mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Biografi

6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menulis Biografi

Hal yang harus diperhatikan sebelum menulis biografi

Sebenarnya, apa itu Biografi? Sederhananya pengertian biografi adalah cerita atau kisah lengkap dari kehidupan seseorang, yang ditulis oleh orang lain, mulai dari kelahiran, masa kanak-kanak, riwayat pendidikan hingga wafatnya.

Sebuah Biografi akan menguraikan secara lengkap mengenai perjalanan hidup seseorang dengan kompleks. Selain itu, biografi juga mendeskripsikan bagaimana perasaan pihak lain, yang ikut terlibat dalam kehidupan tokoh utama dalam biografi tersebut.

Biografi umumnya ditulis oleh orang lain, dan didasari oleh beberapa sebab, pertama karena anggapan bahwa orang yang akan dibuatkan biografinya ini punya jejak spesial dalam suatu perubahan, misalnya pahlawan, tokoh revolusi, ilmuwan, sejarawan dan sebagainya.

Penyebab kedua adalah prediksi penulis akan eksistensi tokoh-tokoh tersebut, yang tetap punya pengaruh hingga ke masa depan maupun untuk untuk para generasi. Sebagai contoh kecil, tanpa adanya Biografi, kita tidak akan tahu siapa itu Aristoteles, Nicholas Tesla, Abraham Lincoln dan lainnya.

Namun pada kenyataannya, membuat sebuah biografi juga memiliki aturan yang menjadi pedoman dan acuan. Ada beberapa Hal yang harus diperhatikan sebelum membuat Biografi. Apa sajakah itu? Berikut beberapa poinnya :

1. Pemilihan Tokoh

Yang pertama yakni mengenai Tokoh yang akan kita angkat. Pemilihan ini juga tidak boleh asal-asalan. Ambillah dari beberapa subjek yang potensial, penyesuaian dengan target pasar maupun ketertarikan pribadi.

Misalnya subjek yang tengah viral. Catatlah tokoh / pihak yang terlibat dalam keviralan tersebut, baik yang bersifat Antagonis, korban, provokator dan sebagainya. Atau bisa juga tokoh-tokoh politik yang berjasa terhadap suatu perubahan.

Yang paling mudah adalah membuat biografi dengan subjek yang anda sukai. Misalnya, anda punya hobi atau ketertarikan di bidang seni, maka carilah tokoh seni yang layak diangkat, misalnya Biografi Agus Djaya, Basuki Abdullah, Abdullah Suriosubroto dan sebagainya.

2. Menentukan Fakta-fakta Utama

Langkah membuat Biografi yang benar berikutnya yakni menentukan Fakta-fakta apa saja yang ada pada tokoh yang hendak kita  angkat, baik itu fakta unik, menarik, mengejutkan dan sebagainya.

Yang dimaksud dengan fakta disini adalah ide, gagasan atau pemikiran yang dicetuskan oleh tokoh tersebut, yang akhirnya berpengaruh bagi kelangsungan kehidupan seseorang, maupun orang banyak.

Sebagai contoh, Basuki Abdullah yang menaklukkan 87 seniman lukis asal Eropa, sehingga Dunia Kesenian Lukis di Indonesia semakin dipandang baik dan dibargai secara internasional.

Contoh lainnya adalah, Agus Djaya yang berhasil menyabet penghargaan dari pemerintah, atas dedikasinya dalam bidang Seni Rupa, yang menjadi cikal-bakal perkembangan Kesenian Rupa Kontemporer di tanah air.


3. Tentukan Tema-tema yang akan dikembangkan

Poin yang perlu diperhatikan dalam membuat Biografi, berikutnya adalah menentukan tema apa saja yang akan kita angkat. Ini juga bersifat penting dan harus diperhatikan, supaya biografi yang dibuat tidak menyimpang atau keluar dari tema yang ditentukan, dalam artian memiliki batasan-batasan.

Misalnya, saat anda menuliskan mengenai hasil lukisan terbaik karya Agus Djaya, maka anda tidak perlu memasukkan karya yang gagal, atau yang sepatutnya memang tidak untuk dipublikasikan oleh beliau.

Batasan-batasan ini harus dijaga. Jika memang tokoh tersebut tidak berkenan untuk diceritakan dikemudian hari, maka perhatikan itu. Bukan berarti hanya menampilkan keunggulan saja tanpa kelemahan, namun hanya sebatas menjaga privasi.

4. Menentukan Daya Tarik

Biografi yang sering kita baca, umumnya pasti sudah terkenal, tersohor, punya pengaruh dan kualitas yang membedakan dia dari yang lain.

Namun terlepas dari itu, saat anda membuat biografi mengenai seseorang yang belum terlalu dikenal, carilah sisi daya darik dari tokoh tersebut.

Anda harus mampu meyakinkan orang lain, mengapa mereka harus mengenal tokoh yang akan anda angkat. Ini termasuk argumen dasar, supaya para pembaca memiliki ketertarikan untuk membagikannya juga kepada orang lain.


5. Menentukan Bagian Penting dalam Hidup Tokoh

Hal yang harus diperharikan sebelum membuat biografi berikutnya adalah menentukan bagian penting dalam perjalanan kehidupan tokoh, baik itu terkesan haru, membanggakan, lucu dan sebagainya.

Ketika anda menceritakan kehidupan seseorang secara kronologis, pastikan bagian terpenting dalam hidupnya juga diikutsertakan. Hal ini sejatinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca, terutama pelajaran yang bisa diambil dari tokoh yang diangkat.

Sebagai contoh : Saat Agus Djaya berada di Eropa, dia berkesempatan bertemu dengan pelukis yang sangat tersohor kala itu, yakni Pablo Picasso, serta mendapat banyak suntikan motivasi pasca pertemuan tersebut.

Nah, dari peristiwa tersebut, pembaca bisa mengambil pelajaran berharga bahwa, saat mereka hendak meniti karir, menjumpai tokoh atau ahli dibidang tersebut akan memberikan keuntungan yang besar, seperti yang dialami Agus Djaya.

6. Biografi tidak sama dengan Biodata

Sejatinya masih banyak yang belum paham akan hal ini, sehingga menganggapnya sama, padahal pada kenyataan dan prakteknya berbeda. Jika biografi menjelaskan kehidupan seseorang secara lengkap dengan aturan-aturan tertentu, biodata tidak.

Biodata lebih kepada pengenalan dasar mengenai seseorang. Dalam artian, merupakan data diri seseorang secara ringkas, ibaratkan sebuah pertanyaan yang telah dijawab.

Penutup

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai 5 Hal yang harus diperhatikan sebelum membuat Biografi. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca semua. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Tulisan ini merupakan kiriman dari : Wiki Pebriyanto
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar