mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
3 Aturan Penggunaan Tanda Garis Miring (Penjelasan Lengkap)

3 Aturan Penggunaan Tanda Garis Miring (Penjelasan Lengkap)

penggunaan tanda garis miring

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai penggunaan tanda garis miring yang benar dalam kalimat sesuai kaidah ejaan yang berlaku. Meski terlihat mudah, nyatanya masih banyak pelajar yang belum bisa menulis dengan baik dan benar, salah satunya adalah tentang penggunaan tanda baca.

Tanda baca sendiri merupakan suatu bentuk simbol yang berfungsi untuk membuat susunan kalimat menjadi beraturan serta memberikan tekanan atau nada atau intonasi pada suatu kalimat. Ada banyak jenis-jenis tanda baca, salah satunya adalah garis miring.

Apa Itu Tanda Garis Miring?

Garis miring merupakan tanda baca yang dilambangkan dengan garis hampir vertikal yang bagian atasnya agak condong ke sebelah kanan. Tanda baca yang satu ini sangat mudah kamu temukan di berbagai buku, majalah, koran, ataupun internet.

Selain itu, garis miring juga sangat umum ditemukan pada dokumen surat menyurat. Contohnya antara lain surat undangan, surat perintah, surat peringatan, laporan, nota, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda garis miring merupakan garis yang menyerong alias tidak tegak lurus. Dalam bahasa Inggris, tanda baca yang satu ini disebut dengan stroke.

Fungsi Tanda Garis Miring

Tanda baca garis miring memiliki beberapa fungsi yang wajib kamu ketahui, antara lain yaitu :
  • Untuk digunakan pada nomor surat dan alamat.
  • Untuk menggantikan kata dan, atau, serta setiap.
  • Untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata.
Penjelasan lebih lengkapnya, akan saya jelaskan pada poin selanjutnya yaitu mengenai pemakaian tanda garis miring dan contoh-contohnya. Mari simak materinya hingga selesai.

Penggunaan Tanda Garis Miring yang Benar

Penggunaan tanda garis miring yang benar

Terkait dengan pemakaian tanda garis miring yang benar, kita mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Tidak lagi berpedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan karena sudah resmi tidak berlaku lagi sejak tahun 2015.

Ada 3 aturan yang harus kamu ikuti dalam menuliskan tanda garis miring pada kalimat. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasannya pada konten berikut ini

Aturan Penggunaan Tanda Garis Miring 1

Kaidah pertama, garis miring digunakan  dalam nomor alamat, nomor surat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran. Berikut beberapa contoh penerapannya dalam kalimat :
  • Nomor : 9/PL/II/2011
  • No. 7/PK/1973
  • No. 10/TK-AN/2017/IX/2020
  • No. 06/KKG/Gugus III PPT/09/2012
  • No. 02/III/SK/2016
  • No. 53/PR/2009
  • No. 1165/KT/HRD-NJM/II/1999
  • Nomor : 52/C/TK.ABA/X/2019
  • Nomor : 19/KUD-GD/BH/II/VII/2014
  • Nomor : 521.2/17/416-101.5.24/2018
  • No. : 03/A.Org/P.Cam/IGTKI-PGRI/ III/2014
  • Jalan Kramat Jati III/10
  • Jl. Srikoyo X/18 Patrang
  • Jl. Mawar II/20 Pagerluyung – Gempol
  • Jalan Anggrek XII/10
  • Jalan Songgolangit Utara IX/ 12 Jakarta Selatan
  • Jalan KH. Hasyim Asyari IV/85
  • Jalan Letnan Marzuki X/12
  • Kotak Pos No. 121/ JKT Malang
  • Pemasangan Iklan VIII/ 212463 Batu – Malang
  • Tahun ajaran 2020/2021
  • Tahun ajaran 2013/2014
  • Tahun ajaran 2005/2006
  • Tahun ajaran 2001/2002
  • Tahun ajaran 2004/2005


Aturan Penggunaan Tanda Garis Miring 2

Dan aturan yang kedua, tanda garis miring dipakai untuk menggantikan kata atau, dan, serta setiap. Berikut ini beberapa contohnya :
  • mahasiswa/mahasiswi (dibaca : mahasiswa atau mahasiswi).
  • dikirimkan lewat darat/laut (dibaca : dikirimkan lewat darat atau lewat laut).
  • uang ditransfer lewat rekening/pos (dibaca : uang ditransfer lewat rekening atau lewat pos).
  • harganya Rp2.000,00/lembar (dibaca : harganya Rp2.000,00 setiap lembar).
  • harga rambutan tersebut Rp3.000,00/ikat. (dibaca : harga rambutan tersebut Rp3.000,00 setiap ikat).
  • harga beras saat ini adalah Rp12.000,00/kg. (dibaca : harga beras saat ini adalah Rp12.000,00 per kilogram).


Aturan Penggunaan Tanda Garis Miring 3

Dan aturan atau kaidah yang terakhir, garis miring digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kelebihan atau kesalahan pada naskah asli yang ditulis orang lain. Kaidah ini sebelumnya tidak ada pada Ejaan Yang Disempurnakan.
  • Buku Pengantar Ling/g/uistik karya Verhaar dicetak beberapa kali.
  • Asmara/n/dana merupakan salah satu tembang macapat budaya Jawa. (Sebelumnya ditulis "asmaaradan"
  • Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank.


Bagaimana tidak sulit bukan? Mulai sekarang usahakan jangan sampai salah lagi ya dalam menulis tanda garis miring pada kalimat. Jika materi ini dirasa bermanfaat, kamu bisa membagikannya kepada yang lain agar mereka juga merasakan manfaat yang sama. Sampai jumpa pada materi ayo-berbahasa berikutnya.
Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar