mrYCfYjK1mkwe3u9JafYzq9EkkxKwu39tilpSSGm
Cara Menulis Alur Klimaks dengan Struktur Dramatik dan Contohnya [Lengkap]

Cara Menulis Alur Klimaks dengan Struktur Dramatik dan Contohnya [Lengkap]

Alur klimaks

Setelah membahas alur maju, mundur, dan maju mundur atau campuran, sekarang kita akan lanjutkan pembahasan tentang jenis-jenis alur selanjutnya, yaitu alur klimaks. Alur ini digunakan oleh 90% karya naratif yang pernah kita baca, sehingga cukup mudah mencari contoh cerita dengan alur ini.

Meskipun begitu, menulis sebuah klimaks dalam cerita tidak semua yang dibayangkan. Kebanyakan penulis pemula kesulitan menggambarkan momen puncak dari narasi yang tengah ia bangun.

Oleh karena itu kita akan bahas apa yang dimaksud alur klimaks beserta contohnya di sini.

 

Sekilas Tentang Alur Cerita Klimaks

Alur klimaks adalah satu dari banyaknya jenis alur dalam cerpen maupun cerita panjang yang dimana terdapat bagian puncak di cerita tersebut.

Bagian puncak yang dimaksud di sini adalah momen dimana peristiwa paling penting, paling menegangkan, paling emosional, atau paling menyentuh terjadi pada cerita tersebut. Dengan kata lain, bagian klimaks adalah bagian terbaik di dalam seluruh narasi yang sedang kita tulis.

Dari segi jalannya waktu di cerita, alur klimaks bisa diterapkan pada alur maju mundur maupun campuran.

 

Apa Itu Struktur Dramatik?

Salah satu cara paling mudah dalam menulis alur cerita klimaks adalah dengan menggunakan struktur dramatik.

Struktur dramatik merupakan rangkaian peristiwa yang dibagi berdasarkan ketegangan, value, atau kualitas ketertarikan pembaca terhadap peristiwa yang terjadi di dalam karya naratif.

Sebagai contoh, cerita Romeo dan Juliet, cerita diawali dengan peristiwa yang tidak begitu menarik bagi pembaca, yaitu perkenalan antara Romeo, Juliet, orang tua mereka, dan tokoh-tokoh kerajaan lainnya.

Kemudian terjadi konflik dimana Romeo jatuh cinta pada Juliet, sehingga tingkat ketertarikan pembaca terhadap peristiwa meningkat. Diikuti pula dengan konflik utama, dimana orang tua mereka tidak menyetujui hingga Juliet kabur bersama Romeo, sehingga value dari tiap peristiwa di dalam cerita makin tinggi.

Puncaknya, Romeo dan Juliet dinikahkan oleh Pendeta. Namun Romeo diasingkan ke negeri buangan, sedangkan Juliet dibius hingga Romeo mengira ia sudah mati.

Karena kesedihan yang tidak terbendung, Romeo meminum racun di hadapan Juliet. Setelah Juliet sadar dan menemukan Romeo terbaring lemas di depannya, ia pun mengulang apa yang dilakukan Romeo.

Peristiwa dimana Romeo dan Juliet meminum racun itulah yang menjadi klimaks dari cerita tua ini. Sebab walaupun durasi peristiwanya singkat, namun value-nya paling tinggi.

Selain itu, bagian klimaks pada cerita memang harus ditulis lebih singkat dari bagian lainnya. Sebab antusias pembaca akan terus menurun jika ditulis terlalu panjang.

 

Tahapan Penulisan Alur Klimaks

Setelah mengerti apa itu alur klimaks dan struktur dramatik, sekarang kita akan gabungkan kedua unsur di atas dengan tahapan seperti di bawah ini.

 

1. Eksposisi

Eksposisi atau exposition adalah bagian dimana kita memperkenalkan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan lain-lain. Jadi, kita akan melakukannya di bagian paling awal narasi.

Karena masih tahap perkenalan, sudah pasti value dari bagian ini sangat rendah. Tidak ada konflik, tidak ada drama, dan tidak ada peristiwa apapun yang membuat pembaca harus mencerna kalimat per kalimat agar bisa mengerti inti dari kejadian di dalam cerita.

Dalam kasus cerita Romeo and Juliet, bagian eksposisi adalah ketika tokoh Romeo, Juliet, dan anggota kerajaan diperkenalkan.

 

2. Insiden Pertama

Insiden pertama atau inciting incident adalah konflik pembuka yang akan diteruskan selama narasi tersebut berlanjut.

Pada bagian kedua ini, kita bisa memilih dua pergerakan value, yaitu naik dan turun.

Contoh insiden yang membuat value cerita turun adalah Juliet ternyata sudah dijodohkan oleh keluarga kerajaan dengan bangsawan lain. Sehingga peristiwa yang mempertemukan Romeo dan Juliet semakin sedikit dan membuat ketertarikan dari pembaca menurun.

Sedangkan contoh insiden yang membuat value cerita contohnya adalah orang tua kerajaan tidak menyetujui hubungan Romeo dan Juliet. Sehingga ia bertemu secara sembunyi-sembunyi dan merencanakan bagaimana cara untuk mendamaikan kedua kerajaan.

 

3. Rising Action

Rising action adalah bagian pertama menuju klimaks dalam cerita. Pada tahap ini, value peristiwa pada narasi akan mulai meningkat dan terus meninggi.

Dalam contoh cerita Romeo and Juliet, rising action dimulai ketika Romeo dan Juliet bertemu dan memutuskan untuk menikah diam-diam dengan bantuan Pendeta Friar Laurence,

Kemudian rising action berlanjut ketika sepupu dari Juliet membunuh sahabat Romeo, sehingga ia membalas dendam dan lari ke Mantua untuk melarikan diri dari kerajaan.

 

4. Krisis

Krisis merupakan bagian dari alur klimaks dimana value peristiwa di dalam cerita kembali turun. Bagian ini sendiri berada tepat sebelum klimaks. Oleh karena itu antusias pembaca dibuat lebih rendah agar terdapat elemen kejutan dalam bagian puncak cerita.

Umumnya tahapan ini dipenuhi oleh ketidakpastian, ragu, dan cemas yang dirasakan oleh tokoh utama.

Kita bisa melihat contohnya dalam cerita Romeo and Juliet ketika keluarga kerajaan menjodohkan Juliet dengan orang lain.

Sehingga Juliet memalsukan kematiannya dengan harapan ia bisa kabur dari perjodohan dan pergi mencari Romeo.

Namun, kabar kematian Juliet malah terdengar oleh Romeo dan membuatnya mendatangi Juliet secepat mungkin.

 

5. Klimaks

Ada banyak cara menulis klimaks dalam sebuah cerita. Mulai dari memperbanyak konflik antar tokoh protagonis dengan antagonis, memperbanyak adegan aksi, dan masih banyak lagi. Tapi intinya, klimaks adalah peristiwa puncak antara sesuatu menghadapi sesuatu.

Dalam penulisan cerita sendiri, terdapat 6 jenis peristiwa puncak yang banyak ditemukan, yaitu:

  • Konflik antara hidup dan mati
  • Konflik antara hidup dan perasaan lebih buruk dari mati
  • Konflik antara cinta dan kebencian
  • Konflik antara keberhasilan dan kegagalan
  • Konflik antara kedewasaan dan kekanak-kanakan
  • Konflik antara yang baik dan yang buruk

Dalam cerita pahlawan super, kita sering menemukan momen klimaks ketika sang pahlawan (baik) melawan penjahat (buruk). Atau dalam novel Ranah 3 Warna, kita bisa melihat konflik antara keberhasilan dan kegagalan Alif dalam bagian klimaksnya.

Sedangkan pada Romeo and Juliet, momen klimaks berisi konflik antara hidup dan perasaan lebih buruk dari mati yang dirasakan oleh Romeo ketika tahu Juliet sudah mati. Sehingga ia meminum racun di depan pasangannya. Begitupun Juliet ketika ia terbangun dan menemukan Romeo sudah mati.

 

6. Akhir Sandiwara

Terakhir adalah denouement atau akhir dari sandiwara. Yaitu peristiwa ketika pahlawan berhasil menyelamatkan dunia, tokoh utama menjadi orang yang sukses, atau pasangan menikah dan menjalani hidup dengan bahagia.

Bisa juga perasaan berkabung dari orang-orang yang tahu kisah cinta Romeo dan Juliet setelah mendengar kabar mereka berdua mati bersamaan. Jack berpisah dengan Rose setelah kapal Titanic tenggelam, Quasimodo menyaksikan Esmeralda dihukum gantung karena menentang pemerintahan yang korup, dan masih banyak lagi.

Tentunya pada bagian ini, value peristiwa dalam cerita terus turun hingga bagian penutup.

 

Agar lebih paham tentang cara penulisan alur klimaks, admin sarankan untuk membaca novel, cerpen, atau menonton film dan pertunjukan teater yang punya jenis alur serupa. Semakin banyak karya yang kita baca, maka semakin banyak referensi yang bisa kita gunakan ke dalam karya sendiri.

Baca Juga Materi Berikut Ini
SHARE
Firdaus Deni Febriansyah
Freelance, Content Writer, Bloger, dan Kontributor di beberapa media.

Konten Terkait

Berlangganan Konten Terbaru Via Surel. Gratis!

Posting Komentar