mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Teks Hikayat : Pengertian, Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

Teks Hikayat : Pengertian, Ciri, Struktur + Contoh [Lengkap]

teks hikayat

Hikayat merupakan salah satu jenis dari cerita rakyat yang berasal dari Melayu. Cerita rakyat sendiri merupakan kisah atau cerita yang diceritakan secara turun temurun dalam suatu daerah atau negara tertentu.

Cerita rakyat itu ada banyak jenisnya. Mulai yang diketahui siapa pengarangnya hingga yang tidak diketahui siapa pengarangnya. Hikayat sendiri termasuk yang tidak diketahui siapa pengarangnya.

Nah pada kesempatan ini, Ayo Berbahasa akan menjelaskan tentang pengertian, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga contoh dari hikayat. Mari simak selengkapnya pada konten berikut ini

 

Pengertian Teks Hikayat

pengertian hikayat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hikayat merupakan karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

Hikayat sendiri berasal dari bahasa Arab "Haka" yang artinya "bercerita atau menceritakan". Fungsinya yaitu untuk membangkitkan semangat, sebagai penghibur, dan juga untuk meramaikan sebuah pesta.

Umumnya, hikayat menceritakan tentang kisah pahlawan, tokoh, atau orang sakti pada zaman dulu dengan menekankan pada kesaktian dan kekuatan yang mereka miliki. Walaupun ada juga beberapa cerita hikayat yang bertokoh manusia biasa, namun tetap memiliki kelebihan spesial seperti pintar dan cerdik.

Kebanyakan tokoh dari hikayat adalah raja-raja, anak raja, putri, dan orang-orang suci. Contohnya seperti hikayat Nabi Sulaiman, yang merupakan seorang raja sekaligus nabi alias orang suci, atau hikayat Bayan Budiman yang menceritakan seorang pedagang biasa bernama Ajam, namun punya burung yang bisa berbicara.

Cerita-cerita hikayat tersebut menjonjolkan sisi kemustahilan, keajaiban, dan kemampuan para tokoh dalam kisah mereka. Meskipun begitu, kisah ini tetap bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa, bahkan dapat membangkitkan jiwa semangat pembacanya.

Para pengarang dari hikayat juga kebanyakan anonim alias tidak diketahui. Biasanya, cerita ini disebarkan secara turun temurun sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Kalaupun ada yang diketahui siapa penulisnya, biasanya tokoh tersebut hanyalah penyadur alias yang menerjemahkan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia.  

Contohnya pada hikayat Bayan Budiman, konon cerita ini diterjemahkan oleh Kadi Hasan dari bahasa Persia tahun 773 H. Sedangkan pengarang aslinya tidak diketahui karena usia ceritanya pun sudah ratusan tahun.

 

Ciri Teks Hikayat

Jika berbicara tentang ciri teks hikayat, kita bisa membaginya menjadi 2 bagian, yaitu ciri karakteristik cerita dan ciri karakteristik kebahasaan atau penulisan.

Ciri kebahasaan dari teks hikayat berupa:

Sedangkan karakteristik dari cerita hikayat yaitu :

  • Anonim (tidak diketahui penulisnya)
  • Kebanyakan berlatar istana (istana sentris)
  • Memiliki alur berbingkai
  • Memiliki unsur keajaiban, kekuatan, atau kemustahilan dalam ceritanya
  • Para tokohnya memiliki kesaktian atau berhubungan dengan sesuai yang diluar nalar

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu apa saja karakteristik teks hikayat di bawah ini.

 

Tidak Diketahui Penulisnya (Anonim)

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, kebanyakan hikayat tidak diketahui siapa penulisnya karena sudah berusia ratusan tahun. Selain itu, jenis teks ini disampaikan dari orang ke orang secara lisan, sebelum akhirnya dibukukan atau di tulis di kertas ketika diterjemahkan ke bahasa lain.

Anonim sendiri artinya tidak jelas identitasnya atau tanpa nama. Jadi, orang yang dikenal dalam cerita hikayat bukanlah pengarang aslinya, melainkan penerjemahnya.

 

Kebanyakan Berlatar di Istana (Istana Sentris)

Karakteristik hikayat yang berikutnya adalah istana sentris. Jika kamu pernah membaca banyak hikayat, bisa diperhatikan sendiri bahwa 90% cerita tersebut berlatar di istana, meskipun tidak selalu tentang raja atau pangeran.

Beberapa hikayat juga ada yang mengisahkan cerita orang terdekat raja seperti keluarganya, saudaranya, panglima atau prajurit raja yang memiliki keajaiban, atau bahkan saudagar yang berhubungan dengan raja, ratu, atau para putri raja.

 

Memiliki Alur Berbingkai

Alur berbingkai maksudnya adalah cerita lain dalam cerita hikayat ini. Contohnya seperti saudagar biasa yang jatuh cinta kepada putri raja yang terkenal dan punya kisah sendiri. Namun dalam teks hikayat tersebut, tokoh utama dan cerita utamanya tetap tentang sang saudagar, sedangkan kisah lengkap sang raja dibahas dalam cerita lain.

Fungsi dari alur berbingkai ini adalah untuk membantu mempermudah pembaca dalam memahami cerita hikayat. Dengan begitu walaupun tokoh utama dari hikayat bukanlah tokoh terkenal, pembaca bisa tetap paham latar, jalan cerita, serta bisa tetap tertarik membaca kisah sampai habis.

 

Memiliki Unsur Keajaiban, Kekuatan, atau Kemustahilan dalam Ceritanya

Sebelumnya sudah disampaikan juga bahwa dalam cerita hikayat selalu ada unsur kemustahilan, keajaiban, atau kekuatan yang tidak disangka-sangka yang terjadi pada tokoh utama. Tetapi, unsur kemustahilan ini tidak membuat cerita hikayat jadi tidak masuk akal atau membosankan karena tidak bisa dimengerti.

Justru unsur keajabian ini membuat hikayat semakin menarik untuk dibaca, sebab banyak orang menganggap keajaiban dan mukjizat bisa terjadi kapan saja.

Salah satu contoh kemustahilan dalam kisah hikayat bisa kamu lihat dalam cerita Bunga Kemuning.

Singkatnya, diceritakan bahwa salah satu anak seorang raja bernama Putri Kuning meninggal karena disiksa oleh kakanya karena iri. Tetapi sang kakak menyembunyikan Putri Kuning agar tidak ditemukan oleh ayahnya.

Karena rindu dengan anaknya, sang raja akhirnya mencari Putri Kuning hingga ia menemukan pusara tanpa nama dengan bunga yang sangat harum di tempat sang kakak menyembunyikan Putri Kuning. Karena rindu akan anaknya yang hilang, bunga tersebut diberi nama Bunga Kemuning oleh sang raja.

 

Para Tokohnya Memiliki Kesaktian atau Berhubungan dengan Sesuatu yang Diluar Nalar

Masih berhubungan dengan karakteristik yang sebelunya, hampir semua cerita hikayat juga memiliki tokoh yang punya kesaktian atau berhubungan dengan sesuatu yang diluar nalar.

Contohnya pada hikayat Bayan Budiman, tokoh utamanya bertemu dengan burung yang bisa bicara. Atau pada hikayat Nabi Sulaiman, diceritakan bahwa Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan hewan dan memerintah jin.

Dan sama seperti kemustahilan dalam karakteristik sebelumnya, kesaktian para tokoh dalam hikayat tidak membuat ceritanya jadi sulit dimengerti dan membosankan. Sebab orang-orang sakti yang punya kekuatan spesial dianggap normal pada zaman tersebut.

 

Menggunakan Kata-kata yang Sudah Jarang Digunakan di Era Modern (Arkais)

Ciri teks hikayat yang berikutnya ini dilihat bukan dari karakteristik ceritanya, melainkan dari penulisan dan penggunaan kata-kata dalam teks.

Umumnya, hikayat ditulis secara arkais, artinya menggunakan kata-kata yang sudah jarang terdengar lagi saat ini. Bukan berarti mereka menggunakan kata yang formal, melainkan kata yang terdengar puitis dan lebih sering di tulis untuk sebuah sastra.

Beberapa contoh kata arkais yang sering muncul dalam hikayat misalnya:

  • Inang, yang artinya orang yang merawat atau membesarkan seseorang
  • Anggara, yang artinya liar atau buas
  • Abis, yang artinya kekal atau abadi
  • Sebermula, yang artinya mirip seperti pada awalnya atau mula-mula

Kata-kata arkais ini sudah tidak terdengar lagi saat ini karena memang sudah dianggap ketinggalan jaman. Mungkin ketika hikayat atau babad ini ditulis oleh penerjemah, mereka menggunakan kata-kata tersebut saat berbicara sehari-hari.

 

Memiliki Banyak Konjungsi di Awal Kalimat

Ciri teks hikayat yang terakhir adalah memiliki banyak konjungsi atau kata penghubung di hampir semua kalimatnya. Salah satu kata yang paling banyak didengar adalah "ketika..", "pada..", dan masih banyak lagi.

Konjungsi-konjungsi ini membuat hikayat jadi semakin khas, terkesan kuno, dan mudah dibedakan dengan cerita rakyat jenis lainnya.

Jika kamu sering membaca hikayat, pasti akan ada banyak kalimat konjungsi baru yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya karena sudah tidak digunakan lagi saat ini.


Baca juga : teks anekdot.


 

Tujuan Teks Hikayat


Meskipun sering dianggap sebagai kisah mustahil, teks hikayat memiliki banyak tujuan dan manfaat untuk kehidupan masyarkat dari zaman dahulu maupun saat ini. Bahkan beberapa cerita hikayat masih digunakan untuk mengajarkan pesan-pesan bijak di era modern seperti sekrang.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini penjelasan dari fungsi dan tujuan teks hikayat.

 

Sebagai Hiburan Masyarakat Zaman Dulu

Jaman dulu, ketika belum ada HP, televisi, atau elektronik lainnya, masyarakat tidak punya banyak pilihan hiburan. Oleh karena itu, hikayat jadi salah satu hiburan yang paling banyak diminati.

Buku dan karya sastra memang menjadi favorit banyak orang sejak zaman dulu. Sebab bisa dinikmati kapan saja tanpa harus menunggu waktu-waktu tertentu.  

Itulah mengapa, masyarakat khususnya anak-anak dan remaja, sangat menyukai kisah dalam hikayat yang ditulis di kertas atau buku.

Cerita hikayat yang menarik bahkan sampai dinikmati oleh keluarga kerajaan. Tidak jarang sastrawan dan penulis hikayat dipanggil oleh raja dalam perjamuan dan punya strata sosial tinggi dalam masyarakat.

 

Sebagai Pembangkit Semangat Tentara Kerajaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kebanyakan cerita hikayat berlatar di kerajaan alias kerajaan sentris. Sehingga sangat relevan ketika dibaca oleh orang-orang dari kerajaan, salah satunya adalah para prajurit.

Meskipun tidak sedikit hikayat yang hanya karangan saja, namun kebesaran, kesaktian, dan keajabian yang dialami oleh para tokohnya dapat membangkitkan semangat dari para pembaca.  

Hal ini dimanfaatkan oleh kerjaan agar para prajurit membaca hikayat-hikayat yang bisa memberi keuntungan ketika mereka harus pergi ke medan perang.

Raja-raja yang suka membaca hikayat juga ada yang minta dikarangkan sebuah cerita dengan dia sebagai tokoh utamanya, namun memiliki kesaktian dan kekuatan yang luar biasa. Sehingga pembaca dari kerajaan lain akan merasa takut berhubungan dengan mereka.

 

Sebagai Dokumentasi Sejarah dan Kisah Tokoh pada Zaman Dulu

Tanpa adanya hikayat, ada puluhan bahkan ratusan sejarah yang mungkin sampai saat ini tidak jelas kisah lengkapnya. Sebab hikayat adalah salah satu sumber sejarah naratif yang membantu kita mengetahui bagaimana kehidupan di masa lalu.

Kisah dalam hikayat juga tidak selalu menceritakan tentang sang raja. Sehingga kita bisa mengenal siapa saja tokoh yang punya peran penting dalam kerajaan tersebut selain raja dan perdana menteri, misalnya para panglima perang dan saudagar yang berjasa untuk kerajaan.

Selain itu, dengan hikayat kita juga bisa mempelajari bagaimana silsilah kerajaan. Bukan hanya silsilah keluarga, tapi juga silsilah antara kerajaan satu dengan lainnya.

 

Untuk Mengajarkan Nilai-nilai Kehidupan

Terakhir, tujuan teks hikayat adalah untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa yang membacanya. Fungsi hikayat yang satu ini bukan hanya berlaku untuk pembaca zaman dulu saja, tapi juga untuk kita, yang membacanya saat ini.

Setiap hikayat selalu disisipkan petuah bijak dan pesan moral di dalamnya. Itulah mengapa, hikayat sering diceritakan oleh orang tua kepada anaknya sekaligus agar mereka belajar tentang kehidupan.

Selain itu, selalu ada hikayat untuk berbagai macam masalah dan situasi. Sehingga orang tua dan guru yang sudah berumur sering menasehati anak mereka dengan hikayat ketika berbuat nakal atau melakukan kesalahan.

 

Jenis-jenis Teks Hikayat

Jenis-jenis teks hikayat bisa dibagikan menjadi 2 klasifikasi, yaitu berdasarkan isinya dan berdasarkan tempat asalnya.

Hikayat berdasarkan histori atau tempat asalnya dibedakan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Cerita rakyat Jawa
  • Cerita rakyat India
  • Cerita Arab
  • Cerita Melayu

Sedangkan berdasarkan tempat asalnya, hikayat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Cerita Sejarah dan biografi
  • Cerita Peristiwa
  • Cerita Agama

Sekarang, mari kita bahas apa saja jenis teks hikayat dengan jelas.

 

Hikayat Rakyat Jawa

Hikayat rakyat jawa yang dimaksud di sini adalah dari wailayah Jawa Tengah. Sebab di sana, ditemukan banyak cerita kuno dari sisa-sisa peninggalan kerajaan zaman dulu.

Bahkan kamu yang tidak tinggal di daerah jawa sekalipun pasti tahu beberapa cerita rakyat jawa. Karena hikayat jawa sangat terkenal dan banyak sastrawan yang lahir di sana.

Beberapa contoh hikayat dari Jawa adalah:

  • Hikayat Indera Jaya
  • Hikayat Cekel Weneng
  • Hikayat Panji Semirang

Memang tidak semua hikayat tersebut merupakan kisah yang terjadi di Jawa, contohnya seperti Indera Jaya yang sebenarnya merupakan kisah Anglingdharma. Namun karena diterjemahkan dan ditulis ulang oleh sastrawan dari Jawa, maka kisahnya yang dibaca oleh masyarakat Indonesia memiliki unsur Jawa.

 

Hikayat Rakyat India

Sesuai dengan namanya, jenis teks hikayat yang satu ini datang langsung dari India. Jika kamu masih ingat pelajaran sejarah di bangku SMA, Indonesia dan India memiliki hubungan yang cukup erat, bahkan jauh sebelun Indonesia merdeka. Berdasarkan salah satu teori, ajaran islam juga masuk ke Indonesia melalui saudagar dari India, tepatnya dari Gujarat.

Indonesia dan India juga punya kisah tradisional yang mirip. Contohnya pada kisah Mahabarata.

Hal tersebut dikarenakan banyak sastra dari India yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan dalam negeri.

Beberapa contoh hikayat rakyat India yang tereknal di Indonesia lainnya adalah:

  • Hikayat Perang Pandhawa dari kisah Mahabarata
  • Kisah Pandawa Lima
  • Hikayat Sri Rama dari kisah Ramayana
  • Hikayat Bayan Budiman

 

Hikayat Arab

Selain dari India, hikayat juga banyak diterjemahkan dari cerita-cerita rakyat Arab dan negara sekitarnya seperti Persia. Beberapa contoh hikayat dari Arab yang terkenal di Indonesia seperti:

  • Hikayat Seribu Satu Malam
  • Hikayat Amir Hamzah

Cerita dari negeri Arab ini tidak selalu berhubungan dengan agama Islam. Meskipun begitu, beberapa di antaranya memang ada yang membawa unsur Islam yang sangat kental.

Selain itu, hikayat dari Arab yang asli masih ada yang ditulis dalam bahasa arab. Umumnya versi asli dari hikayat ini masih bisa ada temukan di perpustakaan atau di situs archive online.

 

Hikayat Melayu

Yang terakhir, Hikayat juga datang dari masyarakat melayu pada zaman dulu. Hampir mirip dengan hikayat dari Arab, kebanyakan hikayat Melayu juga memiliki unsur agama Islam meskipun tidak terlalu banyak.

Hal tersebut dikarenakan banyak sastrawan Melayu yang beragama Islam. Konon, sastra-sastra ini ditulis oleh sastrawan dri kearjaan Malaka, atau bahkan jauh sebelum kerajaan Malaka berjaya.

Beberapa contoh cerita dari Melayu di antaranya:

  • Hikayat Si Miskin
  • Hikayat Indera Bangsawan
  • Hikayat Malim Deman

 

Hikayat Sejarah dan Biografi

Jika dibedakan berdasarkan isinya, ada hikayat yang paling terkenal. Sesuai namanya, hikayat ini menceritakan tentang biografi atau perjalanan satu tokoh, umumnya tokoh kerajaan seprti raja, ratu, pangeran, panglima perang, dan lain-lain.

Biasanya hikayat sejarah punya tokoh yang lebih terbatas. Sebab cerita hanya akan fokus pada kisah satu orang saja, yaitu tokoh utama.

 

Hikayat Peristiwa

Slanjutnya, ada hikayat yang menceritakan pada sebuah peristiwa tertentu secara detail. hikayat ini punya tokoh yang lebih banyak, tetapi ruang lingkup ceritanya lebih sempit

Selain iut, astu kisah hanya akan menceritakan satu peristiwa saja. Contohnya pada hikayat perang Pandawa yang hanya menceritakan antara Pandawa dan Kurawa.

 

Hikayat Agama

Dan yang terakhir adalah Hikayat Agama. Sesuai dengan namanya, hikayat yang satu ini lebih mengutamakan pesan moral dan petuah keagamaan.

Tidak selamanya petuah yang ada dalam hikayat ini diambil dari ilmu agama Islam. Beberapa pehikayat yang diterjemahkan dari sastra India juga memiliki petuah dari keagamaan Hindu serta Budha

 

Struktur Teks Hikayat

Hikayat selalu dilengkapi dengan struktur yang sama. Beberapa unsur teks hikayat di antaranya adalah:

  • Abstraksi
  • Orientasi
  • Komplikasi
  • Evaluasi
  • Resolusi
  • Koda

Berikut ini adalah penjelasan untuk setiap struktur dari hikayat.

 

Abstraksi

Abstraksi adalah bagian awal dalam teks hikayat yang menggambarkan latar, situasi, atau tempat teks tersebut berlangsung.

Mengingat hampir semua cerita hikayat berlatar di kerajaan zaman dulu, adanya abstraksi membantu para pembaca mengetahui bagaimana keadaan pada zaman di cerita tersebut.

 

Orientasi

Selanjutnya ada orientasi, yaitu paragraf-paragraf awal yang mengenalkan para tokoh, deskripsi awal konflik, dan penjelasan tiap latar.

 

Komplikasi

Komplikasi adalah konflik atau permasalahan antara tokoh di dalam sebuah cerita. Biasanya, komplikasi dalam hikayat berhubungan antara 2 kerajaan atau 2 tokoh penting dalam satu kerajaan.

Komplikasi juga selalu memiliki klimaks, yaitu bagian puncak konflik dalam cerita.

 

Evaluasi

Evaluasi dalam hikayat adalah bagian ketika konflik berakhir setelah melewati bagian klimaks. Kebanyakan bagian evaluasi di hikayat berakhir dengan tokoh utama yang memenangkan konflik dalam cerita tersebut.

 

Resolusi

Selanjutnya adalah resolusi, yaitu sebuah bagian dalam cerita dimana tokoh utama memiliki atau menawarkan jalan keluar untuk menyelesaikan konflik.

Dalam hikayat, resolusi bisa berbentuk sebagai keajaiban, kesaktian yang dimiliki tokoh utama, atau mukjizat yang tiba-tiba muncul ketika sang tokoh utama sudah terpojok.

 

Koda

Terakhir, hikayat ditutup dengan koda atau petuah dan pesan-pesan moral. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pesan moral dalam cerita hikayat bisa memiliki unsur keagamaan dari berbagai agama, maupun pesan moral secara umum yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Koda dalam hikayat bisa ditulis dalam 2 cara, yaitu ditulis dengan jelas oleh penulis di paragraf akhir, atau disampaikan dengan cara halus melalui dialog para tokoh.

 

Contoh Teks Hikayat Singkat Beserta Strukturnya


Agar lebih paham tentang cerita hikayat, mari baca teks contoh teks hikayat singkat yang berjudul "Putri Kemuning" beserta strukturnya di bawah ini.

 

Abstraksi

Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang memiliki 10 orang putri yang sangat cantik.

 

Orientasi

Kesepuluh putri tersebut bernama Putri Jingga, Nila, Hijau, Kelabu, Orange, Merah Merona, dan Kuning. Sang ratu meninggal ketika ia melahirkan putri bungsunya, yaitu Putri Kemuning.

Karena kesibukan sang raja, putri-putrinya diasuh oleh inang kerajaan. Alhasil mereka jadi anak yang pembangkang, manja, dan sulit diatur.

Pada suatu masa, sang raja mengumpulkan semua putrinya sebelum melakukan perjalanan jauh. Sang raja berkata, “Wahai putri-putriku, hadiah apa yang kalian inginkan dari perjalananku?”. Semua putri raja meminta hadiah yang mahal dan mewah, kecuali Putri Kuning.

Putri Kuning hanya minta agar sang raja pulang dengan selamat dan bisa bertemu anak-anaknya lagi.

Merasa tertegun akan perkataan Putri Kuning, sang raja berkata, “Sungguh baik perkataanmu wahai putriku. Semoga saja aku bisa kembali dengan selamat dan membawakan hadiah yang cantik untukmu.”

 

Komplikasi

Ketika sang raja pergi, putri-putrinya merusak taman kesayangan raja. Hal tersebut membuat Putri Kuning sedih dan membereskan semua kerusakan akibat ulah kakak-kakaknya. Padahal, para inang melarang Putri Kuning membereskannya karena akan membuat putri yang lain semakin marah dan tidak terkendali.

Melihat Putri Kuning yang sedang membereskan taman, kakaknya berteriak sambil tertawa, “Hahaha, tampaknya kita punya pelayan baru!”. Sang kakak juga melemparkan kotoran dan daun-daun kering serta memporak-porandakan taman kesayangan raja yang sudah dibersihkan oleh Putri Kuning.

Karena kesal akan kelakukan kakak-kakaknya, Putri Kuning marah dan berkata, “Kalian ini sungguh keterlaluan. Seharunya ayah tidak membawa apa-apa untuk kalian!”.

 

Evaluasi

Ketika sang raja pulang ke istana dari perjalanannya, para putri masih bermain di danau. Tetapi, beliau melihat Putri Kuning sedang merangkai bunga yang cantik di taman kesayangan raja.

Karena terpesona akan kecantikan bunga yang ia rangkai, sang raja memberikan hadiah kepada Putri Kuning sebuah kalung yang sangat cantik.

Karena hanya ada Putri Kuning yang menyambutnya di istana, maka raja hanya memberikan kalung hijau yang cantik padanya.

Namun hal ini membuat Putri Hijau merasa iri dan berpikir harusnya kalung tersebut diberikan kepadanya. Ia menghasut putri-putri yang lain dengan berbohong bahwa kalung itu diambil oleh Putri Kuning dari saku sang raja.

Untuk mengambil kalung hijau tersebut, Putri Hijau dan kakak-kakaknya yang lain berencana merampas kalung secara paksa. Karena Putri Kuning mengelak, sang kakak memukul kepala Putri Kuning hingga ia meninggal.

 

Resolusi

Karena panik, para putri buru-buru menguburkan jasad Putri Kuning dan kalung hijau yang mereka perebutkan. Jasadnya diusung ke tengah taman kesayangan sang raja dan dikuburkan di sana.

Pada sore hari, sang raja merasa rindu pada Putri Kuning, tetapi ia tidak bisa menemukannya. Lantas sang raja memanggil semua anaknya dan menanyai satu per satu.

Karena tidak ada yang berterus terang, raja memanggil para pengawal untuk mencari Putri Kuning.

 

Koda

Raja merasa sedih karena ia tidak bisa menjaga Putri Kuning. Ia juga menyesal karena tidak bisa mendidik anaknya dengan baik hingga mereka jadi pribadi yang egois.

Pada suatu hari, raja sedang berjalan di tengah taman kesayangannya. Lalu ia menemukan sebuah bunga yang sangat harum berwarna kuning.

Karena bunga tersebut mengingatkannya pada Putri Kuning, maka ia memberi namanya sebagai Bunga Kemuning.


Baca juga : teks anekdot.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai teks hikayat. Semoga materi ini bisa membantu kamu yang sedang mempelajari hikayat atau penasaran dengan kisah-kisah dari zaman dulu.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close