mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Teks Eksposisi : Ciri, Struktur, Kaidah + Contoh [Lengkap]

Apa Itu Teks Eksposisi : Ciri, Struktur, Kaidah + Contoh [Lengkap]

Apa itu teks eksposisi

Pada kesempatan ini, saya akan menerangkan tentang teks eksposisi. Merupakan salah satu jenis teks yang biasa ada pada materi Bahasa Indonesia SMA. Mari simak materi selengkapnya mengenai apa itu teks eksposisi pada konten berikut ini.

Apa Itu Teks Eksposisi?

Teks eksposisi merupakan teks berisi informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat dan padat. Adapun tujuan dari pembuatan teks yang satu ini adalah untuk menambah wawasan pembacanya.

Eksposisi tergolong sebagai tulisan non fiksi, sebab teks satu ini merupakan tulisan yang bersifat ilmiah. Eksposisi ditulis secara singkat, padat, dan juga akurat serta didukung dengan data dan bukti yang valid.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, eksposisi diartikan sebagai uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan. Selain itu, beberapa ahli juga menyampaikan gagasannya seputar teks eksposisi yakni sebagai berikut :
  • Alwasilah (2005 : 111) : eksposisi menurut beliau adalah tulisan yang dibuat dengan tujuan mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan.
  • Keraf (1995 : 7) : menurut Keraf, eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca.
  • Nasucha (2009 : 50) : Nasucha menerangkan dalam bukunya tentang paragraf eksposisi yang merupakan tulisan yang dibuat dengan tujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
  • Merriam-Webster Dictionary : teks eksposisi adalah susunan kata yang berperan dalam menjelaskan sesuatu hal.


Ciri-ciri Teks Eksposisi

Teks satu ini memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan teks lainnya. Apa saja ciri-ciri dari eksposisi? Mari simak penjelasannya berikut ini :
  • Gaya Tulisan yang bersifat persuasif.
  • Menjelaskan tentang informasi pengetahuan.
  • Menjawab pertanyaan 5W + 1H (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana).
  • Menggunakan fakta sebagai alat kontribusi dan konkritasi.
  • Penggunaan bahasa yang kaku dan disampaikan secara lugas.
  • Ditulis secara singkat dan padat namun akurat.
  • Bersifat netral objektif pada pada pembahasan persoalan, artinya tidak memihak kepada siapapun.
  • Tidak menggunakan frasa atau kata yang bersifat menarik emosional pembaca.
  • Menggunakan konjungsi guna memperkuat argumentasi.
  • Memakai kata leksikal.

Struktur Teks Eksposisi

Sama halnya seperti teks lainnya, eksposisi juga memiliki struktur tersendiri. Adapun struktur dari eksposisi terdiri atas tesis (pernyataan pendapat), argumentasi, dan pernyataan ulang.

Setiap struktur dibatasi dengan paragraf. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan masing-masing strukturnya berikut ini :

Pernyataan Pendapat (Tesis)

Struktur teks eksposisi yang pertama adalah tesis atau pernyataan pendapat. Terletak di bagian paling awal dan berisi tentang opini atau pendapat penulis tentang tema yang bakal diangkat. Selain itu, pada bagian ini juga berisi topik tulisan yang akan diangkat.

Sebagai contoh, kamu akan membuat eksposisi tentang manfaat buah naga. Pada bagian tesis, kamu bisa menerangkan sedikit tentang buah naga dan menjelaskan jika buah tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian teks eksposisi yang berisi tentang alasan atau bukti yang dapat memperkokoh pernyataan pendapat di bagian awal. Pembaca harus yakin jika pendapat yang kamu utarakan benar-benar didasarkan atas fakta, bukan asumsi belaka.

Kamu bisa menambahkan data-data untuk mendukung pernyataan pendapat. Misalnya untuk eksposisi 'manfaat buah naga', kamu bisa memaparkan hasil penelitian yang membuktikan bahwa buah naga memang bermanfaat bagi kesehatan.

Atau jika kamu memang melakukan penelitian sendiri, data hasil penelitian yang telah dilakukan bisa juga dimasukkan ke bagian argumentasi.

Pernyataan Pendapat

Pada bagian ini, kamu bisa menerangkan kesimpulan dari apa yang sudah diberikan sebelumnya. Menegaskan ulang kembali dan biasanya terletak di paragraf terakhir guna mempermudah pembaca semakin memahami keseluruhan isi teks tersebut.

Baca juga : teks deskripsi.

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Eksposisi tidak hanya terdiri atas satu jenis saja. Tetapi ada lebih dari lima jenis eksposisi yang bisa kamu buat, ada eksposisi definisi, eksposisi ilustrasi, eksposisi proses, eksposisi pertentangan, eksposisi perbandingan, dan eksposisi laporan. Berikut masing-masing penjelasannya :

Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi merupakan teks eksposisi yang berisi mengenai definisi topik tertentu yang dibahas secara mendalam. Contohnya yaitu : pengertian globalisasi, apa itu cuaca, definisi bahasa, dan masih lagi contoh lainnya.

Eksposisi Ilustrasi

Paragraf eksposisi yang satu ini memaparkan tentang informasi dengan metode menampilkan penjelasan atau gambaran yang sederhana terkait sebuah topik dengan topik lainnya yang memiliki persamaan baik sifat atau kemiripan dalam suatu hal tertentu.

Eksposisi Proses

Paragraf eksposisi proses menjelaskan tentang langkah-langkah dalam melakukan atau membuat sesuatu dari awal sampai akhir. (Kurang lebih mirip seperti teks prosedur).

Eksposisi Pertentangan

Paragraf eksposisi pertentangan merupakan teks yang berisi tentang pertentangan satu hal dengan hal lainnya. Misalnya pertentangan kehidupan di pedesaan dan perkotaan.

Eksposisi Perbandingan

Apa itu teks eksposisi perbandingan?  Eksposisi satu ini adalah paragraf eksposisi yang isinya berupa perbandingan dua hal, baik yang sama maupun yang berbeda. Contohnya adalah perbandingan sistem informasi dan teknologi informasi.

Eksposisi Laporan

Dan jenis paragraf eksposisi yang terakhir adalah eksposisi laporan. Menjelaskan hasil laporan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.

Baca juga : teks anekdot.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Pada paragraf eksposisi, terdapat kaidah kebahasaan yang harus ada. Beberapa diantaranya adalah kata ganti, nomina, verba, konjungsi, fakta, dan kata leksikal. Berikut adalah penjelasannya :

Kata Ganti

Salah satu kaidah kebahasaan dari paragraf eksposisi adalah kata ganti atau yang juga disebut pronomina. Kata ganti merupakan jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contohnya adalah ia, dia, Anda, kamu, aku, saudara, -nya, -ku, -mu, si-, kalian, mereka, hadirin, para, kita, dan kami.

Nomina

Pada paragraf eksposisi juga terdapat nomina atau yang lebih dikenal dengan sebutan kata benda. Contohnya adalah pisau, rumah, meja, kursi, buah, sayur, manusia, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Verba

Verba atau kata kerja merupakan kata yang menggambarkan proses atau keadaan. Dalam kalimat, biasanya ditempatkan sebagai predikat. Beberapa contoh kata kerja antara lain mengupas, membelah, menyapu, mencuci, menyiram, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Konjungsi

Pada teks eksposisi juga terdapat konjungsi atau kata penghubung. Pada paragraf eksposisi, konjungsi digunakan untuk memperkuat argumentasi. Beberapa contohnya antara lain yaitu kemudian, lebih lanjut, kenyataannya, dan masih banyak contoh lainnya.

Fakta

Paragraf eksposisi harus memuat fakta yang didasarkan data yang valid dan terpercaya. Bukan hanya opini atau asumsi saja.

Leksikal

Leksikal merupakan kata yang menunjukkan verba, nomina, adjektiva, dan adverbia.

Contoh Teks Eksposisi

Untuk lebih meningkatkan pemahaman kamu seputar ekspor, saya akan memberikan salah satu contoh paragraf eksposisi bertema kesehatan. Mari simak contohnya di bawah ini :

Manfaat Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan tanaman yang kaya manfaat. Tanaman ini bukan sekadar bisa menumbuhkan rambut, tetapi juga memiliki segudang manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh dan kecantikan manusia.

Sayangnya, masih cukup banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang khasiat dari tanaman satu ini. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwasanya lidah buaya dapat mengobati berbagai macam penyakit.

Salah satu manfaat yang bisa dirasakan adalah mampu meredakan jerawat mengganggu di wajah. Berdasarkan hasil penelitian, mengoleskan gel lidah buaya pada pagi dan sore lebih efektif membantu mengurangi jerawat sekitar 35% pada anak-anak dan orang dewasa dibandingkan dengan hanya mengandalkan obat anti jerawat saja.

Bukan hanya itu saja, tanaman dengan nama latin Aloe vera ini juga dapat mengurangi rasa sakit. Sebab di dalamnya terkandung banyak enzim, salah satunya adalah enzim kinase.

Sudah jelas, lidah buaya memang punya banyak manfaat bagi kesehatan maupun kecantikan manusia. Anda bisa memanfaatkannya kapan saja karena tanaman ini sangat mudah ditemukan di alam.

Baca juga : materi teks argumentasi.

Demikian pembahasan lengkap mengenai apa itu teks eksposisi, ciri, struktur, kaidah kebahasaan, plus contohnya lengkap dalam bahasa Indonesia. Jangan lupa bagikan materi ini jika dirasa bermanfaat.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar