ini bank Indonesia telah mengeluarkan uang cetakan terbaru.
  • Mahasiswa juga harus aktif di kegiatan organisasi, jangan hanya mengejar IPK.
  • Aborsi harus dilakukan atas pertimbangan dokter.
  • Saya membeli gawai terbaru dengan uang tabungan.
  • Dia sudah memiliki 3 orang anak dari pernikahannya.
  • Ibu kota Indonesia direncanakan pindah ke Kalimantan.
  • Setiap komputer mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
  • Ita sedang duduk di atas sofa.
  • Pertandingan sepak bola itu dimenangkan oleh Persija Jakarta.
  • Obat herbal dapat mencegah berbagai penyakit.
  • Kami berencana liburan ke pantai Papuma.
  • Pertandingan voli itu dimenangkan oleh Indonesia.
  • Dia dikenal sebagai tokoh sastra Indonesia.
  • Soekarno dan Hatta adalah proklamator Indonesia.
  • Daun jambu dikenal sebagai pencegah diare.
  • Setiap daerah memiliki aturan tersendiri.
  • Palangkaraya merupakan calon ibu kota negara Indonesia.

Baca juga : contoh kata ganti

Demikian pembahasan mengenai kata benda (nomina) termasuk jenis-jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat dan jangan ragu dan malu bertanya di kolom komentar apabila ada yang belum dipahami. Terima kasih, sampai jumpa di materi berikutnya.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar