RajaBackLink.com

5+ Contoh Majas Koreksio dan Penjelasannya [Lengkap]

contoh majas koreksio

"Ribuan, bahkan jutaan manusia lahir ke bumi yang sudah tua ini setiap harinya". Kita semua pasti sering mendengar majas koreksio seperti ini ketika mendengar pidato, presentasi, atau waktu membaca redaksi tertentu.

Si penulis atau pembicara tahu apa yang mau mereka ucapkan dari awal. Tapi mereka mengatakan dan menuliskan hal yang salah dulu kemudian langsung memperbaiki ucapannya dalam kalimat yang sama.

Kenapa ada orang yang berkomunikasi seperti ini? Mari pelajari bersama lewat penjelasan di bawah ini.

 

Pengertian Majas Koreksio

Sesuai dengan namanya, koreksio adalah mengoreksi ucapan, perkataan, atau tulisan dalam kalimat yang sama secara langsung. Contohnya pada penulisan tadi, sang penulis bisa saja menghapus kata yang salah dan hanya menulis kata yang benar.

Namun kata yang salah tetap dimasukan ke dalam kalimat dan diperbaiki di bagian selanjutnya pada kalimat yang sama dengan tujuan tertentu.

Koreksio bisa menjadi bentuk penekanan, gaya tulisan dalam sastra, dan masih banyak lagi.

Namun dalam kasus bicara langsung, misalnya dalam pidato dan presentasi, koreksio bisa saja dilakukan secara natural tanpa direncanakan. Artinya memang sang pembicara salah mengucapkan kata dalam pidatonya.

 

Definisi Majas Koreksio menurut Ahli

Menurut Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari dalam buku Seni Mengenal Puisi, koreksio didefinisikan sebagai penyebutan kata yang salah dengan diikuti kata pembetulan yang mengoreksi kata sebelumnya.

Dalam Bahasa Inggris, Koresio dikenal dengan istilihan Epanorthosis. Wikipedia menerangkan istilah ini sebagai pengganti kata.

Kata Epanorthosis sendiri diambil dari Bahasa Yunani yang artinya revisi atau koreksi.

 

Fungsi Majas Koreksio

Fungsi dari majas koreksio bisa dibagi menjadi 3, yaitu:

 

Memperkuat Statement

"Puluhan, bahkan ratusan anak di setiap provinsi belum mendapatkan pendidikan yang layak".

Penggunaan kata yang salah pada statement di atas digunakan untuk memperkuat sekaligus sebagai penekanan tentang banyaknya jumlah dari sesuatu.

 

Memperhalus Statement

"Hanya Puluhan, mungkin belasan, remaja yang tidak pakai gadget di setiap sekolah".

Dengan mengoreksi statement menjadi ukuran lebih rendah atau kecil, koreksio langsung punya fungsi kebalikan dari point awal. Yaitu malah memperhalus statement tersebut.

 

Meluruskan Statement

"PDI-P, atau tepatnya Ibu Megawati, telah memutuskan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon Presiden."

Dalam statement tersebut, koreksi dilakukan untuk meluruskan kata yang awal. Artinya penulis ingin memberitahu bahwa tokohnya memang diusung berdasarkan diskusi anggota partai, namun diputuskan oleh ketuanya.

 

Contoh Majas Koreksio

Sekarang kita masuk ke contoh majas koreksio. Berdasarkan penjelasan di atas, kalian pasti sudah bisa membayangkan apa saja contoh-contoh dari majas ini.

  • Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan, tercatat punya biaya hidup paling mahal diantara kota sekitarnya
  • Ribuan wisatawan, bahkan jutaan, masuk ke Indonesia setiap tahunnya untuk berlibur
  • Riska, atau mungkin dela, bisa terpilih sebagai ketua OSIS tahun ini.
  • Jutaan orang, khususnya anak-anak, masih tidak sadar akan pentingnya mencuci tangan setelah dari kamar mandi
  • Hanya sebagian kecil, mungkin sudah tidak ada sama sekali, daerah di DKI Jakarta yang belum terjangkau oleh sinyal internet
  • Ribuan, bahkan ratusan ribu jamaah Haji dari Indonesia akan terbang ke Arab Saudi tahun ini.

Karena majas koreksio bisa digunakan dalam bentuk tulisan dan ucapan, maka intonasi juga berpengaruh pada penyampaian figure of speech ini. Dalam sebuah pidato, kita bisa tahu apa yang ingin ditekankan oleh pembicara sewaktu menggunakan koreksio dalam kalimatnya.

Posting Komentar

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif
Indonesia Website Awards