Dalam penelitian, mungkin kamu sering mendengar kata hipotesa atau hipotesis. Istilah ini memiliki makna pengutaraan pendapat yang kebenarannya masih harus dibuktikan.
Ada yang menuliskannya hipotesa dan tidak sedikit juga yang menulis hipotesis. Mana penulisan yang paling benar dan sesuai kaidah bahasa Indonesia? Untuk mengetahui jawaban yang benar, yuk simak artikel ini sampai selesai.
Hipotesa atau Hipotesis Bagaimana Penulisan yang Baku?
Bersumbar dari KBBI VI Daring, penulisan kata yang baku adalah hipotesis bukan hipotesa. Ketika kamu mencari dengan kata hipotesa, kamu akan diarahkan untuk membuka hipotesis.
Menurut KBBI V Daring, arti hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.
Selain itu, hipotesis juga diartikan anggapan dasar. Kata hipotesis ini termasuk ke dalam nomina atau kata benda.
Kalau melihat dari asal usul katanya, hipotesis berasal dari bahasa Yunani, hypo berarti di bawah, serta thesis artinya pendirian. Jadi, hipotesis berarti pendapat yang ditegakkan, atau kepastian.
Jadi, mulai sekarang jangan sampai salah ya. Penulisan yang benar antara hipotesa dan hipotesis adalah hipotesis. Sekian dan semoga bermanfaat.


0 komentar
Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif