mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
25+ Contoh Pameo Beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia

25+ Contoh Pameo Beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia

contoh pameo beserta artinya

Ayo Berbahasa pada kesempatan kali ini akan membahas tentang definisi, fungsi dan contoh pameo beserta artinya dalam Bahasa Indonesia. Pameo juga menjadi salah satu jenis dari peribahasa dan dianggap mirip dengan bidal.

Hal ini dikarenakan tujuan penyampaiannya yang sama-sama dibuat untuk memberikan motivasi ataupun menyindir seseorang. Pameo juga merupakan salah satu contoh dari puisi lama. Selengkapnya tentang pameo, mari simak penjelasannya pada konten berikut ini

Apa Itu Pameo?

Pameo atau pemeo merupakan salah satu jenis peribahasa yang dapat dijadikan motivasi untuk memotivasi pembacanya. Selain itu pameo juga digunakan untuk menyindir ataupun mengolok-olok seseorang.

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa pemeo memiliki arti "ejekan" atau perkataan lucu yang menyindir.

Baca juga : apa itu pantun?

Fungsi Pameo

Sesuai dengan penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa fungsi dari pameo ada 2 hal yakni sebagai berikut

  • Sebagai semboyan guna memberikan motivasi dan membakar semangat.
  • Sebagai sarana untuk menyindir dan mengolok-olok.

Menarik : 5 fungsi bahasa, apa saja?

Contoh Pameo Beserta Artinya

Ada beberapa contoh dari pameo yang harus kamu ketahui. Apa saja itu dan apa makna disetiap pameo tersebut? Berikut adalah daftarnya :

  1. Esa hilang, dua terbilang (terus berusaha untuk menggapai cita-cita).
  2. Malu bertanya sesat di jalan (jangan malu bertanya agar kamu tak salah arah)
  3. Maju terus pantang mundur (jangan menyerah dan teruslah berjuang).
  4. Banyak bekerja, sedikit bicara (perbanyak tindakan, kurangi bicara).
  5. Pantang pulang sebelum tumbang (pantang menyerah sebelum meraih apa yang diimpikan).
  6. Pantang pulang sebelum padam (jangan pulang sebelum kebakaran dapat dipadamkan).
  7. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh (sesuatu akan berhasil bila dikerjakan bergotong-royong)
  8. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul (persahabatan yang karib baik susah ataupun senang, senasib sepenanggungan).
  9. Patah sayap, bertongkat paruh (tidak berhenti berusaha untuk menyampaikan maksudnya).
  10. Ada uang ada barang (bila sanggup membayar, maka barang yang diminta akan diberikan).
  11. Seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk (semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati).
  12. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang (jika orang yang dicintai memperoleh rezeki maka orang tersebut akan dimanja dan disayang, namun bila rezeki berkurang atau tidak ada uang maka orang tersebut tidak disayang dan dimanja lagi).
  13. Ada sebab, ada akibat (segala hal yang terjadi di dunia ini pasti ada sebab dan akibatnya).
  14. Cubit paha sendiri dulu, baru cubit paha orang lain (merasakan sendiri apa yang sudah diperbuat). 
  15. Gantungkan cita-citamu setinggi langit (raihlah cita-cita setinggi mungkin).
  16. Sekarang atau tidak sama sekali! (sesuatu yang baik harus dilakukan dengan segera)
  17. Patah sayap, bertongkat paruh. (tidak mudah menyerah, dan terus berusaha semaksimal mungkin).
  18. Murah di mulut, mahal di timbangan (sulit menepati janji).
  19. Ibarat menuang minyak ke api (terlalu membesar-besarkan persoalan).
  20. Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam (sebodoh-bodohnya orang jika mau berusaha maka akan mendapatkan jadi pandai).
  21. Hutang nyawa dibayar nyawa (setiap perbuatan seseorang akan dibalas sesuai dengan perbuatannya).
  22. Mati satu tumbuh seribu (sesuatu yang hilang akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baru)
  23. Lain di bibir, lain di hati (apa yang dikatakan berbeda  dengan isi hatinya).
  24. Sekali tidak tetaplah tidak (jika suatu hal sudah ditolak, maka jangan ada tawar menawar lagi setelahnya).
  25. Patah tumbuh, hilang berganti (sesuatu yang hilang atau pergi selalu ada penggantinya).
  26. Pahit rasa empedu, manis rasa gula (kegagalan awal dari keberhasilan).
  27. Tuba binasa ikan tak dapat (pekerjaan yang sia-sia dikerjakan, bukannya untuk justru mendapatkan kerugian).
  28. Tukang tidak membuang kayu (seseorang yang bijaksana bisa menghargai semua orang).
  29. Pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan (tidak ada orang yang mau dihina). 
  30. Kapak menelan beliung (yang baik ditukar yang buruk).

Materi lainnya : 40 contoh perumpamaan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, dan contoh pameo beserta artinya. Jangan lupa bagikan konten ini kepada yang lainnya bila dirasa bermanfaat, terima kasih.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar