mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Materi Teks Anekdot : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan

Materi Teks Anekdot : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan

Materi teks anekdot

Materi teks anekdot merupakan salah satu materi bahasa Indonesia untuk SMA kelas 10. Dalam materi tersebut, siswa diajarkan tentang apa itu teks anekdot dan strukturnya serta contoh dari anekdot itu sendiri. Bagi kamu yang bukan lagi pelajar SMA, tak ada salahnya untuk mempelajarinya lagi. Toh, tak ada salahnya kan?

Materi Teks Anekdot Lengkap

Dalam pembahasan kali ini, ada beberapa hal yang akan dibahas. Mulai dari pengertian/definisi, ciri-ciri, struktur, dan juga kaidah kebahasaan. Tidak lupa juga, di bagian akhir Mimin akan memberikan contoh dari teks anekdot supaya kalian semakin paham tentang materi ini. Langsung, mari simak pembahasannya berikut ini :

1. Pengertian Teks Anekdot

Teks Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang didalamnya terdapat unsur lucu atau jenaka, dan memilki maksud untuk melakukan kritikan akan suatu hal. Contohnya seperti layanan publik, politik, sosial, dan lingkungan.

Sementarara itu, menurut KBBI, anekdot diartikan cerita singkat yang menarik karena lucu plus mengesankan, biasanya mengenai tokoh terkenal atau orang penting dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Sedangkan menurut beberapa ahli, teks anekdot memiliki makna :

  • Cuddon, J.A. (1992) : Anekdot merupakan sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan peristiwa atau kejadian orang sebenarnya.
  • Wachidah (2004:1) : Anekdot mirip seperti teks recount, melihat dari tujuannya yaitu untuk memaparkan suatu kejadian atau peristiwa yang telah lewat.
  • Dananjaja (1997:11) : Anekdot adalah kisah fiktif lucu yang menceritakan pribadi seorang tokoh atau beberapa tokoh yang benar-benar ada.
  • Muthiah (2012) : Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tak biasa. Pengalaman tersebut disampaikan kepada orang lain bertujuan untuk menghibur pendengar atau pembaca.
  • Gerot dan Wignell : Teks anekdot pada umumnya terdiri atas lima struktur atau bagian, antara lain abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
  • Wijana (1995:24) : Teks anekdot merupakan teks atau wacana yang bermuatan humor untuk bersenda gurau, menyindir, dan mengkritik secara tidak langsung segala macam kepincangan atau ketidakberesan yang tengah terjadi di kalangan masyarakat pembuatnya.
  • Graham dalam Rahmanadia (2010:2) : Kata anekdot dipakai untuk memaknai kata "joke" dari bahasa Inggris yang memiliki makna suatu narasi atau percakapan yang lucu (humorous).
  • Husen (2001:354) : Anekdot digunakan untuk menamai humor/lelucon dalam pengertian secara umum.
  • Setiawan (1990) : Teks anekdot adalah cerita narasi ataupun dialog yang lucu yang dibuat dengan berbagai tujuan, baik hanya sekedar untuk hiburan atau senda gurau, sindiran, atau kritik secara tak langsung. Hal-hal yang aneh dan nyeleneh ini dapat dijadikan humor, sehingga tidak menutup  kemungkinan segala hal yang ada di dunia ini bisa dijadikan sebagai bahan lelucon.

2. Ciri-ciri Teks Anekdot

Setelah kamu sudah mengetahui tentang pengertian dari teks anekdot, sekarang saatnya kamu mengetahui ciri-cirinya. Adapun beberapa ciri umum teks anekdot yaitu sebagai berikut :

  • Bersifat humor atau lucu dan mengandung sindiran dan kritikan.
  • Bisa berupa fakta atau sekadar cerita imajinasi.
  • Yang diceritakan pada umumnya adalah manusia, namun tak menutup kemungkinan hewan juga diceritakan. 
  • Ceritanya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan lingkungan sekitar.
  • Boleh jadi mengenai orang penting.
  • Kurang lebih mirip seperti dongeng.
  • Memiliki pesan moral yang disampaikan secara tersirat dari sindiran pada anekdot tersebut.

Baca juga : Materi Tajuk Rencana

3. Tujuan Teks Anekdot

Berikut ini beberapa hal yang menjadi tujuan dibuatnya teks anekdot adalah :

  • Untuk menghibur pembaca.
  • Membangkitkan tawa bagi pengunjungnya.
  • Mengkritik dan menyindir akan suatu hal.
  • Menunjukkan sisi lain seorang tokoh atau orang-orang penting.
  • Menggambarkan karakter-karakter secara singkat.

4. Fungsi Teks Anekdot

Materi teks anekdot berikutnya mengenai fungsinya. Hanya ada 2 fungsi teks anekdot, yakni fungsi primer dan juga fungsi sekunder. Selengkapnya bisa kamu baca pembahasannya di bawah ini :

  • Fungsi Primer : teks anekdot sebagai sarana ekspresi yang berhubungan dengan, kejengkelan, kemarahan, ketidakpuasan dan lain sebagainya.
  • Fungsi Sekunder : teks anekdot sebagai bahan hiburan, sebagai contoh/analogi dalam menjelaskan sesuatu sebagai penarik perhatian dan sebagainya.

Baca juga : cara menentukan ide pokok paragraf

5. Struktur Teks Anekdot

Teks anekdot terdiri atas 5 struktur, yakni orientasi, abstraksi, krisis, reaksi, dan juga Koda. Masing-masing tentunya memiliki perbedaan. Berikut ini masing-masing penjelasannya

  • Abstraksi

Strujtur teks pertama adalah abstraksi yang berisi tentang gambaran awal isi teks anekdot yang akan diceritakan.

  • Orientasi

Struktur kedua adalah orientasi yang juga merupakan bagian dari isi anekdot. Pada bagian ini berisi tentang latar belakang atau awal mula bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi.

  • Krisis

Krisis merupakan inti atau pokok masalah yang disampaikan pada teks anekdot. Pada bagian ini, masalah harus disampaikan secara gamblang agar pembaca mengerti inti permasalahan dalam anekdot yang diceritakan.

  • Reaksi

Bagian ini merupakan penyelesaian masalah berdasarkan cerita teks anekdot tersebut. Penyelesaian menggunakan cara yang unik dan juga berbeda.

  • Koda

Koda merupakan struktur yang paling akhir pada sebuah teks anekdot. Pada bagian ini menjadi penutup cerita pada anekdot tersebut.

6. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Dalam penulisan teks anekdot, harus menggunakan dan berpedoman pada kaidah kebahasaan sebagai berikut :

  • Menggunakan kata keterangan (adverbia) waktu lampau. Contohnya : saya menemukan barang itu tadi siang.
  • Menggunakan konjungsi atau yang juga disebut kata penghubung. Contohnya : Budi dan Rudi sedang belajar bersama.
  • Menggunakan kata kerja seperti kerja, tulis, potong, tarik, makan dll.
  • Urutan peristiwa disampaikan berdasarkan urutan waktu.
  • Menggunakan jenis pertanyaan yang bersifat retorik, artinya kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab. (Contoh : Apakah kamu tahu?)

Fakta dan Opini, apa perbedaannya?

7. Contoh Teks Anekdot

Sebagai pelengkap dari materi teks anekdot, tak afdol rasanya jika Mimin tidak memberikan contoh tentang anekdot itu sendiri. Langsung saja, berikut ini salah satu contoh dari teks anekdot.

Sekolah Bertarif Internasional

Bu Guru memasuki kelas satu per satu ketika lonceng sekolah di Kota A mulai berbunyi. Bu Guru tersebut pun berdiri di depan kelas sembari menenteng lembaran pengumuman.

“Anak-anak, Ibu punya pengumuman penting dan gembira untuk kalian. Mulai bulan depan, sekolah kita akan berubah status menjadi sekolah bertaraf internasional. Nah, bagaimana? Apa yang akan kalian lakukan untuk menyambut hal ini?” Kemudian Bu Guru membagikan lembaran pengumuman tersebut.

Dodi mengangkat tangan. “Saya mau belajar bahasa inggris buat dengan les di bimbel Bu!”

“Bagus, Jono.” Bu Guru senang mendengarnya, dia melirik ke arah Boni. “Kalau kamu Boni, bagaimana?”

“Saya? Saya mau meminta mama dan papa untuk menyiapkan biaya sekolah lebih banyak lagi.”

“Lho? Kenapa?.”

“Soalnya dengan bergantinya status sekolah ini menjadi bertaraf internasional maka biaya sekolahnya pun pasti lebih mahal. Iurannya juga lebih tinggi, belum bayar ini itu,” jawab Ical.

Bu Guru mengkerutkan kening. “Kok jawaban kamu sinis sekali? Gini, kalau sekolah kita jadi bertaraf internasional kan jadinya sama kayak sekolah-sekolah di luar negeri. Lebih bagus dan berkualitas.”

“Tapi, Bu, menurut saya sekolah bertaraf internasional itu sebenarnya punya arti sekolah bertarif internasional,” jelas Boni.

Mendengar jawaban dari Boni, semua teman-teman sekelasnya tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, Bu Guru hanya bergeleng-geleng kepala mendengar jawaban dari Boni.


Demikian pembahasan materi teks anekdot lengkap mulai dari definisi hingga contohnya. Semoga postingan ini bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya. Silakan bagikan kepada yang lainnya apabila dirasa bermanfaat. Terima kasih.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

4 comments

  1. Owalah.. Anekdot.. Sering denger sih istilah ini.. Tapi belum ngeh maksdnya.. Baru tahu kalo ternyata bertujuan untuk hiburan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, selain itu juga bertujuan mengkritik tokoh secara halus

      Delete
  2. Nice gan infonya, sangat membatu untuk pembelaharan dan ijin share ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif