mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Konjungsi Koordinatif : Pengertian, Jenis, dan Contoh [Lengkap]

Konjungsi Koordinatif : Pengertian, Jenis, dan Contoh [Lengkap]

konjungsi koordinatif

Selain konjungsi subordinatif, jenis konjungsi intrakalimat selanjutnya adalah konjungsi koordinatif yang sebenarnya hampir-hampir mirip. Keduanya sama-sama menghubungkan antara dua klausa.

Hanya ada sedikit perbedaan status kedua kata sambung ini. Untuk lebih jelasnya, yuk simak materi tentang pengertian dan contoh konjungsi koordinatif pada konten berikut ini


Baca juga : konjungsi korelatif.

 

Pengertian Konjungsi Koordinatif

Kata hubung koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang sederajat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama,

Biasanya konjungsi ini ditandai dengan adanya kata 'dan', 'tetapi', 'atau', 'serta', 'tetapi', 'melainkan', 'sedangkan', 'padahal'. Kata sambung koordinatif ada pada kalimat majemuk setara.

 

Jenis-Jenis Koonjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif terbagi menjadi beberapa jenis lagi yaitu konjungsi koordinatif penambahan, konjungsi koordinatif pendampingan, konjungsi koordinatif pemilihan, konjungsi koordinatif perlawanan, dan konjungsi koordinatif pertentangan. Berikut masing-masing penjelasannya

 

Konjungsi Koordinatif Penambahan

Merupakan kata hubung koordinatif yang menerangkan bahwa salah satu kata, frasa, klausa, atau kalimat adalah penambahan atau pelengkap dari klausa atau kalimat lainnya. Ditandai dengan kata 'dan'. Contohnya yaitu :

  • Ayah berangkat ke kantor dan mengantar aku ke sekolah.
  • Aku dan Joni sama sekali tidak tau tentang masalah itu.
  • Laras merupakan putri dari Pak Eko dan Bu Zaskia.
  • Tempat wisata itu tak pernah sepi dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
  • Setelah pulang sekolah, Tara pun langsung pergi ke rumah temannya dan sekaligus mengantar adiknya berangkat ke sekolah.
  • Melia kini berkuliah dan bekerja di Bandung.
  • Bobi dan Anita sama-sama berkuliah di Universitas Gadjah Mada.
  • Antara aku dan dia sudah tidak ada hubungan lagi.
  • Aceng merantau ke Jakarta, dan Dadang merantau ke Medan.
  • Perampok itu sudah ditangkap dan langsung dibawa ke kantor polisi.

 

Konjungsi Koordinatif Pendampingan

Kata hubung pendampingan adalah kata hubung koordinatif yang menerangkan bahwa salah satu kata, frasa, klausa, atau kalimat adalah pendamping dari klausa atau kalimat lainnya. Ditandai dengan kata 'serta'. Contohnya yaitu :

  • Aku serta adiiku pergi ke kampus bersama-sama naik sepeda.
  • Tara membeli daging serta beberapa jenis sayuran di pasar itu.
  • Pak Dono serta keluarganya sedang bepergian ke luar kota.
  • Pihak perusahaan serta staf jajarannya tengah melakukan rapat di kafe.
  • Galih serta teman-temannya sedang mengerjakan tugas kelompok mata pelajaran matematika.
  • Aku serta siswa-siswa lainnya tengah melakukan karya wisata ke Yogyakarta.
  • Ayah tengah mencuci serta memperbaiki sepeda motor miliknya itu.
  • Para siswa serta para guru tengah melakukan kegiatan upacara pengibaran bendera pagi tadi.
  • Anni serta keluarganya kini telah pindah ke luar kota.
  • Di toko itu, Dea membeli celana serta beberapa potong pakaian baru.

 

Konjungsi Koordinatif Pemilihan

merupakan kata hubung yang menyatakan bahwa dua unsur gramatikal yang dihubungkan dengan konjungsi ini bersifat pilihan yang bisa dipilih salah satu diantaranya. Biasanya ditandai dengan kata 'atau', misalnya yaitu :

  • Rina bingung memilih boneka atau parfum sebagai kado ulang tahun untuk temannya.
  • Fani bingung mau pulang sendiri atau diantar temannya.
  • Ibu tidak tahu Reni memilih bakso ayam atau bakso sapi untuk dipesan.
  • Vina bingung memilih boneka beruang atau boneka winnie the pooh.
  • Disadari atau tidak, usia kita bakal terus bertambah
  • Percaya atau tidak, aku tadi melihat bayangan putih di balik semak-semak.
  • Antara percaya atau tidak, dia menyatakan perasaan sukanya kepadaku.
  • Sate bisa disantap bersama dengan nasi atau potongan lontong.
  • Sosis itu tetap enak rasanya, baik saat disantap langsung atau digoreng.
  • Baik siang ataupun malam, warung itu tidak pernah sepi pembeli.
  • Bubur ayam enak disantap baik tanpa diaduk ataupun diaduk terlebih dahulu.

 

Konjungsi Koordinatif Perlawanan

Adalah kata hubung yang menyatakan bahwa dua unsur gramatikal yang dihubungkan oleh kata hubung ini saling berlawanan satu sama lain. Ditandai dengan kata 'tetapi' dan 'melainkan', misalnya :

  • Pemesan tiket tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus melalui aplikasi.
  • Kebakaran itu bukanlah yang pertama terjadi, melainkan sudah sering terjadi.
  • Dulu aku sangat mempercayainya, tetapi sekarang kepercayaan itu sudah dikhianatinya.
  • Perusahaan itu bukanlah perusahaan tambang, melainkan perusahaan yang bergerak di agrikultur
  • Aku sudah menasihatinya berulang-ulang kali, tetapi dia tetap saja berbuat seperti itu.
  • Maya bukanlah adik dari Laras, melainkan sepupu dari siswi kelas XII SMA tersebut.
  • Dovi bukanlah anggota grup band itu, melainkan pemilik label dari grup band yang tengah naik daun itu.
  • Eka awalnya adalah seorang anak yang periang, tetapi sebuah peristiwa buruk menimpanya sehingga dia menjadi seorang pemurung
  • Khanza bukanlah anak pertama dari empat bersaudara, melainkan anak pertama dari lima bersaudara.
  • Sebetulnya, hari ini aku sudah pindah ke luar kota, tetapi tidak jadi karena ada satu dan lain hal.

 

Konjungsi Koordinatif Pertentangan

Adalah konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu unsur gramatikal saling bertentangan dengan unsur gramatikal lainnya. Biasanya ditandai dengan kata 'sedangkan' atau 'padahal', contoh kata sambung koordinatif pertentangan adalah:

  • Dia sangat mempercayai ramalan bintang padahal nasib sudah diatur oleh Tuhan.
  • Anita tetap masuk kuliah padahal ia sedang sakit.
  • Kiki tidak mau memaafkan kakakku padahal ia sudah minta maaf.
  • Devi berkuliah di jurusan pertanian, sedangkan Dewi berkuliah di jurusan hubungan internasional.
  • Harga tiket kereta api kelas ekonomi adalah sebesar Rp 700.000, sedangkan harga tiket kereta api kelas eksekutif adalah sebesar Rp. 100.000.
  • Tim futsal SMAN 45 berhasil mengalahkan tim futsal SMAN 23 dengan skor 2-0, sedangkan tim futsal SMA Krida harus rela dikalahkan tim futsal SMAN 78 dengan skor 0-2.
  • Restoran itu sepi dari pengunjung, padahal rasa masakan di restoran itu sangat lezat.
  • Pak Burhan dipecat telah dipecat oleh atasannya, padahal beliau bekerja sangat baik di perusahaan tersebut.
  • Laras sangat menyukai warna kuning, sedangkan Maya menyukai warna merah muda.
  • Film itu ditonton hanya oleh sedikit orang saja, padahal filmnya sangat inspiratif dan mengedukasi.

 

Contoh Konjungsi Koordinatif

Selain contoh di atas, berikut ini contoh-contoh lainnya dari kata sambung koordinatif dalam kalimat bahasa Indonesia :

  • Rita sedang menyapu halaman, dan Tuti sedang mencuci baju.
  • Ayah membuat terompet sedangkan kakak membuat kue ulang tahun.
  • Ibu akan pergi ke mall atau ke supermarket?
  • Kau mau makan bakso atau nasi goreng?
  • Liburan kali ini, kita akan pergi ke Yogyakarta atau Bali?
  • Yang menyiram tanaman di kebun itu bukanlah Siska melainkan kakaknya Siska.
  • Ayah sedang membaca koran dan Ibu sedang mencuci pakaian.
  • Di pesta itu Putri memakai gaun berwara emas dan Ani memakai gaun berwarna perak.
  • Bonita beryanyi di kamarnya, sedangkan Doni bermain gitar di teras.
  • Hilman bekerja di kantor pemerintah, sedangkan Jihan bekerja di rumah sakit.
  • Pak Johan bukanlah direktur perusahaan tersebut, melainkan hanya seorang kepala bagian yang baru dipromosikan oleh direkturnya beberapa bulan yang lalu.

 

Demikian penjelasan tentang konjungsi koordinatif lengkap dengan jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar ya.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar