mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Teks Persuasi : Ciri, Struktur, Jenis + Contohnya [Lengkap]

Apa Itu Teks Persuasi : Ciri, Struktur, Jenis + Contohnya [Lengkap]

Apa itu teks persuasi

Pada kesempatan ini Ayo Berbahasa akan menjelaskan tentang teks persuasi dan memiliki sebutan lain yaitu teks persuasif. Persuasi merupakan salah satu jenis karangan dalam bahasa Indonesia yang tulisannya bisa mempengaruhi pembaca.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persuasi diartikan sebagai ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya. Selain itu, persuasi juga dapat diartikan menyuruh atau membujuk.

Sama seperti teks argumentasi, paragraf persuasif juga bersifat subjektif. Sebab teks yang satu ini juga mengandung opini pribadi penulisnya dengan didukung data dan fakta.

Untuk lebih mengetahui tentang teks persuasi, mari simak materi selengkapnya pada konten berikut ini.

Apa Itu Teks Persuasi?

Teks persuasi atau teks persuasif merupakan paragraf yang dibuat dengan tujuan menyuruh, mengajak, atau membujuk pembaca supaya melakukan sesuatu sesuai apa yang disampaikan penulis.

Teks persuasi isinya berusaha untuk mempengaruhi pembaca supaya mau mengikuti sesuai dengan isi yang disampaikan pada tulisan yang ada. Teks ini dapat kamu temukan di berbagai tempat, salah satunya di buku bahasa Indonesia.

Walaupun bertujuan membujuk, tetapi masih bersifat halus dan tidak terlalu memaksa. Tidak unsur paksaan atau propaganda sama sekali pada isi paragraf persuasif.

Baca juga : teks narasi.

Pengertian Teks Persuasi Menurut Ahli

Beberapa ahli telah menyampaikan pandangannya seputar definisi karangan persuasi yaitu sebagai berikut :

Targian (1994 : 113)

Menurut Targian, karangan persuasi adalah karangan yang dapat menarik minat dan meyakinkan bahwa pengalaman membaca merupakan suatu hal yang penting.

Kaffer (2001 : 119)

Pengertian paragraf persuasif menurut Kaffer adalah paragraf yang dibuat dengan tujuan membujuk seseorang untuk mau mengikuti tujuan yang dikehendaki tanpa paksaan.

Suparni (1984 : 119)

Arti paragraf persuasif menurut Suparni adalah karya tulis yang disusun dengan tujuan mengajak atau mempengaruhi para pembacanya agar mau mengikuti kemauan si penulis.

Maemunah (2011 : 34)

Paragraf persuasi merupakan paragraf yang bersifat mempengaruhi dan isinya berupa kalimat-kalimat ajakan dengan memperomosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau  mengajak pembaca.

Keraf (2007 : 118)

Teks persuasif adalah suatu seni verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang supaya melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh penulis pada waktu sekarang atau pada waktu yang akan datang.

Baca juga : teks eksplanasi.

Ciri-ciri Teks Persuasi

Ciri-ciri teks Persuasi

Ada beberapa ciri teks persuasif yang membedakannya dengan teks lainnya. Apa saja itu? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini :

Meyakinkan Pembaca

Ciri karangan persuasif yang pertama adalah isinya yang bersifat meyakinkan pembaca supaya mau mempercayai atau mengikuti apa yang ditulis oleh penulis.

Berisi Kata-kata Ajakan

Paragraf persuasi juga berisi kata-kata ajakan. Contohnya yaitu ayo, mari, lakukan, dan lain sebagainya. Kata ajakan ini juga bisa membuat pembaca mau mengikuti apa yang diinginkan oleh penulis.

Disertai Fakta dan Data

Supaya bisa meyakinkan pembaca, maka teks persuasi juga harus didukung dengan fakta dan data yang mendukung. Tanpa adanya hal tersebut, sangat sulit bagi pembaca untuk bisa mempercayai apalagi sampai mengikuti ajakan yang ada pada teks tersebut.

Menghindari Konflik

Isi karangan persuasif berusaha menghindari konflik dengan pembaca agar mereka yakin hingga terjadi kesepakatan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka teks persuasi harus diberikan data dan fakta yang mendukung.

Baca juga : teks berita.

Syarat Penyusun Teks Persuasi

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun paragraf persuasi yakni sebagai berikut :

Pilihan Kata Menarik

Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk bisa meyakini pembaca, kamu bisa memilih kata-kata menarik. Tak cuma menarik saja, pemilihan kata-katanya juga harus tepat karena salah satu yang kuat dari teks persuasif adalah kata-katanya.

Kemampuan Mengolah Emosi

Bukan hanya memilih kata-kata yang menarik, kamu juga harus bisa mengolah emosi pembaca. Penulis harus bisa meredam emosi pembaca dari tulisan yang dibuat, terutama untuk tulisan yang sekiranya menimbulkan perdebatan.

Bukti-bukti

Bukti-bukti dan data pendukung sangat diperlukan guna memperkuat gagasan yang kamu tulis dalam teks tersebut.

Kredibilitas

Penulis teks persuasif harus kredibel dan bisa memahami persoalan apa yang ditulis. Dengan begitu tulisan yang dihasilkan bisa lebih maksimal sehingga pembaca akan lebih mempercayai isi tulisan yang dibuat.

Jenis-jenis Teks Persuasi

Paragraf persuasi terbagi menjadi empat jenis yaitu persuasi politik, persuasi pendidikan, persuasi advertensi, dan persuasi propaganda. Berikut masing-masing penjelasannya :

Persuasi Politik

Teks persuasif bertema politik. Biasa dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia politik.

Persuasi Pendidikan

Merupakan karangan persuasif yang biasa digunakan oleh orang-orang berkecimpung di dunia pendidikan. Paragraf persuasif yang satu ini dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.

Persuasi Advertensi

Karangan persuasi yang dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk atau jasa dan biasa digunakan di dunia usaha. Sudah seharusnya teks persuasi advertensi bisa mempengaruhi pembaca sehingga tertarik membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Persuasi Propaganda

Merupakan salah satu jenis paragraf persuasif yang dibuat dengan tujuan supaya pembaca mau mengikuti apa yang diharapkan oleh penulis. Biasanya teks persuasi yang satu ini digunakan pada saat kegiatan kampanye.

Baca juga : teks eksposisi.

Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Kamu juga perlu mengetahui apa saja kaidah kebahasaan yang ada pada paragraf persuasif. Berikut adalah penjelasan selengkapnya :

Kata-kata Bujukan

Karangan persuasi di dalamnya mengandung kata-kata yang bersifat mengajak dan membujuk. Contohnya yaitu ayo, mari, harus, penting, sepantasnya, dan lain sebagainya.

Kata Kerja Imperatif

Pada karangan persuasif juga terdapat kata kerja imperatif. Jenis verba yang satu ini mengandung unsur permintaan, dorongan, larangan, atau ajakan dan ditandai dengan adanya tanda seru.

Beberapa contoh dari verba imperatif yaitu tolong, jangan, silakan, jadikanlah, waspadalah, hendaknya, dan lain sebagainya.

Kata Penghubung

Pada paragraf persuasif juga terdapat kata penghubung, terutama yang bersifat argumentatif. Contohnya yaitu sebab, karena, dengan demikian, jika, akibatnya, oleh karena itu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kata Istilah dan Teknis

Pada teks persuasif ada kata yang mengandung peristilahan maupun kata teknis berkaitan isu yang diangkat di dalam tulisan.

Struktur Teks Persuasif

Paragraf persuasif terbagi menjadi empat struktur utama yaitu pengenalan isu, rangkaian argumen, pernyataan ajakan, dan penegasan kembali. Mari simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui detail selengkapnya :

Pengenalan Isu

Pada bagian ini, penulis harus terlebih dahulu mengangkat isu pada karangan persuasi yang akan dibuat. Isu inilah yang nantinya akan menimbulkan gejolak ataupun penolakan. Tulis terlebih dahulu permasalahannya agar pembaca bisa mengetahui tujuan kamu membuat tulisan ini.

Rangkaian Argumen

Jika isu atau permasalahan sudah kamu tulis, maka kamu juga harus membuat argumen. Selain argumen dari kamu sendiri, kamu juga bisa memberikan pendapat dari beberapa orang.

Jangan lupa dukung argumen tersebut dengan data dan fakta supaya pembaca mempercayai pendapat tersebut.

Pertanyaan Ajakan

Struktur teks yang satu ini berisi ajakan supaya pembaca tertarik dan mengikuti pesan yang ditulis di dalam karangan persuasif. Bukan hanya dengan kata-kata menarik, melainkan juga didukung dengan fakta.

Penegasan Kembali

Struktur teks persuasi yang bertujuan untuk memperkuat pernyataan dan argumen-argumen sebelumnya. Sehingga pembaca merasa lebih yakin dengan isi persuasi yang kamu buat.

Langkah-langkah Membuat Teks Persuasif

Untuk membuat paragraf persuasif, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Menentu tema atau topik karangan
  2. Mengumpulkan data
  3. Menyusun kerangka paragraf
  4. Mengembangkan kerangka paragraf sehingga menjadi teks persuasi yang utuh.

Contoh Teks Persuasif

Jumlah populasi makhluk hidup semakin meningkat pesat. Hal tersebut berdampak terhadap pengurangan luas hidup akibat pembuatan tempat tinggal. Alhasil, bumi menjadi semakin panas dan kandungan CO2 di udara semakin meningkat.

Kondisi tersebut tentu saja sangat tidak baik karena menyebabkan pemanasan global dan mencairnya es kutub. Data menunjukkan, kenaikan suhu Bumi rata-rata lebih dari 1 derajat Celcius.

Oleh karena itu, kita harus mengatasinya salah satunya dengan menanam tanaman hijau. Jika tidak memiliki lahan, bisa menanam di pot ataupun media tanam yang lainnya.

Tularkan kebiasaan baik ini kepada yang lainnya. Mari kita sama-sama berjuang untuk mengurangi dampak dari pemanasan global yang kini sudah semakin memprihatinkan.

Demikian penjelasan mengenai apa itu teks persuasi dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada materi Ayo Berbahasa berikutnya.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar