mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Alur Maju dan Tahapannya dalam Cerita [Lengkap]

Apa Itu Alur Maju dan Tahapannya dalam Cerita [Lengkap]

alur maju

Menggunakan alur maju dalam sebuah cerita adalah cara paling mudah menyampaikan pesan tanpa membuat pembaca berpikir terlalu serius. Selain itu, jenis alur ini juga yang paling mudah untuk ditulis dan sangat cocok untuk pemula.

Penggunaan alur maju pada sebuah cerita bisa kita temukan dalam berbagai macam karya sastra. Mulai dari novel, cerpen, rubrik di majalah, hingga cerita sisipan yang biasanya ada di dalam koran.

Kalau kamu mau coba juga menulis dengan alur seperti ini, mari pelajari dulu apa saja tahapan-tahapannya.

 

3 Jenis Alur dalam Penulisan Cerita

jenis alur cerita

Dalam penulisan sebuah cerita, ada tiga jenis alur yang paling sering digunakan. Pertama ada alur mundur, yaitu cerita yang mengisahkan tentang kejadian masa lalu. 

Kemudian ada alur maju, yaitu cerita yang mengisahkan runtutan kejadian di masa kini atau masa mendatang. Dan terakhir ada alur campuran, yaitu campuran dari keduanya.

Penggunaan alur mundur dan campuran biasanya digunakan untuk menulis cerita yang lebih kompleks dan panjang. Umumnya novel misteri, biografi, dan sejarah menggunakan teknik ini dalam penulisannya.

Sedangkan alur progresif atau maju digunakan untuk menulis cerita yang lebih sederhana, misalnya cerita anak-anak, cerita pendek, dan lain-lain.

 

Apa Itu Alur Maju?

apa itu alur maju

Seperti yang sudah dikatakan tadi, alur progresif atau alur maju adalah salah satu pilihan dalam unsur intrinsik cerita dimana kita menarasikan cerita dari masa kini ke masa depan.

Sebenarnya dalam alur ini, kita hanya menceritakan kejadian masa kini saja. Namun kita menyebutnya sebagai kejadian di masa depan karena jika dilihat sejak plot dimulai, maka akhir dari cerita ada di masa depan.

Berbeda dengan alur mundur, dimana akhir cerita bisa saja terjadi di masa lalu. Begitu pula dengan alur campuran, yang mana akhir cerita bisa berada di masa lalu maupun masa depan.

 

Ciri-ciri Alur Maju

Penulisan alur progressive punya beberapa ciri, di antaranya:

  • Cerita berjalan dari masa kini ke masa mendatang
  • Cerita tidak menyebutkan atau menjelaskan peristiwa di masa lalu secara detail
  • Alur cerita berjalan ke depan
  • Alur progresif diawali dengan perkenalan dan diakhiri dengan penyelesaian

Intinya, kita bisa melihat apakah sebuah cerita menggunakan alur maju atau mundur dari cara mereka menjelaskan latar waktu dalam cerita tersebut. Jika latar waktunya tidak ada yang kembali ke masa lalu, maka cerita tersebut beralur progressif.

Sedangkan cerita dengan latar waktu masa kini, kemudian ke masa lalu untuk menjelaskan awal konflik ataupun pengembangan tokoh, maka cerita tersebut bisa dikategorikan sebagai cerita beralur campuran.

 

Tahapan Alur Maju Beserta Contohnya

Dalam menulis cerita menggunakan alur progresif, ada beberapa tahapan peristiwa yang perlu kita urutkan. Contohnya adalah seperti di bawah ini.

 

Perkenalan Tokoh

Peristiwa pertama dalam cerita adalah perkenalan tokoh, latar, dan elemen pendukung di dalam cerita.

Tokoh yang diperkenalkan dalam tahap ini pastinya adalah tokoh protagonis dan beberapa tokoh pendukung. Sedangkan tokoh antagonis juga bisa diperkenalkan pada tahap ini, namun kita juga bisa memperkenalkan di tahap berikutnya bila mau.

Khusus untuk tokoh antagonis yang tidak ingin diperkenalkan pada tahap awal, kita bisa menggambarkan tokoh antagonis sebagai inanimated object alias object tidak berbentuk. Contohnya berupa organisasi, kondisi alam, kondisi sosial, dan lain-lain.

 

Pembeberan Mula

Pembeberan mula adalah tahap dimana kita menjelaskan konflik di dalam cerita tersebut.

Karena dalam narasi ini kita menggunakan alur progresif, maka awal mula konflik harus terjadi di masa kini atau masa mendatang. Kita tidak boleh menjelaskan konflik berkepanjangan yang sudah terjadi sebelum narasi cerita dimulai.

Jika tidak ingin membuat konflik baru, kita juga bisa menceritakan konflik yang sudah pernah diselesaikan pada masa lalu. Contohnya seperti konflik mengenai kebakaran hutan yang rutin terjadi dari tahun ke tahun.

Meskipun begitu, fokus narasi tetap harus berada pada konflik masa kini, bukan konlik yang sebelumnya.

 

Penyelesaian Konflik

Berlanjut dari pembeberan awal, sekarang kita masuk ke tahap penyelesaian konflik. Tahap ini berbeda dengan tahap klimaks, sebab penyelesaian konflik adalah proses dimana tokoh protagonis berusaha membereskan konflik dalam cerita tersebut.

Jika ingin membuat cerita terasa lebih realistis, kita bisa memasukan 7 cara penyelesaian konflik dalam ilmu sosiologi, yaitu:

  • Mediasi
  • Arbitrase
  • Adjudikasi
  • Kompromi
  • Konsiliasi
  • Koersi
  • Stalemate

Kalian bisa pilih salah satu dari tujuh metode di atas ataupun menggabungkan lebih dari satu metode dalam menyelesaikan konfliknya.

 

Klimaks

Klimaks adalah puncak dari penyelesaian konflik oleh tokoh utama dalam penulisan sebuah cerita.

Setelah menggunakan salah satu dari tujuh metode tadi, kita harus menentukan bagaimana tokoh utama akan mengakhiri konflik ini.

Klimaks harus ditulis dengan cara hiperbola. Sehingga pembaca bisa merasakan bagaimana suasana dari peristiwa tersebut, bagaimana perasaan tokoh utama, dan membuat pembaca lebih penasaran dengan akhir dari ceritanya.

Tahapan klimaks bisa ditaruh di bagian mendekati akhir narasi maupun di bagian tengah.

Setelah melewati tahap ini, fase penulisan cerita akan menjadi lebih lambat dari segi peristiwa lanjutan yang terjadi.

 

Antiklimaks

Antiklimaks adalah tahapan penulisan cerita setelah klimaks dimana keadaan genting di dalam cerita berangsur-angsur turun.

Dalam tahapan antiklimaks, kalian bisa menarasikan secara time skip, yaitu ketika tokoh utama sudah menyelesaikan konflik dalam cerita kemudian latar waktu pada cerita tersebut lompat ke masa depan. Cara ini akan mempercepat proses anti klimaks agar bisa langsung masuk ke penyelesaian.

Namun jika kalian ingin menulis dengan fase penulisan yang sama, tahapan ini bisa menjadi waktu paling tepat untuk menjelaskan secara detail latar belakang konflik tersebut.

Anti klimaks juga bisa menjadi bagian tambahan jika kalian ingin mengembangkan tokoh tertentu agar semakin disukai atau tidak disukai oleh pembaca.

 

Penyelesaian

Dan tahapan penulisan alur cerita maju yang terakhir adalah penyelesaian. Layaknya menulis cerita dengan alur apapun, penyelesaian akan berisi pesan-pesan atau menjelaskan akhir dari cerita tersebut.

Penyelesaian bisa dilakukan secara singkat dan terbuka, yaitu tidak menjelaskan secara detail apa yang terjadi kepada tokoh utama setelah anti klimaks. Atau kalian juga bisa menjelaskan secara tertutup, yaitu menuliskan bagaimana kehidupan tokoh utama setelah konflik selesai.

Dalam tahap penyelesaian, kita juga bisa menulis pesan secara eksplisit maupun implisit.

Pesan eksplisit adalah pesan yang disampaikan secara tegas baik lewat tulisan, perbuatan, maupun perkataan. Sedangkan pesan implisit adalah pesan yang disampaikan dengan cara lebih halus dan umumnya mirip seperti sindiran atau sarkasme.

 

Semoga pembahasan hari ini bisa membantu kalian dalam menulis cerita dengan alur maju. Alur cerita ini sangat cocok untuk digunakan ketika latihan menulis cerita pendek ketika mau mempertajam sub-skill lain dalam membuat karya tulis, misalnya pengembangan karakter, penggambaran latar, dan masih banyak lagi.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar