mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Teks Narasi : Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

Apa Itu Teks Narasi : Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

Apa itu teks narasi

Pada kesempatan ini, kita akan belajar mengenai teks narasi yang juga merupakan salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya kalian sudah mempelajari tentang teks eksplanasi dan berbagai jenis teks lainnya.

Paragraf narasi ini masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Supaya lebih jelas dalam memahami tentang narasi, mari simak penjelasannya hingga selesai.

Apa Itu Teks Narasi?

Teks narasi merupakan suatu karangan yang menceritakan tentang suatu peristiwa secara mendetail berdasarkan kronologis waktu. Pada umumnya yang ditulis memang bersifat imajinatif, namun tak menutup kemungkinan ditulis berdasarkan kejadian yang sebenarnya terutama untuk jenis paragraf narasi tertentu.

Apabila cerita tersebut berupa fakta, biasanya adalah cerita yang langsung dialami atau diamati langsung oleh penulisnya. Sedangkan untuk yang fiktif, kurang lebih seperti roman, novel, cerpen, drama, dan biografi.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia narasi adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian. Selain itu, definisi lainnya adalah cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa.

Pengertian Teks Narasi Menurut Para Ahli

Beberapa pakar atau ahli bahas memberikan pandangannya seputar paragraf narasi. Berikut ini definisi paragraf narasi menurut beberapa ahli bahasa :

Keraf (1981 : 136)

Menurut Keraf, narasi merupakan suatu bentuk wacana dengan sasaran utama tindak-tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi satu peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu.

Remini (2007 : 32)

Menurut beliau, narasi adalah bentuk tulisan atau percakapan dengan tujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman seseorang berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Widjono (2007 : 175)

Widjono berpendapat bahwa narasi yaitu uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian keadaan, tindakan, atau kenad secara berurutan dari awal sampai akhir sehingga terlihat rangkaian hubungan satu sama lain.

Marahimin (1994 : 93)

Menurut Marahimin dalam bukunya yang berjudul 'Menulis Secara Populer' mendefinisikan narasi sebagai cerita yang didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa.

Luxemburg dkk. (1992 : 119)

Menurut Luxemburg dkk teks narasi adalah teks yang tidak bersifat dialog dan isinya merupakan suatu kisah sejarah atau deretan peristiwa.


Tujuan Teks Narasi

Secara umum, ada dua tujuan fundamental penulisan paragraf narasi yaitu sebagai berikut :
  • Menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
  • Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

Ciri-Ciri Teks Narasi

Ada beberapa ciri dari paragraf narasi yang membedakan dengan yang lainnya. Adapun ciri-ciri dari teks narasi adalah sebagai berikut :
  • Lebih menonjolkan tindakan atau perbuatan.
  • Dirangkaian dalam kronologis waktu.
  • Dibuat untuk menjawab pertanyaan 'apa yang terjadi?'
  • Terdapat konflik.
  • Menceritakan kejadian berdasarkan pengalaman penulis.
  • Peristiwa yang disampaikan bisa berupa imajinasi, kenyataan, atau penggabungan keduanya.
  • Memiliki nilai estetika atau keindahan.
  • Dibuat berdasarkan konfiks agar lebih menarik.
  • Menggunakan gaya bahasa naratif.
  • Memiliki unsur-unsur pembentuk seperti tema, tokoh, latar, dan karakter.
  • Menggunakan bahasa sehari-hari.
  • Adanya kata ulang.

Baca juga : teks negosiasi.

Unsur-unsur Teks Narasi

Teks narasi terbagi menjadi beberapa unsur yang membentuk satu kesatuan yang utuh. Berikut ini unsur-unsurnya :

Tokoh

Tokoh merupakan pelaku yang ada pada suatu cerita. Misal : aku, Bapak, Ibu, Nenek, Kakek, terkadang juga tokoh ditulis dengan nama orang.

Latar

Unsur narasi berikutnya adalah latar. Disebut juga setting dan terdiri atas latar tempat, waktu, dan suasana. Latar tempat merupakan tempat kejadian dalam cerita (misal : di kelas), latar waktu merupakan waktu terjadinya cerita (misal : malam hari), sedangkan latar suasana merupakan suasana yang terjadi (misal : sedih, senang, atau menegangkan).

Urutan Peristiwa

Merupakan deretan peristiwa atau kejadian yang ditulis secara urut berdasarkan kronologis. Contohnya yaitu : Sore itu, aku sedang bersiap-siap untuk berangkat ke toko baju.

Judul

Pada teks apapun itu, termasuk narasi tentunya harus terdapat judul. Bahkan ini merupakan hal pertama yang harus ada pada paragraf narasi.

Sudut Pandang

Sudut pandang atau yang juga disebut sebagai point of view merupakan arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita, sehingga cerita dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada pembacanya.

Sudut pandang terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu sudut pandang orang pertama pelaku utama, sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, dan sudut pandang orang ketiga.

Gaya dan Nada

Unsur pembentuk paragraf narasi selanjutnya adalah gaya dan nada. Gaya adalah cara pengungkapan bagi seorang penulis, sedangkan nada merupakan pilihan gaya untuk mengekspresikan suatu sikap.

Struktur Teks Narasi

Struktur teks narasi

Tahukah kamu? Narasi terbagi menjadi empat struktur yaitu orientasi (pengenalan), komplikasi, resolusi, dan koda. Berikut ini masing-masing penjelasannya :

Orientasi

Pada bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh, latar, dan berbagai komponen awal pengenal cerita lainnya. Sudah pasti ada di paragraf awal dan sebaiknya ditulis semenarik mungkin guna menarik perhatian pembaca agar tertarik membaca ceritanya hingga selesai.

Komplikasi

Struktur kedua adalah komplikasi yang merupakan pokok permasalahan dalam cerita. Berbagai konflik di dalam cerita mulai muncul pada bagian ini dan semakin lama konflik tersebut semakin kompleks.

Resolusi

Resolusi merupakan jalan keluar konflik yang diceritakan pada bagian komplikasi. Sudah mulai ada tanda-tanda ke arah air cerita dengan permasalahan atau konflik yang semakin berkurang.

Koda

Dan struktur terakhir pada paragraf narasi adalah koda atau penutup. Merupakan akhir dari sebuah cerita, bisa berupa cerita sedih ataupun cerita bahagia.

Baca juga : teks anekdot. 


Jenis-jenis Teks Narasi

Tak hanya satu, sebenarnya teks narasi terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Ada narasi informatif, narasi artistik, narasi ekspositorik, dan juga narasi sugestif. Apa perbedaannya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Narasi Informatif

Apa itu teks narasi informatif? Narasi informatif merupakan narasi yang dibuat dengan tujuan memberikan informasi akurat mengenai suatu peristiwa sehingga dapat memperluas pengetahuan dan wawasan pembaca.

Narasi Artistik

Narasi artistik adalah narasi yang memberikan informasi untuk maksud tertentu. Membuat pembaca seolah-olah terlibat langsung dalam cerita tersebut. Narasi yang satu ini ditulis dengan bahasa yang figuratif.

Narasi Ekspositorik

Tahukah kamu apa itu teks narasi ekspositorik? Narasi yang satu ini merupakan tulisan dengan penyimpanan informasi tepat dan bertujuan untuk memperluas pengetahuan pembaca terhadap kisah seseorang. Penulisan narasi ekspositorik berdasarkan data yang sebenarnya.

Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang menceritakan hasil dari rekaan, imajinasi, atau khayalan penulis dan bersifat fiktif. Tujuan penulisannya adalah murni untuk menghibur para pembacanya. Narasi ini banyak ditemukan pada novel, hikayat, maupun cerpen yang menjurus ke arah cerita non fiksi.

Kaidah Kebahasaan Teks Narasi

Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan dari paragraf narasi yang harus kami ketahui yakni sebagai berikut :

Kata Kiasan

Untuk membuat narasi semakin menarik, pada paragraf narasi biasanya terdapat kata kiasan atau konotasi alias bukan makna yang sebenarnya. Contohnya yaitu : Rintangan tersebut tak membuat beliau angkat tangan (angkat tangan = menyerah).

Kata Kerja Transitif + Intransitif

Pada teks narasi juga terdapat verba transitif dan verba intransitif. Verba transitif merupakan kata kerja yang diikuti oleh objek, bisa berupa frasa, kata benda, atau kata ganti. Contohnya yaitu : saya makan buah jeruk.

Sedangkan verba intransitif merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek untuk melengkapi kalimat. Contohnya adalah : anak kecil itu menangis.

Kata Penghubung Penanda Urutan Waktu

Pada paragraf narasi, juga terdapat kata penghubung penanda urutan waktu seperti pertama-tama, kemudian, lalu, selanjutnya, dan lain sebagainya.

Contoh Teks Narasi

Supaya kamu semakin memahami tentang narasi, saya berikan beberapa contoh paragraf narasi berikut ini :

Bapak Pendidikan Nasional

Kemajuan pendidikan nasional tidak terlepas dari jasa Bapak Pendidikan Nasional. Beliau adalah Ki Hajar Dewantara. Pada zaman penjajahan Belanda, beliau berjuang supaya rakyat pribumi mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti golongan priyayi atau orang-orang Belanda. Atas jasanya tersebut, membuat hari kelahiran Ki Hajar Dewantara ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Beliau lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Semasa kecil, beliau aktif dalam organisasi politik dan sosial. Ki Hajar Dewantara aktif mensosialisasikan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ki Hajar Dewantara mulai aktif di dunia pendidikan ketika diasingkan ke Belanda. Pada masa pengangsingan beliau belajar ilmu pendidikan hingga mendapatkan gelar Europeesche Akte. Gelar yang sangat berguna bagi Ki Hajar Dewantara saat kembali ke tanah air tahun 1919.

Dengan berbekal ilmu yang didapatkannya, kemudian beliau mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1992. Bukan tanpa halangan Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan tersebut, namun rintangan tersebut tak membuat beliau angkat tangan dan terus memperjuangkan pendidikan untuk rakyat pribumi.

Hingga pada akhirnya Ki Hajar Dewantara menciptakan semboyan yang sangat terkenal pada saat ini. Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). Ing Madya Mangun Karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa). Ing Ngarsa Sungtulada (di depan memberi teladan). Semboyan ini kemudian digunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau yang disingkat PPKI merupakan badan pemerintahan yang dibentuk pada masa penjajahan Jepang. Badan ini memiliki nama lain dalam bahasa Jepang yaitu Dokuritsu Junbi Inkai.

Dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Pembentukan PPKI tak lepas dari peran Hisaichi Terauchi yang memberikan izin. Saat itu, Hisaichi Terauchi sedang berada di Saigon.
PPKI merupakan kelanjutan dari BPUPKI yang sebelumnya sudah dibubarkan. Beranggotakan 21 orang yang terbagi dari tiga bagian wilayah Indonesia serta satu orang dari etnis Tionghoa.

Ada beberapa perubahan yang hadir pada saat pembentukan PPKI. Beberapa diantaranya adalah perubahan pada teks proklamasi, sila dalam Pancasila, serta beberapa pasal pada UUD. Selepas proklamasi kemerdekaan Indonesia, PPKI menggelar tiga kali sidang.

Sidang pertama beragendakan pengesahan UUD, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan membentuk Komite Nasional Indonesia yang bertugas membantu tugas Presiden sebelum terbentuknya MPR dan DPR.

Sidang berikutnya yaitu membentuk kementerian dan kepala daerah yang terbagi menjadi 8 provinsi. Dan masing-masing provinsi dipimpin oleh seorang gubernur dan wakil gubernur.

Sidang ketiga berisi Pembentukan Komite Nasional secara resmi,  partai-partai nasional, dan juga badan keamanan rakyat.
PPKI dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1945 dimana setelah mendapatkan beberapa pertimbangan. Pembubaran PPKI dikarenakan tugas badan tersebut yang telah selesai sehingga pemerintahan sudah siap menjalankan tugasnya.

Akhir kata, demikian pembahasan lengkap mengenai teks narasi beserta ciri-ciri, struktur, jenis, dan juga contohnya. Tetap semangat belajar walau pandemi Covid 19 masih melanda negeri ini.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar