mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Biografi Rosihan Anwar, Sastrawan dan Jurnalis Terkemuka Indonesia

Biografi Rosihan Anwar, Sastrawan dan Jurnalis Terkemuka Indonesia

Biografi Rosihan Anwar

Biografi Rosihan Anwar merupakan sesuatu yang menarik untuk kita ketahui bersama. Beliau dikenal sebagai seorang sastrawan dan juga jurnalis yang sangat terkenal pada masanya.

Selain itu, Rosihan Anwar juga merupakan salah satu teman dekat dari Usmar Ismail yang berprofesi sebagai sutradara. Berikut biografi singkat Rosihan Anwar yang telah diambil dari berbagai sumber :

Biografi Rosihan Anwar

Rosihan Anwar lahir di Kabupaten Solok, 10 Mei 1922 dan wafat di Jakarta pada 14 April 2011. Beliau adalah seorang tokoh pers, sastrawan, budayawan, dan juga seorang sejarawan.

Rosihan Anwar menjadi guru dan panutan bagi jurnalis-jurnalis muda hingga ajal menjemputnya pada usia hampir 89 tahun. Beliau termasuk golongan sastrawan angkatan '45.

1. Keluarga

Rosihan Anwar merupakan anak keempat dari sepuluh bersaudara, pasangan Anwar Maharaja Sutan dan Siti Safiah. Ayah beliau seorang demang di Padang, Pantai Barat Sumatera. Beliau mempunyai 2 orang adik yaitu Junisaf Anwar dan Yozar Anwar, dimana keduanya juga mengikuti jejak kakaknya sebagai seorang wartawan.

Rosihan Anwar memiliki istri yang bernama Siti Suraida. Pasangan ini dikaruniai tiga anak dan sejumlah cucu. Beliau juga masih memiliki hubungan kerabat dengan Mohammad Husni Thamrin, pahlawan nasional dari Betawi.


2. Riwayat Pendidikan

Rosihan Anwar memulai studinya di HIS dan tamat pada tahun 1935. Selanjutnya, beliau sekolah di MULO Padang dan lulus tahun 1939. Selepas dari HIS dan MULO, beliau melanjutkan pendidikannya ke AMS di Yogyakarta.

Sementara itu, pada masa kuliah beliau pernah menempuh studi di 2 tempat, yakni Universitas Yale, AS (1950) dan Columbia University New York, AS (1954). Di sana, Rosihan belajar tentang drama dan dunia jurnalistik dengan sungguh-sungguh.


3. Karir

Rosihan Anwar pertama kali bekerja sebagai editor hingga kepala sampai tahun 1946 di Surat Kabar Asia Raya dan tahun 1945 berubah nama menjadi Surat Kabar Merdeka. Pada tahun yang sama, beliau pernah mengikuti kursus Diplomat yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri.

Pada tahun 1947, beliau dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi majalah Siasat dan Harian Pedoman. Pada masa Orde Baru, beliau menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia dari tahun 1970 hingga 1973. Di periode selanjutnya, beliau kembali menjabat di PWI namun kali ini menjadi ketua pembina

Selain aktif di dunia jurnalistik, Rosihan Anwar juga aktif di dunia perfilman. Pada tahun 1950, beliau mendirikan Perfini (Perusahaan Film Nasional) bersama Usmar Ismail. Rosihan juga pernah berprofesi aktor sebagai figuran di film “Darah dan Doa" dan menjadi produser film "Terimalah Laguku".

4. Karya

Persatuan Wartawan Indonesia
Sumber gambar : spiritnews.co

Total lebih dari 25 buku telah terbit baik buku dengan atas namanya sendiri maupun buku kolaborasi dengan penulis lainnya. Karya puisinya antara lain Keyakinan, Manusia Baru, Pulang Berjasa, Bukan Mimpi, Raja Jin, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sementara itu beberapa karya cerpennya antara lain Pamanku dan Radio Masyarakat. Untuk novel antara lain Raja Kecil Bajak Laut di Selat Malaka, Ke Barat dari Rumah (bersama Mochtar Lubis dan S. Tasrif), Kisah Zaman Revolusi, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang jurnalistik, Rosihan Anwar telah menerbitkan beberapa buku seperti Ihwal Jurnalistik (1974), Profil Wartawan Indonesia (1977), dan Perkisahan Nusa: Masa 1973 - 1985 tahun 1986. Tak cukup sampai disitu saja, beliau juga merupakan editor dari buku sejarah Mengenang Sutan Syahrir. Sejatinya, masih banyak karya Rosihan Anwar lainnya namun tentu saja tidak mungkin jika disampaikan semua di sini karena jumlahnya yang begitu banyak.

Kisah Penyair Pujangga Baru : Amir Hamzah

5. Penghargaan

Pada tahun 2007, Rosihan Anwar bersama Herawati Diah pernah memperoleh penghargaan 'Life Time Achievement' atau 'Prestasi Sepanjang Hayat' dari PWI Pusat tahun 2007 karena telah mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia. Bukan hanya itu saja, beliau juga pernah mendapatkan penghargaan lainnya yaitu Bintang Mahaputra III (1974) dan
Anugerah Kesetiaan Berkarya sebagai Wartawan (2005).

6. Wafat

Rosihan Anwar wafat pada tanggal 14 April 2011 di usianya yang ke 88 tahun. Beliau wafat di di Rumah Sakit MMC Jakarta karena penyakit serangan jantung. Buku beliau yang terakhir adalah Sejarah Kecil (Petite Histoire) Indonesia Jilid IV.

Pada saat itu Presiden ke 6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Alm. Ibu Ani Yudhoyono juga ikut melayat dan memberikan penghormatan terakhir.

Biografi Tokoh Lainnya : Sanusi Pane


Rosihan Anwar adalah sosok yang patut dikenang sebagai seorang wartawan maupun sastrawan di Indonesia. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik, salah satunya adalah kesetiannya di Pusat Wartawan Indonesia hingga akhir hayatnya. Semoga sedikit biografi Rosihan Anwar ini, bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Gemar menulis dan bermimpi menjadi penulis profesional.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

1 comment

Post a Comment

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif