mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
4 Penggunaan Tanda Titik Dua yang Benar Menurut PUEBI

4 Penggunaan Tanda Titik Dua yang Benar Menurut PUEBI

Penggunaan tanda titik dua

Ada banyak jenis tanda baca yang sering kita temukan dalam sebuah tulisan seperti tanda titik, koma, titik koma, titik dua, petik, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana tata cara penulisan tanda baca yang benar menurut kaidah Bahasa Indonesia

Salah penempatan, bisa saja merubah makna dari sebuah kalimat sebelum atau sesudah tanda baca tersebut. Untuk itu, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui bagaimana aturan penggunaan tanda baca yang benar, dalam hal ini adalah tanda titik dua.

Namun sebelum itu, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu tanda titik dua dan fungsinya. Langsung saja, simak materinya berikut ini :

Tentang Tanda Titik Dua

Apa yang dimaksud dengan titik dua? Tanda titik dua merupakan tanda baca yang dilambangkan dengan dua titik berukuran sama yang diletakkan satu di atas yang lain, atau yang terletak di tengah garis vertikal yang sama.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia titik dua diartikan sebagai tanda baca yang dilambangkan dengan (:) untuk menandai pemerian dan sebagainya. Penggunaan tanda baca satu ini bisa berbeda antar berbagai bahasa.

Fungsi Tanda Titik Dua

Secara umum, fungsi titik dua adalah untuk memberitahukan pembaca bahwa uraian setelah tanda titik dua memberi bukti dan menjelaskan. Bisa juga merupakan unsur dari apa yang telah dijelaskan sebelum tanda tersebut.

Selain itu, fungsi titik dua disesuaikan dengan berdasarkan bagaimana penempatannya dalam sebuah kalimat.

Bagaimana Penggunaan Tanda Titik Dua yang Benar?

Penggunaan tanda titik dua yang benar

Tentang penggunaan tanda baca titik dua mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa yang terbit pada tahun 2015. Ada 4 aturan penggunaan yang harus kamu ikuti, apa saja itu? Berikut ini pedoman penggunaan tanda titik dua dan juga contohnya. Mari disimak

Penggunaan Tanda Baca Titik Dua Pertama

Aturan yang pertama, titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti penjelasan atau pemerincian. Beberapa contoh kalimatnya yakni sebagai berikut :
  • Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, televisi, alat masak dan lemari.
  • Kita membutuhkan peralatan masak : kompor, gas, penggorengan, pisau, dan sendok sayur.
  • Hanya ada dua pilihan bagi para pahlawan kemerdekaan: hidup atau mati.
  • Kita membutuhkan buah-buahan untuk buka puasa: apel, kurma, melon, semangka, dan pepaya.
  • Ibu pergi ke ke supermarket membeli bahan-bahan untuk memasak: gula, minyak goreng, tepung, kecap, dan lain-lain.
  • Ada 5 klub sepak bola Indonesia paling fanatik: aremania, bonek mania, bobotoh, the jack mania, dan pasoepati
  • Aku dan ayah pergi ke ladang untuk memanen palawija: kacang tanah, buncis, kedelai, dan jagung.
  • Menjelang masuk sekolah, kita sangat membutuhkan alat tulis: pulpen, pensil, penghapus, penggaris, dan rautan.
  • Universitas Jember memiliki beberapa fakultas: kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu komputer, pertanian, hukum, ekonomi, dan ilmu budaya.


Penggunaan Tanda Baca Titik Dua Kedua

Selain itu, tanda baca titik dua juga dipakai setelah ungkapan atau kata yang memerlukan pemerian. Misalnya yaitu :
  • Ketua : Ahmad Wijaya
    Sekretaris : Siti Aryani
    Bendahara : Aulia Arimbi
  • Narasumber : Prof. Dr. Rahmat Effendi
    Pemandu : Abdul Gani, M.Hum.
    Pencatat : Sri Astuti Amelia, S.Pd.
  • Ketua : Ahmad Yani
    Sekretaris : Siti Aryani
    Bendahara : Aulia Umar
  • Narasumber : Prof. Dr. Ahmad Dhani
    Pemandu : Firdaus Deni, M.Hum.
    Pencatat : Sri Wahyuningsih, S.Pd.
  • Menteri Pemuda dan Olahraga : Zainudin Amali
    Sekretaris Kementerian : Gatot Dewa S. Broto
    Inspektorat : Ibnu Hasan
  • Kepala Desa : H. M. Mahfud
    Ketua BPD : Sugiarto, SH. MH
    Sekretaris Desa : Reni Puspitasari, S.AB
    Bidan Desa : Dwi Ariyanti, S.Keb
    Narasumber : Riyati
  • Ketua Panitia : Firdaus Deni Febriansyah
    Wakil Ketua Panitia : Budi Santoso
    Sekretaris : Putri
    Bendahara : Sri Mulyani

Penggunaan Tanda Baca Titik Dua Ketiga

Penggunaan tanda titik dua yang tepat sesuai PUEBI berikutnya digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam dialog atau percakapan. Contohnya sebagai berikut :
  • Ibu : "Bawa barang ini, Nak!"
    Budi : "Baik, Bu."
    Ibu : "Jangan lupa, letakkan dengan benar!"
  • Ari : "Hai, Rudi. Bagaimana kabarmu?"
    Rudi : "Alhamdulillah ri, aku sehat. Bagaimana dengan liburan semestermu?"
    Ari : "Ya begitulah, selama pandemi ini aku jarang sekali keluar rumah."
    Rudi : "Sama aku pun begitu, hanya di rumah saja."
  • Siska : "Kamu sudah mengerjakan PR kemarin belum?"
    Putri : "Hah? PR yang mana?"
    Siska : "Itu lho, PR Bahasa Indonesia halaman 211."
    Putri : "Astaghfirullah, aku lupa banget. Aku ngerjakan sekarang ya, nyontek punya kamu."
    Siska : "Baiklah, tapi lain kali jangan diulangi lagi ya."
    Putri : "Siap."


Penggunaan Tanda Baca Titik Dua Keempat

Dan aturan yang terakhir, tanda titik dua digunakan diantara surah dan ayat dalam kitab suci, jilid atau nomor dan halaman, nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka, serta judul dan anak judul suatu karangan. Beberapa contoh penggunaannya yaitu :
  • Horison, XLIII, No. 9/2009: 9
  • Surah Ar Rahman: 2—5
  • Matius 2: 1—3
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara
  • Pedoman Umum Penulisan Singkatan. Jakarta: Pusat Bahasa.
  • Dani, dkk. 2013. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.
  • Mulyasa. 2012. Menjadi Guru Professional. Bandung : Remaja Rosda
  • Santoso, Budi. 2015. Teknik Penulisan Jurnal. Jakarta: Zaka Publishing

Pengecualian

Tanda titik dua tidak digunakan apabila perincian atau penjelasan seperti yang tertera pada poin pertama merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. misalnya yaitu :
  • Kita memerlukan pisau, sendok, dan garpu.
  • Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
    a. persiapan,
    b. pengumpulan data,
    c. pengolahan data, dan
    d. pelaporan.

Demikian penjelasan singkat mengenai aturan penggunaan tanda titik dua yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan selamat belajar.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar