mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
3 Aturan Penulisan Huruf Tebal yang Benar [Lengkap]

3 Aturan Penulisan Huruf Tebal yang Benar [Lengkap]

penulisan huruf tebal

Selain huruf miring, dalam tulisan di buku cetak, pasti kamu juga sering menemukan huruf, kata, atau kalimat yang bercetak tebal bukan? Cirinya yaitu tulisan berwarna hitam dan biasanya untuk menebalkan tulisan pada dokumen word, kita harus mengklik icon bold.

Nah pada artikel ini kita akan membahas mengenai huruf tebal dan aturan pemakaiannya yang benar sesuai ejaan terbaru.

 

Apa Itu Huruf Tebal?



Huruf tebal adalah huruf yang ukurannya sedikit lebih besar dan biasanya berwarna sangat hitam. Huruf tebal jarang dibuat secara manual di kertas, tetapi dibuat pada microsoft word karena di sana sudah ada fitur untuk menebalkan tulisan.

Huruf tebal biasanya diterapkan untuk menegaskan beberapa hal yang dianggap penting. Selain itu, juga ditandai adanya garis bawah ganda pada kata yang dimaksud.

 

Aturan Penulisan Huruf Tebal



Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), ada beberapa kadaih penulisan huruf tebal yang wajib kamu ikuti :

 

Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring.

Jadi untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring, maka tulisan tersebut harus ditebalkan. Contohnya yaitu

  • Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
  • Kata et dalam ungkapan ora et labora berarti 'dan'.

 

Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian-bagian karangan

Selanjutnya, huruf tebal bisa digunakan untuk menegaskan bagian-bagian tertentu pada sebuah karangan seperti judul buku, bab, atau subbab. Contohnya yaitu :

  • 1.1 Latar Belakang dan Masalah Kondisi kebahasaan di Indonesia yang diwarnai oleh satu bahasa standar dan ratusan bahasa daerah—ditambah beberapa bahasa asing, terutama bahasa Inggris— membutuhkan penanganan yang tepat dalam perencanaan bahasa. Supaya lebih jelas, latar belakang dan masalah akan diuraikan secara terpisah pada makalah berikutini.
  • 1.1.1 Latar Belakang Masyarakat Indonesia yang heterogen menyebabkan munculnya sikap yang beragam terhadap penggunaan bahasa yang ada di Indonesia, yaitu (1) sangat menyukai bahasa asing, (2) sangat menyukai bahasa daerah, dan (3) sangat menyukai bahasa Indonesia.
  • 1.1.2 Masalah Penelitian ini hanya membatasi masalah pada sikap bahasa masyarakat Kalimantan terhadap ketiga bahasa yang ada di Indonesia. Sikap masyarakat tersebut akan digunakan sebagai formulasi kebijakan perencanaan bahasa yang diambil.
  • 1.2 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur sikap bahasa masyarakat Papua, khususnya yang tinggal di kota besar terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.

 

Huruf tebal tidak dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.

Khusus penegasan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata di dalam suatu kalimat tidak menggunakan huruf tebal tetapi huruf miring.

 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai aturan penulisan huruf tebal yang benar sesuai kaidah ejaan. Awas, jangan sampai salah lagi ya. Sekian dan semoga bermanfaat.

 

Sumber : PUEBI 2015.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close