mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Pengertian dan Jenis Konjungsi Antarkalimat + Contoh [Lengkap]

Pengertian dan Jenis Konjungsi Antarkalimat + Contoh [Lengkap]

konjungsi antarkalimat

Selain konjungsi intrakalimat, jenis konjungsi atau kata sambung lainnya adalah konjungsi antarkalimat. Berbeda dengan konjungsi intrakalimat yang menghubungkan antar klausa, kata sambung antarkalimat menghubungkan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar pengertian dan juga contoh-contoh dari konjungsi antarkalimat. Yuk, simak konten ini sampai habis.

 

Apa Itu Konjungsi Antarkalimat?

Sesuai dengan namanya, konjungsi atau kata sambung antarkalimat merupakan konjungsi yang menghubungkan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya.

Jika pada konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, maupun konjungsi korelatif kata hubungnya masih ada dalam 1 kalimat, berbeda konjungsi antar kalimat yang selalu berada di kalimat baru.

 

Jenis-jenis Konjungsi Antarkalimat

Kata sambung antarkalimat masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya :

 

Konjungsi yang Menyatakan Lanjutan dari Peristiwa

Merupakan konjungsi yang ditandai dengan kata atau frasa seperti 'kemudian', 'setelah itu', 'sesudah itu', 'lalu', 'selanjutnya'. Contohnya yaitu :

  • Kami akan memulai perjalanan ini dengan berjalan ini dengan berjalan kaki. Sesudah itu, kami akan beristirahat di rumah warga.
  • Masukkan air ke dalam panci. Kemudian tunggu sampai air mendidih.
  • Masukkan bumbu yang telah diulek ke dalam wajan berisi minyak. Lalu tumis hingga matang.
  • Pembahasan mengenai kata telah selesai. Kemudian kita lanjutkan lagi pembahasan mengenai klausa.
  • Campurkan adonan kedalam satu wadah tertutup. Setelah itu diamkan sebentar supaya adonan mengembang.

 

Konjungsi yang Menyatakan Pertentangan dalam Gagasan

Konjungsi satu ini menyatakan ketidaksetujuan dengan suatu ide dan biasanya ditandai dengan kata biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, dan meskipun demikian/begitu. Contohnya ialah :

  • Kami kurang setuju dengan pendapatnya. Biarpun begitu kami tetap menghargainya.
  • Hujan deras membasahi lapangan saat kedua tim sedang berlaga. Meskipun begitu, kedua tim tetap memutuskan melanjutkan pertandingan.
  • Usulan itu kurang bagus. Namun demikian kami tetap menghargainya.
  • Lia terlahir dari keluarga miskin. Namun demikian, ia tetap ingin bersekolah.

 

Konjungsi yang Menyatakan Keadaan Sebenarnya

Merupakan sebuah kata yang menyatakan kondisi yang sesungguhnya dan ditandai dengan kata 'sesungguhnya' atau 'bahwasannya'. Beberapa contohnya yaitu :

  • Kita dilanda banjir besar tahun ini. Sesungguhnya, bencana ini disebabkan karena sampah yang terlalu menumpuk di sungai.
  • Dia menjadi orang kaya. Sesungguhnya, semua itu tidak lepas dari kerja kerasnya selama ini.
  • Jangan bingung jika kita kalah dalam perlombaan. Bahwasannya, kita memang tidak mempersiapkan lomba secara maksimal.
  • Jangan bingung jika kita kebobolan sampai 3 gol. Bahwasannya, pertahanan kita memang terlalu rapuh dan tidak mampu menghadapi serangan lawan.
  • Banyak masyarakat terinfeksi Virus Corona. Sesungguhnya, kejadian ini sudah diperingatkan oleh epidiomolog.

 

Konjungsi yang Menyatakan Kebalikan Dari yang Dinyatakan Sebenarnya

Konjungsi ini merupakan lawan dari konjungsi sebelumnya. Biasanya ditandai dengan kata 'sebaliknya' atau 'berbeda dengan', contohnya yaitu :

  • Saya menyukai telur dadar. Berbeda dengan kakak, yang menyukai telur mata sapi.
  • Jangan punya mental meminta-minta. Sebaliknya, kita harus punya mental memberi.
  • Adik tidak mau diajak jalan-jalan. Sebaliknya, ia memilih bermain di rumah.
  • Kita jangan terus menebang pohon-pohon di hutan ini. Sebaliknya, kita harus menanam pohon baru.
  • Kita jangan terus menghambur-hamburkan uang. Sebaliknya, kita memberikan uang ini kepada orang yang lebih membutuhkan.

 

Konjungsi yang Menentang Keadaan Sebelumnya

Konjungsi antarkalimat yang satu ini ditandai dengan adanya kata-kata seperti 'namun' dan 'akan tetapi'. Contohnya yaitu :

  • Kondisi memang sudah aman. Namun, kita tetap harus waspada.
  • Curah hujan tahun ini tidak begitu besar. Akan tetapi, Jakarta tetap siap siaga menghadapi kemungkinan banjir.
  • Persediaan beras memang masih ada. Akan tetapi, kita tetap harus membelinya untuk menjaga stok.

 

Konjungsi yang Menguatkan Keadaan yang Dinyatakan Sebelumnya

Merupakan kata hubung yang ditandai dengan kata 'malahan' dan 'bahkan'. Contohnya yaitu :

  • Rumah-rumah di Kalimantan banyak berada di tepi sungai. Bahkan, ada kampung di tengah laut yang dangkal.
  • Mereka terbiasa makan sepotong ikan asin saja. Bahkan, mereka seringkali makan tanpa lauk sama sekali.
  • Saya kemarin melihat dua orang keluar dari rumah Pak Handoko malam-malam. Bahkan, kakak saya juga melihatnya.
  • Paman kemarin mancing di sungai dapat banyak sekali ikan. Malahan, saya juga dikasih tiga ikan.
  • Kaum Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad SAW. Bahkan, mereka mengusirnya dari kota Mekah.

 

Konjungsi yang Menyatakan Konsekuensi

Konjungsi yang menyatakan konsekuensi dari kalimat sebelumnya. Biasanya ditandai dengan kata 'dengan demikian' dan 'akibatnya', contoh-contohnya yaitu :

  • Kamu telah setuju dengan ketentuan ini. Dengan demikian, kamu harus mematuhi semua ketentuannya.
  • Dia sering tidur larut malam. Akibatnya, dia sering kelelahan.
  • Ayah memberikan masing-masing satu HP kepada anak-anaknya. Dengan demikian, pembagiannya terasa adil.
  • Orang tua itu selalu saja memarahi anak-anaknya. Akibatnya, anak-anaknya jadi takut atau berani melawan orang tuanya.

 

Konjungsi yang Menyatakan Akibat

Konjungsi antarkalimat ini menyatakan akibat dari kalimat sebelumnya dan ditandai dengan kata 'oleh karena itu' dan 'oleh sebab itu'. Contohnya yaitu :

  • Kami sudah melarang mereka berburu di tengah hutan, tetapi mereka tetap nekat. Oleh karena itu, biar mereka merasakan sendiri akibatnya
  • Saya tidak membawa alat tulis hari ini. Oleh karena itu, saya meminjam alat tulis kepada teman satu kelas saya.
  • Saya lupa tidak membawa ponsel. Oleh karena itu, saya meminjam kepada teman saya.

 

Konjungsi yang Menyatakan Kejadian yang Mendahului Hal yang Dinyatakan Sebelumnya

Merupakan kata sambung antarkalimat yang ditandai dengan kata 'sebelum itu'. Beberapa contohnya yaitu :

  • Polisi hutan menangkap tiga pemburu liar. Sebelum itu, mereka berhasil menangkap tujuh orang pemburu liar.
  • Polisi baru saja menangkap dua pencuri di kampung kami. Sebelum itu, para polisi sudah menangkap dua orang bagian dari komplotan ini.

 

Demikian pembahasan materi mengenai pengertian, jenis-jenis, dan juga contoh dari konjungsi antarkalimat. Jika ada yang belum dipahami, langsung saja ditanyakan di kolom komentar ya. Terima kasih.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close