mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Biografi Sanusi Pane, Sang Penulis Angkatan Pujangga Baru

Biografi Sanusi Pane, Sang Penulis Angkatan Pujangga Baru

Biografi Sanusi Pane

Pembahasan menarik kali ini adalah tentang Biografi Sanusi Pane. Beliau adalah seorang tokoh sastra terkenal pada masanya. Mungkin, kamu masih asing dan baru sekali dua kali mendengar nama beliau. Namun tak perlu bingung dan khawatir lagi, karena ayo berbahasa akan menerangkannya mengenai siapa itu Sanusi Pae dan bagaimana cerita hidup beliau. Langsung saja, mari disimak penjelasannya berikut ini :

Biografi Sanusi Pane Lengkap

Sanusi Pae merupakan seorang penulis yang lahir di Muara Sipongi, Sumatera Utara pada tanggal 14 November 1905. Beliau termasuk tokoh sastra Angkatan Pujangga Baru yang aktif menerbitkan karya di tahun 1920-an hingga 1940-an. Beliau telah tutup usia pada tanggal 2 Januari 1969 di usia 62 tahun.

Sanusi Pae merupakan anak dari seorang guru yang dan seniman Batak Mandailing di Muara Sipongi, Mandailing Natal bernama Sutan Pengurabaan Pane. Sementara itu saudaranya juga ada yang menjadi sastrawan, yakni Armijn Pane. Selain itu, Sanusi juga mempunyai saudara bernama Lafran Pane yang merupakan pendiri organisasi pemuda Himpunan Mahasiswa Islam.

1. Riwayat Pendidikan

Sanusi Pane memulai studinya dengan menempuh pendidikan di Hollands Inlandse School (HIS) di Padang Sidempuan dan Tanjungbalai. Selepas lulus dari sana, beliau melanjutkan pendidikannya ke Europeesche Lager School (ELS) di Sibolga dan selanjutnya melanjutkan lagi ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang dan Jakarta.

Tak berhenti sampai di situ, beliau kemudian melanjutkan studinya di Kweekschool yang merupakan sekolah guru yang berlokasi di Gunung Sahari, Jakarta Pusat dan lulus pada tahun 1925.  Beliau juga pernah menempuh kuliah selama 1 tahun di Rechtshogeschool (Sekolah Tinggi Kehakiman). Tahun 1929 hingga 1930, beliau sempat mengunjungi India dan setelah kunjungan tersebut sangat berpengaruh terhadap pandnapan kesustraan beliau.

Kisah cerpenis Indonesia : Subagio Sastrowardoyo

2. Karir

Karir pertama seorang Sanusi Pane dimulai ketika beliau lulus dari sekolah guru Kweekschool dengan menjadi guru di sana dari 1925 hingga 1931. Setelah itu, sekembalinya dari India, beliau menjadi redaksi majalah "Timbul" berbahasa Belanda.

Semenjak saat itu, beliau mulai rutin menulis berbagai karangan kesusastraan, filsafat dan juga politik. Tahun 1936 Sanusi Pane bekerja sebagai pemimpin surat kabar Tionghoa-Melayu "Kebangunan" di Jakarta. Kemudian lanjut pada tahun 1941 beliau menjadi redaktur Balai Pustaka.


3. Karya

Dalam membuat karya sastra, Sanusi Pane terinspirasi dari kejayaan budaya Hindu-Budha di tanah air pada masa lampau. Pandangan beliau di bidang kesusastraan dianggap merupakan kebalikan dari Sutan Takdir Alisjahbana.

Sanusi Pane banyak menciptakan karya sastra berupa puisi, namun juga menulis drama yang menggali peristiwa sejarah. Kumpulan sajak pertamanya yang berjudul "Pancaran Cinta" terbit tahun 1926, sedangkan untuk dramanya pertama kali diterbitkan pada tahun 1933 yang berjudul "Sandyakala ning Majapahit".

Saat itu hampir semua karya sastra yang beliau ciptakan tersebar di berbagai media massa yang membuat cukup banyak orang membaca dan terinsipirasi dengan apa yang beliau ciptakan. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa karya puisi dan drama dari Sanusi Pane :

  • Prosa Berirama (1926)
  • Puspa Mega (1927)
  • Madah Kelana (1931)
  • Drama Airlangga (dalam berbahasa Belanda, 1928)
  • Drama Eenzame Garoedavlucht (dalam berbahasa Belanda, 1929)
  • Drama Kertajaya (1932)
  • Drama Manusia Baru (1940)
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mengenal sastrawan dan sutradara Indonesia : Asrul Sani

Sanusi Pane merupakan merupakan orang penting dalam dunia sastra di Indonesia. Hal ini senada dengan apa yang pernah dikatakan oleh Teeuw (1952) yang mengatakan bahwa beliau merupakan orang penting ketiga dari golongan Pujangga Baru setelah Sutan Takdir dan Amir Hamzah. Semoga dari biografi Sanusi Pane singkat di atas, kita dapat memetik pembelajaran yang begitu luar biasa. Aamiin ya rabbal 'alamin.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment