mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Teks Laporan Hasil Observasi : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur + Contohnya

Teks Laporan Hasil Observasi : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur + Contohnya

Teks laporan hasil observasi

Kali ini, Mimin akan menjelaskan salah satu materi bahasa Indonesia yang kalian dapatkan sewaktu SMA, yakni Teks Laporan Hasil Observasi. Di saat SMA, kamu mungkin juga pernah diberi tugas membuat teks laporan berdasarkan hasil observasi yang telah kamu lakukan.

Nah untuk mengingat kembali tentang materi tersebut, Mimin akan menjelaskannya kembali melalui konten berikut ini. Dan bagi kamu yang tahun 2019 ini baru masuk SMA, juga sangat tepat untuk mempelajari materi teks laporan hasil observasi yang telah kami olah dari berbagai sumber. Mari disimak penjelasannya :

Materi Teks Laporan Hasil Observasi

Mungkin semula kamu mengira bahwa teks laporan itu sama dengan teks deskripsi. Memang, keduanya sekilas hampir sama namun sesungguhnya teks laporan dan teks deskripsi merupakan 2 hal yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari sifatnya. Teks laporan lebih bersifat umum, sedangkan teks deskripsi lebih bersifat unik atau universal. (Baca juga : pengertian teks deskripsi).

1. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan observasi adalah teks yang isinya menjabarkan atau memaparkan sesuatu hasil dari observasi (pengamatan). Teks yang satu ini juga disebut teks klasifikasi karena mengelompokkan sesuatu berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Teks laporan hasil observasi bersifat faktual dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Laporan hasil observasi dapat berupa hasil riset secara mendalam mengenai suatu benda, hewan, tumbuhan, konsep atau ekosistem tertentu. Sementara itu, mengenai observasi, beberapa ahli telah memberikan pandangannya tentang definisi observasi. Siapa saja?

  • Karl Weck

Menurut Karl Weck, observasi merupakan pencatatan, pemilihan, penyusunan, penandaan, serta penggantian dari serangkaian proses tingkah laku dan suasana yang mempunyai hubungan dengan organisasi tertentu.

  • Gibson, R.L dan Mitchell. M.H

Observasi menurut mereka berdua adalah adalah teknik yang dapat dipergunakan guna menyeleksi derajat dalam menentukan keputusan dan simpulan terhadap orang lain yang diamati. Dan observasi ini harus dibantu dengan metode penelitian yang lainnya.

  • Prof. Heru

Menurut Prof  Heru, observasi yaitu suatu pengamatan yang menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilaksanakan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai pada suatu pengamatan. Hasil observasi dijelaskan secara rinci, tepat, akurat, teliti, bermanfaat dan objektif sesuai dengan pengamatan yang sudah dilakukan

  • Syaodih

Menurut beliau, observasi merupakan teknik  atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sudah berlangsung.

  • Prof. Dr. Bimo Walgito

Menurut pandangan beliau, observasi adalah suatu penelitian yang dijalankan secara sistematis dan sengaja diadakan dengan menggunakan mata atas kejadian–kejadian yang langsung dapat ditangkap di saat kejadian tersebut berlangsung.

  • Nasution

Nasution menyatakan bahwa, observasi menjadi dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya bisa bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang didapatkan melalui proses pengamatan.

  • Margono

Menurut beliau observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang muncuk pada objek penelitian.

  • Bungin

Sementara itu, menurut Bungin observasi adalah metode pengumpulan data yang dipakai untuk menghimpun data penelitian melalui penginderaan dan pengamatan.

  • Prof. Dr. Sofyan S. Willis

Menurutnya observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara partisipan dan non partisipan. Metode partisipan mengharuskan peneliti terlibat langsung di dalam kegiatan anak – anak dan remaja. Sementara itu, metode non partisipan hanya mengamati dari luar, tidak harus terlibat didalamnya

  • Kartini Kartono 

Observasi menurut Kartini Kartono adalah pengujian yang memiliki maksud atau tujuan tertentu mengenai sesuatu, khususnya untuk mengumpulkan fakta, satu nilai atau skor, satu verbalisasi atau pengungkapan dengan kata – kata segala sesuatu yang telah diamati.

  • Patton

Observasi adalah salah satu metode yang akurat dan mudah dilakukan untuk mengumpulkan data dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami semua peristiwa yang menjadi objek penelitian dalam penelitiannya.

  • Hanna Djumhana

Menurut Hanna Djumhana, observasi adalah metode ilmiah yang saat ini masih menjadi tempat utama dalam ilmu empiris, dan masih diakui di dunia penelitiaan karya ilmiah sebagai salah satu cara atau metode yang cukup sering dilakukan untuk pengumpulan data.

Definisi lainnya : pengertian bahasa menurut para pakar.

2. Tujuan Pembuatan Teks Laporan Hasil Observasi
Tujuan teks laporan observasi

Teks laporan observasi dibuat dengan beberapa tujuan, yakni sebagai berikut :

  • Mengatasi suatu permasalahan atau persoalan.
  • Menemukan cara atau teknik terbaru.
  • Mengambil keputusan yang lebih efektif.
  • Melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
  • Mengetahui perkembangan suatu problem/permasalahan.
  • Melakukan penelitian.
  • Memberikan informasi terbaru.

3. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Adapun beberapa fungsi dari teks yang satu ini adalah :

  • Sebagai laporan tugas dan kegiatan observasi/pengamatan
  • Sebagai dokumentasi
  • Sebagai ilmu pengetahuan
  • Sebagai bahan penelitian
  • Sebagai sumber yang dapat dipercaya
  • Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan problem dalam pengamatan.

Teks Prosedur : Pengertian, Ciri, Struktur + Kaidah Kebahasaan

4. Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Setiap jenis teks tentu saja memiliki cirinya masing-masing yang membedakan dengan jenis teks lainnya. Adapun ciri-ciri dari teks laporan observasi yakni sebagai berikut :

  • Bersifat objektif, global, dan universal.
  • Berlaku untuk semua orang.
  • Membahas dan membicarakan objek tunggal
  • Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  • Tidak mengandung dugaan/prasangka/pemihakan yang menyimpang
  • Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang ada di dalamnya.
  • Ditulis secara faktual berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.
  • Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang telah terbukti kebenarannya.

5. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Sama seperti jenis teks lainnya, teks laporan pengamatan juga mempunyai beberapa kaidah kebahasaan yaitu sebagai berikut :

  • Menggunakan kata definisi seperti "adalah" atau "merupakan"
  • Menggunakan kata sambung seperti : yaitu, dan, selain itu, di samping itu, dari segi....
  • Menggunakan verba/kata kerja aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : hidup, makan, tidur,  bertelur, membuat, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, misalnya : herbivora, leukimia, syndrom, phobia, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, dan lain-lain.
  • Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, dan diikuti dengan rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf selanjutnya.
  • Menggunakan kata hubung yang menyatakan tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama, demikian halnya), pertentangan (sedangkan, sementara itu, padahal, berbanding terbalik, tetapi, namun, melainkan), dan pilihan.
  • Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks. 

Fakta dan opini, apa perbedaannya?

6. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Struktur utama dari teks LHO adalah pernyataan umum dan anggota yang dilaporkan. Berikut ini masing-masing penjelasannya :

Pernyataan umum (klasifikasi) : pengantar/pembuka tentang hal yang dilaporkan, pada tahap ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan atau dikelompokkan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
Anggota/aspek yang dilaporkan : bahasan atau rincian mengenai objek yang sedang diamati.

Selain itu ada struktur lain dari teks LHO yaitu :
  • Definisi umum : bagian pembukaan yang isinya tentang pengertian atau definisi mengenai sesuatu yang dibahas di dalam teks.
  • Definisi bagian : bagian yang berisi gagasan utama dari setiap paragraf “penjelasan rinci”.
  • Definisi manfaat : bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan.
  • Penutup : bagian rincian akhir dari teks laporan pengamatan.

7. Langkah-langkah Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Membuat teks laporan sejatinya tak sulit untuk dilakukan. Kamu bisa mengikuti langkah-langkahnya berikut ini :

  • Pertama, tentukan terlebih dahulu tema kegiatan observasi
  • Selanjutnya tentukan apa tujuan observasi
  • Mulai lakukan observasi dengan mengumpulkan data-data
  • Menyusun kriteria aspek yang harus dilaporkan.
  • Membatasi aspek yang harus dilaporkan supaya tidak keluar dari tujuan yang sudah dibuat.
  • Mulai mendeskripsikan unsur-unsur yang dijelaskan sesuai aspek. Dimulai dengan mengartikan aspek yang dipilih berupa pernyataan umum. Dan juga jangan lupa untuk memakai kaidah kebahasaan kalimat definisi.
  • Melengkapi teks laporan observasi atau pengamatan dengan data (bisa berupa angka-angka) dan gambar. Jangan lupa gunakan kaidah konjungsi, kalimat simpleks dan kompleks, sinonim, dan antonim.
  • Membuat kesimpulan dari hasil observasi yang telah dilakukan.

Baca juga : materi tajuk rencana.

8. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Sebagai pelengkap, berikut saya berikan salah satu contoh dari teks LHO yang saya ambil dari salah satu situs di internet :

Tumbuhan Langka Di Indonesia

Indonesia memiliki beragam jenis flora atau tumbuhan yang langka karena Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dengan tanahnya yang subur. Namun meski begitu, masih ada saja jenis-jenis tumbuhan langka yang terancam punah dan kini sudah tidak ada lagi. Adapun beberapa jenis tumbuhan langka yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Bunga bangkai

Bunga bangkai atau yang memiliki nama latin Raflesia Arnoldi ini merupakan jenis bunga yang ukurannya sangat besar dan memiliki bau yang tidak sedap. Bau tersebut sangat menyengat dan  berfungsi sebagai penarik perhatian binatang seperti lalat serangga lainnya untuk membantu proses penyerbukan pada bunga.

Awalnya bunga ini tumbuh dan berkembang di hutan Sumatera, tetapi karena terjadi kepunahan maka bunga bangkai ini mulai dipindahkan ke Bandung untuk dilindungi. Menurut hasil pengamatan, saat bunga ini mekar kelopaknya berwarna putih, sedangkan untuk mahkotanya berwarna merah keunguan. Tampilan bunga ini memang kokoh, tapi hanya mampu bertahan dalam waktu 7 hari saja.

2. Kantong semar

Tumbuhan kantong semar termasuk jenis tumbuhan karnivora. Hal itu terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tumbuhan ini memakan serangga berukuran kecil seperti semut, lalah dan lebah. Proses penangkapan serangganya terbilang unik. Kantong semar membuka kantung mulut tumbuhan selebar-lebarnya.

Di dalam kantung mulut tersebut terdapat cairan yang menarik para serangga kecil. Saat serangga tersebut telah masuk ke dalam kantung mulut, tumbuhan kantong semar ini akan menutup kantung mulutnya. Untuk menjaga perkembangbiakannya dan agar tidak punah, kantong semar ini kini sudah dikembangkan di beberapa tempat di tanah air.

3. Tumbuhan damar

Dan tanaman langka yang terakhir adalah  Damar. Menurut observasi, tumbuhan yang satu dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian enam puluh meter. Namun, saat ini tumbuhan damar sering digunakan secara berlebihan sehingga sulit ditemukan. Tumbuhan damar ini memiliki manfaat bagi manusia yaitu bagian getahnya yang dapat dijadikan vernis, kaca, dan cairan pelapis kertas.

Sumber : https://thegorbalsla.com dengan sedikit perubahan.


Itulah pembahasan materi teks laporan hasil observasi, semoga bermanfaat dan terima kasih. Jangan lupa bagikan kepada yang lainnya juga ya!.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment