mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Biografi Mochtar Lubis, Jurnalis dan Pengarang Indonesia Angkatan 50

Biografi Mochtar Lubis, Jurnalis dan Pengarang Indonesia Angkatan 50

Biografi Mochtar Lubis

Mochtar Lubis dikenal sebagai seorang jurnalis dan juga pengarang era tahun 1950 - 1960. Tokoh sastra yang satu ini menjadi sosok yang turut serta dalam mendirikan kantor berita ANTARA. Pada konten kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai biografi Mochtar Lubis yang telah diolah dari berbagai sumber. Berikut ulasannya

Biografi Mochtar Lubis

Mochtar Lubis lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922 dan wafat di Jakarta, 2 Juli 2004 pada usia 82 tahun. Beliau merupakan seorang penulis, jurnalis, penerjemah, pelukis ternama dan berasal dari keluarga Batak Mandailing.

Mochtar Lubis adalah anak dari pasangan Raja Pandapotan Lubis dan Siti Madinah Nasuti. Ayah Mochtar bernama Marah Husin adalah seorang Kepala Distrik Kerinci pada masa Pemerintahan Hindia Belanda sedangkan ibunya bernama Siti Madinah Nasution. Mochtar Lubis anak keenam dari sepuluh bersaudara.

Mochtar Lubis memiliki seorang istri yang bernama Siti Halimah Kartawijaya dimana pernikahannya dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 1945. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai 3 orang anak yang terdiri atas 2 laki-laki dan 1 perempuan, yakni Indrawan Lubis, Arman Lubis, dan Yana Zamin Lubis, serta 8 cucu.

Baca juga : biografi Buya Hamka

1. Pendidikan

Mochtar Lubis memulai pendidikannya di HIS Kerinci tahun 1936. Kemudian pada tahun 1940 beliau melanjutkan pendidikannya ke Jurusan Ekonomi di Kayutanam, Sumatra Tengah (sekarang provinsi Jambi).

Di sekolah tersebut siswa dan siswi diajarkan tentang ekonomi, bahasa, matematika dan politik. Namun Mochtar lebih tertarik ke politik dan banyak membaca karya dari Adam Smith dan Karl Marx. Selain itu, beliau juga selalu membaca tulisan Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Syahrir.

Sebenarnya beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran, akan tetapi Sang Ayah melarang. Namun Mochtar juga pernah menempuh pendidikan di Thomas Jefferson Fellowship (East-West Center, University of Hawaii, USA).

Biografi cerpenis Indonesia : Subagio Sastrowardoyo

2. Karir

Mochtar Lubis pernah mengajar sebagai guru di Nias pada tahun 1943. Di sana beliau mengajar nasionalisme salah satunya dengan menyanyikan lagu indonesia raya dibawah kibaran bendera merah putih.

Tentu saja apa yang dilakukannya tersebut membuat pihak sekolah marah besar dan pihak menghukum berat Mochtar Lubis. Beruntung, karena pihak sekolah mengenal ayahnya, maka Mochtar Lubis hanya dipecat saja tidak sampai dibunuh.

Pada tahun yang sama, beliau juga pernah bekerja di Bank Factory Jakarta. Selain itu, Mochtar Lubis juga pernah anggota tim monitoring radio sekutu guna kepentingan Gunseikenbu, tentara Jepang.

Karirnya di dunia jurnalistik dimulai ketika tahun 1945 saat bergabung ke kantor berita ANTARA. Tanggal 28 Desember 1949 beliau mendirikan surat kabar Harian Indonesia Raya menjadi pemimpin redaksinya namun pada akhirnya dilarang terbit.

Profesinya sebagai wartawan membuat Mochtar Lubis sering meliput perang. Pada saat Soekarno berkuasa beliau pernah dipenjara karena cukup sering menulis hal yang kontroversial. Mochtar Lubis dipenjarakan di Madiun dari 21 Desember 1956 hingga Mei 1966 bersama Sutan Syahrir, Mohamad Roem, dan beberapa tokoh politik lainnya

Beliau juga pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA). Selain itu Mochtar juga merupakan anggota World Futures Studies Federation.

Setelah peristiwa G 30 S PKI, Mochtar Lubis menerbitkan majalah sastra Horison. Bahkan beliau sendiri yang menjadi pemimpin redaksi. Hingga saat ini karya tersebut masih tetap ada.

Baca juga : biografi Marah Rusli

3. Penghargaan

Sudah beragam penghargaan yang Mochtar dapatkan baik sebagai penulis maupun jurnalis. Salah satunya ketika tahun 1958, Mochtar memperoleh penghargaan Magsaysay Journalism and Literature Award dari Manila, Filipina

Selain itu, beliau juga pernah mendapatkan penghargaan Pena Emas untuk kemerdekaan pers dari Federasi Penerbit Surat Kabar Internasional di Perancis. Dan juga Hadiah Sastra Nasional BMKN untuk Jalan Tak Ada Ujung pada tahun 1952 dan Hadiah dari majalah Kisah untuk cerpen "Musim Gugur" tahun 1953

Tak cukup sampai di situ saja, Mochtar Lubis juga pernah mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia karena telah berhasil meliput terjadinya perang Korea. Mochtar juga pernah mendapatkan Penghargaan Anugerah Sastra Chairil Anwar dari Dewan Kesenian Jakarta tahun 1992 dan Penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah Indonesia pada tahun 2004.

4. Karya

Catatan Subversif Mochtar Lubis
Sumber gambar : goodreads

Affair, merupakan salah satu cerita karangan Mochtar Lubis yang terkenal begitu kontroversial. Bahkan membuatnya harus mendekam di penjara selama beberapa tahun.

Affair menceritakan tentang pelecehan seksual yang dialami oleh Nyonya yanti sulaiman yang merupakan seorang ahli purbakala. Bahkan beliau pernah menulis tentang hubungan presiden soekarno dengan wanita salatiga bernama Hartini.

Menjalani di kehidupan di penjara tak lantas membuatnya berhenti untuk berkarya. Pemikirannya selama di penjara, beliau tuangkan dalam buku Catatan Subversif (1980).

Mochtar juga pernah membuat cerpen menampilkan tokoh karikatural Si Djamal. Selanjutnya dia menulis novel, seperti Harimau Harimau, Senja di Jakarta, Berkelana dalam Rimba, dan Jalan Tak Ada Ujung, Tak cuma itu saja, berikut ini beberapa karya yang telah berhasil beliau ciptakan :

  • Novel "Tidak Ada Esok" (1951)
  • Perlawatan ke Amerika Serikat (1951)
  • Perkenalan di Asia Tenggara (1951)
  • Catatan Korea (1951)
  • Teknik Menulis Skenario Film (1952)
  • Kumpulan Cerpen "Perempuan" (1956)
  • Cerita Anak "Harta Karun" ( 1964)
  • Novel "Tanah Gersang" (1966)
  • Editor buku "Pelangi: 70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana" (1979).

5. Wafat

Mochtar Lubis tutup usia pada 2 Juli 2004 di Beliau di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Beliau dimakamkan di TPU Jeruk Purut disamping makam istrinya. Mochtar Lubis meninggalkan 3 orang anaknya.

Kisah tokoh lainnya : WS Rendra, Si Burung Merak

Demikian biografi singkat Biografi Mochtar Lubis, semoga bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Jangan lupa bagikan konten ini jika dirasa bermanfaat yaa. Terima kasih.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

2 comments

  1. Pengarang Mohtar Lubis ternyata meninggalkan banyak Karya yang hebat ya. Semoga Anak negeri bisa mengikuti jejak seperti Beliau ini.

    ReplyDelete
  2. Wah... mantep nih materinya.... sukses selalu yah....

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif