mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
4 Penggunaan Tanda Kurung pada Kalimat yang Tepat

4 Penggunaan Tanda Kurung pada Kalimat yang Tepat

Penggunaan tanda kurung

Jika sebelumnya kamu sudah belajar mengenai penggunaan tanda petik tunggal, kini saatnya kamu belajar mengenai tanda kurung dan mengetahui bagaimana penggunaannya yang benar pada kalimat. Tanda baca ini mungkin sudah tak asing lagi di mata kamu dan kamu mungkin sering menuliskannya atau menemukannya di berbagai buku.

Sangat penting bagi siapapun untuk menulis dengan baik dan benar. Salah penggunaan huruf atau tanda baca bisa saja menyebabkannya perubahan makna pada kata atau kalimat. Untuk itu, supaya kamu tidak salah dalam memakai tanda kurung, mari simak materinya hingga selesai.

Apa Itu Tanda Kurung?

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh soal bagaimana pemakaian tanda baca yang satu ini, terlebih dahulu mari kenali definisinya. Tanda kurung  merupakan tanda baca yang ditulis secara berpasangan seperti halnya tanda petik memisahkan atau menyisipkan teks ke dalam teks lain.

Tanda kurung juga memiliki sebutan lain yaitu tanda lengkung, terkadang juga disebut tanda kurung lengkung. Penyebabnya karena simbol tanda baca yang satu ini berbentuk lengkungan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda kurung adalah tanda baca (...) yang mengapit tambahan keterangan atau penjelasan serta untuk mengumpulkan beberapa unsur menjadi satu kelompok
Pasangan tanda kurung disebut dengan kurung buka dan kurang tutup.

Kurung buka berada sebelum awal kata atau kalimat dan kurung tutup berada setelah kata atau kalimat. Ilustrasinya seperti ini :



Sebenarnya ada 4 jenis tanda kurung, yaitu kurung lengkung, kurung siku, kurung kurawal, dan kurung sudut. Namun dalam PUEBI hanya terdapat kurung lengkung dan kurung siku saja. Dan khusus materi ini terlebih dahulu saya bahas tanda kurung lengkung terlebih dahulu.

Fungsi Tanda Kurung

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, ada beberapa fungsi utama dari tanda baca yang satu ini. Pertama, untuk mengapit tambahan keterangan, yang kedua adalah untuk mengapit tambahan keterangan yang bukan merupakan bagian utama kalimat.

Selain itu masih banyak lagi fungsi yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melanjutkan membaca materi penggunaan tanda kurung ini sampai selesai.

Penggunaan Tanda Kurung yang Benar

Pemakaian Tanda Kurung

Pemakaian tanda kurung lengkung yang benar berpedoman pada PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Ada 4 aturan yang wajib kamu ikuti yaitu :

Aturan Penggunaan Tanda Kurung 1

Aturan yang pertama, tanda kurung digunakan untuk mengapit tambahan penjelasan atau keterangan. Berikut ini contoh penerapannya dalam kalimat :
  • Ia belum memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
  • Lokakarya (workshop) itu diadakan di Makassar.
  • Dia belum boleh mengendarai mobil karena tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).
  • Penulisan kata dan kalimat dalam Bahasa Indonesia harus sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
  • Budi bekerja di salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada di kota Bandung.
  • Ani diterima kuliah di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik).
  • Tahun ini kampus STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tidak menerima pendaftaran mahasiswa baru.
  • Dia pergi ke luar negeri untuk menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia).
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap menerapkan kenormalan baru.
  • Setiap keluarga wajib memiliki KK (Kartu Keluarga).
  • Beliau diangkat sebagai sekretaris jenderal di Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara).


Aturan Penggunaan Tanda Kurung 2

Tanda kurung juga digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. Contohnya yaitu :
  • Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1960.
  • Keterangan itu (lihat tabel 8) menunjukkan arus perkembangan baru transportasi dalam negeri.
  • Anita (istri Hermawan) melahirkan anak pertamanya di rumah sakit tadi pagi.
  • Anisa (anak Pak Budi) memenangkan perlombaan baca puisi nasional di Surabaya.
  • Sebagian orang yang berlibur ke Yogyakarta menyempatkan diri mengunjungi Malioboro (kawasan jalan di Jogja).


Aturan Penggunaan Tanda Kurung 3

Tanda kurung digunakan untuk mengapit kata atau huruf yang keberadaannya di dalam teks dapat dihilangkan atau dimunculkan. Berikut ini beberapa contohnya dalam kalimat :
  • Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.
  • Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (kota) Surabaya.
  • Didi berasal dari (kota) Banyuwangi.
  • Mereka (adalah) orang-orang yang serakah.
  • David tinggal di Semarang sejak (tahun) 2012.
  • Sejak (masih) kecil, Wendi sudah bercita-cita menjadi pelawak.
  • Toko tersebut buka setiap (hari) Senin sampai Sabtu.
  • Pada hari libur, banyak yang berkunjung ke (pantai) Kuta.
  • (Kota) Bandung dikenal dengan sebutan 'Paris Van Java'.


Aturan Penggunaan Tanda Kurung 4

Dan yang keempat, tanda kurang dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang digunakan sebagai penanda pemerincian. Misalnya yaitu :
  • Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.
  • Jurusan yang berada di bawah Fakultas MIPA adalah (1) Matematika, (2) Kimia,(3) Fisika, dan (4) Biologi.
  • Syarat-syarat untuk melamar pekerjaan perusahaan ini adalah: (1) berkelakukan baik, (2) pendidikan minimal D3, (3) berpengalaman kerja minimal 1 tahun, (4) belum menikah, dan (5) bisa bekerja secara individu maupun tim.
  • Barang-barang yang harus dibawa esok hari : (a) makanan dan minuman,(b) obat-obatan, (c) alat tulis, (d) alat mandi, dan (e) Alat salat.

Demikian pembahasan materi tentang tanda kurung dan penggunaannya yang benar pada kalimat. Jangan lupa bagikan materi gratis ini kepada teman-teman yang lain agar semua bisa mendapatkan ilmu seputar penulisan yang baik dan benar. Sekian dan selamat belajar.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Seorang content writer

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar