mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Pengertian dan Contoh Makna Perlokusi [Lengkap]

Pengertian dan Contoh Makna Perlokusi [Lengkap]

contoh makna perlokusi

Contoh makna perlokusi atau prelocutionary act mungkin sering kamu dengar sehari-hari. Biasanya, kalimat seperti ini bisa ditemukan di tempat-tempat umum maupun dalam percakapan setiap hari.

Tapi, tidak semua orang tahu apa maksud dari ucapan perlokusi itu.

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas 2 dari 3 tindakan dengan ucapan atau speech act, yaitu:

Nah, dalam artikel kali ini kamu akan belajar tentang speech act yang ketiga, yaitu tindakan perlokusi. Mari baca sama-sama pengertian dan contoh-contohnya.

 

Apa Itu Makna Perlokusi?

Makna perlokusi adalah sebuah tuturan kalimat atau kata yang punya daya pengaruh tanpa harus dikatakan secara eksplisit.

Dengan ucapan tertentu, lawan tutur akan mengerti dan bertindak sesuai yang diinginkan dari penutur berdasarkan perasaan yang lawan tutur pahami.

Contoh makna perlokusi bisa memberikan 5 dampak kepada lawan tutur, yaitu:

  • Memengaruhi lawan tutur untuk melakukan sesuatu
  • Memengaruhi lawan tutur untuk berpikir dengan cara tertentu
  • Memengaruhi lawan tutur untuk merasa takut pada sesuatu
  • Memengaruhi lawan tutur untuk merasa tersinggung pada ucapan tertentu
  • Memengaruhi lawan tutur untuk tertawa atau terhibur

Dampak yang diberikan dari kalimat perlokusi bisa dihasilkan dengan sengaja, alias sudah direncanakan oleh penutur, atau tidak sengaja.

Kalimat perlokusi yang memengaruhi lawan tutur secara tidak sengaja biasanya berkaitan dengan rasa simpati dan kedekatan antara lawan tutur dan penutur.

Sehingga percakapan antara dua orang yang punya hubungan dekat bisa memberikan dampak tindakan perlokusi yang lebih besar.

Selain itu, kalimat yang dituturkan oleh satu orang bisa memberikan makna perlokusi berbeda-beda oleh tiap lawan tuturnya.

Sebagai contoh, satu kalimat yang sama bisa memberi dampak lawan bicara tertawa, sedangkan lawan bicara yang lain bisa merasa tidak nyaman atau tersinggung. Hal ini juga berkaitan dengan hubungan antar manusia serta konteks dari kalimat yang diucapkan.

 

Tujuan Kalimat Perlokusi

Kalimat perlokusi yang diucapkan dengan sengaja oleh penutur dilakukan untuk memenuhi intensi dari sang penutur.

Kalimat perlokusi bisa digunakan sebagai cara yang lebih halus dalam meminta orang lain bertindak sesuatu tanpa harus berkata secara langsung, atau bisa juga sebagai singgungan kepada lawan tutur.

Kalimat perlokusi juga digunakan untuk menyampaikan pesan terentu secara implisit dengan bermacam tujuan, baik itu untuk menjaga perasaan lawan tutur, membuat lawan tutur tidak panik, atau justru agar lawan tutur melakukan tindakan langsung sebagai reaksi setelah mendengar apa yang diucapkan.

 

Contoh Makna Perlokusi

Kalau kamu belum paham apa yang dimaksud dari perlokusi berdasarkan pengertiannya, mari kita langsung lihat saja contoh-contoh makna perlokusi agar lebih mudah dimengerti.

 

Berteriak "Kebakaran!!!"

Kalimat ini punya makna perlokasi yang memberikan dampak memengaruhi lawan tutur untuk melakukan sesuatu, dalam kasus ini adalah berlari ke luar gedung atau menjauh dari api.

Kalimat yang sama juga bisa memberikan dampak memengaruhi lawan tutur untuk merasa takut terhadap sesuatu.

Dengan kalimat perlokusi, penutur tidak perlu mengatakan semua kalimat perintah dan penjabaran seperti "Awas ada api. Ayo keluar gedung dan mencari tempat yang aman!"

 

"Di sini panas, ya?"

Kalimat di atas juga merupakan contoh dampak perlokasi yang memengaruhi lawan tutur untuk melakukan sesuatu. Jika dalam konteks penutur sedang bertamu, maka kalimat perlokasi tersebut akan memengaruhi lawan tutur untuk menyalakan AC atau membuka jendela karena sadar penutur sedang kepanasan dan merasa tidak nyaman.

Tapi seperti yang dikatakan sebelumnya, kalimat perlokasi juga bisa memberi pengaruh berbeda pada lawan tutur.

Contohnya, kalimat tersebut bisa saja memengaruhi lawan tutur untuk merasa tersinggung karena menganggap rumahnya dikatakan tidak punya sirkulasi udara yang baik oleh penutur.

 

Mengatakan "Bersalah" di Ruang Pengadilan

Contoh dampak perlokasi yang berikutnya ini sangat bervariasi berdasarkan siapa yang mendengarnya.

Ketika mendengar hakim mengatakan kalimat "Bersalah" di ruang pengadilan, tersangka bisa merasakan takut, kecewa, dan mungkin marah. Sebaliknya, korban mungkin akan merasakan pengaruh yang berbeda, yaitu bahagia.

Tim pengacara dari korban juga bisa merasakan pengaruh untuk melakukan sesuatu, misalnya mengajukan banding kepada tingkat pengadilan yang lebih tinggi.

Sedangkan aparat dan tim keamanan mendapatkan pengaruh untuk melakukan hal yang berbeda, yaitu mengantar terdakwa ke mobil tahanan atau penjara sementara.

Dengan kalimat yang bisa memberikan dampak perlokusi, penutur tidak perlu mengatakan semua hal yang perlu dilakukan oleh lawan bicara, seperti "Tersangka dinyatakan bersalah, silahkan untuk tim keamanan mengantar terdakwa ke ruang tahanan, tim pengacara mengajukan banding bila dirasa perlu, dan korban diharapkan merasa senang".

 

Mengatakan "Saya lapar."

Kalimat prelokusi berikutnyna juga bisa memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu kepada lawan tutur.

Sebagai contoh jika yang mengatakan kalimat tersebut adalah anak-anak kepada orang tuanya, maka dampak yang diberikan adalah tindakan orang tua mengambilkan makanan atau memasakan hidangan untuk penutur. Sama halnya jika penuturnya adalah tuan rumah kepada asisten rumah tangga, pasien ke perawat, dan lainnya.

Tapi jika dikatakan tanpa konteks yang jelas, kalimat ini juga bisa memberikan dampak perasan yang tidak menyenangkan, atau bahkan diabaikan sama sekali oleh lawan tutur.

Contohnya bila mengatakan "Saya lapar" di ruang meeting kepada rekan kerja, lawan tutur mungkin bisa mersakan dampak perubahan perasaan jadi marah, tidak nyaman, atau bisa juga merasa simpati.

 

"Di sini sedang hujan."

Contoh ini merupakan kalimat informasi yang bisa memberikan makna perlokusi lainnya.

Waktu penutur mengatakan "Di sini sedang hujan" lewat telepon ke lawan tutur yang ingin bertemu, maka akan muncul dampak melakukan sesuatu, yaitu membawa payung atau jas hujan.

Sama seperti pada contoh sebelumnya, penutur tidak perlu mengatakan kalimat lengkap agar lawan tutur mengerti apa yang dimaksudkan.

Meskipun begitu, kalimat ini juga bisa memberikan dampak perlokusi berupa tindakan lain, misalnya membawa makanan atau minuman hangat kepada penutur, dan masih banyak lagi.

 

"Di jalan sana banyak mobil."

Yang terakhir, contoh manka perlokusi ini memberikan dampak berupa memengaruhi lawan tutur untuk berpikir sesuatu. Dalam konteks ini penutur ingin lawan tutur berpikir bahwa ia harus hati-hati karena ada banyak kendaraan lain yang melintas di jalan yang ia maksud.

Penutur juga bisa mengatakan "Hati-hati." dan memberikan dampak perlokusi yang sama kepada lawan tutur.

Artinya, dampak perlokusi bisa ditimbulkan dari kalimat yang berbeda selama sang lawan tutur mengerti apa yang dimaksdukan oleh penutur.

 

Seperti itulah pembahasan mengenai contoh makna perlokusi beserta pengertian dan tujuannya.

Jika kamu sering memperhatikan bagaimana cara orang berbicara dengan teman atau orang terdekatnya, kalimat perlokusi ini sering kali muncul. Selain itu, kalimat seperti ini juga banyak ditemui di cerpen, novel, atau karya sastra fiksi dengan alur.

Sekarang, coba kamu gunakan kalimat perlokusi ketika berbicara dan lihat apakah lawan tutur bisa mengerti yang kamu maksud.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar