mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Kata Ganti Bahasa Indonesia : Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kata Ganti Bahasa Indonesia : Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh

Kata ganti bahasa Indonesia

Kata ganti atau pronomina merupakan salah satu jenis kata dalam bahasa Indonesia. Umumnya hal ini umumnya juga berlaku untuk bahasa universal lainnya seperti bahasa Inggris. Kata ganti biasanya digunakan untuk mengganti kata benda atau yang juga disebut dengan nomina.

Kata ganti berfungsi untuk efektifitas dan efisiensi kalimat dalam frase, paragraf atau kalimat. Dengan adanya pronomina, kamu tidak perlu lagi menuliskan nama orang atau benda secara berulang-ulang sehingga menjadi kalimat yang lebih efektif.

Mari lihat contoh kalimat berikut ini...

Andi tinggal di Jakarta selama lebih dari 2 tahun. Dia pernah bekerja di berbagai perusahaan yang ada di sana. Perjuangannya tidak mudah hingga dia bisa sukses seperti saat ini.

Penjelasan :

Kata "dia" dalam paragraf di atas merupakan salah satu contoh dari pronomina. Tujuannya untuk menggantikan kata "Andi" sehingga kalimat menjadi efektif dan tidak ada nomina yang berulang-ulang.

Pengertian Kata Ganti Bahasa Indonesia

Apa itu kata ganti? Kata ganti atau disebut nomina merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan subjek atau objek berupa kata benda (nomina). Beberapa contoh dari kata ganti adalah aku, engkau, dan dia.

Pronomina merupakan kata yang digunakan untuk mengacu kepada nomina lain (Alwi, dkk., 2003: 249). Sementara itu menurut (Kridalaksana, 2008: 76), pronomina merupakan kategori yang berfungsi untuk menggantikan nomina.

Ciri-ciri Kata Ganti Bahasa Indonesia

Setelah membahas definisinya, kini saatnya kamu mengetahui ciri-ciri dari pronomina. Apa saja? Berikut ini adalah penjelasannya :

  • Pada umumnya, pronomina berada di subjek atau objek pada kalimat.
  • Pronomina letaknya dapat berubah-ubah alias tidak tetap
  • Pronomina tidak mengacu hanya satu konteks, tetapi menyesuaikan konteks keseluruhan kalimat. Hal ini disebabkan karena acuannya yang bisa berubah-ubah atau berpindah-pindah  menyesuaikan konteks dari kalimat yang ada.
  • Ciri berikutnya yaitu pronomina biasanya mengikuti siapa yang menjadi pembicara, pembaca, ataupun siapa yang dibicarakan.

Jenis-jenis Kata Ganti Bahasa Indonesia

Secara garis besar, pronomina atau kata ganti terbagi menjadi 4 jenis yaitu kata ganti orang, kata ganti kepemilikan, kata ganti penunjuk, dan kata ganti penanya. Berikut adalah penjelasan masing-masing pronomina tersebut :

1. Kata Ganti Orang

Kata ganti orang atau pronomina persona merupakan kata yang digunakan untuk menggantikam kata benda orang dengan nomina yang lainnya. Pronomina yang satu ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu kata ganti (pronomina) orang pertama tunggal, kata ganti (pronomina) orang pertama jamak, kata ganti (pronomina) orang kedua tunggal, kata ganti (pronomina) orang kedua jamak, kata ganti (pronomina) orang ketiga tunggal, dan kata ganti (pronomina) orang ketiga jamak.

Kata Ganti Orang Pertama Tunggal

Kata ganti orang pertama tunggal merupakan kata ganti yang dipakai untuk pengucap atau penulis yang merupakan pelaku utama dalam kalimat. Contohnya adalah saya, aku, daku. Ketiganya digunakan pada tempat yang berbeda-beda.

Saya merupakan pronomina persona pertama tunggal yang bersifat formal dan diucapkan pada acara-acara resmi, diucapkan kepada orang yang lebih tua, dan ditulis pada tulisan-tulisan pad buku non fiksi. Sementara itu untuk kata aku lebih banyak digunakan pada situasi yang tidak formal.

Lalu bagaimana dengan kata "daku?" Biasanya kata ganti yang satu ini banyak ditulis pada karya sastra. Yaitu pada cerpen, novel, atau puisi. Namun pada karya sastra terkadang penulis menulis dengan kata "aku" bukan "daku".

Berikut ini beberapa contoh kalimat yang mengandung pronomina satu ini :

  • Aku tiba di bandara pukul 3 sore
  • Saya adalah seorang penulis buku
  • Sungguh, daku sangat merindukanmu

Kata Ganti Orang Pertama Jamak

Sementara itu kata ganti orang pertama jamak merupakan pronomina yang ditujukan ke orang lain yang terlibat langsung dengan penulis/pengucap dalam kalimat. Pronomina pesona jamak ada 2, yaitu kami dan kita. Keduanya sering dianggap sama namun sesungguhnya berbeda.

Kami bersifat eksklusif, maksudnya pronomina satu ini mencakup pembicara /penulis dan orang lain di pihaknya. Sedangkan kita bersifat inklusif, artinya pronomina tersebut mencakup tidak hanya pembicara/penulis saja tetapi juga pendengar/pembaca, dan mungkin pula pihak lain. Atau dalam arti lain, cakupan kita lebih luas daripada kami.

Supaya kamu lebih paham lagi, coba perhatikan 2 kalimat berikut ini :

  • Kita akan berangkat pukul 8 pagi
  • Kami akan berangkat pukul 8 pagi.

Secara sekilas, memang hampir sama kedua kalimat tersebut. Penulis menyatakan bahwa dirinya akan berangkat bersama orang lain ke suatu tempat pada pukul 8 pagi.

Yang membedakan adalah pada kalimat pertama, tulisan tersebut tidak hanya mengacu kepada penulis dan orang-orang yang berkaitan saja tetapi juga mengacu untuk orang yang lebih luas. Sedangkan untuk kalimat yang kedua lebih dikhususkan menggantikan penulis dan juga orang-orang yang ada di pihaknya (bisa temannya, saudaranya, atau orang tuanya).

Kata Ganti Orang Kedua Tunggal 

Pronomina persona kedua tunggal merupakan kata ganti yang ditujukan kepada orang lain (hanya 1 orang) yang terlibat langsung dengan penulis dalam kalimat. Yang termasuk pronomina persona jenis ini adalah engkau, kamu, Anda,
dikau, kau-, dan mu yang digunakan pada kondisi yang berbeda-beda.

Engkau, kamu, dan -mu digunakan oleh orang tua terhadap orang muda yang sudah dikenal dengan baik dan lama, orang dengan status sosial lebih tinggi, orang yang memiliki hubungan akrab tanpa melihat status sosial. Beberapa contoh kalimatnya yaitu sebagai berikut :

Pukul berapa kamu berangkat les, nak?
Mengapa kemarin engkau tidak masuk?
Baru sebentar berolahraga lagi, kenapa tubuhmu sudah sangat lelah?

Sedangkan untuk kata "anda" biasanya tidak dikhususkan pada satu orang khusus. Selain itu, juga bisa digunakan oleh pembicara ketika bertatap muka dengan orang lain namun tidak ingin bersikap terlalu akrab. Contohnya yaitu sebagai berikut :

  • Sebentar lagi kita akan terbang, mohon gunakan sabun pengaman anda.
  • Dimana tempat tinggal anda sekarang?

Sama halnya dengan kata daku, kata "dikau" juga banyak ditemukan pada karya sastra. Terutama pada novel atau puisi. Seperti pada kalimat : Hanya dikau sosok yang kurindukan selama ini.


Kata Ganti Orang Kedua Jamak

Pronomina persona yang satu ini ditujukan kepada orang lain/lawan bicara (lebih dari 1 orang) yang terlibat langsung dengan penulis dalam kalimat. Contohnya yaitu : kalian. Beberapa contoh dalam kalimat yakni sebagai berikut :

  • Untuk sementara kalian bisa tinggal di sini.
  • Apakah kalian yang merusak tanaman ini?
  • Kalian berdua duduk di bangku paling belakang.
  • Apa yang sedang kalian lakukan?
  • Kalian mau liburan kemana?

Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal

Kata ganti atau pronomina orang ketiga tunggal merupakan kata ganti yang ditujukan kepada orang lain/bukan lawan bicara dan tidak terlibat langsung dengan penulis/pembicara. Pronomina persona yang satu ini ditandai dengan kata dia, ia, beliau, dan -nya.

Pronomina dia dan ia sama-sama bisa diletakkan pada bagian subjek. Namun di bagian selain subjek, hanya kata "dia" yang bisa dimasukkan. Sebagai contoh perhatikan terlebih dahulu 2 kalimat berikut ini

  • Dia adalah anak yang pandai.
  • Ia setuju dengan pendapat kami.
  • Saya tidak tau alamat rumah ia.

Kalimat pertama dan kedua sudah benar seperti itu. Kata ia dan dia berperan sebagai subjek. Namun untuk kalimat ketiga, penggunaan pronomina ia bukan merupakan hal yang tepat. Seharusnya diganti dengan kata dia.

Sementara itu beliau merupakan pronomina untuk menunjukkan rasa hormat. Biasanya diucapkan untuk orang yang lebih tua atau lebih dihormati. Maka dari itu pronomina ini diucapkan/ditulis orang yang lebih muda untuk menggantikan kata benda orang yang lebih tua (ayah, ibu, kakek, atau nenek) atau yang dihormati.

  • Beliau adalah orang yang melahirkanmu ke dunia ini
  • Beliau bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupmu
  • Beliau menduduki jabatan gubernur Jawa Timur
  • Beliau pernah menjabat presiden selama 2 periode.

Pronomina persona ketiga dalam bentuk -nya digunakan untuk mengubah kategori suatu kata kerja menjadi kata benda. Apabila -nya dilekatkan pada verba, baik kata kerja aktif maupun pasif, verba tersebut berubah kategorinya menjadi nominal. Beberapa contoh kalimatnya yakni sebagai berikut :

  • Datangnya kapan?
  • Tidak tertangkapnya pencuri itu membuat warga merasa cemas.
  • Ditundanya ujian itu membuat siswa bersorak.
  • Tertangkapnya perampok itu membuat desa ini aman.

Kata Ganti Orang Ketiga Jamak

Kata ganti orang ketiga jamak merupakan pronomina yang ditujukan kepada orang lain/bukan lawan bicara yang tidak terlibat langsung dalam kalimat. Contohnya yaitu pada kata "mereka".

  • Mereka berlibur ke pantai Kuta.
  • Mereka sudah pergi sejak kemarin sore.
  • Mereka mencuri buah mangga milik Pak Agus.

2. Kata Ganti Penunjuk

Kata ganti yang satu ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu berupa nomina. Baik itu benda ataupun tempat tertentu. Pronomina penunjuk ada 3 macam yaitu pronomina penunjuk tempat, pronomina penunjuk umum, dan pronomina penunjuk Ikhwal. Berikut adalah penjelasannya :

Pronomina Penunjuk Tempat

Merupakan kata ganti yang menunjuk ke suatu tempat. Terdiri atas sini, sana, dan situ. Titik pangkal perbedaan di antara ketiganya ada pada pembicara yaitu dekat (sini), agak jauh (situ), dan jauh (sana).

Karena menunjuk lokasi, pronomina ini sering digunakan dengan preposisi pengacu arah, di, ke, atau dari. Sehingga terdapat kata di sini, ke sini, dari sini, di sana, ke sana, dari sana, di situ, ke sini, atau dari situ. Beberapa contoh kalimat yang mengandung pronomina Penunjuk Tempat yaitu :

  • Kita akan berangkat dari sini.
  • Makanannya ada di situ.
  • Siapa saja yang akan pergi ke sana?
  • Baru tadi sore Paman datang ke sini.
  • Aku juga ingin pergi ke sana.

Pronomina Penunjuk Umum

Merupakan kata ganti penunjuk Pronomina "ini" mengacu pada acuannya yang dekat pembicara/penulis, pada waktu yang akan datang, atau pada informasi yang bakal disampaikan. Sedangkan pronomina penunjuk "itu" dipakai untuk acuan yang agak jauh dari pembicara/penulis, pada masa lalu, atau pada informasi yang sudah disampaikan.

Sementara itu untuk kata "anu" digunakan jika seseorang tidak dapat mengingat benar kata apa yang harus dia pakai, padahal ucapannya telah dimulai. Berikut ini beberapa contoh kata ganti penunjuk umum :

  • Dia pergi ke tempat itu.
  • Ini bukuku.
  • Itu pensilku.
  • Saya setuju dengan pendapat Pak Haris itu.
  • Duduklah supaya anumu tidak kelihatan.

Pronomina Penunjuk Ikhwal

Adalah pronomina atau kata ganti bahasa Indonesia yang mengandung kata begini dan begitu. Titik pangkal perbedaannya sama dengan penunjuk tempat yaitu dekat (begini) dan jauh (begitu). Akan tetapi hal ini jauh dekatnya bersifat psikologis, bukan jarak.

  • Jangan berbuat begitu lagi.
  • Jadi selama ini kamu lakukan begini di belakangku.
  • Aku baru tahu jika dia bersikap begitu.

3. Kata Ganti Kepemilikan

Pronomina kepemilikan merupakan kata ganti yang dipakai untuk menggantikan posisi benda yang dimiliki seseorang. Ada beberapa aturan dalam penulisan kata ganti kepemilikan bahasa Indonesia yaitu :

  • Kata Benda (yang dimiliki orang pertama tunggal) berubah menjadi (kata bend) + ku. Contohnya : saya adalah pemilik penghapus itu. (maksud dari penghapus itu adalah penghapus milikku)
  • Kata Benda (yang dimiliki orang kedua tunggal) berubah menjadi (kata benda/kata) + mu. Contohnya : kamu adalah pemilik penghapus itu (penghapus tersebut milik kamu dan bisa diubah kalimatnya menaksir penggaris itu milikmu atau itu penggarismu).
  • Kata Benda (yang dimiliki orang ketiga tunggal) berubah menjadi (kata benda) + nya. Contohnya : Dia adalah pemilik penggaris itu (dapat diganti dengan kalimat penggaris itu miliknya.

4. Kata Ganti Penanya

Jenis kata ganti bahasa Indonesia yang terakhir adalah pronomina penanya. Kata ganti penanya merupakan kata ganti yang digunakan untuk menanyakan orang, tempat, waktu atau keadaan. Ada beberapa kata ganti penanya, antara lain :

Penanya orang atau benda

Terdiri atas kata tanya apa, siapa, dan yang mana. Contohnya yaitu :

  • Apa yang kamu lakukan?
  • Siapa nama ayahmu?
  • Yang mana sepatuku?

Penanya tempat

Terdiri atas beberapa kata tanya yaitu di mana, dari mana, dan ke mana. Contohnya:

  • Di mana bapak letakkan bukuku?
  • Dari mana kau tahu peristiwa itu?
  • Ke mana kau semalam?

Penanya waktu

Merupakan kalimat penanya yang mengandung kata tanya kapan. Contohnya:

  • Kapan kamu menikah?
  • Kapan kamu pergi?
  • Kapan dia berangkat?

Contoh Kalimat yang Mengandung Kata Ganti Bahasa Indonesia

Berikut ini beberapa contoh kalimat lainnya yang mengandung pronomina bahasa Indonesia :

  • Aku belajar sedari kecil untuk menggapai cita-cita.
  • Kamu tidak perlu pergi ke tempat itu lagi.
  • Dia duduk termenung di taman sejak tadi pagi.
  • Mereka sangat senang setelah dinyatakan sebagai juara umum.
  • Terima kasih atas bantuan anda selama ini kepada keluarga saya. 
  • Kalian terus saja merundung siswa baru itu.
  • Kapan kamu pergi ke Surabaya?
  • Di mana rumah Rudi?
  • Ke mana perginya semua warga desa ini?
  • Siapa yang menjadi pemimpin upacara pada hari senin?
  • Bukuku hilang kemana sejak kemarin sore.
  • Rumah ini adalah bukti perjuangan dan kerja keras ayah.
  • Udara di sini sangat segar.
  • Pergilah ke sana untuk sementara.
  • Kondisi begini yang membuat Rani tidak merasa nyaman di sekolah.
  • Alat itu tidak berfungsi sama sekali saat gempa susulan terjadi.
  • Tulisanmu seperti tulisan seorang dokter.
  • Sumbangan kami raib dirampok sekawanan perampok di tengah jalan.
  • Usaha mereka ternyata belum membuahkan hasil.
  • Kerja kerasnya dipandang remeh oleh semua orang.
  • Rumah yang berwarna kuning itu selalu ramai dikunjungi oleh anak-anak.
  • Ibu membuat masakan yang sangat lezat saat ini.


Bagaimana sudah paham kan? Bila kamu masih belum mengerti tentang kata ganti bahasa Indonesia, langsung saja tanyakan melalui kolom komentar. Jangan lupa bagikan materi ini kepada yang lainnya apabila bermanfaat ya, terima kasih.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment