mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Apa Itu Kesimpulan dan Cara Membuatnya [Lengkap]

Apa Itu Kesimpulan dan Cara Membuatnya [Lengkap]

apa itu kesimpulan

Untuk membuat karya tulis yang berkualitas, kamu perlu tahu apa itu kesimpulan dan bagaimana cara membuatnya sesuai kaidah yang benar.

Apalagi jika karya tulis yang kamu buat sangat panjang dan membahas banyak poin dari berbagai referensi, misalnya ketika membuat esai, proposal atau skripsi.

Tanpa tahu kesimpulan, poin utama dari karya tulis tersebut tidak akan bisa tersampaikan kepada pembaca. Sehingga tulisan berhalaman-halaman tidak bisa dimengerti.

Untuk kamu yang sebentar lagi masuk kuliah atau harus membuat banyak esai untuk kebutuhan apapun, dalam artikel kali ini kita akan bahas definisi dari kesimpulan dan bagaimana cara membuatnya dengan benar.

 

Apa Itu Kesimpulan?

Kesimpulan atau kalimat kesimpulan, adalah kalimat atau paragraf terakhir yang merangkum seluruh isi dari tulisan yang kamu buat. Seluruh poin yang sudah ditulis akan dikumpulkan menjadi beberapa kalimat atau beberapa paragraf di akhir karya tulis untuk memperjelas apa tujuan utama dari tulisan tersebut.

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kesimpulan dapat diartikan sebagai sebuah keputusan yang didapat dari hasil metode deduktif atau induktif yang diterapkan pada sebuah karya tulis, gagasan, atau pembahasan tertentu.

Memberikan kesimpulan yang jelas dapat mempertajam poin-poin yang disampaikan dalam karya tulis.

Dalam beberapa karya tulis, misalnya karya ilmiah, penelitian, proposal kerja sama, atau kontrak kerja, memperjelas poin melalui kesimpulan akan mengurangi poin yang dirasa ambigu oleh pembaca. Hal ini tentunya bisa menghindari kesalahpahaman yang bisa merugikan pembaca ataupun penulis.

 

Apa Fungsi dari Kesimpulan?

Fungsi utama dari kesimpulan adalah mempresentasikan kembali ide pokok dari setiap badan tulisan. Sebab, sering kali kita lupa poin dari beberapa tulisan di halaman awal ketika sedang membaca karya tulis yang punya banyak halaman.

Dengan adanya kesimpulan, tidak akan ada ide pokok yang terlupakan oleh pembaca.

Selain itu, kesimpulan juga menjadi jalan pintas untuk pembaca yang tidak punya waktu untuk membaca seluruh karya tulis tapi ingin tahu apa pokok pikiran dari tulisan tersebut.

Sebagai contoh, tidak semua investor punya waktu untuk membaca seluruh proposal hasil tulisan kamu. Sehingga, mereka hanya membaca kesimpulan dari proposal tersebut saja untuk tahu apa maksud utama dari tulisan dan bagaimana tawaran kerja sama yang diberikan.

Dengan menulis kesimpulan yang baik, kamu bisa menarik perhatian pembaca agar mau membaca detail dari proposal atau karya tulis yang sudah dibuat.

 

Ciri-ciri Kesimpulan

Setelah tahu apa itu kesimpulan, sekarang kita akan membahas ciri-ciri dari kalimat atau paragraf yang mengandung kesimpulan. Berdasarkan ciri umum, kesimpulan punya ciri seperti berikut ini.

  • Letaknya di akhir tulisan
  • Diawali dengan kata jadi, dengan begitu, kesimpulannya, oleh karena itu
  • Merangkum semua poin dari tulisan

Tapi untuk membuat kesimpulan yang menarik, ada beberapa ciri lain yang harus kamu masukan, seperti:

 

Singkat dan Jelas

Umumnya, kesimpulan ditulis dalam satu atau dua paragraf saja dengan jelas.

Kesimpulan yang terlalu panjang dan berbelit-belit akan membuat pembaca semakin bingung dengan poin utama dari tulisan tersebut.

Selain itu, paragraf kesimpulan yang pendek akan lebih menarik pembaca yang mengawali proses membaca dari bagian kesimpulannya.

 

Menggunakan Kata-kata Baku

Selanjutnya, kesimpulan ditulis menggunakan kata atau kalimat baku. Usahakan hindari kesalahan penulisan dan ikuti kaidah penulisan yang benar sesuai PUEBI semaksimal mungkin.

Kata-kata yang baku dapat memperjelas pesan yang perlu disampaikan dalam tulisan.

Sebaliknya, terlalu banyak menggunakan kata yang tidak baku, adanya kesalahan waktu memakai kata hubung, atau adanya saltik akan meningkatkan resiko salah paham antara pembaca dan penulis.

 

Tidak Mengulang Kalimat yang Sudah Ditulis Sebelumnya

Dalam bagian kesimpulan, penulis memang mengingatkan lagi ide pokok dari bagian sebelumnya dalam karya tulis mereka. Tapi bukan berarti penulisannya menggunakan kalimat yang sama persis.

Kalimat kesimpulan yang baik ditulis menggunakan rangkaian kata yang berbeda tapi dengan ide pokok yang tetap sama.

Dengan begitu, pembaca tidak akan merasa seperti hanya membaca ulang kalimat-kalimat sebelumnya. Tapi membaca tulisan dengan ide pokok yang sama tapi dengan kalimat yang lebih singkat dan lebih mudah dimengerti.

 

Bagaimana Cara Membuat Kesimpulan yang Baik?

cara membuat kesimpulan

Dalam menulis kesimpulan, ada 2 metode terbaik yang bisa kamu gunakan yaitu analogi dan korelas. Mari kita bahas satu per satu.

 

Membuat Kesimpulan dengan Analogi

Analogi adalah metode penulisan kesimpulan dengan memberikan pandangan berupa persamaan atau persesuaian antara dua buah benda yang lebih sederhana.

Metode penulisan kesimpulan yang satu ini lebih cocok ketika ingin menyampaikan poin kompleks ke pembaca awam.

Sebagai contoh, penulisan tentang penelitian dampak menipisnya lapisan ozon terhadap kehidupan di bumi dengan target pembaca masyarakat umum.  

Untuk menyederhanakan kesimpulan, maka lapisan ozon dan bumi bisa dianalogikan menjadi benda lain dengan kaitan yang serupa.

 

Membuat Kesimpulan dengan Korelasi

Jika metode analogi cocok ditulis untuk menyampaikan kesimpulan yang lebih sederhana ke pembaca awam, metode korelasi lebih cocok digunakan untuk menulis kesimpulan dengan pembaca orang-orang yang paham di bidang bahasan tersebut.

Dengan metode korelasi, kamu bisa menyimpulkan tulisan dengan membuat sebab-akibat dari pokok masalah dan dampaknya.

Karena tidak ada analogi yang harus dibuat, maka penulis bisa membuat detail sebab-akibat yang lebih detail.

 

Langkah-langkah Membuat Kesimpulan

Sekarang, kamu sudah tahu apa itu kesimpulan dan metode yang bisa digunakan untuk membuatnya.

Lalu, bagaimana langkah-langkah membuat kesimpulan?

Untuk mempermudah menulis kesimpulan, kamu bisa membagi prosesnya jadi beberapa bagian seperti berikut ini.

 

Membaca Ulang dan Mencatat Semua Ide Pokok Tulisan

Pertama, baca ulang seluruh tulisan yang sudah dibuat dan tulis ide pokok atau gagasan utama dari setiap paragraf.

Cara ini dilakukan agar tidak ada poin yang terlewat ketika menulis kesimpulan.

Jika ternyata gagasan utama terlalu banyak, kamu bisa pilih mana yang paling penting diantara semua poin yang sudah ditulis.

 

Awali Kesimpulan dengan Menyebutkan Permasalahan Utama

Layaknya mengawali sebuah karya tulis, kesimpulan juga perlu diawali dengan menyebut permasalah utama. Dengan begitu pembaca tidak lupa apa permasalahan yang sedang dibahas dalam tulisan tersebut.

Menggunakan paragraf pembuka sebagai referensi bisa cari trik agar kalima pembuka pada kesimpulan tidak seperti memperkenalkan permasalahan baru kepada pembaca.

Tapi, jangan gunakan kata-kata yang sama dengan kalimat pembuka karya tulis.

 

Utarakan Kesimpulan Berdasarkan Ide Pokok yang Sudah Dicatat dan Metode yang Sudah Dijelaskan

Terakhir, bahas kembali ide pokok yang sudah ditulis tadi menggunakan metode analogi atau korelasi seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Untuk meningkatkan kualitas dari kesimpulan, masukan kata-kata yang bisa menyampaikan emosi dari penulis kepada pembaca.

 

Sekarang kamu bukan cuma tahu pengertian kesimpulan tapi juga cara menulisnya dengan benar. Silakan ikuti langkah-langkah pembuatan kesimplan yang sudah kamu baca ketika sedang membuat karya tulis baik untuk tugas maupun penelitian.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar