mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Teks Cerita Sejarah : Pengertian, Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

Teks Cerita Sejarah : Pengertian, Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

Teks cerita sejarah

Ada banyak jenis teks dalam bahasa Indonesia. Ada teks berita, teks eksposisi, teks argumentasi, dan masih banyak lagi yang lainnya termasuk teks sejarah atau teks cerita sejarah.

Sesuai dengan namanya, teks satu ini berisi tentang sejarah yang terjadi pada masa lampau. Untuk lebih memahami mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur, dan contoh teks sejarah mari simak penjelasan selengkapnya pada konten berikut ini.

Apa Itu Teks Cerita Sejarah?

Teks cerita sejarah merupakan teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lampau yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

Atau bisa juga diartikan sebagai teks cerita yang dibuat berdasarkan catatan - catatan kejadian masa lampau yang dikembangkan berdasarkan bukti-bukti yang nantinya dijadikan teks kenyataan sejarah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah merupakan pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau. Sejarah dapat disebut sebagai riwayat ataupun rambo.

Baca juga : teks pidato.

Tujuan Teks Cerita Sejarah

Teks sejarah dibuat bukanlah tanpa tujuan yang pasti. Berikut ini beberapa tujuan penulisan teks sejarah yang harus kamu ketahui :
  • Untuk mengetahui kisah atau cerita yang terjadi pada masa lalu.
  • Untuk dijadikan pelajaran atau hikmah atas peristiwa yang pernah terjadi pada masa lalu.
  • Untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasan,
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Fungsi Teks Cerita Sejarah

Teks sejarah memiliki empat fungsi utama yaitu fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi rekreatif, dan juga fungsi intruktif. Berikut ini penjelasan selengkapnya

Fungsi Edukatif

Fungsi edukatif dalam cerita sejarah maksudnya teks sejarah bisa memberikan pembelajaran bagi siapapun yang membacanya. Sebagai contoh, ketika kita membaca sejarah tentang proklamasi kemerdekaan kita bisa belajar untuk lebih menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang melepaskan belenggu penjajahan.

Fungsi Inspiratif

Cerita sejarah juga harus memberikan inspirasi, kreatifitas, dan imajinasi untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi. Contohnya, sejarah perjuangan merebut kemerdekaan bisa menjadi inspirasi bagi bangsa dan negara untuk terus mempertahankan kemerdekaan.

Fungsi Rekreatif

Teks cerita sejarah juga harus bisa memberikan rasa senang dan gembira kepada pembaca. Tidak hanya rasa sedih yang bukan tidak mungkin juga terkandung pada teks yang satu ini.

Fungsi Intruktif

Teks sejarah dapat dijadikan alat bantu dalam pembelajaran. Tak heran, jika saat ini ada mata pelajaran sejarah terutama pada tingkat SMA/SMK dan sederajat.

Baca juga : teks persuasi.

Ciri-ciri Teks Cerita Sejarah

Teks satu ini memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan jenis teks lainnya. Apa saja itu?
  • Disajikan secara kronologis berdasarkan urutan peristiwa.
  • Berupa recount atau teks cerita ulang.
  • Berisi fakta, tidak bisa hanya sekadar dugaan.
  • Pada umumnya menggunakan konjungsi temporal.
  • Terdiri atas tiga struktur yaitu orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.

Jenis-jenis Teks Cerita Sejarah

Secara garis besar, teks sejarah terbagi menjadi dua jenis yaitu sejarah fiksi dan sejarah non fiksi.

Sejarah fiksi merupakan kisah fiksi atau rekaan pengarang yang terinspirasi dari sejarah yang benar-benar terjadi. Selain itu, pengembangan karakter tokoh dalam cerita ini tak sepenuhnya terungkap serta gambaran kehidupan tokoh yang lebih dalam.

Sementara itu sejarah non fiksi adalah sejarah yang dibuat berdasarkan fakta yang benar-benar objektif. Semua disusun berdasarkan fakta termasuk gambaran kehidupan tokoh dan juga alur kisahnya.

Macam-macam Sejarah Fiksi

Sejarah fiksi terdiri atas empat macam yaitu cerpen, novel, roman, dan legenda. Apa bedanya?
  • Cerpen : cerita yang bersifat pendek dan berbentuk prosa naratif fiktif. Isinya padat dan langsung pada tujuan, tidak panjang seperti karya fiksi yang lainnya.
  • Novel : cerita dalam bentuk prosa yang ditulis secara naratif. Isinya lebih panjang daripada cerpen dan penulisnya disebut sebagai novelis.
  • Roman : merupakan salah satu jenis karya sastra dalam bentuk prosa yang menceritakan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa masing-masing.
  • Legenda : cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi.

Macam-macam Sejarah Non Fiksi

Sementara itu untuk sejarah non fiksi terdiri atas empat macam juga yaitu autobiografi, biografi, catatan sejarah, dan cerita perjalanan. Apa perbedaannya?
  • Autobiografi : kisah riwayat atau perjalanan hidup seseorang yang dibuat oleh tokoh itu sendiri dan dibuat berdasarkan pengalaman atau ingatan tokoh sendiri. Atau dalam arti lain, autobiografi menceritakan tentang diri sendiri.
  • Biografi : kisah atau keterangan mengenai kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  • Catatan sejarah : teks yang menceritakan fakta kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu yang memiliki nilai sejarah.
  • Cerita perjalanan : teks yang isinya tentang cerita perjalanan seseorang.

Baca juga : teks narasi.

Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur teks cerita sejarah

Sesuai dengan apa yang sudah disinggung tadi, cerita sejarah terbagi atas tiga struktur utama yaitu orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Berikut adalah penjelasan selengkapnya :

Orientasi

Struktur teks pertama dari teks sejarah adalah orientasi yang merupakan bagian awal atau pengenalan. Sudah pasti orientasi berada di paragraf pertama.

Urutan Peristiwa

Struktur yang satu ini berisi tentang rekaman peristiwa yang telah terjadi dan disusun berdasarkan urutan kronologis. Biasanya juga ditandai dengan adanya konjungsi waktu.

Reorientasi

Reorientasi adalah struktur teks cerita sejarah yang bersifat opsional, artinya adalah kamu tak harus selalu menuliskannya. Tidak ditulis pun bukan menjadi masalah. Adapun yang dimaksud reorientasi adalah komentar penulis mengenai peristiwa atau kejadian yang telah terjadi.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Dalam teks sejarah terdapat beberapa ciri kebahasaan yang wajib ada. Apa saja itu? Berikut adalah penjelasannya :
  • Pronomina : pronomina atau kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
  • Frasa Adverbial: kata yang menunjukan  peristiwa, waktu, dan tempat.
  • Konjungsi Temporal (kata sambung waktu): konjungsi yang berfungsi untuk menata urutan peristiwa yang diceritakan. Pada umumnya menggunakan kata penghubung temporal.
  • Verba Material: termasuk ke dalam kata kerja yang berfungsi menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh partisipan. Menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, contohnya menulis, mengepel, menyapu, membaca, dan lain sebagainya.


Langkah-langkah Membuat Teks Cerita Sejarah

Berikut ini beberapa langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk membuat teks sejarah :
  • Langkah pertama, cari ide terlebih dahulu yang berhubungan dengan sejarah sehingga mempermudah dalam pembuatan orientasi. Anda bisa mencari tau berdasarkan kalimat tanya 5W + 1H (apa yang terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dimana peristiwa itu terjadi, dan lain sebagainya).
  • Jika sudah, lakukan analisa urutan peristiwa dengan cara mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi peristiwa secara bertahap.
  • Kembangkan kronologi tersebut menjadi tulisan sejarah dengan gaya bahasa sendiri. Pastikan kamu sudah menulis teks sejarah secara berurutan (tidak acak).
  • Langkah terakhir adalah pengecekan ulang, jangan sampai ada kesalahan tulisan, tanda baca, apalagi kesalahan pada sebagian besar isinya. Jika kesalahan itu masih ada, silakan perbaiki sehingga menjadi benar.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Berikut ini beberapa contoh cerita sejarah yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia yang bisa kamu jadikan referensi :

Danau Toba dan Pulau Samosir

Di suatu wilayah hiduplah seorang laki-laki bernama Toba yang hidup bersama keluarga sederhana. Setiap hari Toba hanya memancing untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada suatu hari ketika ia sedang memancing, kail pancingnya berhasil mendapatkan ikan yang besar. Namun begitu terkejutnya Toba ketika mengetahui ternyata yang ia dapatkan bukanlah seekor ikan melainkan seorang wanita yang cantik rupanya.

Toba jatuh hati dengan wanita itu dan memutuskan untuk menikahinya. Wanita itu pun setuju, namun dengan syarat Toba tidak boleh mengungkit asalnya dari seekor ikan dan Toba pun menyetujuinya.

Pada akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. Bahkan juga dikaruniai satu orang anak laki-laki bernama Samosir.
Samosir sangat suka makan sehingga membuat Toba bekerja banting tulang agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Suatu hari ibunya meminta Samosir  membawa makan siang untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Jarak ladang yang cukup jauh membuat Samosir merasa lapar dan haus.

Karena merasa lapar, Samosir pun memakan makanan yang seharusnya dimakan oleh Sang Ayah. Samosir merasa takut Ayahnya sampai murka, hendak kembali tentu tak cukup waktunya.
Dan pada akhirnya Samosir memilih membawa sisa makanan itu kepada ayahnya dan benar saja Toba marah kepada Samosir.

Dengan emosi Toba melempar bekal makanannya dan mengumpat kepada Samosir dengan mengatakan bahwa Samosir adalah anak ikan. Tentu mendengar hal itu membuat Samosir merasa sedih dan langsung memutuskan pulang ke rumah.

Samosir menceritakan kejadian di ladang kepada ibunya dan tentu saja ibunya merasa Toba telah mengingkari janji. Akhirnya ibunya menyuruh Samosir menuju atas bukit dan juga menyuruhnya menuju ke sana.

Tiba-tiba air keluar dari tempat istri Toba berdiri dan terus mengalir dengan deras dan tempat Samosir berdiri telah menjadi sebuah pulau kecil.

Itulah kisah sejarah di balik danau Toba dengan pulau kecil bernama Samosir di tengah danau tersebut.

Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 8 Desember 1941, pasukan Amerika dan Sekutu menyatakan perang pada Jepang atau Dai Nippon setelah diserbunya salah satu Pusat Pertahanan Amerika Serikat yang menghancurkan salah satu pelabuhan milik Sekutu di Honolulu, Hawaii. Peristiwa ini dikenal dengan nama "Attack on Pearl Harbor" dan menandai dimulainya "Perang Asia Timur Raya".

Sejak saat itu, pasukan tentara Jepang dan blok Axis semakin gencar dalam mengambil alih wilayah Indocina, Filipina, Indonesia, dan Malaya. Pemerintah Hindia Belanda, yang pada tahun tersebut tengah menguasai Indonesia dan menjadi bagian dari blok Sekutu, ikut menyatakan perang dengan Jepang yang juga mendarat di Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda.

Tentara Jepang pertama kali mendarat di Tarakan dan kemudian menyebar ke Balikpapan, Manado, Makasar, Pontianak, Ambon dan Palembang pada 11 Januari 1942. Sedangkan di daerah Jawa baru dikuasai pada tanggal 1 Maret 1942 yang kemudian menyebar ke Banten, Indramayu, dan Rembang.

Kemudian pada tanggal 5 Maret 1942, Jepang berhasil menguasai Batavia dan daerah sekitarnya seperti Cikampek, Surakarta, Semarang, dan Surabaya. Melihat situasi ini, pasukan Belanda semakin terdesak dengan kekuatan militer yang terus menurun.

Sehingga Belanda menyatakan "menyerah tanpa syarat" kepada pasukan Dai Nippon pada tanggal 8 Maret 1942 dengan diwakilkan oleh Tjarda Van Starkenborgh sebagau Gubernur Jendral Hinda Belanda.
Pada awalnya, masyarakat Indonesia menyambut kedatangan militer Jepang dengan ramah. Hal ini bisa dilihat dengan sifat kooperatif para tokoh - tokoh nasional seperti Ir. Soekarno dan Moh Hatta.

Selain itu, Jepang juga aktif dalam merangkul masyarakat untuk membentuk organisasi baik untuk kebutuhan pertahanan militer maupun untuk kebutuhan politik. Seperti pembentukan organisasi Gerakan tiga 1, Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Heiho, Fujinkai, PETA, PUTERA, dan BPUPKI.

Meskipun begitu, organisasi - organisasi hasil bentukan Jepang, khususnya yang berhubungan dengan militer dan pertahanan, memiliki maksud tersembunyi. Yaitu sebagai tenaga militer cadangan yang bisa dibawa ke dalam medan perang di Perang Asia Timur Raya dalam keadaan mendesak.

BPUPKI sendiri dibentuk pada tahun 1943 dengan alibi untuk mempelajari dan menyelidiki hal - hal yang berhubungan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia. Padahal maksud utama dari orgnisasi ini adalah sebagai iming - iming agar masyarakat Indonesia tidak melakukan pemberontakan karena kondisi militer Jepang yang mulai melemah.

BPUPKI kemudian dibubarkan karena telah menyelesaikan tugasnya dan kemudian diganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Berbeda dengan BPUPKI yang dibuat oleh Jepang di bawah pemerintahan Perdana Menteri Tojo, PPKI ini dibuat atas dasar kesepakatan para tokoh kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai perwakilan dari PPKI menemui Jenderal Terauchi di Dalat, Vietnam. Pertemuan ini dilakukan sebagai pelantikan anggota PPKI secara simbolik sekaligus penyampaian bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi bekas wilayah Hinda - Belanda.

Hal tersebut dipicu oleh semakin melemahnya kekuatan militer Jepang setelah harus menerima kekalahan secara berturut - turut dari pasukan Amerika Serikat dan Sekutu. Salah satu kekalahan yang menjadi pengaruh terbesar pada militer Jepang adalah di pertempuran Laut Koral pada Mei 1942 dan pertempuran Midway pada Juni 1942.

Kemudian puncaknya terjadi pada 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, dimana militer Amerika menjatuhkan bom atom ke salah satu pusat pertahanan Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Hasilnya, kedua kota tersebut hancur dan rata dengan tanah.

Di tanggal 14 Agustus 1945, akhirnya Dai Nippon menyatakan "menyerah tanpa syarat" pada pasukan Sekutu. Pernyataan ini kemudian ditanda tangani di kapal Missouri pada 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito sebagai perwakilan Jepang dan Jendral Douglas McArthur sebagai perwakilan Sekutu.

Berita kekalahan Jepang juga menyebar dengan cepat hingga ke masyarakat Indonesia. Dengan tandatangani perjanjian Post Dam oleh Jepang dan Sekutu, artinya Indonesia dalam kondisi kekosongan kekuasaan. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh tokoh nasional dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Demikian penjelasan seputar teks cerita sejarah lengkap yang bisa kamu pelajari. Jika ada yang belum dipahami, jangan ragu bertanya di kolom komentar ya. Terima kasih.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar