mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
7 Latar Cerita yang Wajib Ada Beserta Contohnya [Lengkap]

7 Latar Cerita yang Wajib Ada Beserta Contohnya [Lengkap]

Latar Cerita

Latar cerita merupakan salah satu unsur paling penting dalam setiap penulisan karya dengan alur. Jika tidak dijelaskan, maka pembaca tidak akan bisa memahami apa yang sedang terjadi, dimana scene tersebut terjadi, mengapa tokoh bersikap atau melakukan hal tertentu, dan lain-lain.

Sebaliknya, menjelaskan setiap latar dengan benar justru bisa membuat kamu semakin mudah dalam menangkap apa maksud setiap kalimat hasil tulisan pengarang.

Oleh karena itu jika kamu ingin menjadi seorang penulis cerita, mari pelajari apa itu latar beserta jenis-jenisnya pada pertemuan hari ini.

 

Pengertian Latar Cerita Menurut Ahli Bahasa

Jika dijelaskan dengan sederhana, latar cerita adalah elemen yang menggambarkan kejadian di dalam sebuah cerita. Dalam Bahasa Inggris, kita bisa menyebut latar sebagai setting atau background.

Inti dari latar adalah sebagai penjelas waktu, tempat, suasana, dan unsur-unsur tambahan lain agar pembaca bisa memvisualisasikan apa yang terjadi dalam imajinasi mereka.

Kamu bisa bayangkan sendiri jika dalam sebuah cerita ada kalimat "Dia makan nasi", tanpa konteks, tanpa latar, dan tanpa penjelasan apapun, maka sulit untuk memahami mengapa, dimana, dan bagaimana subjek melakukan hal tersebut

Cara penulisan latar juga bisa membantu pembaca merasakan apa yang ia baca. Contohnya jika menulis "Riko ketakutan karena dikejar anjing."

Dengan konteks dan latar suasana yang sama, penulis bisa membuat kalimat seperti "Ia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang dan nafasnya tersengal-sengal setelah lari dari kejaran anjing".

Namun agar lebih paham tentang latar cerita, mari kita lihat penjelasan dari para ahli bahasa.

 

Pengertian Latar Menurut Mido (Riwayat Yohanes Sehandi)

Menurut Mido yang ditulis dalam buku Yohanes Sehandi, latar adalah sebuah gambaran tempat, situasi, dan waktu dalam sebuah peristiwa.

Latar yang semakin jelas akan membuat kualitas karya semakin tinggi. Sebaliknya, cerita tanpa penjelasan latar yang terlalu kabur membuat kualitas karyanya semakin rendah.

 

Pengertian Latar Menurut Aminuddin

Menurut Aminuddin, latar merupakan tempat, waktu, dan peristiwa. Layaknya tema, tokoh, dan penokohan, latar juga sifatnya fiktif.

Aminuddin menjelaskan bahwa latar punya dua fungsi, yaitu sebagai penggambaran alur cerita secara konkret dan sebagai penggambaran latar secara abstrak.

Artinya ada latar yang bisa kita bayangkan secara visual, misalnya latar tempat, suasana, dan waktu, namun ada juga yang tidak bisa kita visualisasikan seperti latar belakang dan latar sosial.

 

Pengertian Latar Menurut Henry Guntur Tarigan

Terakhir, Tarigan berpendapat bahwa latar adalah sebuah unsur dengan 3 tujuan, yaitu:

  • Untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh dan tindakannya
  • Relasi sebagai arti menyeluruh dalam sebuah cerita
  • Sebagai atmosfer yang bermanfaat

 

Apa Saja Ketujuh Jenis Latar Cerita?

jenis jenis latar cerita

Ada 7 jenis latar cerita dalam sebuah karya sastra, yaitu:
  • Latar waktu
  • Latar suasana
  • Latar integral
  • Latar sosial
  • Latar alat
  • Latar belakang
  • Latar tempat

Mari kita lihat apa maksudnya satu per satu.

 

Latar Waktu

Latar cerita yang pertama adalah latar waktu alias time setting.

Latar waktu bisa disebutkan secara eksplisit seperti:

  • Di sore hari, ayah pergi ke bandara
  • Walaupun sudah lewat seminggu, ibu guru masih menerima tugas menggambarku
  • Jangan waktu malam, siang hari saja dia kerjaannya hanya tidur!

Namun bisa juga disebutkan secara implisit, misalnya:

  • Ayah pergi ke bandara ketika langit berubah orange
  • Ketika sudah melampaui tanggal akhir, ibu guru masih menerima tugasku
  • Dari matahari terbit hingga matahari terbenam, kerjaannya hanya tidur!

Penjelasan latar waktu secara implisit biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih puitis, indah, dan tak kentara.

 

Latar Suasana

Latar suasana adalah contoh latar dalam karya sastra yang tidak bisa divisualisasikan. Karena dalam dunia nyatapun, kita tidak bisa mendeskripsikan suasana dalam sebuah bentuk fisik.

Jenis latar ini digunakan untuk menggambarkan kondisi hati, suasana dalam ruangan, suasana dalam percakapan, dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh untuk menggambarkan suasana kesenangan, penulis bisa menggunakan kalimat seperti:

  • Hatinya seakan berbunga-bunga
  • Rasanya seperti matahari hari ini tersenyum lebar
  • Setelah mendapat jawaban yang ia tunggu selama berbulan-bulan, hatinya terasa seperti meledak-ledak

Cara penyampaian latar suasana ini disebut dengan cara penulisan deskriptif.

 

Latar Integral

Latar integral merupakan gabungan dengan latar suasana dan latar waktu. Hanya saja, latar ini tidak disebutkan secara eksplisit sama sekali. Artinya dibutuhkan teknik khusus dalam menjelaskan latar integral.

Contoh penulisan latar integral yang baik bisa kita lihat dalam novel Dilan. Karena berlatar tahun 90-an, dimana tidak ada teknologi untuk berkomunikasi seperti sekarang, sang penulis mendeskripsikan latar integram dengan elemen-elemen seperti penggunaan telepon umum, radio, dan lain-lain.

Latar integral adalah salah satu elemen paling sulit dalam penulisan cerita. Sebab jika cerita yang kita tulis berlawanan dengan latar integralnya, maka cerita tersebut menjadi tidak masuk akal walaupun alurnya menarik.

 

Latar Sosial

Latar sosial merupakan jenis latar cerita yang menjelaskan status sosial tokoh.

Memang tidak semua cerita menggunakan unsur status sosial sebagai premis alurnya. Namun menjelaskan latar sosial tiap tokoh, khususnya tokoh utama, dapat membuat pembaca merasa empati terhadap tokoh tersebut.

Latar sosial tidak harus seperti tokoh yang lahir dari pejabat, tokoh dari anggota keluarga kerajaan, atau contoh lain yang sifatnya terlalu mencolok. Justru, elemen ini juga bisa berasal dari hal sederhana, misalnya tokoh dari keluarga yang tinggal di dalam gang sempit, tapi punya mimpi menjadi atlet profesional.

 

Latar Alat

Latar alat juga merupakan elemen untuk memperjelas sebuah peristiwa dalam cerita. Apalagi jika alur cerita tersebut ber-genre sci-fi, dimana ada banyak teknologi yang tidak dipahami oleh kebanyakan masyarakat awam.

Selain sebagai penjelas sebuah peristiwa, latar alat juga bisa memengaruhi latar integral cerita seperti kami jelaskan pada contoh telepon umum di novel Dilan tadi.

 

Latar Belakang

Latar belakang adalah unsur untuk memperjelas konflik dalam cerita.

Umumnya, latar belakang ditulis dalam prolog atau sinopsis. Namun elemen ini juga bisa dijelaskan ketika alur cerita sudah dimulai, baik itu di pertengahan maupun diawal.

Dengan menjelaskan latar belakang konflik sebuah cerita, pembaca bisa semakin memahami alasan konflik tersebut bisa terjadi, dan mengapa tokoh melakukan tindakan tertentu.

 

Latar Tempat

Latar cerita yang terakhir ini tentunya sudah kita pahami.

Sama seperti latar waktu, latar tempat juga bisa dideskripsikan secara eksplisit, seperti:

  • Di kelas, aku melihatnya sedang mengerjakan PR sambil sembunyi-sembunyi
  • Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar dan tidak keluar lagi
  • Walaupun lelah karena pekerjaannya, ia tetap menyempatkan diri datang ke acara undangan temannya

Namun bisa juga ditulis dengan lebih implisit, misalnya:

  • Di depan mata gurunya, ia sembunyi-sembunyi sambil mengerjakan PR
  • Aku sudah tiba di istanaku, artinya aku bebas melakukan apapun sesukaku
  • Sekarang, ia ada di tengah kerumunan pria dan wanita berbaju rapih karena permintaan temannya.

 

Perlu kamu tahu, tidak semua latar cerita harus disebutkan secara eksplisit. Justru, kadang latar mendeskripsikan  secara implisit dapat membuat imajinasi pembaca semakin mudah membayangkan apa yang kita maksud.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close