mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
7 Jenis Alur Cerita dan Cara Penulisannya [Lengkap]

7 Jenis Alur Cerita dan Cara Penulisannya [Lengkap]

Alur cerita

Pernahkah kamu menonton film yang sinopsisnya terdengar seru, namun ceritanya malah sulit diikuti? Kejadian seperti ini salah satunya disebabkan karena alur cerita film tersebut antara tidak jelas, terlalu cepat, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Kejadian yang sama juga bisa kita temukan di media bernarasi lain, misalnya komik, buku novel fiksi, drama, pertunjukan teater, dan termasuk juga sinetron.

Jika dilihat, kebanyakan sinetron selalu punya rating bagus di episode-episode awal. Kemudian kualitas ceritanya sering kali jadi semakin menurun dari waktu ke waktu.

Nah, kasus seperti ini punya kaitan erat dengan bagaimana tahapan penulisan alur dalam sebuah cerita.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas lebih dalam soal alur cerita di pertemuan kali ini.

 

Pengertian Alur Cerita

pengertian alur cerita
©Shutterstock.com/Feng Yu

Alur cerita adalah sebuah susunan peristiwa yang terjadi dalam sebuah narasi. Ketiga digabungkan, susunan peristiwa ini akan membentuk cerita secara utuh dengan awal, klimaks, dan penutup.

Memahami jenis dan tahapan alur pada sebuah narasi dapat membantu kita menentukan bagian cerita mana yang harus dibuat lebih serius, mana bagian santai, dan mana bagian penutup berisi amanat atau pesan.

Bukan hanya itu, menyusun peristiwa dengan baik juga akan membuat jalan cerita jadi mudah dipahami oleh para pembaca.

 

Jenis-jenis Alur Cerita

jenis-jenis alur cerita

Beberapa dari kita mungkin sudah tahu 3 jenis alur yang paling utama, yaitu alur cerita mundur, maju, dan alur cerita campuran.

Namun dalam penulisan sebuah karya naratif, sebenarnya ada 7 jenis alur untuk dicoba, yaitu:

 

Alur Maju

Alur maju adalah contoh penulisan cerita yang paling sederhana dan sering kita temui di kebanyakan karya film, cerpen, atau novel.

Ciri dari alur ini adalah pergerakannya bersifat progresif, artinya peristiwa terjadi dari masa kini hingga masa depan. Sebagai contoh, cerita dengan alur maju bisa menceritakan konflik keluarga dimana anak melihat orang tuanya sering bertengkar dari masih kecil hingga tumbuh dewasa.

 

Alur Mundur

Alur mundur adalah kebalikan dari alur maju. Jika alur maju menceritakan rangkaian peristiwa dari saat ini ke masa depan, alur mundur justru menceritakan rangkaian peristiwa di masa lalu.

Akhir dari alur cerita mundur adalah pada masa kini. Artinya seluruh peristiwa dalam cerita ini sudah terjadi dan diceritakan ulang baik oleh salah satu tokoh atau oleh narator.

 

Alur Campuran

Selanjutnya adalah alur yang menggabungkan peristiwa dari masa lalu dan masa depan, yaitu alur campuran.

Jenis cerita dengan alur ini bisa dimulai dari masa lalu, kemudian terus berlanjut hingga menceritakan peristiwa di masa kini dan masa depan, maupun sebaliknya.

Klimaks dari alur narasi inipun bisa ditempatkan di bagian masa lalu, artinya cerita pada masa depan mengisahkan tentang kehidupan setelah klimaks selesai. Ataupun diceritakan pada masa depan, artinya peristiwa masa lalu adalah pengenalan konflik dan tokoh dalam cerita tersebut.

 

Alur Anti klimaks

Sekarang kita berlanjut ke jenis alur yang agak jarang ditemui, yaitu penulisan anti klimaks.

Cerita dengan alur ini diawali dengan klimaks cerita, kemudian peristiwa setelahnya terus menurun hingga penutupan.

Biasanya cerita anti klimaks ditulis sebagai spin-off, epilogue, atau tambahan dari cerita utama.

Meskipun sifatnya anti klimatik, namun cerita seperti ini masih bisa dinikmati oleh banyak orang.

 

Alur Klimaks

Alur klimaks hanyalah kebalikan dari cerita anti klimaks.

90% cerita yang kita baca setiap hari menggunakan alur seperti ini, dimana pengenalan konflik dilakukan di awal, kemudian dilanjutkan dengan klimaks atau bagian paling seru dalam cerita, lalu cerita ditutup dengan penyelesaian konflik.

Dengan formula sederhana seperti di atas, kalian bisa mengembangkan ribuan jenis rangkaian peristiwa untuk membuat pembaca maupun penonton terus tertarik dengan narasi dalam karya tersebut.

 

Alur Kronologis

Alur kronologis juga agak mirip dengan alur cerita mundur, yaitu rangkaian peristiwa yang terjadi dari masa lalu ke masa kini.

Bedanya, cerita kronologis dijelaskan secara detail dari segi latar waktu dan tempat,

Biasanya, alur kronologis digunakan ketika menulis cerita sejarah, biografi, cerita dokumentasi tokoh, dan masih banyak lagi.

Beberapa cerita dengan genre misteri dan detektif juga bisa memanfaatkan alur kronologis untuk membantu pembaca memahami teka-teki di dalam cerita dan membuat narasinya jadi semakin menarik.

 

Alur Flashback

Terakhir adalah alur flashback, yaitu alur cerita anti klimaks yang ditulis di masa lalu. Untuk mempermudah penjelasannya, kita akan beri contoh singkat di bawah ini.

Tahun 1945, setelah beratus-ratus tahun mempertaruhkan nyawa para pahlawan, akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Walaupun dengan berbagai ujian dan cobaan, masyarakat Indonesia bisa terus hidup secara mandiri.

Hingga saat ini, Indonesia telah berdiri sebagai negara dengan perekonomian, pertahanan militer, sumber daya, pendidikan, dan layanan kesehatan yang cukup untuk membuat warganya hidup dengan nyaman.

Ringkasan singkat di atas diawali dengan peristiwa klimaks, yaitu kemerdekaan, kemudian dilanjutkan dengan anti klimaks, yaitu ujian dan cobaan setelah kemerdekaan. Lalu, diakhiri dengan penutup, yang mana berlatar di masa kini.

 

Tahapan dalam Menulis Alur Cerita

tahapan dalam menulis alur cerita

Setelah memahami apa saja jenis-jenis alur cerita, sekarang kita akan membahas tahapan penulisannya.

 

Pengenalan Tokoh

Apapun alur yang ingin kita tulis, sebuah cerita harus diawali dengan pengenalan tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung.

Sedangkan untuk tokoh antagonis, kita bisa perkenalkannya di tengah cerita. Untuk membuat tema cerita semakin misterius, atau dikenalkan di awal juga agar mempermudah pembaca dalam memahami cerita.

 

Pengenalan Konflik

Umumnya, pengenalan konflik dan pengenalan tokoh antagonis dilakukan secara bersamaan. Sebab konflik terjadi karena adanya berbedaan pendapat, tujuan, atau cara pandang antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

Jika kamu mau memperkenalkan tokoh antagonis di awal cerita seperti yang sudah disebutkan tadi, momen pengenalan tokoh ini adalah saat yang sangat tepat karena pembaca masih ingat dengan konflik utama di dalam cerita dan bisa memahami apa keinginan tokoh antagonis tersebut.

 

Klimaks

Tadi kita juga sudah jelaskan bahwa 90% cerita memiliki bagian klimaks di tengah atau mendekati akhir.

Jika kalian ingin menulis cerita dengan alur anti-klimaks, maka tahapan ini harus ditulis di bagian paling awal. Sembari memperkenalkan para tokoh dan konflik yang sudah dilalui.

 

Penyelesaian

Terakhir adalah penyelesaian atau penutup. Baik cerita beralur klimaks maupun anti klimaks selalu punya penutup di bagian akhir cerita.

Bagian penutup ini berisi pesan atau amanat dari rangkaian peristiwa yang sudah terjadi. Khusus dalam cerita beralur klimaks, kalian juga bisa memasukan tahapan anti klimaks sebelum menutup cerita.

 

Seperti itulah penjelasan mengenai jenis-jenis alur cerita beserta tahapan penulisannya. Semoga artikal hari ini bisa membantu kamu menulis cerita yang semakin berkualitas, menarik bagi pembaca, dan pesannya bisa tersampaikan dengan baik.

Jangan lupa pelajari juga unsur-unsur penulisan cerita lain yang sudah pernah kami bahas di ayo berbahasa.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close