mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Teks Eksplanasi : Ciri, Struktur, Kaidah + Contoh [Lengkap]

Apa Itu Teks Eksplanasi : Ciri, Struktur, Kaidah + Contoh [Lengkap]

Apa itu teks eksplanasi

Materi kali ini masih tentang salah satu jenis teks dalam bahasa Indonesia, yaitu teks eksplanasi. Jika kamu pernah membaca di buku bahasa Indonesia ataupun buku-buku lainnya mengenai ulasan gempa bumi atau tsunami itulah yang disebut dengan paragraf eksplanasi.

Tak cuma fenomena alam, eksplanasi juga menjelaskan tentang fenomena sosial.
Sebenarnya apa itu teks eksplanasi? Apa saja ciri-ciri, struktur, dan kaidah kebahasaannya? Untuk memahaminya, mari baca secara menyeluruh materi tentang eksplanasi pada konten berikut ini.

Apa Itu Teks Eksplanasi?

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang fenomena alam atau sosial dalam kehidupan sehari-hari. Berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu 'explain' yang artinya menjelaskan.

Paragraf eksplanasi berisi tentang peristiwa yang timbul karena ada peristiwa sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang baru ke depannya. Penulisannya harus berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Teks yang satu ini menjawab bagaimana suatu fenomena bisa terjadi dan penyebab terjadinya suatu fenomena. Sebagai contoh, teks 'gempa bumi' maka wajib menjelaskan proses terjadinya dan penyebab mengapa gempa bumi bisa terjadi.

Sementara itu, menurut buku The Contemporary English-Indonesian Dictionary : 651 eksplanasi teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lain sebagainya.


Pengertian Teks Eksplanasi Menurut Ahli

Selain itu, beberapa pakar menyampaikan pendapatnya seputar paragraf eksplanasi. Berikut ini pengertian teks eksplanasi menurut beberapa ahli :

Mahsun (2013 : 189)

Di dalam buku Mahsun halaman 189 dijelaskan bahwa eksplanasi merupakan teks yang terdiri atas struktur pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup.

Restuti (2013 : 85)

Menurut Restuti, eksplanasi ialah teks yang menjelaskan atau menerangkan tentang proses atau fenomena alam maupun sosial.

Kosasih dan Kurniawan (2019 : 114)

Menurut buku Kosasih dan Kurniawan halaman 114, mereka menjelaskan teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan suatu peristiwa, baik itu berupa peristiwa alam, sosial dan budaya, ataupun peristiwa pribadi.

Priyatni (2014 : 82)

Pengertian eksplanasi menurut Priyatni adalah teks yang berisi penjelasan mengenai proses yang berhubungan dengan fenomena alam, sosial, pengetahuan, budaya dan lain sebagainya.

Tujuan Teks Eksplanasi

Penulisan paragraf ekplanasi dibuat dengan tujuan memberikan penjelasan secara rinci kepada pembaca mengenai fenomena alam atau sosial supaya mereka bisa memahaminya. Selain itu, teks eksplanasi juga bertujuan untuk menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa.


Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Ciri ciri teks eksplanasi

Paragraf eksplanasi juga memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan teks lainnya. Apa saja itu?
  • Informasi yang disampaikan berdasarkan fakta.
  • Bersifat informatif dan tidak mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
  • Membahas fenomena yang bersifat keilmuan (ilmiah).
  • Berfokus kepada hal umum, bukan partisipan manusia. Contohnya adalah gempa bumi, hujan, tsunami, banjir, tanah longsor, angin topan dan lain sebagainya.
  • Terdiri atas tiga struktur yaitu pernyataan umum, sebab akibat, dan interpretasi.
  • Bersifat objektif yang didukung teori relevan sehingga bisa dijadikan rujukan yang valid.
  • Fenomena paragraf eksplanasi bersifat teoritis dan logis.
  • Menggunakan sequence marker yang menjadi acuan kronologis fenomena yang tertulis pada teks eksplanasi. Contoh sequence marker yaitu pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya.

Skematik Teks Eksplanasi

Ada tiga skematik paragraf eksplanasi yakni general statement, sequence of explanations, dan closing. Berikut ini masing-masing penjelasannya :

General Statement

Berisi satu stetemen suatu topik. Biasanya berupa proses keberadaan, proses terjadinya, proses terbentuknya, dan lain sebagainya. Ditulis secara ringkas, jelas namun menarik supaya bisa menarik minat pembaca untuk membaca detail selanjutnya.

Sequence of Explanations

Merupakan penjelasan lebih lanjut dari general statement. Menjawab pertanyaan 'bagaimana' yang jawabannya berupa declarative sentence.

Selain itu, pada paragraf eksplanasi juga sangat dimungkinkan menggunakan sequence marker sebab suatu proses perlu dijelaskan secara bertahap mulai dari pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, hingga terakhir.

Closing

Merupakan penutup yang berisi kesimpulan tentang suatu topik dan proses yang telah dijelaskan.


Struktur Teks Eksplanasi

Untuk menjadi satu kesatuan teks yang utuh, eksplanasi membutuhkan struktur teks yang lengkap. Adapun struktur paragraf eksplanasi terdiri atas :

Pernyataan Umum

Struktur yang pertama adalah pernyataan umum. Berisi tentang latar belakang atau identifikasi fenomena yang bakal dijelaskan serta memberikan gambaran mengenai apa, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa atau fenomena bisa terjadi.

Deretan Penjelas

Berisi tentang penjelas atau perincian proses terjadinya fenomena. Atau bisa juga tentang sebab akibat suatu fenomena beserta dampak dan akibat yang akan ditimbulkan.

Interpretasi

Interpretasi berisi tentang penafsiran penulis mengenai topik secara lebih menyeluruh. Juga menjelaskan tentang hubungan peristiwa yang menyertainya.

Simpulan

Menurut beberapa sumber, simpulan bukan termasuk ke dalam struktur teks eksplanasi. Isinya adalah tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Selanjutnya mari kita bahas tentang kaidah kebahasaan paragraf eksplanasi. Jika kamu ingin membuat eksplanasi, wajib mengetahui tentang hal ini supaya hasilnya mudah dipahami pembaca yang universal. Berikut ini penjelasannya :

Kopula

Kopula adalah verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen (KBBI V ). Digunakan untuk menjelaskan definisi kata atau istilah yang berhubungan dengan fenomena, contohnya pada kalimat gunung Merapi merupakan gunung berapi di Indonesia.

Konjungsi

Pada teks eksplanasi terdapat konjungsi atau kata sambung. Fungsinya adalah menjelaskan hubungan sebab akibat dari suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi. Ditandai dengan kata bila, sehingga, sebelum, jika, misalnya, atau kemudian.

Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif atau verba aktif merupakan kata kerja yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Ada pada bagian deretan penjelas sebab bertujuan menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (dalam hal ini adalah fenomena) berperan sebagai tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwa tertentu.

Keterangan Waktu

Pada teks eksplanasi juga terdapat adverbia, lebih khusus keterangan waktu yang dipakai untuk menjelaskan waktu terjadinya fenomena.

Istilah Ilmiah

Seperti apa yang sudah saya singgung di atas, salah satu ciri dari eksplanasi adalah membahas fenomena yang bersifat keilmuan. Maka dari itu terdapat banyak istilah ilmiah pada teks eksplanasi ini.

Istilah-istilah ini dipakai untuk lebih memperjelas definisi, kronologi, ataupun hubungan sebab dan akibat terjadinya suatu fenomena.

Kalimat Pasif

Paragraf eksplanasi mengandung kalimat pasif atau kalimat yang subjeknya dikenakan pekerjaan atau aktivitas.

Justifikasi

Teks eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang dijelaskan secara kausal memang benar adanya.

Baca juga : materi teks berita.

Contoh Teks Eksplanasi

Sebagai penutup dan untuk menambah pemahaman kamu, berikut ini saya berikan dua contoh paragraf eksplanasi mengenai fenomena sosial dan fenomena alam.

Contoh Eksplanasi Fenomena Sosial (Kemiskinan)

Kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan seseorang yang tidak mampu untuk kebutuhan dasar di dalam hidupnya. Dengan pendapatan yang rendah, seseorang yang miskin tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Pada umumnya, masyarakat miskin tinggal di gubuk atau kolong jembatan yang kumuh. Kemiskinan adalah problem yang umum terjadi terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Kemiskinan bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah terbatasnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan kelengkapan pendidikan. Faktor tersebut bisa timbul karena kebangkrutan, musibah, sampai struktur sosial.

Faktor penyebab kemiskinan yang paling utama adalah masalah perilaku dan struktur sosial. Selain itu, sikap gengsi, perilaku boros serta konsumtif juga bisa membuat seseorang menjadi miskin.
Dibalik itu semua, telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.

Beberapa diantaranya yaitu menaikkan upah minimum pekerja, menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya, pendidikan gratis, hingga tempat tinggal gratis seperti rusunawa.

Usaha tersebut juga harus didukung oleh sikap dan perilaku masyarakat yang baik seperti menghamburkan uang, rajin menabung, menghindari gengsi sehingga dapat menekan jumlah kemiskinan.

Tak seharusnya kemiskinan ada di Indonesia. Jika terdapat sinergitas antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama saling membantu dalam mengatasi masalah kemiskinan yang ada di negeri ini.

Contoh Eksplanasi Fenomena Alam (Tanah Longsor)

Longsor merupakan sebuah peristiwa yang terjadi ketika adanya pergerakan tanah karena berpindahnya masa batuan dalam berbagai jenis hingga jatuhnya bebatuan dan membentuk gumpalan tanah yang besar.

Secara garis besar, tanah longsor diakibatkan oleh 2 faktor, yaitu faktor pemicu dan faktor pendorong. Faktor pemicu adalah hal - hal yang membuat pergerakan material di dalam tanah bisa terjadi. Sedangkan faktor pendorong meliputi kondisi material dan lingkungan di tempat terjadinya tanah longsor.

Tanah longsor di Indonesia merupakan bencana alam yang sering terjadi. Pada umumnya, peristiwa ini didahului oleh gemba yang menggerakan lempeng di bawah tanah hingga menggeser permukaan bumi, termasuk material tanah yang menjadi pecah dan menimbulkan longsor.

Selain dari itu, longsor juga bisa dipicu oleh penyebab lain, baik oleh alam maupun hasil perbuatan manusia. Contohnya adalah curah hujan yang tinggi hingga terjadinya penguapan air dari permukaan tanah dalam jumlah banyak.

Penguapan yang terjadi sebelum hujan akan menimbulkan terbukanya rongga - rongga tanah hingga membuat permukaanya menjadi retak. Ketika hujan turun, air akan masuk ke rongga tersebut hingga terakumulasi di dasar lereng dan membuat pergerakan lateral yang menyebabkan longsor.

Sebagai pencegahan, menanam pohon di daerah tebing dan permukaan tanah yang miring harus rutin dilakukan. Karena akar pohon akan membantu menyerap air hujan agar tidak langsung tertimbun di dasar lereng.

Itulah beberapa penyebab dari terjadinya bencana longsor. Kita pasti sadar banyak kerugian yang dirasakan ketika bencana alam ini terjadi. Mulai dari kerugian materi seperti kehilangan rumah, tanah, lahan kebun, hingga korban jiwa.

Karena sangat jarang ada korban yang bisa selamat dari bencana tanah longsor. Ketika harus melarikan diri di tengah pergerakan tanah yang kecepatannya mencapai 100 km/jam, mustahil untuk korban bisa selamat tanpa peralatan dan perlindungan yang memadai. Bahkan tidak jarang korban bencana longsor yang mengalami trauma karena peristiwa tersebut.

Bila Anda tinggal di daerah rawan perbukitan atau lereng yang rawan longsor dan mendengar suara gemuruh besar, maka segeralah lari menuju tempat yang kondisi tanahnya stabil. Jangan mendekati area pinggir tebing atau jurang curam untuk menghindari terkena longsor secara langsung.

Demikian pembahasan lengkap mengenai apa itu teks eksplanasi, ciri-ciri, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contohnya. Selamat belajar dan jika ada yang belum dipahami, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar ya.

*Diolah dari berbagai sumber.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar