mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Watak? Pengertian, Contoh, dan Penjelasan [Lengkap]

Apa Itu Watak? Pengertian, Contoh, dan Penjelasan [Lengkap]

Apa itu watak

Karena di pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang tokoh, jadi sekarang kita lanjutkan dengan membahas apa itu watak dalam pembangunan karakter. Sebab jika tokoh di cerita kamu tidak punya watak sama sekali, maka pembaca tidak akan bisa berempati dengan siapapun.

Layaknya di kehidupan nyata, setiap tokoh di cerita pun harus punya watak. Semakin identik watak seorang tokoh, maka semakin identik pula karakteristik tokoh tersebut di ingatan para pembaca.

Bukan hanya itu, watak juga bisa membuat pembaca berimajinasi kira-kira respon seperti apa yang dilakukan oleh seorang tokoh bila menghadapi masalah tertentu.

 

Apa Itu Watak?

Watak

Secara sederhana, pengertian apa itu watak adalah kepribadian dari seseorang. Karena dalam karya sastra kita tidak bisa menggambarkan tokoh secara visual, maka di media ini watak juga dimanfaatkan sebagai pembeda antara satu tokoh dengan tokoh yang lain.

Watak sendiri bisa digambarkan dengan banyak cara, misalnya:

  • Cara tokoh berbicara
  • Cara tokoh bersikap
  • Isi pikiran tokoh
  • Lingkungan pertemanan yang berkaitan dengan tokoh
  • Latar belakang tokoh

Watak pada setiap tokoh sendiri bisa berubah. Tokoh yang awalnya jahat di awal cerita bisa berubah menjadi baik di akhir cerita. Hal inilah yang disebut dengan apa itu pembangunan karakter.

 

Pengertian Watak Menurut Para Ahli

Jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengertian apa itu watak adalah sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikran dan tingkah laku.

Namun dalam dunia sastra dan penulisan cerita, watak juga bisa diartikan sebagai sifat dan jiwa dari seseorang.

Soemarno Soedarsono menjelaskan watak sebagai nilai dari diri seorang tokoh berdasarkan pengalaman, pendidikan, percobaan, dan pengaruh lingkungan. Nilai dalam diri ini kemudian memengaruhi sikap, perilaku, dan pemikiran tokoh tersebut sehari-hari.

 

Pengelompokan Jenis Tokoh Berdasarkan Wataknya

Pengelompokan tokoh berdasarkan watak

Pada pembahasan tentang apa itu tokoh sebelumnya, kita sudah membahas jenis-jenis tokoh yang sering muncul di dalam penulisan cerita. Salah satu contohnya adalah:

Ketiga jenis tokoh ini adalah contoh pengelompokan jenis tokoh berdasarkan wataknya. Tokoh protagonis biasanya punya watak baik, selalu membantu, ramah, dan dermawan, sedangkan tokoh antagonis digambarkan dengan watak angkuh, sombong, licik, dan kejam.

Namun seperti yang dikatakan di awal, pembangunan karakter dalam sebuah cerita bisa mengubah tokoh berwatak antagonis menjadi protagonis begitupun sebaliknya.

Soemarno Soedarsono tadi mengatakan bahwa pengaruh lingkungan adalah salah satu faktor pembentuk watak seseorang. Kita bisa memanfaatkan hal ini dengan memberi pengaruh kepada tokoh antagonis oleh protagonis agar ia merubah wataknya 180 derajat.

 

Contoh Watak Tokoh dalam Cerita

contoh watak tokoh

Untuk membuat tokoh yang realistis, diperlukan observasi dan riset di dunia nyata. Semakin mirip watak seorang tokoh dengan kehidupan nyata, maka pembaca akan semakin mudah memvisualisasikannya.

Walaupun kita bisa membuat tokoh sederhana dengan karakter baik dan rendah hati, namun pembaca akan mudah bosan karena tidak ada keunikan dari watak tokoh tersebut. Apalagi jika kita ingin menulis cerita dengan target pembaca remaja hingga dewasa.

Jadi, kita akan pelajari beberapa contoh watak yang bisa meningkatkan kualitas penulisan cerita kita.

 

1. Bermuka Dua

Penulisan karakter dengan watak bermuka dua adalah contoh paling sederhana yang bisa kita lakukan. Sebab, kita hanya perlu menggambarkan tokoh tersebut sebagai orang yang baik di depan namun punya pola pikir sebaliknya.

Dalam menulis karakter dengan watak bermuka dua, kita bisa menggambarkan sisi antagonis tokoh ini melalui monolog di dalam hati atau lewat perilaku yang berkebalikan dengan apa yang diucapkan.

Tokoh dengan watak bermuka dua tentunya digolongkan ke jenis tokoh antagonis. Namun kita juga bisa mengembangkan karakter bermuka dua sebagai orang yang selalu bicara baik di depan orang yang tidak suka namun bersikap baik di depan orang yang ia suka.

 

2. Pembohong

Watak pembohong juga merupakan contoh penulisan tokoh yang jarang ditemukan. Padahal dalam memenulis cerpen, cerita anak, maupun novel, watak tokoh seperti ini bisa mempermudah proses penulisan karakter.

Sama seperti watak bermuka dua, karakter dengan watak pembohong kebanyakan juga digolongkan sebagai tokoh antagonis.

Jenis kebohongannya pun bisa kita kembangkan ke berbagai contoh, misalnya berbohong untuk menutupi kesalahan sendiri, berbohong untuk menakut-nakuti, berbohong untuk membuat orang kesal, dan masih banyak lagi.

Perlu kamu ketahui, watak pembohong artinya adalah tokoh yang jarang sekali berkata jujur. Artinya jika tokoh hanya berbohong satu atau dua kali selama kemunculannya, ia belum bisa digolongkan ke dalam watak pembohong.

 

3. Penerima

Berikutnya ada contoh watak yang bisa dikelompokan sebagai tokoh protagonis, yaitu watak penerima atau ikhlas.

Tokoh berwatak penerima artinya selalu menerima kejadian apapun yang menimpa dirinya tanpa memberontak atau melakukan perlawatanan untuk memperbaiki situasi tersebut. Penulisan karakter dengan watak seperti ini sangat cocok bila kamu ingin menulis cerita bertema isu sosial atau cerita yang mengundang empati.

Satu kendala yang nanti perlu kalian cari tahu sendiri jawabannya adalah bagaimana cara mengembangkan karakter penerima agar bisa menyelsaikan masalahnya tanpa menghilangkan ciri khas wataknya.

 

4. Ambisius

Contoh watak yang terakhir ini bisa digunakan untuk pengembangan karakter protagonis maupun antagonis.

Bila ingin menulis karakter antagonis dengan watak ambisius, kita bisa menggambarkan sang tokoh sebagai orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

Sedangkan jika ingin menulis tokoh berwatak serupa namun sebagai protagonis, maka kita bisa gambarkan sebagai orang yang tidak pernah menyerah walaupun berkali-kali diberi kegagalan ketika ingin meraih mimpinya.

 

Perbedaan Watak dan Sifat

Setelah paham tentang apa itu watak, sekarang kita bahas apa perbedaannya antara watak, sifat, dan sikap.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, pengertian dari apa itu watak adalah karakter, nilai, dan keunikan dari seorang tokoh. Sedangkan pengertian dari apa itu sifat adalah perilaku seorang tokoh yang berasal dari pengaruh orang lain.

Memang sifat dan watak sangat mirip. Namun untuk lebih mudahnya, kita bisa membedakan antara kedua hal ini dengan membayangkan bahwa watak adalah kepribadian dan nilai yang sudah ada sejak cerita dimulai dan akan terus menjadi ciri khas tokoh tersebut.  

Sedangkan sifat adalah kepribadian yang masih bisa diubah dan tidak akan menjadi ciri khas tokoh.

Nah, ada satu lagi yang sering dikaitkan dengan watak, yaitu sikap. Untuk yang satu ini, perbedaannya cukup mudah didefinisikan. Sebab, sikap adalah perilaku atau tindakan dari tokoh berdasarkan wataknya.

 

Untuk lebih paham tentang apa itu watak, kita perlu banyak melakukan latihan lewat observasi dan menerapkannya ke tokoh secara langsung.

Salah satu cara melatih kemampuan ini paling mudah adalah dengan memperhatikan orang di sekitar kita misalnya keluarga, teman, atau saudara- kemudian menulis cerita pendek sederhana dengan tokoh-tokoh berwatak seperti mereka.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar

close