mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
23+ Contoh Frasa Idiomatik dan Penjelasannya [Lengkap]

23+ Contoh Frasa Idiomatik dan Penjelasannya [Lengkap]

Contoh frasa idiomatik

Ada beberapa jenis frasa menurut maknanya, salah satunya adalah frasa idiomatik. Frasa yang satu ini sebenarnya merupakan lawan dari frasa biasa.

Jika frasa biasa mengandung makna yang sebenarnya, maka untuk frasa idiomatik mengandung makna yang bukan sebenarnya atau yang lebih dikenal dengan sebutan konotasi. Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya seputar frasa idiomatik, yuk simak konten ini hingga selesai.

 

Apa itu Frasa Idiomatik?

Frasa idiomatik adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna idiom. Makna idiom ini sering juga disebut sebagai makna konotasi.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, idiom diartikan sebagai konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya.

Beberapa contoh pasangan kata idiomatik antara lain yaitu anak bawang, meja hijau, kambing hitam, anak emas, angkat kaki, banting tulang, besar kepala, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Contoh Frasa Idiomatik

Nah, supaya kamu semakin paham seputar frasa idiomatik, berikut saya berikan beberapa contohnya untuk kalian. Yang bergaris miring itulah yang disebut frasa idiomatik

  • Dia dijadikan kambing hitam atas kasus pencurian tersebut (kambing hitam = orang yang dipersalahkan atas sesuatu yang tidak ia perbuat).
  • Kasus yang menimpa Pak Agus telah dibawa ke meja hijau (meja hijau = pengadilan).
  • Adik menjadi anak bawang ketika bermain petak umpet bersama teman-temannya (anak bawang = peserta yang ikut bermain, tetapi tidak dihitung).
  • Ola adalah anak yang besar kepala sehingga banyak yang tidak menyukai (besar kepala = sombong).
  • Ia menjadi anak emas di keluarganya (anak emas = anak kesayangan).
  • Budi harus angkat kaki dari rumah karena bertengkar dengan keluarganya (angkat kaki = pergi).
  • Pak Budi rela banting tulang demi menghidupi anak dan istrinya (banting tulang = kerja keras).
  • Dokter telah angkat tangan untuk menangani pasien itu (angkat tangan = menyerah).
  • Kevin angkat topi atas prestasi yang didapatkan sahabatnya (angkat topi = hormat).
  • Jika tidak ada aral melintang, aku akan berkunjung ke rumahmu (aral melintang = hambatan).
  • Dengan berat hati, ibu menuruti permintaan anaknya (berat hati = tidak tega).
  • Hakim tidak boleh berat sebelah ketika memutus perkara (berat sebelah = tidak adil).
  • Ia menjadi biang keladi atas semua hal yang terjadi (biang keladi = penyebab masalah).
  • Anda harus berbesar hati menerima hasil pertandingan (besar hati = mengakui kekalahan).
  • Jangan percaya dengan kelakuannya yang besar mulut (besar mulut = suka membual).
  • Ia menjadi buah bibir karena mendapatkan prestasi di sekolahnya (buah bibir = bahan pembicaraan).
  • Paman datang dari luar kota membawa buah tangan (buah tangan = oleh oleh).
  • Mereka terlalu campur tangan dengan masalah keluarga saya (campur tangan = ikut campur).
  • Walau sudah naik daun, ia tetap rendah hati (naik daun = terkenal).
  • Koruptor secara resmi dikirim ke Hotel Seraton (Hotel Seraton = penjara).
  • Pantas saja perangainya sangat berbeda, dia seorang manusia berdarah biru (darah biru = keturunan bangsawan).
  • Bu Susi tidak rela darah dagingnya dihina oleh orang lain (darah daging = keluarga kandung).
  • Jabatan yang tinggi justru membuat pejabat itu lupa diri (lupa diri = tidak sadar).
  • Upin sangat sedih karena rumahnya habis dilalap si jago merah (si jago merah = api kebakaran).

 

Itulah dia beberapa contoh frasa idiomatik lengkap dengan penjelasannya. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui contoh frasa lainnya seperti frasa setara, frasa bertingkat, frasa adjektiva, frasa numeralia, dan lain sebagainya hanya di Ayo Berbahasa.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar