mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Jenis-Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia

Jenis-Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia

Jenis-jenis teks

Komunikasi antar manusia terdiri dari dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Salah satu bentuk komunikasi non-verbal itu adalah teks. Jenis-jenis teks dalam bahasa Indonesia terbagi ke dalam 10 kategori, seperti yang akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

Apa itu Teks?

Definisi teks

Teks adalah salah satu media seseorang untuk mengungkapkan peristiwa dengan cara yang lebih komunikatif. Jenis-jenis teks dalam bahasa Indonesia terbilang cukup banyak, yaitu 10 jenis teks dengan karakteristik dan struktur berbeda-beda.

Jenis-jenis Teks

Teks dalam bahasa Indonesia terdiri atas beberapa macam. Apa saja itu? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini :

Teks Naratif

Jenis teks naratif termasuk jenis karangan fiksi dengan alur dan tahapan sesuai kemauan si penulis. Teks naratif ini umumnya dibuat dengan tujuan untuk menghibur pembaca melalui cerita fiksi yang seru.

Umumnya, teks naratif disusun dengan urutan waktu peristiwa yang terjadi, sehingga pembaca bisa menikmati rangkaian cerita secara utuh dan jelas.

Contoh teks naratif cukup banyak ragamnya, mulai dari cerita rakyat, novel, fable, dan lain sebagainya. Sama seperti jenis-jenis teks lainnya, teks naratif ini juga memiliki struktur penulisan, yaitu :
  • Orientasi : menjelaskan karakter serta kepribadian dari tokoh dalam teks naratif tersebut lengkap dengan latar waktu, latar tempat, dan alur cerita.
  • Komplikasi: menjelaskan tentang konflik yang terjadi.
  • Resolusi : menjelaskan tentang akhir atau kesimpulan, biasanya terbagi menjadi akhir yang membahagiakan atau akhir yang menyedihkan.
  • Koda: menjelaskan tentang pesan, petuah, dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam teks naratif tersebut, sehingga diharapkan pembaca untuk bisa mengambil hikmahnya.

Teks Deskripsi

Jenis teks deskripsi harus mampu menggambarkan suatu objek, baik itu objek hidup atau mati dengan data yang rinci, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman seperti dalam teks tersebut.

Umumnya jenis-jenis teks deskripsi bisa mudah kamu temukan di berbagai media, baik itu media cetak ataupun media online. Teks deskripsi juga memiliki struktur khusus yang berbeda dari jenis teks lainnya, yaitu :
  • Identifikasi : berisi pengenalan objek secara umum, kemudian mengarah ke penjelasan objek yang lebih terperinci.
  • Deskripsi : berisi penjelasan yang lebih terperinci terkait dengan objek dalam teks tersebut.

Penjelasan dalam teks deskripsi biasanya dibuat ke dalam beberapa sub informasi. Contohnya, ketika kamu ingin membuat teks deskripsi tentang jenis-jenis hewan, maka kamu perlu menjelaskan dalam teks tersebut menjadi beberapa sub informasi, misalnya seperti jenis hewan berdasarkan area hidup, jenis hewan berdasarkan bentuk tubuh, dan lain sebagainya.

Teks Laporan

Jenis teks laporan berisi tentang data lengkap yang diambil secara umum mengenai suatu objek. Biasanya penjelasan yang ditulis dalam teks laporan bersumber pada pengamatan universal.

Hal tersebut disebabkan karena teks laporan memang bertujuan mengantarkan data secara umum pada pembaca. Teks laporan juga memiliki struktur unik dan berbeda dari jenis-jenis teks lainnya, seperti :
  • Klasifikasi Universal : berisi pengelompokan data yang disusun secara universal.
  • Deskripsi : berisi penjelasan data yang kemudian dibagi ke dalam beberapa sub jenis data.

Baca juga : teks laporan hasil observasi.

Teks Eksplanasi

Jenis teks eksplanasi umumnya berisi ulasan mengenai proses terkait dengan fenomena alam dan sosial yang terjadi di sekitar manusia.

Teks eksplanasi biasanya juga akan membahas mengenai sebab akibat dari fenomena-fenomena alam dan sosial tersebut, dengan harapan pembaca bisa mengambil pelajaran dari ulasan dalam sebuah teks eksplanasi.

Teks eksplanasi memiliki 4 ciri khusus yang membuat jenis teks ini berbeda dari jenis-jenis teks lainnya, yaitu :
  • Berisi fakta
  • Berisi informasi yang sifatnya ilmiah
  • Bersifat informatif
  • Terdapat penanda urutan, misal seperti pertama, kedua, berikutnya, dan terakhir

Teks eksplanasi juga memiliki tiga struktur penulisan dasar yang perlu diperhatikan, yaitu :
  • Pernyataan umum
  • Sebab akibat yang ditulis secara runtut
  • Interpretasi

Teks Anekdot

Jenis teks anekdot termasuk teks dengan gaya penyampaian lucu, sehingga disukai banyak orang. Teks anekdot ini memang dibuat dengan tujuan untuk menghibur pembaca dengan cara yang komunikatif, namun tetap mengusung nilai moral yang bisa diserap oleh pembaca.

Biasanya gagasan pokok dari sebuah teks anekdot itu diambil dari cerita nyata yang banyak beredar di masyarakat. Akhir-akhir ini teks anekdot cukup sulit ditemui karena semakin tergerus pertumbuhan zaman yang semakin modern.

Namun, terkadang kamu masih bisa menemukan teks anekdot di beberapa media cetak khususnya surat kabar. Teks anekdot juga memiliki struktur seperti berikut ini :

Abstrak

Umumnya bagian abstrak dalam teks anekdot diletakkan di awal paragraf. Hal tersebut disebabkan karena abstrak berperan sebagai gambaran cerita secara umum yang akan dijelaskan dalam teks. Saat membaca abstrak diharapkan pembaca bisa membayangkan cerita dalam teks tersebut.

Orientasi

Bagian ini akan menjelaskan terjadinya sebuah peristiwa dalam teks anekdot. Orientasi bisa ditulis dalam bentuk cerita ataupun dalam bentuk dialog. Orientasi juga harus bisa membahas latar belakang terjadinya peristiwa utama yang diceritakan dalam teks anekdot.

Krisis

Bagian ini berperan untuk menjelaskan masalah utama yang terjadi pada cerita dalam teks anekdot. Sebaiknya bagian krisis ini ditulis dengan bahasa yang unik, sehingga dapat menarik perhatian pembaca.

Reaksi

Bagian ini berfungsi untuk memberi solusi dari masalah yang terjadi dalam sebuah teks anekdot. Sebaiknya bagian reaksi dibuat dengan menghadirkan solusi yang unik dan berbeda.

Koda

Koda merupakan bagian akhir dari teks anekdot yang biasanya berisi pesan atau amanat dari penulis untuk para pembaca.

Teks Eksposisi

Jenis teks eksposisi biasanya digunakan untuk membuat pembaca bisa mendapatkan data khusus secara terperinci, sehingga mereka bisa lebih mudah memahami data yang tersaji dalam teks tersebut.

Gaya penulisan teks eksposisi harus dibuat dengan cara yang menarik, komunikatif dan sanggup menarik perhatian pembaca. Oleh sebab itu, teks eksposisi sering digunakan sebagai media komunikasi yang efisien.

Ciri teks eksposisi adalah sanggup mengurai sebuah peristiwa atau data yang bersifat ilmiah dan non fiksi secara ringkas, padat, akurat, namun tetap jelas. Sementara itu, teks eksposisi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu :

Tesis

Tesis merupakan bagian pengenalan suatu data yang akan dijelaskan dalam sebuah teks eksposisi.

Argumentasi

Argumentasi dalam sebuah teks eksposisi berisi pokok bahasan yang dijelaskan secara detail.

Penegasan

Penegasan berfungsi untuk semakin menegaskan pokok-pokok bahasan yang dibahas dalam teks tersebut sekaligus memantapkan pemaparan data yang diuraikan dalam sebuah teks eksposisi.

Teks Prosedur

Jenis teks prosedur terbentuk dari ulasan seputar prosedur atau langkah-langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Contoh jenis-jenis teks prosedur yang paling mudah untuk ditemukan adalah teks berisi resep masakan, cara membuat kerajinan tangan, cara memperbaiki barang, dan lain sebagainya.

Tujuan teks prosedur biasanya untuk membagikan panduan atau petunjuk yang ditulis secara terperinci, sehingga pembaca lebih mudah dalam menangkap dan menerapkan metode dalam teks tersebut. Struktur teks prosedur terdiri dari 3 bagian, yaitu :

Tujuan

Sesuai namanya, maka sudah dipastikan bagian ini berisi tujuan suatu kegiatan. Biasanya, sebuah teks prosedur akan langsung bisa dikenali hanya dari judulnya saja.

Bahan

Bagian ini berisi berbagai macam bahan dan alat yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan yang sesuai dalam teks prosedur tersebut.

Langkah

Bagian ini berisi panduan yang terdiri dari langkah-langkah untuk melakukan suatu kegiatan hingga selesai.

Teks Negosiasi

Jenis teks negosiasi biasanya digunakan untuk mencapai sebuah kesepakatan antara beberapa pihak dengan kepentingan berbeda.

Oleh sebab itu, teks negosiasi ini dibuat dengan memperhatikan kepentingan semua pihak yang sedang bernegosiasi, sebab pihak-pihak tersebut memiliki hak yang sama pada hasil akhir yang akan disepakati. Terdapat 4 ciri utama sebuah teks negosiasi, yaitu :
  • Menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang bernegosiasi
  • Kepentingan bersama adalah prioritas utama
  • Mengarah pada terjadinya tujuan praktis yang disepakati oleh semua pihak yang itu dalam negosiasi
  • Sarana mencari solusi untuk kebaikan semua pihak yang bernegosiasi

Selain memiliki beberapa ciri khusus, teks negosiasi juga mempunyai 7 unsur yang sekaligus juga dapat dijadikan sebagai struktur pembuatan teks, yakni :
  • Orientasi biasanya terdiri dari salam pembuka dan kalimat pembuka yang menyatakan tujuan dari negosiasi tersebut dilakukan
  • Permintaan berisi hal terkait barang atau jasa yang diinginkan oleh pembeli
    Pemenuhan berisi kesanggupan pihak penjual untuk mempersiapkan barang atau jasa yang diinginkan oleh pembeli
  • Penawaran berisi puncak negosiasi dalam hal ini baik pihak penjual ataupun pembeli akan melakukan proses tawar menawar
  • Persetujuan berisi kesepakatan dari kedua belah pihak yang melakukan negosiasi
  • Pembelian berisi keputusan pihak pembeli untuk setuju terhadap hasil negosiasi yang sudah terjadi atau sudah dilakukan
  • Penutup berisi kalimat penutup, biasanya ditulis dalam bentuk terima kasih dan ucapan salam

Teks Editorial

Jenis teks editorial berisi opini redaksi terhadap suatu kejadian tertentu yang baru saja terjadi dan sedang menjadi buah bibir di masyarakat. Kejadian atau peristiwa tertentu yang baru saja terjadi itu bisa dalam bentuk masalah sosial, ekonomi, ataupun politik.

Editorial ini umumnya dirilis secara rutin oleh majalah dan surat kabar. Teks editorial juga memiliki ciri khusus yang membuat dirinya berbeda dari jenis-jenis teks lainnya, yaitu :
  • Bahasan teks editorial bersifat logis, aktual dan faktual serta masih menjadi perbincangan hangat secara luas di kalangan masyarakat
  • Bahasan teks editorial disusun secara sistematis
  • Bahasan teks editorial merupakan opini dan bisa diargumentasikan
  • Bahasan teks editorial harus ditulis dengan gaya bahasa yang menarik dengan susunan kalimat yang singkat, padat, dan juga jelas

Teks editorial tersusun atas 3 bagian, yaitu:

Tesis

Bagian ini berisi opini dari sudut pandang penulis mengenai suatu peristiwa atau masalah yang akan dibahas dalam teks editorial. Umumnya, bagian pembuka dalam teks editorial ini mengandung teori yang kemudian diperkuat pula oleh pendapat penulis.

Argumentasi

Bagian ini berisi alasan serta bukti yang berfungsi sebagai penguat pernyataan atau pendapat yang tertuang dalam tesis teks editorial. Argumentasi sebaiknya ditulis lengkap dengan data hasil penelitian, pernyataan ahli, serta berbagai macam fakta dari referensi terpercaya.

Reiteration

Bagian ini berarti penegasan ulang pendapat yang telah ditulis pada bagian argumentasi. Bagian reiteration ini wajib ada di akhir teks editorial.

Teks editorial itu sendiri terbagi ke dalam 3 kategori, yaitu interpretative, controversial, dan explanatory. Penjelasannya sebagai berikut :

  • Teks Interpretative
Jenis teks yang bertujuan menjelaskan isu dengan dukungan berbagai macam fakta agar pengetahuan pembaca bertambah.

  • Teks Controversial
Teks yang bertujuan meyakinkan seta menumbuhkan rasa percaya masyarakat yang membaca editorial tersebut pada isu tertentu. Biasanya teks editorial jenis ini akan lebih buruk dalam menggambarkan pendapat yang berlawanan.

  • Teks Explanatory
Bertujuan untuk menyajikan suatu masalah atau isu agar bisa dinilai sendiri oleh masyarakat yang membaca teks editorial tersebut. Biasanya, teks editorial jenis explanatory ini akan menyajikan identifikasi masalah secara detail yang dapat membuka mata pembaca agar lebih memperhatikan masalah tersebut.

Baca juga : materi tajuk rencana.

Teks Puisi

Jenis teks puisi berisi tulisan yang mengandung rima, ritme, irama, dan juga lirik di setiap baitnya. Puisi juga harus mampu mengungkapkan rasa yang dituangkan penyair di dalamnya dengan menggunakan bahasa imajinatif agar kualitasnya terasa lebih estetis.

Puisi terdiri dari dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru yang tentu saja ciri dan strukturnya berbeda-beda.
Berbeda dengan jenis-jenis teks lainnya, puisi memiliki struktur yang terbilang cukup banyak dan terbagi ke dalam dua jenis, yaitu struktur batin dan struktur fisik.

Struktur Batin

Struktur batin terdiri dari 4 unsur, yaitu tema, rasa, nada, dan tujuan. Unsur tema pada struktur batin puisi berkaitan erat dengan makna yang terkandung dalam sebuah puisi.

Tanpa kehadiran tema, maka puisi kehilangan maknanya. Sementara itu, unsur rasa merupakan gambaran sikap sang penyair dalam menyikapi masalah yang dituangkan dalam puisi.

Nada pada struktur batin puisi erat kaitannya dengan makna dan rasa yang tersaji dalam puisi. Beberapa macam nada puisi di antaranya seperti nada menggurui, mendikte, memandang rendah, dan lain sebagainya.

Sedangkan tujuan merupakan sebuah pesan yang ingin disampaikan penyair kepada orang yang membaca puisi tersebut.

Struktur Fisik

Struktur fisik terdiri dari 6 unsur meliputi tipografi, diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, dan rima. Tipografi sebuah puisi pada dasarnya adalah format puisi mulai dari pengaturan baris hingga tepi kanan kiri penulisan puisi.

Sedangkan diksi adalah pemilihan kata-kata yang dipilih sang penyair secermat mungkin agar pesan dari puisi dapat tersampaikan kepada pembaca.

Imaji adalah sebuah puisi merupakan susunan kata yang berfungsi untuk mengungkapkan pengalaman penyair. Imaji sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu imaji suara, visual, dan sentuh.

Sementara itu, untuk kata konkret dan gaya bahasa kata serta penggunaan bahasa yang dipilih penyair bertujuan agar bisa menimbulkan imaji serta makna konotatif unik dan indah. Unsur dari struktur fisik puisi yang tak kalah pentingnya adalah rima atau irama.

Unsur ini pada dasarnya dibutuhkan agar puisi terdengar semakin indah, sebab memiliki persamaan bunyi. Rima terbilang sangat menonjol dalam puisi apalagi rima juga terdiri dari beberapa bentuk, yaitu :

  • Onomatope
Rima onomatope merupakan jenis rima yang dapat digunakan untuk menirukan suatu bunyi tertentu. Contoh rima onomatope misalnya seperti ‘ng’ yang dikenal sebagai salah satu rima penuh efek magis.

  • Bentuk Intern Pola Bunyi
Jenis rima yang satu ini terdiri dari banyak macamnya, mulai dari aliterasi, asonansi, persamaan awal, atau persamaan akhir, sajak berselang, repetisi dan masih banyak yang lainnya.

  • Pengulangan Kata
Jenis rima ini ditentukan oleh beberapa hal meliputi tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lemah suatu bunyi.


Mempelajari jenis-jenis teks pada dasarnya akan membuatmu bisa mengetahui bagaimana cara menyampaikan data, pesan, atau informasi dengan cara yang lebih komunikatif. Informasi yang dikemas dalam bentuk teks yang tepat setidaknya akan membuat pembaca lebih mudah memahami pesan yang terkandung dalam tulisan tersebut.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar