mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Tajuk Rencana : Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Struktur, dan Syarat Penulisan

Tajuk Rencana : Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Struktur, dan Syarat Penulisan

Materi tajuk rencana

Pengertian tajuk rencana adalah sebuah teks yang berisi tentang ulasan penulis mengenai peristiwa yang baru saja diperbincangkan. Tajuk rencana juga disebut sebagai editorial dan banyak ditemukan di surat kabar atau koran. Isi dari editorial ini adalah gabungan antara fakta yang terjadi di lapangan dengan opini penulis itu sendiri.

Selain itu di dalam editorial atau tajuk rencana juga disampaikan mengenai kritik dan saran tentang peristiwa tersebut. Dan yang pasti teks editorial haruslah singkat, padat, jelas, dan logis serta mudah dipahami oleh masyarakat. Dan yang tidak kalah penting, isi teks tajuk rencana tidak boleh bersifat mengadu domba dan juga memecah belah pembacanya.

Ciri-ciri Tajuk Rencana

Ada beberapa ciri tajuk rencana yang harus kamu ketahui, yakni sebagai berikut :

  • Berisi tentang ulasaan mengenai masalah yang dimuat
  • Berisi tentang opini atau pendapat mengenai peristiwa atau kejadian yang hadir di masyarakat.
  • Isinya bukan provokatif
  • Termasuk dalam tulisan pendek.
  • Tulisan berskala nasional.
  • Adanya pikiran subjektif dari redaksi.
  • Termasuk golongan prosa non fiktif semi ilmiah.
  • Menggunakan bahasa semi formal.
  • Hanya ada di surat kabar dan media online berita
  • Bertujuan untuk memberikan pandangan sekaligus mengajak masyarakat agar tertarik dengan isu yang sedang hangat diperbincangkan.

Tujuan Tajuk Rencana

Tajuk rencana atau teks editorial dibuat tentu saja memiliki beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut :

  • Memberikan pandangan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang sedang hangat dibicarakan.
  • Bertujuan untuk menjelaskan tentang berita yang hangat diperbincangkan termasuk dampak dari berita itu sendiri.
  • Mengajak masyarakat supaya dapat berpikir kritis atas peristiwa yang terjadi di masyarakat.
  • Menginformasikan, menyimpulkan, sekaligus memberikan solusi atas permasalahan yang tengah hangat diperbincangkan.
  • Teks editorial juga bertujuan untuk menganalisis kondisi sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri kemungkinan sesuatu hal terjadi di kemudian hari sebagai dampak dari peristiwa yang sedang terjadi. 

Struktur Teks Tajuk Rencana

  • Pernyataan Pendapat : Juga disebut tesis yang berisi tentang pandangan penulis tentang peristiwa yang sedang terjadi. Dan pandangan tersebut tentu saja harus didukung dengan argumentasi yang kuat.
  • Argumentasi : Menjadi alasan atau bukti untuk memperkuat tesis. Argumen ini bisa berupa pernyataan para ahli, data hasil penelitian, dan juga fakta-fakta yang didapatkan dari referensi yang terpercaya.
  • Penegasan Ulang Pendapat : Disebut juga reiteration. Isinya yakni tentang penegasan ulang pendapat yang sebelumnya telah didorong berdasarkan fakta-fakta. Terletak di bagian akhir dan terkadang ditambah sebuah kesimpulan.

Baca juga : cara menentukan ide pokok.

Syarat Tajuk Rencana

Tuliskan teks editorial atau tajuk rencana harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut :

1. Isinya Singkat dan Padat

Tidak perlu panjang dan berbelit-belit jika kamu ingin membuat sebuah tajuk rencana. Teks editorial tentu saja bukan merupakan makalah atau esai. Kamu cukup menuliskan permasalahan dan opini secara singkat dan ringkas. Jangan sampai banyak pernyataan berulang-ulang ada di dalam teks. Namun walaupun singkat, masalah, opini, dan juga saran harus tersampaikan secara menyeluruh.

2. Bahasa Semi formal atau Formal

Bahasa yang digunakan dalam teks editorial adalah semi formal. Artinya, menggunakan bahasa Indonesia yang akrab kita gunakan di kehidupan sehari-hari. Namun, dengan didukung kaidah kebahasaan dan ejaan yang tepat. Selain itu penggunaan bahasa formal juga diperbolehkan dalam pembuatan tajuk rencana.

3. Isu yang Relevan

Berpedoman pada definisi dari tajuk rencana itu sendiri, tentu saja isi teks editorial harus berdasarkan isu yang Relevan yang menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, isu yang dipilih juga harus ramai diperbincangkan dan juga bisa memberikan dampak besar di kehidupan bermasyarakat.

4. Memberikan Solusi

Tajuk rencana bukan sekadar menampilkan gagasan dan juga opini-opini yang berkembang atas peristiwa yang terjadi di masyarakat. Tetapi juga dapat memberikan solusi yang masuk akal sehingga bisa membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang tengah terjadi.

Kaidah Kebahasaan Tajuk Rencana

Sebagai bonus tambahan, berikut ini saya memberikan informasi tentang kaidah kebahasaan yang ada di dalam teks editorial.  Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Adverbia

Adverbia juga disebut sebagai kata keterangan yang merupakan sebuah kata yang memberikan keterangan terhadap kata yang lainnya. Baik itu kata kerja, kata sifat, maupun yang lainnya. Adapun yang menjadi contoh dari adverbia adalah sangat, tidak, amat, biasanya, sering, kadang-kadang, sebagian besar waktu, dan lain masih banyak lagi yang lainnya. Kata keterangan pada teks editorial bertujuan untuk meyakini pembaca mengenai teks yang sedang dibahas.

2. Konjungsi

Konjungsi juga disebut sebagai kata penghubung. Merupakan sebuah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Baik itu frasa dengan frasa, kata dengan kata, klausa dengan klausa maupun kalimat dengan kalimat. Untuk tajuk rencana, biasanya yang banyak ditemukan adalah konjungsi antar kalimat seperti biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, dan selalu.

3. Verba Material

Verba Material merupakan kata kerja berimbuhan yang didasarkan pada tindakan fisik oleh partisipan. Struktur kalimat dari verba ini adalah Subjek + Verba Material + objek. Contoh dari verba Material adalah memukul, menampar, meninju, membaca, dan mengendarai.

4. Verba Mental

Verba Mental merupakan kata kerja yang menerapkan persepsi, afeksi, dan juga kognisi. Yang menjadi contoh persepsi adalah melihat dan merasa, afeksi contohnya yaitu suka, khawatir. Sementara untuk kognisi contohnya adalah berpikir, mengerti.

5. Verba Relasional

Verba atau kata kerja relasional adalah kata kerja yang digunakan untuk menghubungkan antara subjek dan kata pelengkap. Adapun struktur dari verba rasional adalah Subjek + Kata Kerja Relasional + Kata Pelengkap. Beberapa contoh kata kerja relasional adalah memiliki, menduduki, merupakan, termasuk, menjadi, mendapat, bagian.

Baca juga : ide pokok paragraf.

Contoh Tajuk Rencana

Sebagai penutup, tidak lengkap rasanya jika saya tidak memberikan contoh yang menjadi pembahasan materi yang satu ini. Contoh tajuk rencana berikut ini saya ambil dari kompas yang diterbitkan pada tahun 2011.

Kritik Atas Kebohongan Publik

Keresahan sejumlah tokoh agama mengawali tahun 2011 bukan tanpa alasan. Mereka menyuarakan keresahan umat. Pamrihnya kepentingan publik.

Oleh karena itu, pertemuan para tokoh agama yang digagas Maarif Institute, Senin (10/1), itu bermakna profetis. Di antaranya jauh dari muatan kepentingan politik praktis, kecuali sesuai dengan fungsi kenabian agama-agama menyuarakan apa yang dirasakan umat. Dan, justru dalam konteks fungsi itu, seruan mereka sah secara etis dan moral, sepantasnya mendapatkan perhatian.

Seruan profetisnya jelas. Pemerintah melakukan kebohongan-kebohongan publik, menyitir istilah Ahmad Syafii Maarif. Kekuasaan atas nama rakyat dikelola tidak terutama untuk kebaikan bersama. Seruan itu terdengar sarkastis yang menggambarkan gentingnya keadaan. Kebohongan tidak saja dilakukan eksekutif, tetapi juga yudikatif dan legislatif—tiga lembaga negara demokratis.

Peristiwa aktual-heboh pelantikan terdakwa kasus korupsi Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar dan penanganan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan sekadar dua contoh. Legalitas pelantikan berbenturan dengan rasa keadilan publik. Kasus pelesir Gayus ke Bali, Makau, dan entah ke mana lagi mungkin hanya aberration (penyimpangan) kasus raksasa masalah mafia pajak.

Dua contoh di atas merupakan puncak gunung es sikap dasar (optio fundamentalis) tidak jujur, tertutup praksis politis yang menafikan kebaikan bersama sebagai acuan berpolitik. Media massa sudah nyinyir menyampaikan praksis kebohongan yang seolah-olah majal berhadapan dengan kerasnya batu karang nafsu berkuasa.

Begitu liat-rakusnya kekuasaan sampai kebenaran yang menyangkut data pun dinafikan. Kebohongan demi kebohongan dilakukan tanpa sadar sebagai bagian dari praksis kekuasaan tidak prorakyat. Jati diri sosiologi praktis para tokoh agama adalah menyuarakan seruan profetis, representasi keresahan dan keprihatinan umat. Kita tangkap dalam ranah itulah kritik atas kebohongan publik para tokoh agama. Hendaknya disikapi sebagai seruan profetis, seruan mengingatkan rakusnya kekuasaan, dan ajakan elite politik kembali kepada jati diri sebagai pelayan masyarakat.

Kritik atas kebohongan niscaya disampaikan semata- mata karena rasa memiliki atas masa depan negeri bangsa ini. Seruan mereka tidak dengan maksud mengajak berevolusi, tetapi menyuarakan nurani etis-moralistis. Mereka pun tidak bermaksud membakar semangat revolusioner, tetapi penyadaran bersama tentang gawatnya keadaan. Suara kenabian mengajak laku otokritik, bersama-sama melakukan evaluasi dan refleksi. Bahwa kekuasaan atas mandat rakyat perlu dikelola untuk bersama-sama maju.

Pluralitas Indonesia sebagai realitas yang sudah niscaya perlu terus dikembangkan, dimanfaatkan sebagai sarana memajukan rakyat. Sekaligus menghentikan ”patgulipat” apologetis atas nama rakyat. Rakyat seharusnya menjadi titik pusat dan batu penjuru atas praksis kekuasaan.

Materi lainnya : perbedaan fakta dan opini.

Demikianlah materi singkat mengenai tajuk rencana, baik itu definisi, ciri-ciri, struktur, beserta contohnya. Semoga bermanfaat bagi semua dan jangan lupa bagikan kepada yang lainnya agar mereka menjadi tau mengenai tajuk rencana.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment