Tahukah kamu mengenai pantun peribahasa? Sesuai namanya, pantun yang satu ini mengandung peribahasa di dalamnya.
Peribahasa adalah kelompok kata yang mempunyai susunan tetap dan mengandung ajaran mengenai aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan.
Jadi, pantun jenis ini di dalamnya mengandung pesan nasihat, pepatah, perumpamaan, atau idiom. Maknanya tidak dijelaskan secara gamblang, pembaca harus memahami maksudnya supaya bisa paham apa yang hendak disampaikan.
Contoh Pantun Peribahasa
Inilah berbagai contoh dari pantun peribahasa dalam bahasa Indonesia yang dapat kamu pelajari.
- Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Makna: untuk mencapai kesuksesan, kita harus bersabar dan mau bersusah payah terlebih dahulu. - Pergi ke Padang makan rendang
Tuang beras, masak sebakul
Seberat-berat mata memandang
Berat juga bahu memikul.
Makna: seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang menjalaninya. - Naik sepeda ke Kota Lama
Singgah sebentar minum teh panas
Air beriak tanda tak dalam
Banyak bicara kurang berkelas
Makna: orang banyak bicara biasanya kurang berilmu. - Sepohon kayu daunnya rimbun
Banyak tangkainya banyak buahnya.
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya.
Makna: hidup takkan berguna jika tidak pernah bersyukur dan beribadah kepada Tuhan. - Ke pasar membeli salak
Rasanya enak dan juga gurih
Malang tak dapat ditolak
Mujur tak dapat diraih.
Makna: nasib itu tak dapat diubah sebelumnya karena menjadi rahasia Tuhan. - Duduk-duduk melihat rusa
Rusa diinjak seekor gajah
Kasih ibu sepanjang masa
Kasih anak sepanjang galah.
Makna: kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya tulus hingga akhir hayat, sedangkan kasih sayang anak kepada ibunya biasanya ada batasannya. - Anak ayam berlari-lari
Takut helang datang menerkam
Air diminum terasa duri
Nasi dimakan terasa sekam
Makna: terlalu takut dengan suatu hal sampai makan pun tidak enak. - Mengharapkan untung menggamit
Kain di badan didedahkan
Harapkan guruh di langit
Air tempayan dicurahkan
Makna: jangan berlebihan mengharapkan sesuatu.
Demikian pembahasan mengenai pengertian dan contoh pantun peribahasa lengkap dengan maknanya. Kalau ada yang ingin ditanyakan, langsung saja lewat kolom komentar. Sekian dan semoga bermanfaat.


0 komentar
Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif