mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
37+ Contoh Semboyan dalam Bahasa Indonesia dan Artinya

37+ Contoh Semboyan dalam Bahasa Indonesia dan Artinya

Contoh semboyan dan artinya

Pada kesempatan kali ini, Ayo Berbahasa akan membahas tentang contoh semboyan. Seperti perumpamaan, tamsil, bidal, dan ungkapan, semboyan juga merupakan bagian dari peribahasa.

Perlu untuk kamu ketahui, sejatinya istilah "semboyan" bisa dimaknai beberapa hal jika kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, yakni sebagai berikut.

  • Alamat atau tanda untuk memberitahukan sesuatu.
  • Perkataan atau kata rahasia yang digunakan sebagai alamat untuk mengetahui kawan sendiri.
  • Perkataan atau kalimat pendek yang digunakan untuk dasar pegangan hidup.

Berdasarkan keempat arti di atas, yang dimaksud dengan semboyan dalam pembahasan konten ini tentu saja yang poin ketiga. Selengkapnya mengenai peribahasa semboyan, dapat kamu baca materinya berikut ini :

Apa Itu Peribahasa Semboyan?

Peribahasa semboyan atau yang disebut semboyan ini merupakan kumpulan kata atau frase yang digunakan sebagai pedoman hidup seseorang atau sekelompok orang.

Semboyan dapat tercipta dari pemikiran dan daya kreasi manusia itu sendiri atau juga bisa terinspirasi dari kitab suci dan juga karya seni. Contohnya seperti kutipan ayat kitab suci atau hadits, bait puisi, lirik lagu, atau penggalan kata-kata yang terdapat pada cerpen atau novel.

Semboyan ini mirip seperti motto. Sama-sama dibuat dengan tujuan memberikan pedoman dan motivasi. Hanya saja yang membedakan, motto biasanya dipakai oleh negara, kota, universitas, dan keluarga-keluarga bangsawan. Berbeda halnya dengan semboyan yang bisa dipakai semua orang.

Baca juga : definisi pantun.

Beberapa Contoh Semboyan + Artinya

Setelah kamu mengetahui tentang definisi dari semboyan, kini saatnya saya memberikan beberapa contoh dari semboyan beserta artinya. Apa saja itu?

  1. Sekali berarti, sudah itu mati! (janganlah kamu mati, sebelum memberikan arti kepada bangsa).
  2. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya (suatu usaha yang dilakukan dengan pantang menyerah akan menghasilkan hasil yang optimal).
  3. Hari ini boleh jadi kita adalah pecundang, namun esok hari mungkin saja kita menjadi sang pemenang (sekarang boleh saja masih kalah, namun belum tentu untuk berikutnya niscaya kemenangan akan diraih).
  4. Gantungkan cita-citamu setinggi langit (kejarlah terus cita-citamu, jangan pernah berhenti).
  5. Kalaupun nanti kamu terjatuh, setidaknya kamu akan jatuh ke permukaan awan (tak mengapa kamu gagal, setidaknya kamu telah berusaha dengan cara yang terbaik).
  6. Perlahan-lahan tapi pasti jauh lebih baik tinimbang tergesa-gesa namun tiada arah (pelan-pelan tapi pasti lebih baik daripada terburu-buru namun salah arah).
  7. Sekali janji terucap, saat itulah janji mesti ditepati (segera tepati janji setelah diucapkan).
  8. Ingin pintar? Makanya belajar! (bila ingin pandai, haruslah belajar).
  9. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda (jika kamu gagal, bukan berarti kamu tak berhasil saja keberhasilanmu masih tertunda).
  10. Menunda pekerjaan sama dengan menunda gajimu untuk turun dengan segera (menunda pekerjaan sama artinya dengan menunda penghasilan untuk datang).
  11. Badai pasti berlalu (setiap kesulitan hidup pasti akan berkurang dan akhirnya hilang).
  12. Semua pasti ada hikmahnya (apapun yang terjadi dalam hidup ini, semuanya pasti ada hikmah dibalik itu semua).
  13. Maju terus pantang mundur (terus berjuang tanpa menyerah sedikitpun).
  14. Pantang pulang sebelum tumbang (jangan pulang sebelum masalah di sana terselesaikan).
  15. Selama angin masih berhembus, selama itulah aku akan terus melangkah (selama masih ada kehidupan, selama itu kita terus berusaha menggapai asa).
  16. Salat adalah tiang agama (siapa yang mendirikan salat, maka dia telah menegakkan agama).
  17. Sekarang atau tidak sama sekali (jangan terlalu lama menunggu)
  18. Lebih baik dianggap bodoh namun pintar dibanding dianggap pintar padahal sebenarnya dia bodoh (kepintaran tak perlu dipamer-pamerkan).
  19. Lebih baik hidup sahaja dari pekerjaan yang halal, daripada kaya raya namun dari uang yang haram (carilah rezeki dengan cara yang halal).
  20. Segala sesuatu tergantung dari niatnya (setiap perbuatan manusia dinilai dari niatnya).
  21. Waktu adalah uang (jangan menyia-nyiakan waktu).
  22. Esa hilang dua terbilang (terus berusaha hingga keinginan terwujud).
  23. Kami tak akan takut, dan kami tak akan pernah berhenti menegakkan kebenaran (kebenaran harus benar-benar ditegakkan, tidak perlu takut dengan ancaman).
  24. Selama hayat masih dikandung badan, maka selama itulah kebenaran akan kami perjuangkan (selama masih hidup, kebenaran harus terus diperjuangkan).
  25. Semua akan baik-baik saja (tak perlu khawatir, karena semua pasti baik-baik saja).
  26. Setiap pilihan mengandung risiko di dalamnya (jika sudah memilih harus siap dengan resikonya).
  27. Tak ada pekerjaan yang enak di dunia ini, yang ada hanyalah pekerjaan yang baik dan cocok dengan minat dan kemampuan kita (bekerja sesuai dengan apa yang kita sukai dan kita kuasai).
  28. Siapa cepat dia dapat (segera bergerak cepat jika ingin mendapatkan sesuatu tersebut).
  29. Barang siapa menanam, maka dia yang akan menuai hasilnya (hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang semula telah dilakukan).
  30. Berani berbuat, berani bertanggung jawab (jika anda melakukan sesuatu, bertanggung jawablah dengan hal tersebut).
  31. Usaha keras tidak akan mengkhianati hasil (dengan berusaha keras, maka kamu akan mendapatkan hasil yang terbaik).
  32. Impian besar dimulai dari langkah yang kecil (mewujudkan cita-cita besar dilakukan dengan cara yang sederhana terlebih dahulu).
  33. Banyak jalan menuju Roma (banyak cara untuk mewujudkan harapan).
  34. Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
  35. Tut Wuri Handayani (dari belakang harus bisa memberikan dorongan dan arahan).
  36. Kesuksesan akan tercipta dari langkah kecil yang dijalankan di waktu malam yang sunyi (belajar dan ibadah di malam hari merupakan langkah awal untuk meraih kesuksesan).
  37. Semua bisa terjadi bila Dia berkehendak (jika Tuhan sudah berkehendak maka apapun bisa terjadi).
  38. Menyadari kekalahan diri sendiri jauh lebih baik daripada membanggakan kemenangan yang tidak pernah kita raih sekalipun (lebih baik menyadari kekalahan daripada terlalu membanggakan kemenangan yang sebenarnya tidak pernah didapatkan).
  39. Tutup mulutmu dan wujudkanlah apa yang menjadi cita-citamu (perbanyak usaha dan tindakan jika ingin mewujudkan impian).
  40. Kebajikan itu untuk dilakukan, bukan malah untuk dipamerkan (kebaikan cukup dilakukan, jangan dipamer-pamerkan).
  41. Tak ada yang mustahil selama masih bisa digapai (selama cita-cita atau keinginan masih bisa digapai, selama itu juga kamu bisa mewujudkannya).
  42. Yang lain semakin ketinggalan (jika kamu terus bergerak maju, maka yang lain bisa ketinggalan).
  43. Yang patah tumbuh, yang hilang akan berganti (yang bilang akan selalu ada penggantinya).

Materi lainnya : pengertian dan jenis-jenis poster.

Demikian pembahasan semboyan dan contoh semboyan lengkap dengan artinya. Bila ada yang ingin ditanyakan, silakan sampaikan melalui kolom komentar. Terima kasih dan sampai jumpa pada konten-konten berikutnya di Ayo Berbahasa.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Dengan menulis, ada banyak hal yang bisa kita bagikan

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

3 komentar

  1. Ternyata semboyan itu juga termasuk kedalam peribahasa ya, awalnya saya bingung kenapa contoh ini "Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya" disebut sebagai semboyan karena saya taunya itu adalah peribahasa, namun setelah membaca kembali baru nyadar kalau semboyan itu adalah peribahasa juga.

    BalasHapus
  2. Tak kenal maka tak sayank.. Itu juga termasuk semboyan bukan? Kadang masih bingung buat bedain mana yg termasuk semboyan, peribahasa, pepatah, dan frasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semboyan merupakan salah satu jenis Peribahasa.

      Pepatah merupakan salah satu jenis Peribahasa yang mengandung nasihat.

      Sedangkan frasa merupakan gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua kelompok kata atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal. Atau dengan kata lain, frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non predikatif. Contohnya yaitu banting tulang, sedang makan, sedang tidur, lari cepat, dan masih banyak lagi.

      "Tak kenal maka tak sayang" merupakan peribahasa yang termasuk ke dalam jenis pepatah karena mengandung nasihat bahwa kita harus mengenali seseorang lebih dalam supaya mengetahui bagaimana perangai sifat dia sebenarnya.

      Hapus

Posting Komentar

Komentar yang sesuai dengan postingan dan tidak mengandung unsur negatif pasti akan disetujui oleh admin :)

Maaf, tidak diperkenankan berkomentar menggunakan atau mengandung tautan aktif