mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Biografi Iwan Simatupang, Penulis dan Pembaharu Sastra Indonesia

Biografi Iwan Simatupang, Penulis dan Pembaharu Sastra Indonesia

Biografi Iwan Simatupang

Iwan Simatupang merupakan seorang tokoh sastra yang aktif di era tahun 60-an. Beliau banyak menulis novelis, puisi, dan juga sajak selama hidupnya. Iwan menulis karya-karya yang sifanya inkonvensional dan karena hal tersebut dianggap pembawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia.

Iwan Simatupang lahir di Sibolga, Sumatra Utara, 18 Januari 1928. Beliau lahir dengan nama lengkap Iwan Martua Donga Simatupang. Iwan Simatupang dikenal sebagai seorang novelis, penyair, dan esais Indonesia.

Beliau dibesarkan dari keluarga Islam. Ayahnya adalah seorang Haji yang mengajarkannya mengaji sedari kecil. Iwan pernah menjalani beragam profesi tak hanya penulis saja, bagaimana kisah selengkapnya? Inilah Biografi Iwan Simatupang, Penulis Legendaris Indonesia.

1. Masa Kecil

Masa kecil Iwan banyak dihabiskan di kota Aceh. Sementara itu, masa remajanya Iwan hidup di kota kelahiran, Si Bola Sumatra Utara. Sedari kecil, beliau selalu belajar Al Qur'an dari Sang Ayah kendati kota kelahiran Iwan Simatupang mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan.


2. Riwayat Pendidikan

Iwan Simatupang menempuh pendidikan lanjutan di Padang Sidempuan. Tahun 1948 Iwan terpaksa harus berhenti dari sekolah karena harus bergabung dengan pasukan yang ikut berperang melawan Belanda.

Beliau menjadi komandan pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dan memimpin organisasi kepemudaan di Sumatra Utara. Kemudian pada tahun 1949 beliau ditangkap dan tidak lama kemudian dibebaskan di Medan.

Kesempatan bebas tersebut tak disia-siakannya begitu saja. Iwan menyelesaikan studinya di HBS bagian B sebagai extraneus. Setelah lulus dari sana, beliau melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran di Surabaya tahun 1953. Tak hanya belajar ilmu kedokteran saja, selama jadi mahasiswa Iwan juga mencari dan belajar ilmu tentang filsafat, sastra, antropologi, dan agama.

Namun sayangnya Iwan tak bertahan lama menjadi mahasiswa kedokteran. Beliau memilih mengundurkan diri karena tak sanggup melihat darah dan mayit yang dipotong-potong dan pada akhirnya harus pindah ke Jakarta. Di sana beliau aktif menulis di Mimbar Indonesia dan Siasat.

Selanjutnya, pada tahun 1954 Iwan Simatupang mendapatkan beasiswa ke Eropa guna memperdalam pengetahuannya mengenai kebudayaan. Iwan memperdalam antropologi di Leiden tahun 1956, memperdalam ilmu drama di Amsterdam tahun 1957, dan memperdalam filsafat di Paris tahun 1958.


3. Karir

Iwan Simatupang pernah menjadi seorang guru dan juga pernah menjadi seorang dosen. Selain itu, beliau juga pernah bekerja di perusahaan mobil dan juga wartawan. Tahun 1966 - 1970 Iwan menjadi redaktur Warta Harian.

Selama bekerja, tempat tinggalnya tidak pernah tetap karena harus berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Selain itu juga, Iwan Simatupang juga sering diundang untuk menghadiri forum hingga akhir hayatnya.


4. Pernikahan dengan Istri

Bulan November 1955, Iwan berkenalan dengan Corinne Imalda de Gaine dan menikah tanggal 2 Desember 1955 di Amsterdam. Sejak saat itu agama Iwan Simatupang berubah jadi Katolik hingga akhir hayatnya. Dari perkawinan itu mereka dianugerahi dua orang anak, yakni Ino Alda dan Ion Partibi.

Tahun 1960 istrinya meninggal dunia karena menderita penyakit tipus. Kematian Corry sangat memukul jiwa Iwan. Kenangan atas kematian istrinya membuat Iwan menulis novel yang berjudul "Ziarah" tahun 1960 namun baru terbit 9 tahun kemudian.

Tanggal 10 Juni 1961 beliau menikah lagi dengan Dra. Tanneke Burki. Dari pernikahannya, Iwan memperoleh seorang anak perempuan bernama Violeta. Usia perkawinannya tak bertahan lama, mereka memutuskan bercerai di tahun 1964.

5. Karya

Merahnya Merah, Novel karya Iwan Simatupang

Berbagai jenis karya sastra telah beliau ciptakan. Mulai dari puisi, drama, esai, novel, dan lain sebagainya. Bahkan karya sastra beliau banyak disorot oleh sastrawan lainnya, salah satunya adalah H.B. Jassin.

Menurut H.B. Jassin, Iwan Simatupang mampu untuk melukiskan dengan jernih jalan pikiran tokoh dan hakikat masalah tokoh tersebut tanpa selubung-selubung kerahasian. Selain itu, Jassin juga mengganggap karya dari Iwan Simatupang merupakan halaman baru kesusastraan Indonesia.

Berikut ini beberapa karya sastra yang pernah Iwan ciptakan :

  • Novel Merahnya Merah (1968)
  • Novel Ziarah (1969)
  • Novel Kering (1969)
  • Novel Koong (1975)
  • Drama Bulan Bujur Sangka (1960)
  • Drama RT Nol/RW Nol (1966)
  • Drama Petang di Taman (1966)
  • Esai Kebebasan Pengarang dan Masalah Tanah Air.

6. Penghargaan

Berbagai penghargaan atas karya sastra telah Iwan dapatkan. Salah satunya adalah Novel "Merahnya Merah" yang pernah mendapatkan hadiah sastra Nasional pada tahun 1970. Novel lainnya yakni "Ziarah" mendapat penghargaan Hadiah Sastra Asia (SEA Write Award) dari Thailand tahun 1977.

Sementara itu, novelnya Kooong mendapat hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P dan K pada tahun 1975. Serta du novelnya Ziarah (The Pilgrim, 1975) dan Kering (Drought,1978) diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dengan judul "The Pilgram" tahun 1975 dan "Drought" tahun 1978.


7. Wafat

Iwan Simatupang meninggal dunia di Jakarta, 4 Agustus 1970 pada umur 42 tahun. Kegiatan fisiknya terlalu banyak sehingga beliau terserang penyakit liver dan akhirnya wafat.

Demikianlah biografi singkat Iwan Simatupang, Sang Penulis dan Pembaharu Sastra Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi bagi pembaca sekalian. Jangan lupa bagikan konten ini kepada yang lainnya, terima kasih.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Post a Comment