mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Penokohan : Pengertian, Macam, dan Contohnya [Lengkap]

Penokohan : Pengertian, Macam, dan Contohnya [Lengkap]

Penokohan

Dalam cerpen dan karya naratif beralur, tokoh dan penokohan adalah dua unsur intrinsik yang terdengar mirip padahal berbeda. Keduanya juga berhubungan, tapi punya peran masing-masing untuk perkembangan cerita.

Kebanyakan dari kita mungkin sering tertukar mana tokoh dan mana penokohan di cerita tersebut. Hal ini wajar karena penokohan adalah bagian dari sebuah tokoh atau karakter yang diciptakan oleh penulis.

Tapi agar tidak tertukar, mari bahas tentang apa itu penokohan dan bagaimana cara menganalisanya.

 

Pengertian Penokohan dalam Novel dan Cerpen

Apan itu penokohan

Penokohan adalah metode, cara, atau teknik yang digunakan oleh penulis untuk menggambarkan tokoh buatannya.

Kita mungkin sudah tahu tentang adanya tokoh antagonis dan protagonis. Tapi, bagaimana kita bisa tahu tokoh tersebut adalah protagonis atau bukan?

Kemudian bagaimana kita bisa tahu bagaimana sifat tokoh tersebut, bagaimana caranya berpikir, apa kesukaannya, apa yang tidak dia suka, dan karakteristik lain dari tokoh itu?

Untuk menemukannya, kita perlu menemukan unsur penokohan dalam cerpen atau novel tersebut.

 

Macam-macam Penokohan Berdasarkan Cara Penggambarannya

Dalam membuat sebuah cerpen mapun novel, ada tiga macam penokohan yang biasa digunakan oleh penulis, yaitu:

 

Dialog Tokoh

Yang pertama kita bisa lihat dari cara tokoh berdialog dengan karakter yang lain.

Layaknya di dunia nyata, kita juga bisa menebak bagaimana sifat dan watak seseorang lewat cara mereka berbicara.

Contohnya karakter dengan watak angkuh punya gaya bicara tidak kenal sopan santun, ketus, dan kalimatnya singkat.

Sedangkan tokoh dengan watak dermawan punya cara tutur bahasa yang lebih sopan dan membedakan pemilihan katanya waktu bicara ke orang dewasa dan sebaya.

Contoh lain, kita juga bisa mengenali asal daerah seseorang dari logat bicaranya. Seperti tokoh yang berasal dari Sunda berdialog dengan akhiran "atuh", orang Jawa berakhiran "toh". dan lain semacamnya.

 

Penjelasan Naratif

Penjelasan naratif juga bisa disebut sebagai teknik penokohan langsung. Artinya, penulis akan menjelaskan tokoh-tokohnya lewat narator maupun narasi utama.

Sebagai contoh dalam novel Harry Potter, Proffesor Snape dijelaskan sebagai "Pria berhidung  besar yang tidak pernah tersenyum, dengan rambut kusam dan jubah hitam".

Begitu pula tokoh-tokoh lain seperti Harry yang jelaskan sebagai pria berambut acak-acakan dan berkacamata bulat, Malfoy yang bermuka angkuh dengan rambut putihnya, serta Hagrid yang punya badan raksasa dipenuhi bulu.

Penjelasan naratif tidak selamanya tentang ciri fisik tokoh tersebut.

Nanti kita akan jelaskan lebih lengkap lagi tentang analisa penokohan naratif ini.

 

Penggambaran Fisik

Nah, yang berikutnya barulah teknik penokohan khusus dengan cara menggambarkan ciri fisik dari sang tokoh.

Bedanya teknik ini bisa jadi tidak dijelaskan lewat narasi, melainkan dialog, peristiwa, konflik, atau unsur lain di dalam cerpen tersebut.

Contohnya kalau kalian membaca kalimat "Celana ukuran S pun masih longgar di pinggangnya". Tokoh seperti apakah yang kalian bayangkan?

Tentu saja tokoh yang langsing atau kurus.

Kemudian contoh lainnya, "Sambil berjalan Rina menggerutu 'Huh, kenapa cuma aku sih yang perlu bangku untuk menghapus papan tulis!". Tokoh seperti apakah yang kalian pikirkan?

Bisa jadi tokoh tersebut punya ciri yang pendek.

Kedua teknik penokohan dari contoh tersebut sama-sama menjelaskan tentang ciri fisik dari sang tokoh. Tapi contoh pertama ditulis lewat narasi, sedangkan contoh kedua ditulis lewat dialog.

 

Perbedaan Penokohan Analitik dan Dramatik

Dari ketiga macam penokohan di atas, kita bisa kembangkan lagi cara analisa lewat teknik analitik dan dramatik.

Sederhananya, penokohan analitik disebutkan secara eksplisit, sedangkan dramatik dijelaskan dengan lebih implisit.

 

Contoh Penokohan Fisik Analitik

Mari kita lihat apa saja unsur dan contoh dari penokohan fisik analitik yang bisa kita temukan dalam sebuah cerita/

 

Ciri Fisik

Ciri fisik mirip seperti penggambaran fisik yang sudah kita jelaskan sebelumnya. Tapi karena dijabarkan secara analitik, maka kalimat yang bermuat penokohan dalam cerita tersebut harus menyebutkan ciri dari sang tokoh.

Misalnya, "Tubuhnya yang kurus membuat ia sulit menemukan celana dengan ukuran pas tanpa harus dibawa ke tukang jahit dulu."

Artinya tokoh dalam kalimat tersebut punya tubuh kurus.

 

Sifat

Penokohan analitik bukan hanya bisa menggambarakan fisik dari sang tokoh, tapi juga sifatnya.

Kita bisa menggunakan contoh Professor Snape dan Malfoy dari Harry Potter tadi.

Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa Professor Snape sebagai orang yang "Tidak pernah tersenyum", sedangkan Malfoy adalah berwatak "Angkuh".

 

Pekerjaan

Yang terakhir. teknik analitik juga sering digunakan untuk menjelaskan pekerjaan dari setiap tokoh.

Kita bisa menyadari hal ini dengan mudah, karena biasanya sang penulis akan mengawali penokohannya dengan kata  atau sinonim dari kata "seorang". Misalnya "ia merupakan seorang dokter", "Harry adalah seorang murid di Sekolah Sihir", dan lain- lain.

 

Contoh Penokohan Fisik Dramatik

Untuk penokohan yang dramatik, kita bisa melihat contohnya lewat ketiga unsur di bawah ini.

 

Reaksi Dialog Lawan Bicara

Contoh yang satu ini ada hubungannya dengan macam penokohan pertama, yaitu cara tokoh berdialog.

Namun karena ingin dijelaskan secara lebih dramatik atau implisit, maka yang perlu kita analisa adalah jawaban dari lawan bicara sang tokoh.

Bila dialog sang tokoh dijawab dengan sopan atau biasa saja, bisa ditebak tokoh tersebut berwatak seperti orang biasa.

Sedangkan bila dijawab dengan nada tidak suka kepada sang tokoh, mungkin tokoh tersebut punya watak kurang baik.

Dalam penokohan dramatif seperti ini, tebakan dari pembaca bisa jadi terus berubah-ubah sampai menemukan faktanya di akhir cerita.

 

Lingkungan Sekitar Tokoh

Jika ada anak yang tumbuh di lingkungan kumuh, penuh dengan kekerasan dan tawuran, serta berasal dari keluarga dengan ekonomi di garis kemiskinan, bagaimana kira-kira watak tokoh tersebut?

Bisa jadi tokoh tersebut emosional, aggresif, dan mengikuti bagaimana cara masyrakat lingkungannya bersikap.

Lalu jika ada anak yang tumbuh dari keluarga kaya, segala macam keinginannya selalu dikabulkan oleh orang tua, dan hidup bersama pembantu rumah tangga, bagaimana kira-kira watak anak tersebut?

Jawabannya adalah manja dan bisa jadi tidak tahu cara berinteraksi dengan orang lain.

Nah, kedua contoh tersebut adalah bagaimana cara penokohan dramatik lewat narasi lingkungan sekitar tokoh ditulis.

 

Lewat Respon Pembaca

Teknik penokohan yang terakhir dilakukan lewat respon pembaca secara langsung. Dengan teknik ini, setiap pembaca bisa punya interpretasi berbeda-beda terhadap satu tokoh yang sama.

Kita kembali lagi pada tokoh Professor Snape sebagai contoh.

Di dalam buku Harry Potter, sang penulis tidak menjelaskan apakah ia merupakan tokoh berwatak jahat atau tidak. Yang dijelaskan hanya ia melakukan beberapa hal untuk membantu Harry, tapi ia juga penyebab mengapa Harry menderita.

Oleh karena itu sang penulis membiarkan para pembaca memutuskan sendiri bagaiman penokohan tokoh Professor Snape.

Kita mungkin harus membaca berulang kali untuk memahami penokohan dari novel atau cerpen tertentu. Apalagi bisa sang penulis membuatnya secara dramatik dan ceritanya panjang dengan berbagai macam peristiwa di dalamnya.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar