mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
40+ Contoh Perumpamaan dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

40+ Contoh Perumpamaan dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

contoh perumpamaan dan artinya

Beberapa contoh perumpamaan dan artinya menjadi pembahasan utama pada konten kali. Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, perumpamaan merupakan salah satu dari jenis peribahasa.

Karena perumpamaan merupakan bagian dari peribahasa, maka secara otomatis juga termasuk ke dalam salah satu dari karya sastra. Dan disampaikan untuk menyamakan satu hal dengan hal lainnya. Sebelum langsung ke contoh, alangkah lebih baik jika kamu memahami definisinya terlebih dahulu.

Apa Itu Perumpamaan?

Perumpamaan merupakan salah satu jenis dari peribahasa yang berisikan perbandingan. Dan juga ditandai dengan adanya kata seperti, bagai, bak, laksana, ibarat,dll. Perumpamaan juga dapat diartikan sebagai tulisan yang berisi perbandingan antara perilaku manusia dengan sesuatu yang ada di alam sekitarnya.

Perumpamaan memiliki sinonim yakni ibarat. Kata dasarnya adalah umpama (yang menjadi contoh/persamaan/perbandingan dengan yang lain-lain). Selain itu, umpama juga bisa disamaartikan dengan sama halnya dengan, bagaikan, atau seakan-akan (KBBI V).

Baca juga : materi pantun (lengkap).

Contoh Perumpamaan dan Artinya

Ada banyak sekali contoh perumpamaan dalam bahasa Indonesia. Berikut Ayo Berbahasa akan berikan beberapa contoh dan disertai dengan arti perumpamaan tersebut. Mari disimak di bawah ini

  1. Bak ilmu padi, kian berisi kian merunduk (selalu merendah diri).
  2. Bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang (sesuatu hal yang didapatkan sekalipun berguna, namun kemudian mendatangkan yang lebih menyiksa).
  3. Bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian (melakukan sesuatu hal yang sia-sia).
  4. Bak tengguli di tukar cuka (kejadian yang tertukar dari kejadian yang membahagiakan menjadi kejadian yang menyedihkan). 
  5. Bagai aur dengan tebing (dua hal yang tak dapat dipisahkan).
  6. Bagai alu sesudah menumbuk dicampakkan (dihargai sewaktu dibutuhkan, setelah tak berguna lagi malah dibuang).
  7. Bagai alu pencungkil duri (melakukan sesuatu yang sia-sia/tidak mungkin berhasil).
  8. Bagai air di daun talas (pendiriannya selalu berubah-ubah).
  9. Bagai anak sepat ketohoran (bermalas-malasan).
  10. Bagai anjing beranak enam (tubuhnya kurus sekali).
  11. Bagai anjing melintang denai (sangat gembira).
  12. Bagai ayam dibawa kelampok (keheranan melihat sesuatu).
  13. Bagai anak ayam kehilangan induknya (kesusahan karena kehilangan panutan).
  14. Bagai balam dengan ketitir (dua orang yang selalu bertengkar dan masing-masing membanggakan dirinya). 
  15. Bagai pinang dibelah dua (2 hal yang persis sama).
  16. Bagai itik pulang petang (sangat lambat jalannya).
  17. Bagai garam jatuh ke air (nasihat yang mudah diterima).
  18. Bagai cacing kepanasan (keluh kesah orang yang tengah mendapat masalah besar).
  19. Bagai batu jatuh ke lubuk (seseorang yang sudah meninggalkan tempatnya dan tidak mungkin kembali lagi ke tempat tersebut).
  20. Bagai anjing mengunyah tulang (orang yang selalu marah).
  21. Bagai harimau menyembunyikan kuku (orang yang menyembunyikan kekuatannya)
  22. Bagai empedu lekat dihati (sangat karib).
  23. Bagai bulan kesiangan (pucat dan lesu).
  24. Bagai buah simalakama (sulit dalam menentukan sikap).
  25. Bagai bumi dengan langit (dua hal yang jauh berbeda).
  26. Bagai unta menyerahkan diri (sangat patuh terhadap perintah). 
  27. Bagai budak-budak makan pisang (tidak mudah tertipu).
  28. Bagai burung dalam sangkar emas (hidup mewah namun sangat terkekang dan tidak bahagia).
  29. Bagai puyuh laga (percakapan yang tiada habis-habisnya).
  30. Bagai melihat asam (ingin sekali).
  31. Seperti katak dibawah tempurung (kuras luas pandangannya).
  32. Seperti kuda lepas dari pingitan (seseorang yang merasa senang karena baru saja lepas dari belenggu).
  33. Seperti durian dengan mentimun (dua kekuatan yang tidak sebanding, satu pihak sangat kuat sedangkan lawannya sangat lemah).
  34. Seperti bunga dadap, sungguh merah, berbau tidak (artinya sesuatu yang tampaknya bak dan indah, tetapi sebenarnya biasa saja)
  35. Seperti orang buta kehilangan tongkat (mengalami kondisi yang sangat sulit dan tidak memiliki sandaran/pegangan).
  36. Seperti gunting makan diujung (semula disangka tidak ada apa-apa, namun tiba-tiba saja melakukan kejahatan).
  37. Seperti biduk dikayuh hilir (menyuruh orang yang akan berpergian).
  38. Seperti kucing dengan anjing (orang yang tidak pernah bisa berdamai/selalu bertengkar).
  39. Seperti kejatuhan bulan (memperoleh keuntungan yang luar biasa). 
  40. Ibarat menegakkan benang basah (melakukan sesuatu yang tak mungkin dilakukan).
  41. Ibarat menuangkan minyak ke api (terlalu memperbesar persoalan).

Baca juga : contoh pepatah

Itulah beberapa contoh perumpamaan beserta artinya, semoga bermanfaat dan terima kasih. Bila ada pertanyaan bisa disampaikan melalui kolom komentar yaa.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment