mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Biografi H.B. Jassin, Sang Paus Sastra Indonesia

Biografi H.B. Jassin, Sang Paus Sastra Indonesia

Biografi H.B. Jassin

Biografi H.B. Jassin menjadi konten yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Nama lengkapnya adalah Hans Bague Jassin yang merupakan seorang pengarang, penyunting, dan kritikus sastra Indonesia. Beragam karya yang telah beliau ciptakan menjadi sumber referensi bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kalangan sekolah dan juga perguruan tinggi.

Berkat kiprahnya di bidang kritik dan dokumentasi sastra, beliau dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia. Seperti apakah kisah beliau selengkapnya? Berikut adalah ulasannya :

Biografi H.B. Jassin

H.B. Jassin atau Hans Bague Jassin lahir di Gorontalo 13 Juli 1917 dan meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000 pada usia 82 tahun. Beliau berasal dari keluarga dengan tradisi Islam yang kuat.

Ayah beliau bernama Bague Mantu Jassin, yang merupakan seorang kerani Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Sedangkan ibunya bernama Habiba Jau. Kebiasan Sang Ayah dalam mengumpulkan buku bacaan sangat berparuh terhadap kebiasaan Jassin yang gemar membaca.

H.B. Jassin memiliki 3 orang istri. Istri pertama bernama Tientje van Buren. Sedangkan istri keduanya yang beliau nikahkan pada tahun 1946 adalah Arsita dan dikaruniai 2 orang anak yakni Hanibal Jassin dan Mastina Jassin

Selepas Arsita tutup usia, H.B. Jassin kembali menikah lagi dengan Yuliko pada tanggal 16 Desember 1962. Dari pernikahan ketiga ini, beliau memiliki dua orang anak, yakni Yulius Firdaus Jassin dan Helena Magdalena Jassin.

Biografi Raja Penyair Pujangga Baru : Amir Hamzah.

1. Riwayat Pendidikan H.B. Jassin

Pendidikan pertama beliau adalah ketika bersekolah di HIS Gorontalo dan tamat pada tahun 1932. Setelah itu, beliau melanjutkan studinya ke HBS-B di Medan dan lulus pada tahun 1938. Kemudian, Jassin kuliah di jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia dan lulus tahun 1957.

Tak berhenti sampai disitu saja, setelah lulus dari Universitas Indonesia, beliau memperdalam ilmu tentang Perbandingan Kesusasteraan di Universitas Yale, di Amerika Serikat dari tahun 1958 hingga 1959. Beliau menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia tahun 1975. Hal ini disebabkan karena jasa H.B. Jassin di bidang Sastra Indonesia.

2. Karir H.B. Jassin

Sepanjang hidupnya, beragam profesi mulai dari editor hingga mengajar telah beliau jalani. Di tahun 1939, Jassin bekerja di kantor Asisten Residen Gorontalo. Kemudian pada tahun 1940-1942 menjalani profesi sebagai redaktur di Balai Pustaka.

Karirnya sebagai redaktur tidak hanya berhenti sampai di situ saja, di tahun 1942-1945 beliau menjadi redaktur Panji Pustaka. Tahun 1945-1947 beliau menjadi wakil redaksi Panca Raya hingga penerbit tersebut sudah tidak menerbitkan buku lagi.

H.B. Jassin melanjutkan karier sebagai redaktur di berbagai tempat lainnya. Beliau juga pernah menjadi Lektor tetap di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia dari tahun 1973 hingga pensiun serta pernah bekerja di Departemen Pendidikan Nasional dari 1954 hingga 1973.

Di tahun 1949, Jassin pernah menjabat sebagai penasihat berbagai penerbit. Diantaranya yaitu Balai Pustaka (1949 s.d. 1952), Gapura (1949 s.d. 1951), Gunung Agung (1953 s.d. 1970), Nusantara (1963 s.d. 1967), Pembangunan (1964 s.d. 1967), dan Pustaka Jaya (1971 s.d. 1972).

Beliau juga pernah menjadi anggota Akademi Jakarta dari tahun 1970 da. berlaku seumur hidup. Selain itu, H.B. Jassin juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin sejak tahun 1976 hingga akhir hayatnya. Yayasan tersebut didirikan langsung oleh beliau sendiri. Dimana, gedungnya pernah mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah Jakarta


3. Karya H.B. Jassin

Hasil karya dari seorang H.B Jassin sudah pasti begitu banyak. Beliau pernah menulis buku sastra seperti novel, cerpen, puisi, dan beragam karya yang lainnya. Pantjaran Tjinta: Kumpulan Tjerita Pendek dan Lukisan (1948), Kesusasteraan Indonesia di Masa Depan (1948), Gema Tanah Air: Prosa dan Puisi (1948), Kisah: 13 Tjerita Pendek (1955), Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1956), dan lain sebagainya.

Tak sekadar itu saja, beliau juga pernah menerjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Renungan Indonesia dari Indonesiche Overpeinzingen karya Sjahrazad (nama samaran Sutan Sjahrir), Kisah-Kisah dari Rumania terjemahan bersama Taslim Ali dan Carla Rampen dari Nouvelles Roumaines (1964), Terbang Malam dari Vol de Nuit karya A. de St. Exupery (1947), dll.

Beliau juga pernah menulis kata pengantar untuk sejumlah buku, diantaranya, dalam kumpulan drama Taufan di Atas Asia karya El Hakim, dalam buku Roman Atheis: Sebuah Pembicaraan Karya Boen S. Oemarjati, dalam terjemahan Idrus Kereta Api Baja 1469, dalam kumpulan drama karya Usmar Ismail Sedih dan Gembira, dalam buku Djalan Tak Ada Udjung Mochtar Lubis karya M.S. Hutagalung, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Biografi Penulis Angkatan Pujangga Baru : Sanusi Pane

4. Penghargaan H.B. Jassin

Bukan hanya gelar doktor yang beliau dapatkan, tetapi masih banyak penghargaan tinggi lainnya yang berhasil beliau capai. Tercatat, beliau pernah menerima Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah Indonesia pada tanggal 20 Mei 1969 berkat jasanya di bidang Kebudayaan.

Selain itu, pada tahun 1973 berliau kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini datangnya dari Prins Bernhard Fonds di Den Haag. Penghargaan ini diberikan atas jasa seorang Hans Bague Jassin yang menerjemahkan karya Multatuli, Max Havelaar (Jakarta: Djambatan 1972).

Tahun 1983, beliau mendapatkan hadiah seni dari pemerintah Republik Indonesia. Selang 4 tahun kemudian, Jassin kembali mendapatkan hadiah untuk kesekian kalinya. Namun untuk kali ini hadiah tersebut berasal dari Yayasan Magsaysay, Filipina.

5. Wafatnya H.B. Jassin

H.B. Jassin tutup usia pada hari Sabtu, 11 Maret 2000 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam usia 83 tahun. Beliau meninggalkan empat orang anak yaitu Hannibal Jassin, Mastinah Jassin, Julius Firdaus Jassin, Helena Magdalena Jassin, 10 orang cucu dan 1 orang cicit. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta sebagai tempat terakhir peristirahatannya.


Demikianlah sedikit pembahasan mengenai biografi H.B. Jassin (Hans Bague Jassin), semoga kita dapat meneladani setiap sikap positif beliau dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa bagikan konten ini bilamana di rasa bermanfaat, terima kasih.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar